Hidup seorang gadis bernama Hanin terpaksa terikat dengan pria yang merenggut kehormatannya, Setelah di satukan dengan pernikahan kontrak hidup Hanin penuh penderitaan
Namun semua itu harus dia tahan demi menyekolahkan adiknya, Karena sikap Tristan yang begitu keterlaluan membuat Hanin beberapa kali mencoba kabur meskipun selalu bisa kembali di temukan
Hidup mereka Damai hingga anak dan anak angkatnya tumbuh dewasa, namun setelah kebeneran tentang masa lalu anak angkatnya terungkap (Olivia) anak kandungnya (Kenzo) kembali mengulang sejarah lama ayah dan ibunya juga karena dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memalukan
Setibanya di Kantor Tristan turun dan tidak biasanya membukakan pintu untuk Hanin sebelum keluar Hanin menghapus air matanya dan menatap Tristan dengan kesal, Tristan tidak mengatakan apapun hanya mematung memegangi pintu, Hanin keluar mendorong tubuh Tristan lalu meninggalkannya begitu saja melupakan tas di mobil Tristan
Seseorang melihat itu merasa curiga tampak wajah Hanin yang sembab turun dari mobil Tristan
Hanin melewatinya begitu saja dan dia mengejar Hanin lalu menahan tangannya
"Hanin kau kenapa? " tanya bayu yang khawatir melihat Hanin keluar dari mobil Tristan dengan wajah sembab
"Aku tidak apa apa tuan" sejenak Hanin terdiam lalu menjawab sambil berbalik dan tersenyum
"Aku tidak melihat kau baik baik saja saat turun dari mobil Tristan " seolah dia tahu Tristan tipe pria seperti apa
"Benar tuan terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, aku harus kembali bekerja" Hanin kembali tersenyum lalu melangkahkan kakinya
"Hanin tunggu" pekik bayu saat melihat sesuatu
"Ada apa tuan? " Hanin mengernyitkan dahinya
"Jawab aku dengan jujur, Tristan sudah emm sudah"
"Sudah apa tuan? " tanya Hanin karena bayu tak kunjung bicara
"Maaf sebelumnya, kau menangis karena Tristan memaksamu? " pertanyaan bayu membuat Hanin tersentak
Bayu bisa mengetahuinya walau hanya dari ekspresi wajah Hanin, bayu mengepalkan tangannya dan mendekat ke arah Hanin melepaskan jasnya Hanin mundur selangkah namun bayu melingkarkan jas itu di pinggang Hanin membuat Hanin kembali terkejut
"Maaf Hanin kotoran bajingan itu menempel di belakang rok mu" sontak Hanin kehilangan wajahnya
'Ini benar benar memalukan' batin Hanin
Dia benar benar malu kenapa bisa bekas itu sampai menempel di roknya
Hanin tanpa berkata-kata berlari ke kamar mandi
beruntung mereka tadi mengobrol di tempat yang sepi
Bayu benar benar di buat marah oleh Tristan dia berpikir bagaimana wanita yang masih polos seperti itu dia paksa melayani Na**u bejat nya
bayu pergi ke ruangan Tristan dengan amarah yang memuncak
membuka kasar pintu ruangan Tristan
"Kenapa kau ini? " tanya Tristan yang terlonjak kaget
"Kau manusia bajingan, kenapa kau melakukan itu padanya? " pertanyaan bayu membuat Tristan bingung
"Apa yang kau bicarakan? apa kau kerasukan? " tanya Tristan
"Apa yang kau lakukan pada Hanin? " bentaknya mencengkram kerah Tristan
"Aku? kenapa kau sangat peduli padanya? " sinis Tristan
"Dia masih polos begitu kau berani menyentuhnya? dasar bajingan" bayu melayangkan tinju pada Tristan hingga ia tersungkur
"Dia tidak sepolos kelihatannya, dia itu menggoda" ujar Tristan seperti sedang memandang rendah Hanin
"Menggoda di mata pria bajingan seperti kau" bayu hendak melayangkan pukulan lagi tapi suara seseorang menghentikan tangannya di udara
"Apa yang kalian lakukan? " tanya Janu yang baru saja datang
"Paman bajingan ini sudah melecehkan seorang karyawan" ucap bayu dengan nafas tersengal menahan amarah
"Dia keluar dari mobil Tristan menangis dan ada sp***a di belakang roknya, dia memang bajingan" bayu menatap tajam pada Tristan
"Siapa karyawan itu? " tanya Janu
"Sekretaris barunya paman dia memang bajingan" Janu hendak bicara namun Tristan mengisyaratkan dengan lima jarinya
"Apa kau menyukainya? " tanya Tristan
"Siapa yang tidak menyukai gadis cantik nan polos itu? tapi kau malah merusaknya dasar brengsek"
"Apa kau mau wanita bekas? " tanya Tristan meledek
"Aku tidak peduli masa lalunya jika dia bersedia aku akan menikahinya" ucap pria tampan itu yang usianya di bawah Tristan
"Kau mau menikahinya? " entah mengapa nada bicara Tristan terdengar tidak suka ketika bayu mengatakan hal itu
"Kau keberatan? " tanya bayu penuh sindiran membuat Tristan menatapnya tajam
