Aira Anastasia mengalami kecelakaan dan begitu ia bangun,ia terbangun di tubuh antagonis yang akan mati tragis,dan memiliki nama yang sama dengannya,akankah Aira bisa menghindari nasib nya??ataukah ia justru akan mati untuk kedua kalinya??
nantikan kelanjutan kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Aira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana Morgan,
Malam semakin larut,acara pernikahan kecil-kecilan pun selesai,keduanya di nyatakan sah menjadi suami istri,namun saat malam pertama Fatih mendapatkan kabar kurang baik,sehingga kini lelaki itu,duduk di ruang baca bersama paman nya,
sementara Aira tidur pulas di kamar vila,sementara di tempat lain Morgan menatap langit malam yang gelap,bagai hatinya saat ini,
Gelap tanpa cahaya, Cahaya satu-satunya telah ia hancurkan Dnegan tangannya sendiri,kini ia merenung cukup lama,hingga akhirnya ia memutuskan satu hal,
apapun yang terjadi,ia akan berjuang untuk mendatakan lentera nya kembali,ia tidak ingin hidup dalam kegelapan,
Morgan mengendarai mobilnya Dnegan kecepatan tinggi,malam uang yang sunyi,membuat jalanan lengang,
tidak Sampai dua jam,ia sampai di kota c,ia berhenti di res area,untuk melacak keberadaan nya,
Namun gagal,jps yang ia pasang ,sepertinya ada yang mengambilnya, hingga kini rute yang di terima nya acak,dan tidak jelas,
Ia lalu membuka sosial media,memantau setiap postingan yang ada,tak lama ia menemukan secerah harapan,
[ternyata disana,sepertinya tidak jauh dari sini]
Morgan mengendarai mobilnya Dnegan kecepatan sedang, menuju jalan yang sempit dan tidak terlalu ramai,
ia menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah bangunan vila yang mewah dan megah,bergaya arsitektur kuno,kayaknya hunian para bangsawan jaman kuno,
Morgan menatap bangunan itu cukup lama, mastikan dimana kiranya gadisnya tidur,hingga ia melihat satu sudut ruangan yang gelap,sudut bibirnya tertarik keatas,
Ia lalu turun dari mobil, dan segera memanjat tembok,beruntung tidak ada pengawalan ketat,sehingga ia bisa masuk Dnegan mudah,
sepertinya keluarga itu tidak seketat keluarga atas lainnya, memudahkan nya untuk menyusup masuk
Morgan mendaratkan kakinya tepat di salah satu kamar uang yang gelap,
Ia mengendap-endap menuju ranjang, tembakan nya benar, gadisnya tertidur pulas di atas ranjang, mengunakan piama tidur,
Morgan segera mengendong tubuh mungil itu,membawanya ke mobilnya,segera meninggalkan vila itu,
Ia menatap gadisnya yang masih tertidur pulas"maaf mungkin kamu bakal benci banget sama aku,tapi asalkan kamu tidak menjadi milik orang lain,aku akan menanggung kebencian itu"bisik Morgan lirih menatap wajahnya yang terlelap
Morgan mengendarai mobilnya menuju ke tempat rahasia nya,yang ada orang tau selain segelintir orang yang ia percayai,
Dnegan menempuh perjalanan yang hampir memakan waktu delapan jam lebih,saat sampai di sana ,hari sudah menjelang siang hari,Aira membuka matanya perlahan
Menatap sekeliling rumah sederhana itu, keningnya mengerut,wajahnya nampak binggung,
Tak lama ia mendengar langkah kaki mendekat,ia pun menarik tubuhnya berada di sisi kasur semakin jauh dari pintu kamar,
Tak lama sosok yang sangat ia kenal muncul di depan pintu,mata Aira membulat sempurna,menatap datar kearah lelaki yang kini melangkah masuk kedalam kamar,
"kamu udah bangun sarapan dulu ya"ucap Morgan lembut memberikan semangkuk bubur ayam
"kenapa gue ada disini??Lo apa yang lo lakuin??"tanya Aira datar
"nanti aku jelasin,kamu makan dulu ya"ucap Morgan menyodorkan mangkuk bubur ayam
Aira tak merespon ucapkan morgan sama sekali,ia bahkan tidak menyentuh mangkok itu,"gue mau pulang,"ucap Aira datar
Aira beranjak dari kasur,melangkah kearah pintu yang masih terbuka lebar,melihat itu Morgan mengepal kan tangannya erat "kalau kamu mengerti berani keluar selangkah saja,aku akan pastikan tunangan mu itu,akan hancur di tanganku"
Aira berdiri tegak tanpa menoleh kearah Morgan,"kau ingin menghancurkan dia?? sepertinya kau sedang mabuk,berkacalah!!!kau tidak sebanding dengannya!!!!"
