NovelToon NovelToon
Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:723.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: nana shin

Mita wanita yang sangat cantik, dia bagai bidadari yang turun dari kayangan, tapi sayang, kecantikan dalam dirinya tak seindah perjalanan hidupnya. Untuk menghidupi 2 adiknya dan juga ibunya yang stroke, dia terpaksa menjajakan dirinya dari hotel ke hotel untuk mendapatkan uang. Hingga takdir mempertemukannya dengan lelaki mapan beristri, yang mengambilnya dari lembah hitam itu, namun siapa sangka, justru ketika hidayah itu datang semuanya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

Lili pun makan dengan lahap, sesekali masih menyisakan isakan karena terlalu lama menangis. Selesai makan Lili masuk kamar dan menguncinya dari dalam.

Sayup sayup azan magrib terdengar dari kejauhan, Mita pun Sholat magrib berjamaah sama Ayana, selesai sholat Ayana dan Mita hendak makan malam kebawah.

"Sayang, panggil Kakak dulu, barangkali kakak lapar, biar kita makan bareng."

"Iya Mi!"

Ayana berlari menuju kamar kakaknya.

"Kak Lili."

Tok tok tok.

"Kak makan yu!"

"Aya...na...to...lo...ng ka..ka..ka..."

"Kakak ngomong apa sih ? buka dong."

"Aya..." Suara Lili sangat kecil hingga Si comel Ayana tidak mengerti. Ayana pun balik ke dapur.

"Sayang, Kakak bilang apa?"

"Nggak ngerti Mi, katanya to to long gitu."

"Apa?"

Mita berlari menuju kamar Lili

"Ada apa sih Mi?" Ayana heran tapi dia penasaran dia pun ikut berlari mengiringi ummi nya.

Tok tok tok

"Lili, kau sedang apa? buka pintunya! jangan bertindak bodoh, Li buka!"

dok dok dok.

Pintu di gedor gedor namun Lili tidak menjawab.

Mita berlari keluar.

"Ada apa sih Mi, heran deh Ummi ko bolak balik nggak karuan." Ayana masih saja cerewet menunggu jawaban ummi nya.

"Paman, tolong kemari." Ternyata Mita memanggil paman satpam.

"Ada apa non?"

"Tolong dobrak pintu Lili, aku takut terjadi sesuatu."

Mereka pun masuk kedalam, setelah beberapa kali mencoba, paman pun mencongkel pintu dengan linggis.

Betapa terbelalaknya mereka, melihat Lili sudah bersimbah darah, dia memotong nadinya ingin bunuh diri.

"Ya Allah, Lili."

"Kaka hik hik." Ayana histeris memeluk tubuh kakaknya.

Satpam segera menelpon taksi online.Tak berapa lama taksi pun datang. Lili dibawa ke rumah sakit.

Sampai di UGD Lili masih belum sadar.

"Bu, kami perlu darah, Anak ibu terlalu banyak mengeluarkan darah, golongan darahnya O."

"Saya, ambil saja darah saya pak, saya O." ucap Mita cepat.

Mita pun mendonorkan darahnya, setelah selesai, mereka pun menunggu Lili harap harap cemas.

Mau menelpon, dia tidak tau no HP Izzam.

paman juga tidak bawa Hp tertinggal di pos.

"Paman sebaiknya pulang, mungkin saja nanti Pa izzam atau Nyonya Tami datang."

"Baiklah non."

Setelah paman satpam pulang. Lili pun mendapatkan kamar. Sementara Ayana terlihat mengantuk.

"Sayang tidur sini." Mita menyuruh Ayana berbaring di pahanya, tak berapa lama dia pun tertidur.

"Nicol...Nicol jangan tinggalkan aku." Ternyata, Lili mengigau, Mita pun dengan pelan pelan meletakkan kepala Ayana di lantai, dan mendekati Lili.

"Lili sayang...kamu sudah bangun?"

Mita mengelus elus kepala Lili.

"Kau...kenapa kau bawa aku kesini? mengapa?hik hik hik." Lili pun bangun dan menangis lagi karena kesal telah diselamatkan.

