Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SENGAJA BERTEMU LAGI
.
.
.
Pria itu mengumpat dengan kasar.
Sial.!!! benar-benar sial!! dia telat bangun.
Gara-gara semalam susah tidur, dia jadi harus terburu-buru seperti ini untuk bersiap-siap berangkat ke kantornya.
Dia mengumpat tidak ada habisnya. karena menyadari akan ada metting dengan klien di pagi hari.
Dengan langkah tergesa-gesa, Pria itu menuju lift dan mulai turun.
Mengendarai mobilnya dengan hati-hati.
Untung saja jalanan lancar, jadi dia bisa cepat sampai ke kantor sebelum mettingnya di mulai.
Akhirnya, setelah beberapa jam metting dengan klien dia bisa sedikit lebih santai.
Duduk di kursi kebanggaanya sembari mengerjakan pekerjaan yang lumayan menumpuk dengan di bantu sang Asisten.
Suara dering ponsel yang tiba-tiba membuatnya kaget dan mengalihkan wajahnya untuk melihat siapa yang menelfonya itu.
Di lihatnya nama kontak yang tertulis " NYONYA ANGGARA."
Menghela nafas dengan pelan, dengan malas dia menggeser tombol hijau.
"Hemm ..,ada apa Bu?"
"Dasar anak kurang ajar!! bukanya salam terlebih dahulu. apa kau bisa datang ke rumah untuk makan siang bersama Ibu dan Ayahmu? kau sudah lama tidak datang ke rumah, apa kau sudah melupakan ke dua orang tuamu ini yang sudah mulai tua!"
Pria itu tau maksud Ibunya menyuruhnya datang ke rumah.
Pasti ada maksud dan tujuan yang Ibunya rencanakan.
"Tidak bisa Bu, aku sibuk banyak sekali pekerjaan!!" alasan yang selalu di buat tameng untuk menolak ajakan Ibu nya. "Apa sudah tidak ada yang penting lagi yang ingin Ibu bicarakan?" dengan tidak berpamitan kepada Ibu nya. Pria itu lantas memutuskan sambungan telefon tersebut.
Dia begitu malas dengan ajakan Ibunya.
Itu pasti hanya akal-akaln Ibu nya saja, mengajaknya makan siang. padahal dia tau sekali tujuan sebenarnya pasti ingin menjodohkan nya kembali dengan para Wanita pilihannya yang sudah pasti di seleksi dengan ketat dan benar tentang asal usul keluarganya.
Ini bukan untuk kali pertama baginya. di jodohkan dengan wanita pilihan Ibunya sendiri, sudah tak terhitung jumlah Wanita yang di kenalkan denganya. tapi tidak ada satu pun yang membuat nya tertarik.
Bahkan Ibunya juga sempat berpikir kalau dirinya seorang Gay.
Mengusap wajahnya dengan kasar. tidak habis pikir dengan kelakuan Ibunya sendiri.
Alasanya hanya karena umur nya yang mulai menginjak kepala tiga, membuat Ibunya khawatir akan masa depanya. makanya dengan alasan itu Ibunya berusaha menjodohkan nya berulang-ulang kali.
Merasa begitu pusing. dia kini lebih memilih menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.
Dan saat sedang fokus mengecek berkas-berkas yang berada di meja kerjanya, dia baru teringat, kemaren memesan kue ulang tahun dan sore ini berjanji akan mengambilnya.
Dia jadi semangat. mengingat akan bertemu kembali dengan Wanita yang membuatnya tak karuan.
Melihat jam tangan mewahnya pukul 11:30. Masih ada waktu beberapa jam lagi untuk segera merampungkan semua pekerjaan nya.
Dengan senyum mengembang di wajah tampan nya.
Dia begitu bersemangat ingin segera selesai dan pergi menuju Toko kue, agar bisa bertemu dan melihat wajah cantiknya Wanita yang akhir-akhir ini masuk dalam pikiranya.
Andre Asisten yang satu ruangan dengan Bos nya itu.
Mengerutkan kening nya bingung.
Baru kali ini dia melihat Bos nya tersenyum.
Yang dia kenal pria yang di depanya ini, berstatus Bos nya orang yang begitu tegas dan juga hampir tidak pernah tersenyum.
