Ranti seorang gadis cantik yang menikah dalam usia yang cukup muda, kehidupan bebas yang seharusnya dia nikmati di usianya di renggut oleh takdir yang mengikatkan dirinya dengan seorang pria berumur 30 tahun an.. bagaimana akhirnya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fenty andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8
Acara pesta ulang tahun yang juga menjadi acara pertunangan Arya dan Ranti telah selesai, para tamu mulai berpamitan begitu juga dengan Ranti dan ibunya. " Bu Rani , saya dan Ranti pamit pulang dulu ya " pamit Bu Dewi kepada Maharani dan keluarganya.
" loh kok pulang sih, Bu Dewi sama Ranti menginap saja di sini ya, lagian ini udah terlalu malam Bu, sekalian kita kumpul sekeluarga biar Ranti terbiasa dengan kami " kata Maharani memohon.
Dewi menoleh ke putrinya, Ranti hanya diam tapi ekspresinya terlihat jelas bahwa dia merasa malu.
"Ranti sayang kamu mau kan menginap di sini? " bujuk Maharani .
karena merasa tidak enak Ranti mengiyakan untuk menginap di rumah calon mertuanya. Maharani merasa senang dan segera menyuruh pelayan di rumahnya untuk menyiapkan kamar untuk Ranti dan ibunya , setelah siap Ranti dan ibunya di bawa oleh para pelayan ke kamar yang telah di sediakan lalu para pelayan menjelaskan letak kamar mandi maupun fasilitas yang ada di dalam kamar tersebut setelah pelayan itu pergi Ranti segera masuk kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya yang lengket . beberapa menit kemudian Ranti keluar dengan memakai baju tidur yang telah di sediakan oleh para pelayan. Dia segera melemparkan dirinya di kasur yang empuk di kamar itu . melihat tingkah putrinya ibunya hanya tersenyum. tiba - tiba Ranti bertanya pada ibunya yang sekarang juga ikut merebahkan diri di kasur .
" ma , Ranti boleh nanya sesuatu? " tanya Ranti sambil menatap ibunya yang mulai terlelap .
" tanya apa sayang?" ucap Dewi
" mama udah tahu kan kalo sebenarnya pesta tadi itu pesta pertunangan ?" tanya Ranti penuh selidik.
" ya mama tahu" jawab Dewi ringan
" mama kok bohongin Ran sih? " ucap Ranti sebal
Dewi tertawa lalu dia berkata" kalo mama kasih tahu kamu nanti bukan jadi pesta kejutan, jadi mama sama calon mertua kamu gak bisa liat ekspresi kalian berdua" goda Dewi .
" ih, mama kok gitu sih sama anak sendiri" Ranti memalingkan wajahnya .
" iya iya mama minta maaf , mama sebenarnya pengen ngasih tahu kamu tapi di larang sama calon mertua kamu, nanti takut kamu gak mau terus alasan ini lah itulah , kalo gini kan kamu gak bisa nolak " jelas Dewi sambil membelai rambut putri tercintanya. Ranti tidak bisa berkata lagi karena memang jika Ranti tahu tentang rencana pertunangan ini pasti Ranti akan meminta waktu untuk mengundur acara pertunangan sampai dia siap dan Ranti tahu bahwa keluarga Satya tidak akan mau menunggu terlalu lama, karena semua sudah terjadi Ranti mencoba tidak memikirkannya lagi dia pun tertidur.
Di tempat lain, di atap yang sama dengan Ranti , Arya mengeluh kepada ibunya karena tidak memberitahu dirinya tentang acara pertunangan ini.
Maharani hanya mengabaikan Arya yang terus mengomel dan Maharani pun pergi ke kamarnya di ikuti oleh Arya tapi ketika Maharani masuk ke kamar dia langsung mengunci pintu kamar yang membuat Arya semakin mengomel namun kemudian dia pun pergi . Arya pergi ke kamarnya dengan kesal Arya membuka kemeja nya dan di lemparnya asal dia membaringkan tubuh di kasur miliknya, menatap kosong ke arah langit-langit kamar , Arya melihat sebelah tangannya yang sekarang ada cincin yang melingkar di jari manisnya. Arya tersenyum dan mengecup cincin itu . di dalam pikirannya hanya ada wajah Ranti yang sangat manis tersenyum padanya . Arya akhirnya memejamkan mata.
matahari mulai memancarkan sinarnya dan cahaya masuk ke selah-selah jendela yang dibuka oleh ibu Ranti . Ranti membuka matanya karena cahaya nya membuat tidurnya terganggu.
