NovelToon NovelToon
MY BODYGUARD

MY BODYGUARD

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:112.9k
Nilai: 5
Nama Author: Khintannia Viny

Gilang Herlambang adalah seorang mantan mafia yang memiliki lima anak perempuan yang terkenal dengan kecantikannya.

Karena khawatir dengan keselamatan kelima anaknya, akhirnya Gilang mengutus lima bodyguard untuk kelima anaknya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah keputusan Gilang mengutus bodyguard untuk anak-anaknya adalah hal yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khintannia Viny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 (APA SALAH MENAHAN BEBERAPA LEMPARAN TELUR?)

Aleena sudah berada di kursi belakang mobilnya, sedangkan Abizar yang menyetir mobilnya.

"Kita ke mana nona?" tanya Abizar.

"Jangan panggil aku nona, panggil aku Aleen aja biar ga kaku kayak kanebo.. Aku juga ga mau orang-orang tau kamu ini bodyguardku." ucap Aleena.

"Terus kalo ada yang nanya aku siapa, apa jawabanmu Aleen?" tanya Abizar.

"Aku akan menjawab kalau kamu adalah kakak sepupuku yang sedang berlibur dan mau menjagaku selama liburannya." ucap Aleena dengan tenang.

Mendengar ucapan Aleena membuat Abizar menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.

"Bolehkah aku bertanya?" tanya Abizar.

"Silahkan." jawab Aleena.

"Kenapa kamu mau menjadi model? Apa kakakmu yang memaksamu menjadi model?" tanya Abizar.

"Hah? Kenapa kakakku harus memaksaku? Di keluargaku tidak pernah ada yang melarang melakukan ini dan itu, semua boleh di lakukan selama itu tidak mencoreng nama baik keluarga dan kita bahagia." jelas Aleena.

"Ah begitu, kalo begitu kalian semua pasti hidup bahagia ya?" tanya Abizar.

"Tentu saja! Rumah kami selalu di penuhi dengan canda tawa walaupun kalau di luar semua saudaraku terlihat membosankan." jelas Aleena.

Abizar tidak mengatakan apapun, dia hanya memegang setir mobil dengan kencang seperti menahan sesuatu.

Tidak lama kemudian keduanya sudah sampai di perusahaan Irene, dengan sigap Abizar keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Aleena.

Aleena tersenyum karena mendapatkan perlakuan seperti layaknya tuan putri.

Lalu tiba-tiba,, Ceplokkk!!! Suara benturan keras antara telur ayam dengan kepada Aleena yang tidak bisa terhindarkan.

Abizar terkejut melihat kejadian yang secepat kilat itu terjadi di hadapannya, lalu dia melihat ke arah Aleena, lalu mengerutkan keningnya.

Abizar tidak menyangka jika Aleena sama sekali tidak berkutik, bahkan Aleena masih tetap tersenyum kepada semua orang yang ada di sana.

Abizar segera melepaskan jas miliknya lalu menutupi wajah Aleena agar tidak di foto oleh paparazi yang ada di sana, Abizar segera membawa Aleena masuk ke dalam perusahaan.

"Di mana ruanganmu?" tanya Abizar.

"Lantai yang sama dengan kakakku, lantai paling atas." ucap Aleena.

Abizar segera menekan angka 5 di tombol lift tersebut dan Abizar masih menutupi wajah Aleena sampai keduanya tiba di ruangan Aleena.

"Kita sudah sampai." ucap Abizar yang sudah membuka pintu ruangan Aleena.

"Bisakah kamu membuka jasmu? Bukankah kita sudah sampai?" tanya Aleena yang membuat Abizar tersadar kalau dirinya masih menutupi wajah Aleena.

"Ah iya maafkan aku." ucap Abizar yang langsung menyingkirkan jasnya dari kepala Aleena.

"Terimakasih kak Abi.." ucap Aleena dengan senyum manisnya.

Abizar terkejut melihat senyuman Aleena, dia merasa jantungnya hampir saja copot karena senyum Aleena itu.

"Kamu tersenyum setelah mengalami hal seperti ini?" tanya Abizar.

