NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokter Pribadi

Sudah seminggu, Adel mengurus luka Iptu Karel. Padahal status mereka tidak ada hubungan apapun. Dan Adel tidak sedang praktek. Rencana dua bulan lagi baru dia akan mengikuti koas setelah wisuda sarjana kedokteran.

Karena urusan di kampus harus dia selesaikan untuk wisuda nanti. Sehingga sore hari baru Adel bisa ke rumah sakit menganti perban luka Iptu Karel. Adel merasa terbebani karena tubuh Karel ini yang membuat dia terhindar dari luka akibat bom.

"Maafkan saya, baru bisa datang sore."

"Ners biar calon istri saya menganti perban ini."

Dua ners yang berada di ruangan itu hanya tersenyum. Sedangkan Adel sudah merah wajahnya menahan malu dan marah.

"Jangan asal bicara ya pak polisi. Saya disini bukan sebagai istri kamu. Saya ada karena kamu memaksa saya."

"Ooo....jadi karena terpaksa."

"Saya tulus mau membantu hanya saya tidak suka pak polisi berbicara bahwa saya calon istri bapak."

"Bapak????"

"Maaf mas."

"Iya saya mohon maaf. Saya tidak mau mereka berpikir macam - macam tentang kamu, makanya saya berbicara seperti itu."

Adel yang tidak mau berdebat, takut nanti pulangnya kemalaman ke tempat kosnya memilih langsung menganti perban luka akibat bom itu. Karel menikmati setiap sentuhan lembut Adel.

"Kapan kamu wisuda??"

"Masih dua minggu lagi mas."

"Orangtua kamu datang??"

"Iya."

"Oooooo....."

"Kenapa oooooo....."

"Aku sedang berpikir, mau ajak calon mertua ku makan dimana???"

"Calon mertua??" Karel tersenyum.

"Jangan gede kepalanya. Bukan orangtuamu yang aku maksud."

"Syukurlah. Berarti mas punya pacar ya. Kenapa ngak minta pacarnya datang mengurus mas."

"Yang salah itu kamu, bukan dia. Kenapa harus dia datang mengurus kamu."

"Saya mohon pak polisi yang terhormat, hidup saya sedang baik - baik saja saat ini. Saya tidak mau tiba - tiba ada cewek yang bertemu saya dan langsung memukul saya."

"Kenapa bisa??"

"Karena pacarnya gatal. Saya pamit ya pak polisi." Adel Emanuella Sanjaya sudah keluar dari ruangan Iptu Karel Imanuel Barnabas di rawat. Karel tersenyum melihat Adel marah. Terus terang Karel sangat senang sekali, ketika Adel datang merawatnya.

Semenjak pembicaraan itu. Adel sudah tidak datang mengunjungi Karel lagi. Setelah tujuh tahun berlalu Adel dan Karel sudah tidak perna berkomunikasi. Karena Karel kembali di tugaskan dan disekolahkan ke laur negeri dan di tambah dengan sekolah kenaikan pangkatnya. Sekarang pangkat Karel Imanuel Barnabas adalah Ajun Komisaris Polisi(AKP) dengan lambang tiga balok emas. Dia masih bertugas sebagai intel polisi. Sementara Adel Emanuella Sanjaya sudah menjadi dokter bahkan sudah mendapat gelar dokter spesilis bedah saraf dan pembulu. Dan sekarang dia bertugas di rumah sakit polri. Dia bukan polwan, dia adalah dokter sipil yang di tempatkan di rumah sakit polisi.

Baru satu minggu dokter Adel bekerja sebagai pegawai sipil di rumah sakit ini. Selama ini dia bekerja di rumah sakit swasta yang ada di Bali. Lewat dokter Wibowo, dia mengikuti seleksi penerimaan dokter di badan kementrian pertahanan dan keamanan dan dia di tempatkan di rumah sakit polri. Adel resmi mendapat salah satu ruangan buat praktek kliniknya.

Hari ini ada pemeriksaan kesehatan lengkap bagi seluruh polisi yang ada di markas besar kepolisian ini. Semua polisi dari tamtama sampai perwira. Dan dokter Wibowo sebagai kepala rumah sakit dengan pangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) dengan lambang pangkat dua melati. Sudah mengerahkan seluruh tenaga medisnya mengambil bagian dalam pemeriksaan ini. Dokter Adel Emanuella Sanjaya bertugas memeriksa semua perwira polisi pertama. Nama - nama polisi perwira pertama sudah ada di mejanya. Dan Adel bersyukur ners Arman dan Dita yang bertugas di poli bedah saraf dan pembulu. Kedua ners ini sangat Adel kenal sejak dia praktek kerja lapangan. Jadi selama seminggu sudah dia bekerja resmi di rumah sakit inu, dia tidak merasa canggung.