"Ran , cepat mandi sayang, masa anak gadis bangunnya siang, nanti kalo calon mertua kamu tahu gimana?" ucap ibunya
Ranti pun segera bangun dan mandi, setelah selesai dia dan ibunya pergi keluar dari kamar mereka dan bertemu dengan Maharani dan Adi Satya yang sedang mengobrol di ruang tengah .
" eh,, Bu Dewi , nak Ranti " sapa Maharani sambil mengajak mereka duduk bersama dan mengobrol Ranti mulai akrab dengan mertuanya, tak lama pelayan memberi tahu bahwa sarapan siap dan Maharani mengajak ibu dan Ranti menuju ke ruang makan tak lama Arya datang dengan pakaian rapi kantornya. dan menyapa semuanya.
" pagi pa ,, ma " sambil mencium kening ibunya, Ranti melihat sikap Arya yang lembut pada keluarganya membuat Ranti kagum .
" kok cuma mama yang di sapa, kan ada calon mertua kamu sama istri kamu juga " goda Maharani , Arya lupa kalo Ranti dan calon mertuanya menginap disini.
" pagi Tante " ucap Arya sopan dan saat melihat Ranti , Arya tersenyum dan duduk di sebelah Ranti .
" pagi honey " ucap Arya pelan tapi masih terdengar di telinga Ranti yang saat ini meminum susu pun tersedak dengan reflek Arya memberi nya tisu yang terletak di dekatnya kepada Ranti.
" terima kasih " ucap Ranti malu -malu .
Arya hanya tersenyum . sedangkan para orang tua mereka memperhatikan kedua nya dengan seksama kemudian Adi Satya berbicara tentang rencana pernikahan mereka. dengan tegas Arya menjawab " pa , untuk urusan pernikahan ini biar Arya dan Ranti saja yang memutuskannya pa, kami berdua ingin mengenal satu sama lain dengan lebih baik pa" sambil menatap Ranti .
" apa itu, benar ranti ?" tanya Adi Satya
" iya om, " jawab Ranti sopan.
" hm, baiklah kalo itu mau kalian, tapi papa butuh batas waktu yang jelas " ucap Adi Satya lagi
" beri kami waktu satu tahun pa?" jawab Arya sambil menggenggam tangan Ranti . seng pemilik hanya diam membeku tapi rasa gugupnya perlahan berkurang.
" satu tahun? itu terlalu lama arya kamu tahu kan umur kamu sudah kepala 3 ,teman-teman kamu sudah punya anak sayang, gak bisa pokoknya paling lambat 5 bulan lagi kalian harus nikah , titik " sela Maharani
" tapi ma, kami perlu mengenal satu sama lain ma, dan menumbuhkan perasaan itu perlu waktu " jelas Arya
" alasan saja kamu, bilang saja kalo kamu masih mau keluyuran bebas, soal perasaan itu nanti kalo udah nikah juga bakalan tumbuh, papa sama Mama aja gitu " omel Maharani membuat Arya diam karena dia pasti kalah kalo berdebat dengan ibunya.
" papa juga setuju dengan mamamu" jawab Adi Satya membela Maharani .
" tapi kita juga harus tanya pendapat keluarga Ranti juga" tambah Adi Satya .
" saya juga setuju dengan pak Adi dan Bu Rani , lebih baik tidak menunda terlalu lama pernikahan ini" jawab Dewi . Ranti menatap ibunya yang biasa lembut menjadi tegas . Arya dan Ranti saling menatap, mereka diam karena mereka kalah berdebat dengan orang tua mereka. lalu
" baiklah beri waktu kami 5 bulan , lalu kami berdua akan menikah " jawab Arya dan para orang tua menjadi senang .
akhirnya sarapan pun selesai Arya berpamitan untuk pergi ke kantor sekalian mengantar Ranti dan ibunya pulang ke rumah mereka .
smoga author ksh laki² yg lebih dri segalanya dri Adrian biar Adrian nyesal sperti mantannya rianti