Morgan mengepalkan tangannya erat, mendengar nada menghina dari Aira,gadis nya bahkan mengatakan ia tidak sebanding Dnegan laki-laki itu,
"Aira kau tau aku tidak pernah main-main,cukup kembali ke sini,dan habis kan sarapan mu"ucap Morgan final,
Ia melangkah keluar Dnegan tegas, wajahnya dingin,menahan segala emosi nya,
ia duduk di ruang kerjanya,mamanya layar monitor,untuk melacak siapa tunangan Aira,
untuk menghancurkan musuh, dia harus tau siapa musuhnya lebih dulu,Mirza saat itu mengatakan kalau dia sebanding Dnegan kakak sepupu nya,
[kak Fatih adalah pengusaha paling kaya di dunia,ia menuruti urutan nomer satu di atas yang lain,selama itu bukan dia maka masih bisa ia imbangi,]
Hanya ada dua orang yang masih muda dan sebanding dengan Fatih Atmajaya,dan mereka memang cukup berpengaruh di dalam lingkaran sosial maupun pemerintah,
"siapa diantara mereka berdua??"ucap morgan lirih,
Ia terus menatap foto keduanya Dnegan seksama, foto yang ia dapat dari majalah bisnis,melihat latar belakang mereka,memang cukup rumit untuk mendapatkan kesempatan untuk menjebak nya,
Tapi selama ini ia selalu mendapat kan apa yang ia mau,toh kalau hanya wanita,mereka yang berkecimpung di dunia bisnis, tidak akan terlalu mempermasalahkan nya,
Cukup beri mereka keuntungan pasti akan melepaskan Aira untuknya,
Sementara di kamar Aira sedang berfikir keras untuk menghubungi Fatih,tapi disetiap sudut ada camera pengawas, membuat nya tak bisa bergerak,
Aira melangkah ke kamar mandi,membawa handuk dan sabun cuci muka,setelah sampai di kamar mandi,ia menekan tombol tersembunyi di dalam cincin pertunangan nya,
"kak Fatih aku culik morgan,sekarang gak tau ada dimana"bisiknya pada cincin itu,setelah lampu merah menyala,lalu ia kembali seperti biasa Dnegan wajah basah khas cuci muka,
Ia duduk Dnegan tenang di atas kasur,ia yakin Fatih akan menemukan nya,
[gua gak percaya kalau antagonis utama Ini tidak punya pengawal yang bisa digunakan,]
[bahkan di dalam buku pun, dikatakan kalau Fatih sangat protektif terhadap Aira Wijaya,ia bahkan menyiapkan sepuluh bodyguard terbaik,untuk menjaga tunangan nya itu]
[sekarang gue adalah Aira Wijaya so pasti Fatih bakal nolongin gue tanpa ragu]
Aira berfikir, cukup lama tapi gak mungkin kalau Fatih gak sadar kalo Morgan datang,?? kemungkinan besar Fatih sengaja membiarkan Morgan masuk dan membawa nya,
Tapi untuk apa??bukankah selama ini Fatih sangat mencintainya??dia tidak mungkin sengaja menyerahkan nya sama Morgan kan??
Atau ada rencana lain untuk menjebak Morgan?? Tapi apa??
[sialan gue paling benci di libatkan masalah yang gue gak tau apa itu!!!!]
[Fatih kalo Lo berani gak nolongin gue, lihat aja gue bakal bikin Lo nyesel!!!!!!!!]
Aira menatap bubur itu Dnegan tatapan datar,lalu memecahkan mangkok itu tanpa perasaan
sekalipun dia kelaparan ,dia gak akan Makan apapun yang di kasih Morgan,siapa tau di kasih racun kan??dia gak tau,
Bahkan air dalam gelas pun ia tidak menyentuhnya sama sekali,............
typonya tor 🙏🙏