NovelToon NovelToon
BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Perperangan / Tamat
Popularitas:407.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zakaria Faizz

Sebuah kisah seorang anak muda yang mampu meredam perpecahan di kerajaan Majapahit, pemuda itu berasal dari DAHA atau KADIRI, di saat -saat masa akhir kekuasaan Majapahit.
Pada masa itu intrik dalam lingkungan istana memanas hingga , membuat istana tanpa seorang Raja setelah mangkat nya Prabhu SiNAGARA rajasawardhana.
Sementara pewaris tahta saling berebut kekuasaan merasa paling berhak.Diwarnai sifat licik oleh seorang pejabat dalam istana yang mampu mengadu domba para keturuman Raja hingga membuat Majapahit benar-benar panas laksana bara dan menyebabkan keruntuhan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakaria Faizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu

Sementara itu Resi Begawan mahameru dan Naja pratanu sudah berada di kaki gunung semeru.

" ngger, Pratanu,eyang akan lebih dahulu , pulang , sementara, angger ke desa untuk membeli kembang,!" ujar Resi Begawan mahameru.

"selanjutnya angger ke lereng sebelah Timur,tolong cari kan kembang dawala amerta,dan setelah itu secepatnya pulang,!" ujar Resi Begawan mahameru lagi.

" saya siap eyang, tiada lagi yg perlu murid cari,?" tanya Naja pratanu pada gurunya.

" cukup, secepatnya engkau kembali,!" jawab Resi Begawan mahameru.

" murid segera berangkat,!" ucap Naja pratanu segera memutar badannya dan meninggalkan Resi Begawan mahameru.

Sepeninggal Pratanu, Resi Begawan mahameru segera melesat kearah Puncak semeru, seakan akan ada perasaan yg tidak enak di hatinya.

Sedangkan Naja pratanu berjalan dengan santainya menuju desa dawuhan, guna membeli kembang.Setelah mendapatkan apa yg dicarinya ,Pratanu pun bergerak kearah utara dan selanjutnya ke Timur lereng semeru guna mendapatkan kembang dawala amerta ( putih abadi) , sebenarnya kembang ini kembang jenis langkah yg hanya di seputaran Semeru dan bromo.

Kembang ini berkhasiat untuk anti racun dan memulihkan tubuh serta dapat untuk awet muda.

Resi Begawan mahameru yg hatinya tidak enak itupun mempercepat langkah di genjotnya tubuhnya beberapa kali hingga tidak terasa sampailah ia di padepokannya.

Alangkah terkejutnya,ia melihat padepokan sudah karang abang,terbakar seluruh nya,masih tampak asap mengepul dari sisa bakarannya.

" hyang widhi wasa apakah yg sebenarnya terjadi,!" pikirnya dalam hati.

Namun belum habisi rasa terkejutnya, tiba tiba suara tertawa yg di lambari tenaga dalam tingkat tinggi berasal dari ajian gelap ngampar bergema.

" ha,ha,ha,ha,haha, akhirnya engkau pulang juga wekaz ,!" teriak orang itu dari

sebuah pohon.

Merasa ada orang asing yg berilmu tinggi di padepokan nya Resi Begawan mahameru segera bersiaga.Dengan di lambari ajian segara macan, ia pun berkata,

" heh, siapa kau ,tampakkan ujudmu, jangan bersembunyi, !" ucap Resi Begawan.

Berakhir nya ucapan sang Resi, tiba-tiba sesosok tubuh melayang ringan kearahnya.

" Selamat bertemu kembali,wekaz,sang Patih pamotan,!" ujar seorang tua yg sebaya dengan Resi Begawan mahameru.

" hahhh, kau, apa maksudmu datang ketempatku,?" tanya Resi Begawan mahameru.

" ya, aku, maksud kedatanganku kemari ingin meminta kembali pedang pusaka Naga geni yg telah kau curi dari pamotan,!" ucap orangtua itu .