"Tidak baik seperti itu Li? kalau kamu mati kamu akan masuk neraka, sementara Nicol pacarmu itu, dia tetap senang senang, tak ada yang berubah di dunia itu kalau kau mati."

"Apa perdulimu, dasar pelakor"

"Astagfirullah Li, aku tidak seperti itu."

"Trus apa? kau mau dinikahin Papa, sementara Papa sudah ada istri!"

"Papa dan mamamu yang menginginkan aku jadi istri papamu, untuk menemani Ayana."

"Alesan! mana mungkin Mama mau di madu!"

"Terserah kau saja Li, sekarang kamu makan dulu ini."

"Prang." Lili mendorong piring dan jatuh kelantai. Mita pun memungut piring dan sampah yang berserakan.

Kayaknya Mita terus saja di pertemukan dengan beling ya akhwat.

"Mana Papa dan juga Mama?" Ucap Lili ketus

"Aku tidak punya no mereka."

"Apa? aneh! istri macam apa itu? punya suami tapi nggak tau no HPnya!"

Mita hanya terdiam dan menyapu lantai yang kotor.

"Ummi...ada apa Mi?.....Kakak." Ayana bangun mendengar keributan dan segera berhambur kepelukan Lili.

"Kakak jangan mati, Ayana takut Kak."

"Tau ah." Cuma itu jawaban Lili pada adiknya.

"Kakak kenapa sih marah marah, tadi tu kakak hampir mati tau nggak, itu tadi darah Ummi di sedot buat kasih ke kaka, untung darah Ummi nggak habis, kalau habis entar tubuh ummi kering gimana?" hehehe Ayana ada ada aja deh.

"Siapa suruh, dia sendiri yang pengen, CAPER." Lili tetap saja ketus menjawab semua pertanyaan adik mungilnya.

"Nggak tau terimakasih, kata Ummi kalau sudah di bantuin itu barus ucap terimakasih kak!"

"Terus saja muji dia yang pelakor itu cih."

Deg!

Entah yang keberapa kalinya kata kata itu keluar dari mulut Lili, yang jelas, suara itu bagai menghantam jantung Mita seketika.Tak terasa ada butiran bening yang mengalir di sudut pipinya, ternyata itu juga tak lepas dari penglihatan Ayana.

"Ummiiiii....jangan nangis mi...maafin Kakak, Kakak jahat." Ayana memeluk Mita penuh sayang.

Sementara Lili melirik dan memalingkan wajahnya saat dia melihat wanita yang dihinanya itu menangis.

"Kakak jahat!" Ayana mengulangnya berulang-ulang.

💐💐💐

Sementara malam semakin Larut jam menunjukan jam 3 pagi, sudah menjadi kebiasaan Izzam jam segitu dia akan pulang.

Tit tit

Suara mobil memasuki halaman rumah, tentu saja izzam dibawa oleh sopir. Karena dia mabuk berat, dia pun masuk kerumah. Panggilan paman satpam yang ingin memberi tahu bahwa Lili masuk Rumah sakit pun, tak dihiraukannya, dia sempoyongan dan Menutup pintu kasar.

BRUK.

"Jingga...dimana kau...Jingga!" Izzam teriak teriak, memanggil nama tener Mita. Namun tak ada ada sahutan.

Dia pun menaiki tangga dan memasuki kamar, tapi Mita tak ada.

BRUK.

Dia menutupnya kembali.

Tap......tap......tap....

turun kebawah dengan gontai dan membuka kamar istrinya, namun istrinya juga tidak ada.

"Sial! Dimana kaliaaaan?" prang

meja terbuat dari kaca pun pecah.

"Tuan, maaf Nona Lili masuk Rumah sakit, dia coba bunuh diri tadi." Paman satpam pun datang dan memegangi tubuh Izzam

"A...pa....? di...ma...na...dia?"

"Tuan sebaiknya mandi dulu biar segar."

Tangan satpam pun di tepisnya.

"Tuan mau kemana?"

"A..ku..ma..u ke..ru..mah sa...kit"

izzam masih sangat mabuk.

"Tuan harus mandi dulu, Tuan, agar sadar."