"Terus aku harus apa? Marah juga ga akan merubah keadaan bukan?" tanya Aleena.

"Apa aku harus pulang ke rumahmu dan membawa pakaian ganti?" tanya Abizar.

"Tidak perlu, aku selalu menyediakan pakaian ganti di ruanganku." ucap Aleena.

"Apa kamu sering mengalami hal seperti ini?" tanya Abizar.

"Tentu saja! Malahan kalo ga terjadi hal seperti ini mungkin kiamat dunia hehe.." ucap Aleena dengan polosnya.

"Dan kamu hanya diam saja? Bukankah kakakmu pemilik perusahaan ini? Bukankah papimu pengusaha nomer satu dan mantan mafia juga? Kenapa mereka tidak melakukan apapun?" tanya Abizar.

"Ya terus kenapa? Mereka marah, mereka mau bertindak hanya saja aku ga mau menyulitkan mereka.. Tapi, kamu tau dari siapa kalau papiku mantan mafia?" tanya Aleena yang membuat Abizar terkejut.

"A-aku.. Aku hanya pernah mendengar tentang itu, bukankah papimu dulu sangat terkenal?" ucap Abizar.

"Ah iya juga ya, papi memang dulu terkenal jahat tau!" ucap Aleena.

"Apa kamu tidak takut?" tanya Abizar.

"Takut? Sama siapa? Sama papi? Hahaha kenapa aku harus takut?" tanya Aleena sambil tertawa.

"Ya karena papimu jahat."

"Sejahat-jahatnya papi dulu waktu menjadi mafia, dia tidak akan melakukan apapun kepada anak-anaknya bukan?" tanya Aleena.

"Tapi mungkin dia tega membunuh orang tua anak-anak lain, atau anak orang lain." ucap Abizar.

Aleena yang mendengar ucapan Abizar hanya bisa terdiam dan bingung karena tidak menyangka jika Abizar akan mengatakan hal itu.

"Apa papiku pernah melukai keluargamu?" tanya Aleena.

"Iya! Eh? Apa tadi kamu bilang?" tanya Abizar yang salah bicara.

"Papiku pernah melukai keluargamu?" tanya Aleena kembali.

"Engga kok... Kalo pun iya emang kamu mau ngapain?" tanya Abizar.

"Mau minta maaf, apapun kesalahan papiku kepada siapapun itu aku ingin sekali meminta maaf karena sikap papiku dulu." jelas Aleena.

Abizar sempat kagum dengan ucapan Aleena untuk sesaat, lalu tiba-tiba Abizar menggelengkan kepalanya.

"Udahlah sana bersihkan dirimu karena anda bau sekali nona model.." ucap Abizar dengan sedikit menggoda.

Aleena hanya memanyunkan bibirnya lalu segera berjalan ke arah ruang istirahatnya dengan kesal.

Sedangkan Abizar terkejut saat tiba-tiba saja Irene masuk ke dalam ruangan Aleena di ikuti oleh Daniyal.

"Kamu sudah di sini? Lalu kemana Aleena?" tanya Irene kepada Abizar.

"Tadi di depan ada seseorang yang melempar nona Aleena dengan telur nona, maaf karena saya lengah, saya benar-benar tidak tau kalau kejadian ini sering terjadi." jelas Abizar.

"Lagi? Haahh,, tidak apa-apa, anggap hari ini pelajaran untukmu.. Besok dan seterusnya kamu harus waspada." ucap Irene.

"Sekarang di mana Aleen?" tanya Irene kembali.

"Ada di ruangan itu nona." jawab Abizar sambil menunjuk ruangan yang tadi di masuki oleh Aleena.

Irene hanya menganggukkan kepala lalu segera berjalan masuk ke dalam ruang istirahat Aleena.

Sedangkan Abizar dan Daniyal saling menatap penuh arti satu sama lain.

"Bagaimana hari pertama kamu bekerja? Apa ada sesuatu yang mengganjal?" tanya Daniyal kepada Abizar.

"Tidak ada kak! Semuanya baik-baik saja." ucap Abizar.

"Baiklah, ingat satu hal, jangan pernah menyukai salah satu dari nona muda!" tegas Daniyal yang langsung di balas anggukan oleh Abizar.

