NovelToon NovelToon
THE LOVE OF NARA

THE LOVE OF NARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:309.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Unara Callista, Gadis Remaja Berusia 17 Tahun Yang Terpaksa Bekerja Sebagai Waiters Di Sebuah Klub Malam.

Karna Ulah Teman Seprofesinya Di Klub Yang Memberikan Nara Obat Perangsang Pada Minuman Nara, Libidonya Naik Dan Nara Di Bawa Pergi Oleh Pria Yang Ingin Menyelamatkannya, Tapi Justru Pria Itu Sendiri Yang Tak Mampu Menahan Geloranya.

"Wahai hati. Janganlah engkau menyimpan rasa pada apa yang tak bisa kau gapai. Sebab pemilik Raga ini, tak kan mampu menerima lara yang kan terukir karna kebodohanmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADIK ANGKAT

Dari balik jendela kamar terlihat di luar sana sudah gelap. Hari yang siang sudah berganti malam. Pukul 7.

Nara masih terlelap dalam tidurnya. Kehidupan sebelumnya yang selalu melelahkan membuat tubuh Nara beristirahat dalam lelap sekarang.

Aditya berada di kamarnya, melihat Nara yang terlelap ia membiarkannya. Aditya melihat ke arah rak buku dan meja belajar. Dalam benaknya tiba-tiba teringat sosok wanita dewasa yang cantik tertawa di ruang kamar ini.

Aditya mengambil satu buku tulis. Buku matematika.

"Pintar". Gumam Aditya melihat nilai Nara.

..."Tuan!"...

Suara serak Nara khas orang baru bangun tidur mengagetkan Aditya. Ia lalu menaruh buku tulis Nara ke tempatnya semula.

Nara buru-buru turun dari ranjang. Membungkukkan badan. Ia merasa sangat malu, sudah di beri tempat tinggal, di sekolahkan, tapi justru bersikap tidak sopan. Hanya tiduran.

Nara terus menunduk. Ia juga di Landa rasa takut.

..."Bersihkan diri."...

..."Aaaah?"...

Nara mendongakkan kepala.

..."Besok lagi, ganti baju dulu kalau mau tidur."...

Aditya lantas melangkah keluar.

Nara merasa bingung, ia terdiam sesaat. Sampai Bu Fatma datang.

..."Makan malam di rumah ini jam 8, Nona Nara!"...

Bu Fatma memberi tahu Nara jika sebentar lagi waktunya makan malam. Dan apa itu? Dia memanggil Nara dengan sebutan, Nona? Dengan intonasi yang sangat di tekankan.

Bu Fatma kembali keluar, dan menutup pintu kamar Nara dari luar.

Nara benar-benar bingung. Haruskah dia bertanya pada Tuan Aditya? Kenapa dia memperlakukan Nara seperti layaknya keluarga?

Nara berlari ke kamar mandi. Setelah selesai, ia membuka lemarinya, sudah terdapat begitu banyak baju-baju dengan ukurannya. Dan semua baru. Baju-baju nya yang kemarin ia bawa tidak ada disana.

Nara menghela nafas kasar. Memakai kaos putih polos dan celana pendek di atas lutut. Terlihat seksi untuk anak usia 17 tahun. Ia membiarkan rambut lurusnya tergerai.

Nara keluar kamar menuju lantai bawah. Ada Fardan yang berdiri di dekat Aditya yang tengah duduk di kursi meja makan.

..."Selamat malam, Nara."...

..."Selamat malam Pak Fardan."...

Aditya menutup Map yang di pegangnya, memberikan pada Fardan, Fardan membungkuk lalu pergi.

Nara masih terdiam sambil berdiri. Aditya lalu menatapnya dengan tajam. Tanpa bimbingan Nara duduk di kursi sampingnya.

Aditya mulai mengisi piringnya. Nara masih diam tak bergeming. Ia seperti terkena Tremor. Nara *******-***** tangannya sendiri di bawah meja.

..."Kau tidak kenyang hanya dengan menatap makanan."...

Nara mendongak. Ia memberanikan diri untuk mulai mengambil makanan, dan di taruh di atas piringnya.

..."Tuan?"...

..."Hmmm?"...

Aditya sudah mulai makan.

..."Kenapa Taun sebaik ini terhadap saya? Em M maksud saya, kenapa tuan memperlakukan saya berbeda secara tiba-tiba?"...