Yang dia tampilkan hanya wajah datarnya saja tanpa ekspresi. pikirnya Andre mungkin saja ada setan bahagia yang merasuki tubuh Bos nya tersebut makanya Pria itu bisa tiba-tiba tersenyum.
.
.
.
Di lain tempat lebih tepatnya di rumah yang begitu megah dan luas. ada wanita paruh baya yang sedang mengumpat sendiri setelah menelfon seseorang.
"Dasar anak durhaka!! main matikan saja paanggilan dari ibunya ini."
Wanita paruh baya itu adalah "NYONYA ERIKA ANGGARA," istri dari TUAN ADAM ANGGARA."
Dirinya selalu merasa pusing dengan anak laki-laki satu-satunya. yang tak kunjung menikah di usianya yang memasuki kepala tiga.
Merasa anaknya sudah matang dan sudah waktunya menikah. dirinya selalu mencarikan wanita yang terbaik, bahkan Wanita-wanita pilihanya itu bukan dari kalangan biasa.
Ada yang dari kalangan Selebriti, Dokter, Wanita karir, anak dari kolega-kolega suaminya dulu. dan tak jarang juga anak dari teman-temanya sendiri yang dia jodohkan dengan putranya.
Tapi tidak ada satu pun yang putranya pilih. Tidak habis pikir dengan putranya. sebenarnya Wanita seperti apa yang di cari putranya itu.
Karena tidak pernah mau di jodohkan dengan Wanita pilihanya.
Wanita paruh baya itu sempat berpikir anak nya seorang Gay. penyuka sesama jenis, tapi untunglah setelah dia menyuruh orang untuk menyelidiki putranya ternyata anaknya masih normal.
Dengan berjalan dan memijat pelipisnya pelan, dia menuju kamarnya untuk istirahat. karena merasa lelah memikirkan tentang putrannya itu.
...........
Sore harinya. seorang Pria yang begitu bersemangat ingin cepat-cepat pergi.
"Ndre aku akan pulang. tolong kau bereskan mejaku."
"Baik Tuan, akan saya kerjakan."
Sesampainya dia di mobil bergegas menyalahkan mobil dan keluar
Di dalam perjalanan dirinya tidak sabar ingin segera sampai dan bertemu.
Nyatanya, jalanan sore ini sedikit padat dan mau tidak mau membuat perjalanan nya lama.
Setelah melewati perjalanan yang lumayan padat, akhirnya Pria itu sampai juga di tempat tujuanya.
Ya, Toko kue untuk mengambil pesanan kue nya. lebih tepatnya dia ingin bertemu lagi dengan Wanita cantik pemilik Toko kue tersebut.
Dengan berjalan masuk dengah gagah dan tegap dia menuju pegawai Toko untuk menanyakan pesanan kue yang kemaren dia pesan.
" Ehh .. Tuan, kemaren kan yang memesan kue? sebentar saya panggilkan Nona Ifdha dulu."
Pria itu hanya menjawab dengan anggukan kecil.
Bebereapa menit kemudian.
"Maaf Tuan, apa anda menuggu lama? ini pesanan kue nya semoga anda suka dan tidak merasa kecewa."
seorang wanita sedang berdiri begitu cantik dan anggun, memakai dres polos berwarna merah muda selutut. yang begitu pas di tubuh mungilnya sedang tersenyum hangat pada Pria di depanya.
Sungguh pria itu benar-benar merasa terpesona dengan penampilan sederhana tapi mampu membuat seluruh atensinya tertuju pada Wanita itu.
Karena begitu kagum dengan kecantikan Wanita di depanya. tak sadar sikapnya jadi salah tingkah.
Pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan mulai menetralkan kembali sikapnya agar terlihat lebih baik.
" Ahhh .. iya, terima kasih. anda sudah mau membuatkan pesanan kue untuk Ibu saya. saya tidak akan mungkin kecewa Nona, saya percaya dengan kue yang Nona buat."
Bersambung ...
TERIMAKSIH SUDAH MAU MEMBACA. DUKUNG TERUS NOVEL INI DENGAN LIKE DAN COMENT
See Youu ..😊