" kau salah jero, pedang itu tidak ada padaku,!" jelas Resi Begawan mahameru.Ya yg dihadapan sang Resi adalah ki jero yg bergelar Mpu Thula kakak seperguruan Mpu Tela mahalaya.

" kau bohong, wekaz,cepat serahkan pedang itu,!" teriak Mpu Thula marah.

" jero,jero, kau kan sudah menggeledah padepokan ku, adakah kau temukan pedang itu,?" tanya Resi Begawan mahameru.

" pasti,kau sembunyikan,!" teriak Mpu Thula lagi.

" pedang itu tidak ada padaku,!" ucap Resi Begawan mahameru.

" Kau mesti di paksa, bila perlu kau pun harus menyusul murid muridmu,!" kata Mpu Thula geram.

" kau apakan murid muridku,?" tanya Resi Begawan mahameru.

" ku kirim ke neraka,!" ujar Mpu Thula.

" ******* kau ,jero, aku akan mengadu jiwa denganmu!" ujar Begawan mahameru saking marahnya.Maka tiba tiba saja tombak Naga tirta segera teracung ke depan, Dan langsung menyerang Mpu Thula.

" heeaaa,****** kau ,!" teriak Resi Begawan mahameru.

Mpu Thula menyambut serangan itu dengan tongkatnya, pertarungan pun terjadi di antara kedua tokoh sepuh ini.

Bahwa sesungguhnya ilmu Resi Begawan mahameru masih diatas Mpu Thula, dalam sekejap saja sang Resi dapat mendesak Mpu Thula.

Dalam satu kesempatan ketika ujung tombak sang Resi mengarah ke jantungnya ,mau tidak mau Mpu Thula memapasinya dengan tongkatnya.

" traaaak, !" bunyi kedua senjata itu beradu.Karena dilandasi tenaga dalam tinggi, maka kedua orang itu mundur ke belakang,

Belum sempat Mpu Thula memperbaiki posisinya, sebuah patukan tombak menyambar pundaknya.

" aakkhhh, !" teriak Mpu Thula, seraya beberapa kali melompat guna menghindari serangan selanjutnya.

Tampak darah mengucur dari pundaknya, segera Mpu Thula mengusap dengan tangannya, seketika Luka itu hilang tak berbekas, itulah hebatnya aji pancasona yg dimilikinya.

Resi Begawan mahameru tertegun, sejenak dan berkata dalam hati nya,

" aji pancasona,!" pikirnya.

Segera ia melibat Mpu Thula dengan ajian gundala sasra yg di miliknya.

Mpu Thula mengetahui aji gundala sasra segera bersiap dengan ajian tapak wisa, pertarungan berjalan seru, lontaran lontaran tenaga dalam yg di lambari ajian masing2 membuat arena pertarungan porak poranda.

Benar benar Mpu Thula terdesak oleh Resi Begawan mahameru yg sedang kalap, beberapa kali ajian gundala sasra menyerempet mengenai dirinya.

" kalau begini terus bisa mati aku,,!" kata Mpu Thula dalam hati.

" cuuuiiiit,!" sebuah suitan nyaring keluar dari mulutnya, Dan sebentar kemudian dua orang muridnya keluar mengurung Resi Begawan mahameru,

" ******* kau, jero, beraninya, main keroyokan ,!" ujar Resi Begawan mahameru setelah melihat dua orang keluar mengeroyoknya.

" ha, ha, ha, aku belum mau mati ,wekaz,!" ucap Mpu Thula sambil memberi kode kepada kedua muridnya.

Segera kedua muridnya itu menyerang dengan ganasnya.

Di keroyok tiga orang tidak membuat Resi Begawan mahameru gentar, tandangnya semakin garang.

Satu saat Resi Begawan mahameru mengarahkan pukulan nya kesebelah kanan sementara, ujung tombaknya kearah Kiri.

Akan tetapi ketiga pengeroyoknya adalah murid dan guru, yg sudah dapat saling melengkapi.Perlahan namun pasti

Resi Begawan mahameru terdesak akibat pengerahan tenaga.Sementara kondisinya belum pulih sepenuhnya akibat pukulan Toya sakti dari Pendekar Luanjin.