..."Karna kau harus menyelesaikan pendidikan mu."...

Nara tidak puas dengan jawaban Aditya. Ia hendak bertanya lagi, Namun tatapan Aditya terlihat tajam mematikan. Nara pun mengurungkan niatnya. Ia mulai ikut makan dengan tenang.

Aditya berdiri. Ia sudah selesai. Nara pun spontan ikut berdiri. Aditya berhenti, ia melihat piring Nara yang belum bersih.

..."Habiskan dulu makananmu."...

Aditya melangkah. Nara kembali duduk. Fardan tiba-tiba datang menemui Nara.

..."Apa kau sudah selesai, Nara?"...

Fardan duduk di kursi sebrang Nara. mereka berhadapan.

..."Sudah."...

Nara meletakkan sendok nya. Meminum air putih lalu menatap Fardan.

..."Tanda tangan disini."...

Fardan memberikan Nara map yang tadi di pegang Aditya.

..."Apa ini?"...

..."Kau bisa membacanya dulu."...

Nara membuka map, ada selembar kertas.

..."Surat pengangkatan kakak adik?"...

Nara menatap Fardan dengan tatapan penuh kebingungan. Fardan hanya tersenyum tulus dan mengangguk.

..."Kakak angkat: Aditya Bramana, Adik angkat: Unara Callista?"...

Nara kembali melihat ke arah Fardan. Fardan masih tersenyum dengan tenang.

..."Jika kamu menandatanganinya, kamu akan sah menjadi adik angkat Tuan Aditya. Dan dia akan menjadi wali kamu di sekolah."...

Nara merasa tidak percaya, ini seperti mimpi. Tapi matanya berkaca-kaca bahkan terulas senyum di bibirnya. Nara mengangguk antusias, Air matanya jatuh membasahi pipi.

Nara menandatanganinya. Ia memiliki sosok keluarga sekarang, Ia merasa sangat bahagia dan terharu.

..."Aku akan menemui tuan Aditya. Aku harus berterimakasih."...

Nara berlari menuju lantai atas. Sesampainya di depan pintu kamar Aditya, Nara menarik nafas dalam. Ia mengatur emosi nya yang tidak stabil.

..."Tok tok tok..."...

Nara mengetuk pintu.

..."Tuan, ini saya? Apa anda sudah tidur?"...

Nara bicara dengan suara pelan.

..."Ceklek."...

Pintu di buka. Aditya berdiri disana, ia hanya menggunakan celana Bokser dan kaos dalam tanpa lengan warna hitam.

Aditya menggerakkan kepalanya memberi kode pada Nara untuk masuk. Nara pun dengan pelan memasuki kamar Aditya. Aditya menutup pintu.

Aditya duduk di sofa. Ia meraih Laptop di atas meja yang mungkin digunakannya tadi sebelum Nara datang.

Nara masih berdiri. Ia sangat canggung, bagaimana cara mengatakannya.

Aditya terlihat cuek, ia masih sibuk dengan laptopnya. Nara semakin gelisah. Ia hanya berdiri mematung. jari-jemarinya saling meremas.

Sampai Aditya menaruh Kembali laptopnya di atas meja. Melihat ke arah Nara. Aditya hanya menatap Nara. Nara menelan salivanya kasar karna tatapan itu.

..."Ada apa?"...

Akhirnya bicara juga. Nara menghembuskan nafas dulu. Dadanya yang terasa sesak tadi berangsur ringan hanya dengan mendengar suara lembut Aditya.

..."Tuan anda telah mengangkat saya sebagai adik, saya tidak tahu mengapa dan apa alasan anda, tapi saya sudah menandatanganinya, saya merasa sangat senang. Saya ingin berterimakasih. Terimakasih, Tuan Aditya.!"...

Nara membungkukkan badan. Aditya menyenderkan punggungnya. duduk lebih santai.

..."Tuan, anda merubah hidup saya 180°. Sebenarnya, saya masih bisa bekerja sepulang sekolah, Tuan. Tapi tadi saya tidak tahu bagaimana saya bisa terlelap. Dan?"...

..."Tugasmu sekarang adalah belajar, lupakan tentang pekerjaan."...

Aditya memotong ucapan Nara. Nara diam mendengarkan.

..."Dan jangan lagi memanggilku dengan sebutan Tuan."...

Aditya berdiri. Ia berjalan ke arah ranjang. Lalu membaringkan tubuhnya disana. Menarik selimutnya.