"Dia cemburu Bay" Janu menyela pembicaraan mereka
"Kenapa pria seperti dia harus cemburu? "
"Dia istrinya Bay" jawab Janu membuat bayu menatap Tristan yang sedang tersenyum menaik turunkan alisnya
"Whaaaat?" pekik Bayu
"Tapi kenapa paman menyembunyikan hal ini dari keluarga besar? " tanya Bayu
"Anak kurang ajar ini telah memp*****a gadis malang itu, dan mungkin tadi juga terjadi hal yang sama" ucap Janu
"Sudah ku duga manusia ini memang bejat" hardik Bayu
"Kau masih menginginkannya Bay? " tanya Tristan meledek
"Aku akan tunggu jandanya" jawab Bayu membuat Tristan kesal
"Kapan dia akan di bawa ke keluarga besar? " tanya Bayu
"Sebentar lagi " Jawab Janu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Luis sudah menghabis bergelas gelas wine dirinya kini telah diliputi rasa kecewa pada Hanin, janjinya akan menunggu selama dua tahun kini pupus sudah dia sudah menjadi milik orang lain
"Kenapa? kenapa kau tidak bisa bertahan sedikit saja Hanin" racaunya
"Apa kau tidak tau pengorbananku selama ini aku bahkan tidak menerima harta dari orang tuaku karena aku ingin mandiri dan menikahimu, aku tahu orang tuaku berlebihan membencimu tapi aku akan mempertahankanmu aku rela kehilangan warisanku" dia terus meracau
"Tuan" panggil asistennya
"Ini data yang tuan minta"Billy menyerahkan sebuah amplop coklat
" Tristan Januar " gumamnya menyeringai
"Atur supaya kita dapat masuk ke perusahaannya"
"Baik Tuan"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hanin langsung pulang setelah kejadian itu dia amat tidak punya wajah untuk bertemu Bayu dia pulang untuk menangis sepuasnya di rumah karena terlalu lelah akhirnya dia tertidur, sore itu Tristan baru saja pulang dia sebenarnya mencari Hanin di kantor karena tasnya tertinggal di mobil
Tristan masuk ke kamar dia melihat tubuh Hanin membelakanginya, Tristan duduk di hadapan Hanin menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya wajah itu terlihat lelah dengan mata yang sembab bantalnya pun basah sudah dapat di pastikan bahwa dia menangis lalu tertidur
"Aku tidak tahu perasaan apa yang aku rasa saat berada di dekatmu, jika kau bukan wanita yang menyebabkan kematian adikku mungkin saja aku sudah jatuh cinta padamu" Tristan membelai rambut serta wajah Hanin
Lamunan Tristan buyar saat sebuah panggilan mengejutkannya dia pergi ke balkon untuk menjawab panggilan
"*Hai sayang, aku pulang hari ini apa kau ada di apartemen? " tanya yasmine
"Aku.. aku sedang berada di luar"
"Aku ke apartemenmu sekarang, cepat pulang honey "
"Tidak tidak aku akan menemui di luar"
"Aku rindu padamu apa kau tidak merindukanku? " ucap yasmine manja
"Baiklah aku akan share lokasi hotel yang aku pesan, sampai bertemu disana"
"Baiklah honey, i love you"
"I love you to*"
Tristan menghela nafasnya kasar untung saja yasmine menelponnya dahulu sebelum datang ke apartemen, jika tidak maka akan ada kekacauan dan dapat di pastikan dia akan kena damprat ayahnya
Tristan sekilas menatap Hanin yang masih terlelap bahkan tanpa berganti baju dia tersenyum geli saat mengingat Bayu membicarakan tentang sesuatu yang tertinggal di belakang rok Hanin dia membayangkan ekspresi Hanin saat itu jika saja dia tidak langsung pulang mungkin dia bisa menggoda Hanin di kantor
Tristan kembali memakai jasnya yang sempat ia tanggalkan lalu pergi untuk menemui yasmine
pelakor akan dibuat menjijikan, murahan, tidak ada baik2 sama sekali, dilaknat, dihinakan, dipermalukan, dan akhirnya dibinasakan, tidak maaf dan ampun
pebinor akan dispesialkan melebihi pemeran utama pria, cinta akan dianggap tulus, semua perbuatannya dibenarkan, kalaupun salah akan semudah dimaafkan, tidak boleh terlalu disakiti, perasaan dijaga dan kejahatan nya akan dibela karena cinta
novelis nya wanita, pelakor wanita
begitu wanita (karena sudut pandang author terfokus pada pemeran utama wanita) jadi wanita lain yang suka suami akan dilaknat dan dibinasakan tapi semua lelaki lain yang suka pada nya akan dihargai perasannya, akan kebaperan dengan kebaikan pria lain dan selalu mecoba mengerti perasaan pria lain itu, tidak boleh dibinasakan dan disakiti
kalau kalian novelis sejati kalian pasti akan melaknat pelakor dan pebinor sama porsinya
kalau kalian novelis sejati, jika kalian beri lelaki lain yang baik pada sang istri kalian juga harus berjiwa besar memberi wanita lain yang baik pada sang suami
baru jadi novel adil