Ketika tendangan dari kirinya dapat dihindari kemudian datang serangan dari kanannya ditahan dengan tombaknya namun pukulan dari depannya tidak mampu dielakkannya.

" dieeekhh,!' bunyi pukulan tangan kanan Mpu Thula bersarang di dada sang Resi, ia sampai surut kebelakang tiga tombak.

Kedua murid Mpu Thula tidak menyia- nyiakan kesempatan , mereka langsung memberikan tendangan kepada sang Resi yg belum bisa memperbaiki posisinya, akibatnya sang Resi jatuh bergulingan di tanah.

Sesaat Ia bangkit dan muntah darah , darah hitam yg kental keluar dari mulutnya akibat ajian tapak wisa.

" cepat serahkan pedang Naga geni itu, wekaz,!" ucap Mpu Thula seraya mendekatinya.

Resi Begawan mahameru diam saja sambil memegangi dadanya.

" berarti kau mencari ******, !" geram Mpu sambil mengangkat tangannya.

" sampai mati pun ,takkan kuserah kan pedang itu ,!" ucap Resi Begawan mahameru pasrah.

" baiklah , kau tidak mau menyerah kan pedang itu, terimalah ini, !" bentak Mpu Thula seraya mengayunkan tangan nya kearah sang Resi. Serangkum angin pukulan yg berisi ajian tapak wisa menghantam sang Resi Begawan.

Tubuh sang Resi pun terpental jauh dan jatuh tertelungkup tidak bergerak lagi.

Setelah kematian Resi Begawan mahameru maka seluruh rombongan itu keluar dari persembunyiannya.

" bagaimana paman, kita tidak mendapatkan pedang itu,!" ujar Patih Kebo Mundira kepada Mpu Thula.

" apakah kita lanjutkan pencarian pedang itu, ?" tanya senopati kebo ndaru.

" sebaiknya tidak, kita sudah terlalu pergi nanti Gusti adipati marah,,!" ujar Patih Kebo Mundira memutuskan.

" terserahlah, kita sudah menggeledah, isi padepokan, namun tidak ada, juga di tubuhnya Resi mahameru juga tidak ada,!" ucap Mpu Thula kesal.

" sebaiknya kita pulang ,nanti urusan balas dendam kita putuskan di perjalanan, !" berkatalah Patih Kebo Mundira.

Akhirnya rombongan itu memutuskan untuk kembali ke pandan alas dengan tangan hampa, tanpa mendapatkan pedang Naga geni.

Sementara itu Naja pratanu baru kembali, ketika malam menjelang, alangkah terkejutnya ia mendapati padepokan sudah habis terbakar .

Ia berlari kesana kemari mencari dan memanggil gurunya. Namun tidak ada jawaban, hingga ia mencari sampai jauh barulah ia ketemukan jasad Resi Begawan mahameru.

" guru,guru, apa yg terjadi padamu,!" teriaknya sambil menggoyang kan tubuh Resi Begawan mahameru.

" ampunkan murid yg tidak dapat membantumu ,guru,!" sambil sesegukan ia menangis.

Malam itu sungguh hati pemuda itu amat berduka terbayang saat bersama guru yg dicintainya, yg mengasuhnya sejak kecil dan mendidiknya, dengan pelbagai ilmu.Sekarang tubuh sang Resi sudah kaku, dan dingin.

Keesokan paginya Naja pratanu membawa mayat Resi Begawan mahameru turun ke lereng selatan dari gunung semeru, guna untuk di kuburkan.

Karena sang Resi Begawan mahameru pernah berpesan untuk dimakam kan di Goa tempat beliau sering melakukan tapa.

Dan letak goa itu ada di lereng selatan di balik air terjun. Jalan ketempat amat sulit hanya orang orang berkepandaian tinggi saja mampu mencapainya. Selain terjal dan curam banyak batu batu runcing yg menghalangi jalan.