Satpam coba membangunkannya, namun tidak bisa.

"Maaf Tuan, saya akan memandikan tuan dulu."

Izzam ditarik paman satpam ke halaman di dudukan depan kran dan ssrrrrrrrrrt

air pun di guyurkan langsung dari krannya.

"Hey...kau...mengapa?"

Paman satpam terus saja mengguyur

"Dingiiin..."

"Maaf tuan."

"Kau berani sekali."

"Maaf tuan, Tuan harus segera ke rumah sakit, Nona Lili mencoba bunuh diri yadi, Non Mita sudah membawanya ke Rumah sakit."

"Apa? Baik lah."

Dia pun akhirnya masuk ke rumah dan ke kamar mandi, terdengar dia juga mandi, minum di dapur agar bisa menetralkan alkohol yang meresap di tubuhnya, setelah sedikit tenang dia pun memesan taksi online.

Sesampainya di Rumah sakit dia pun bertanya pada petugas masih dengan sedikit sempoyongan, tapi dia tidak di izinkan masuk karena terlihat masih mabok.

Mita pun di panggil karena dari ruangan yang di sebutkan Izzam.

"Benarkah tuan ini keluarga anda?"

"Bang Izzam? iya pa dia suami saya."

Sontak saja sucurity menatap Mita dan Izzam bergantian, mungkin di dalam hatinya.

masa perempuan bercadar punya suami pemabuk.

Mita pun membawanya ke kamar Lili dengan menjamin bahwa dia tak akan ribut.

Cklek

Mereka, masuk kamar Lili, Lili pun menoleh ke arah pintu.

"Papa." Matanya berkaca kaca.

"Kurang ajar."

"Plak, plak, plak."

"Au." Teriak Lili

"Papa, hentikan, Ummi." Ayana histeris melihat Papahnya memukuli Lili

Ayana memeluk Mita erat. Saat Izzam mau memukuli Lili lagi namun Mita yang datang dan berdiri di tengah tengah mereka, hingga kepala Mitalah yang jadi sasaran.

"Mengapa kau menghalangiku?"

Izzam yang mulai sadar pun jengkel.

BERSAMBUNG....

1
Berkah Kafa Jaya
✊🏽berkarya Kak Thor🌟🌟🌟
Berkah Kafa Jaya
🙏🏽Makasih Y Kak Thor nana shin buat hiburannya. Sy Pembaca d Thn 2024 mlm Pemilu. Alurnya mengejutkan Y Kak gak monoton Horor meski banyak Kuntinya🤭🌟🌟🌟
Berkah Kafa Jaya
🙏🏽Makasih Y Kak Thor nana shin buat hiburannya. Sy Pembaca d Thn 2024 mlm Pemilu. Alurnya mengejutkan Y Kak gak monoton Horor meski banyak Kuntinya🤭🌟🌟🌟
:> si rubah kecil🤍🖤
sudah gilaa ni kerajaan betul tak kawan kawan... semoga kita tidak begitu ya... 🙂
:> si rubah kecil🤍🖤
cerita nya sangat best semoga yang bikin cerita ini bisa kaya
Khusnul Hidayah
👍
Bunda Enih: lanjuutt
total 1 replies
Siti Robiah
bagus banget seru takut kasian sedih juga brsatu
Siti Robiah
yaa harus tanggung resiko ni mita
Nikmah
seru Thor.
Bunga Alika
Assalamualaikum Mom, aku mampir nih 🤗
Maulana ya_Rohman
pasti ulah nya mita nih🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
Maulana ya_Rohman
pada syock semua, kalau mita masih hidup.....🤭
terutama Tami🤔🤔🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
😢😢😢😢😢😢
Maulana ya_Rohman
blm ngeh kalau ada mslh....🤦😱🤦🤦🤦
Maulana ya_Rohman
apakah jodohnya Zila ya thor🤔
Maulana ya_Rohman
siapa yang ketok² pintu ya🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
ilkas gak tu ngasinya🤔
Maulana ya_Rohman
mau apa si Izam memanggil Mita🤔
Maulana ya_Rohman
apakah uang mahar nya itu utuk membeli kevirginnanya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!