Daniyal kembali menatap ruang istirahat yang tadi di masuki oleh Irene tanpa berkutik sama sekali.

Tidak lama kemudian Irene dan Aleena keluar dari ruangan tersebut.

"Kak sudahlah, aku ini baik-baik saja tau..." ucap Aleena kepada sang kakak.

"Kamu emang selalu baik-baik saja Aleen! Mungkin kamu di lempar tai kucing juga tetep baik-baik aja!" ketus Irene.

"Ewwhh! Ga mungkin kan mereka pegang tai kucing kak! Jangan ngaco deh." balas Aleena.

"Pokoknya kita harus melaporkan kejadian ini! Aku akan menyuruh satpam melihat cctv di depan perusahaan." ucap Irene.

"Kak please! I'm fine.." ucap Aleena.

"Kalau kamu ga mau aku membelamu sebagai kakakmu, anggap saja aku sedang membela model yang bekerja denganku! Kamu tau bukan kalau aku selalu melindungi model yang berada di bawah naunganku!" tegas Irene yang langsung berbalik arah meninggalkan ruangan Aleena di ikuti oleh Daniyal.

Aleena yang mendengar ucapan kakaknya langsung duduk di sofa yang ada di sana sambil menatap kosong ke depan.

"Kenapa kamu segitu ga maunya di belain sama kakakmu sendiri sih?" tanya Abizar.

"Ada banyak sekali orang yang tidak mampu yang melakukan hal itu kepadaku, mereka melakukan itu karena di bayar oleh orang lain yang tidak menyukaiku." jelas Aleena.

"Mereka hanya mencari uang untuk keluarganya, apa aku salah jika menahan sedikit saja lemparan beberapa telur?" lanjut Aleena.

Abizar benar-benar di buat speechless beberapa kali karena ucapan Aleena yang memiliki darah seorang mafia.

1
~@Daryyl05
msi menunggu 🙃
Restu Apih
bodyguard ko kurang ajar thor..
dan juga minimal kasih tau latar belakangnya..
kecuali klo bodyguardnya tidak tampil di seluruh cerita.. hanya sekilas
Restu Apih
kebanyakan MC ini mah Thor..
jgn sampe jadi monoton
Khintannia Viny
ditunggu ya kakkkk, kerjaanku di dunia nyata lg banyak2nya huhuhu
~@Daryyl05: semangat kak 💪💪
total 2 replies
~@Daryyl05
Terakhir kaka update 1/03/2023 dan sekarang 2025 aku akan menunggu apdate tan dari cerita Kaka yg ini.

Samagat Kaka 💪💪🔥🔥
~@Daryyl05
aku tunggu notif dari cerita Kaka yg ini, semangat kaka
~@Daryyl05
kak plis kak lanjutin🙏🙏,suka bangett Ama cerita Kaka yg ini
Zulfa Yana
visualnya cantik2 thorr
koko
lanjut kk
Khintannia Viny
nanti author lanjut ya kaaa, author masih mencari inspirasi hihihi💪🤗
Ati Pct
gk diteruzin up nya ya thor tanggung iniiiiih
macil
paling cantik ratu
Rahmawaty❣️
smoga abizar bisa tulus mncintai aleena
Rahmawaty❣️
kayanya queen lbih peka ya
Rahmawaty❣️
ah ni satu lg anknya bramantyo si adytama ya
Rahmawaty❣️
aku rasa si dani , abizar dan satu lg siapa ya kira² ?? apa mungkin yg jd bodyguardnya ratu.. siapa ya nma nya aku lupa bodyguard ratu😁
Rahmawaty❣️
ah pcr nya nancy ini kasar dan psti ga baik
Rahmawaty❣️
mreka adik kaka .
apa mksud tujuan dani dan abi jd bodyguard ank nya papi gilang ya??
apa ada dendam terselubung dimasalalu??
Rahmawaty❣️
si dani ini mungkin ank org kaya kali ya trus nyamar jd bodyguard
Marhami Marhami
papi Gilang tau bahwa abizar belum 100% bisa menjaga Aleena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!