Berkat ilmu peringan tubuh nya llyg lumayan tinggi, akhirnya Naja pratanu berhasil mencapai Goa itu.

Setelah di dalam Goa, perlahan Pratanu menurunkan tubuh sang guru, kemudian ia mencari tempat yg cocok untuk menguburkan jasad Resi Begawan mahameru.Namun sampai lama ia tidak mendapatkan lokasi yg cocok.

Akhirnya ia memutuskan untuk menguburkan jasad Resi Begawan di bawah batu besar,yg ada didalam goa itu.

Batu itu adalah tempat duduk sang Resi saat melakukan tapa.

Dengan menggunakan tangannya, Pratanu mengangangkat batu besar itu.

Namun batu itu tidak bergeser sedikit pun. Beberapa kali dilakukannya namun nihil hasilnya.

Sejenak beristrahat, akhirnya Pratanu mencoba lagi, namun kali ini ia tidak coba untuk mengangkatnya melainkan memutar nya, Seketika batu itu berputar dan tampaklah anak tangga di balik Batu besar itu.Kemudian Pratanu menuruni nya dan alangkah terkejutnya ia, Ketika melihat sebatang pedang tertancap di sela sela batu dan di sebelah nya ada gulungan lontar.Dan disampingnya ada cekungan,

Segera Pratanu mengambil gulungan lontar itu ,dan membacanya, Pedang Naga geni. Ternyata pedang berpamor kemerahan itu adalah pedang Naga geni, dan lontar itu kitab berisi ajian Naga geni.

Selesai memakamkan gurunya, Pratanu mengambil pedang itu, beserta kitab Naga geni.

1
Irwandy Kamal
komentar yang anehh, sudah dia hari perang dan sudah berapa ratus nyawa yang terbantai oleh pratanu, kok setelah membunuh Prabu jadi ngomong soal pamali... hadehhh
Irwandy Kamal
masa panggilannya mangsa sih 😄 ruma lebih manusiawi keknya 🤣
Rafly Rafly
keren Thor cerita mu...
dgn menggali cerita berlatar sejarah Nusantara..dgn segala intrik-intrik yg ada..
Rafly Rafly
trs anaknya Rara Tantri dan Putri dari Bali kok nggak di cerita kan
Agunk Putra
nah gitu dong thor tegas jangan plin plan
Agunk Putra
kenapa ga bujuk gabung aja thor kan nanti keluarganya biar pergi duluan
Agunk Putra
kemana prajurit bawanya kok ga di muncilkan m, emang aneh cerita ini
Agunk Putra
jadi muter muter
Agunk Putra
yg di angkat jadi raja orang bodoh, ga mikirin saudara nya mati di tangan mertuanya masih juga mikirin perasaan istrinya dan juga tau yg membunuh prajurit pandan alas masih nyuruh cari tau siapa yg membunuh saudaranya , kalau goblok jangan di bikin terlalu lah thor
Agunk Putra
apakah orang dulu sebodoh itu ya , udah sangat jelas buktinya dan tau siapa mereka masih juga diselidik , benar - benar aneh giru loh thor i
Agunk Putra
kasihan sekali , semudah itu ya menghabisi nya , authonya membela pemberontak ini 😆 😄 🤣
Agunk Putra
padahal udah jelas tau si dalang nya masih ragu ya , mpun deh gonlok nya
Agunk Putra
kaya authornya x ya licik 🤣🤣
Agunk Putra
ada jalan mudah ga mau , emang maunya author cari masalah sih jadi aja ribet
Agunk Putra
di bikin terlalu mudah masuk jebakan padahal udah ada kecurigaan
Agunk Putra
itu lah kalau emosi yang berbicara
Nunung Setiawan
Luar biasa
Bambang Sukamto
ceritanya makin seru
Mely Kanzafaiz
episode 1 judul ny ap Thor 🙏🙏
Mely Kanzafaiz
maaf mau nanya, sblum baca novel in ap ad novel sebelum ny yaa 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!