"Dokter siap??"

"Siap???"

"Hari ini kita akan bertemu dengan tingkah nakal perwira - perwira bujang." Adel tersenyum. Adel merasa yakin bahwa sudah tujuh tahun, pasti perwira disini semua muka baru. Tanpa Adel membaca nama - nama perwira itu.

Dari pagi sampai siang, Adel merasa hatinya tenang saja. Jam dua belas adel begitu kaget ketika yang hadir didepannya sosok yang dia kenal tujuh tahun lamanya.

"Selamat siang dokter Adel." Seketika jantung Adel berpacu cepat. Mulai berkeringat. Namun kembali Adel sadar dan konsentrasi.

"Selamat siang pak polisi." Adel mengumpulkan kesadarannya, dia berharap orang yang di depannya bukan polisi yang tujuh tahun mereka perna bertemu. Dia membaca namanya AKP (Ajun Komisaris Polisi ) Karel Imanuel Barnabas. Ternyata dia tidak bermimpi. Betul di depannya polisi menyebalkan tujuh tahun lalu.

"Lama tidak berjumpa dokter." Arman dan Dita tersenyum. Karena kedua ners ini tahu cerita tujuh tahun lalu.

"Iya. Tujuh tahun. Saya pikir tidak akan bertemu dengan pak polisi lagi."

"Malah saya rindu bertemu dengan kamu. Dan kamu tambah manis saja."

"Sudah punya anak berapa pak?"

"Masih mencari rahim yang baik untuk menjaga bibitku yang unggul ini." Adel seperti disambar petir mendengar perkataan Karel. Mukanya merah."

"Oooo semoga mendapatkan apa yang pak polisi impikan."

"Sebenarnya sudah ada di depan saya tetapi dia masih pura - pura tidak tahu." seketika semua di ruangan mendengar teriakkan Karel, karena Adel menyuntiknya tanpa aba - aba. Langsung suntikan itu menarik darah segar untuk diperiksa di laboratorium polri.

"Mohon maaf pak polisi." Kembali lagi Arman dan Dita tersenyum melihat tingkah dokter Adel dan AKP Karel.

"Untung kamu cantik, kalau tidak sudah......"

"Sudah apa tuh??"

Karel Imanuel Barnabas langsung berdiri dan memberi ciuman mesra di kening dokter Adel.

"Ini hukuman kecil buat dokter yang nakal." kemudian dengan senyuman nakalnya dia keluar ruangan Adel. Arman dan Dita hanya bisa tersenyum.

"Ternyata kami masih bisa menyaksikan keunyuan dokter dan pak Polisi Karel."

"Setelah tujuh tahun tidak bertemu. Sepertinya dokter dan polisi Karel berjodoh deh."

"Bisa - bisanya dia mencium aku di ruangan ini. Untung bukan bibir aku. kalau iya dia merebut ciuman pertama pacarku nanti."

Karel masih berada di depan pintu ruangan dokter Adel dan dia mendengar apa yang di katakan oleh Adel. Dia tersenyum. Dan niat jailnya pun datang lagi. Dibuka pintu ruangan itu.

"Saya yang akan mencium bibir itu. Tunggu waktunya." Lalu dia menutup pintu itu lagi.

"Siapa dia??" Arman dan Dita puas sekali melihat muka dokter mereka yang sudah kemerahan.

AKP Karel Imanuel Barnabas memang sengaja diperiksa terakhir untuk hari ini. Karena dia tahu, bahwa yang memeriksanya adalah dokter Adel Emanuella Sanjaya spesialis bedah saraf dan pembulu. Perempuan yang selama tujuh tahun ini terus berada di otak atau pikirannya. Bahkan ketika orangtuanya menjodohkan dia dengan perempuan pilihan mereka, Karel dengan sopan menolak kehadiran perempuan itu dalan hidupnya. Karena selama ini, Adel tidak tahu, bahwa Karel selalu memantau sosial medianya dengan akun samaranya yang bernama Orion Carlos. Itu juga nama tempur Karel Imanuel Barnabas ketika bertugas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!