..."Aku mau istirahat."...

..."Ah, iya Tuan!'...

Nara membungkuk. Dan melangkah.

..."Sudah ku katakan, jangan panggil aku Tuan."...

..."Baik, ka kak?"...

Nara melesat keluar kamar, menutupnya dari luar. Ia membuang nafas kasar berkali-kali. Ia merasa beban yang tadi di pikulnya hilang seketika.

..."Huuuuhh, hah? Ha ha?"...

Nara tersenyum hingga terdengar tawanya. Ia benar-benar bahagia.

Nara masuk ke kamar. Tapi senyumnya sirna tiba-tiba.

..."Tunggu dulu, kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku bisa membayar hutang ayah? Aaaahh, bodoh."...

Nara meraih ponsel. Melihat jumlah nominal yang dimilikinya di akun. Rp. 2.1jt.

..."Mana cukuu__pp?"...

Nara merebahkan tubuhnya terlentang di atas ranjang.

..."Kerja. Aku harus kerja. Tapi bagaimana cara mengatakannya sama kak Aditya? Huuuh!"...

Nara memejamkan matanya. Terlintas seseorang dalam benaknya.

..."Fardan? Iya Fardan. Dia pasti bisa membantuku untuk berbicara sama kak Aditya."...

Nara kembali keluar, ia hendak menemui Fardan yang mungkin saja masih di bawah. Saat Nara sampai di luar, ia melihat Fardan di depan pintu kamar Aditya yang bersebelahan dengan kamarnya.

..."Fardan tunggu."...

Tanpa sepengetahuan Nara, Aditya sudah di balik pintu, hendak membukakan pintu untuk Fardan masuk.

..."Aku butuh bantuanmu."...

..."Nara? Ada apa?"...

..."Kau harus membantuku. Aku harus tetap bekerja. Ada hutang yang harus aku lunasi. Kalau aku tidak mendapatkan uang, bagaimana aku akan membayarnya? Aku akan sekolah dan belajar dengan rajin, tapi tolong, sampaikan pada Tuan Aditya untuk mengizinkanku bekerja sepulang sekolah. Ku mohon?"...

Nara tidak menyadari jika Aditya di belakangnya. Fardan membungkukkan badan. Nara menoleh kebelakang. Aditya berdiri gagah di balik pintu. Ia mendengar semua yang di katakan Nara barusan. Nara hanya bisa membulatkan mata.

... ...

1
arfan
up
V
Sudah ku duga, pasti mobil Aditya lawan tabrakan mobil Valdo 😢😢😢
Hai Min Husna
ok
Indiani
kasian valdox jadi mewe mikirin valdo.
Indiani
sedih toor gimana endingx nanti ini kasian jg valdo krna tulusji cintax...
Erdawati 79
👍👍
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor ,,walau aku kasian sm valdo hehe
Aas Azah
thor ko mainan bos mafia gk up up bab nya
padahal aku tungguin tiap hari kelanjutannya🤔
Kak Min: Tidak dapat level dari NT kak. Jadi jujur. sebagai penulis mau ngelanjutin juga males. 🙏🥺
total 1 replies
Akhmad Hadziq
Maaf ya thor sebelum nya sedikit kecewa sama cerita nya,hrs nya walau pun valdo tidur sama naya jangan sampai hamil,jadi kasihan aditya walau sama"pernah menpunyai hubungan bersama orang lain harusnya jangan sampai naya hamil sama valdo,jadi walau pun aditya mau nerima jadi gimanaaa gitu🙏🤭
Akhmad Hadziq
valdo harus nya klu memang bener cinta sama nara jangan neko"tunjukin klu bener"sayang
Akhmad Hadziq
ternyata nara udh mulai jatuh cinta😢😢
Akhmad Hadziq
binun aduh binun thor,klu nara sana valdo gimana yg udh dpt ori nya satya
Akhmad Hadziq
💪💪💪👍👍👍🤩🤩🤩lanjut
Kak Min: ini udah ditulis sampai end kak 😁🙏
total 1 replies
Akhmad Hadziq
jadi berasa masih remaja thor,,baca karya mu yg pasti keren💪💪💪👍👍👍
Akhmad Hadziq
semangat thor bagus koq cerita nya aq suka💪💪💪👍👍👍
Sinaga wulan
hiiii terbaik lah kau Aditya 😍😍😍
Sinaga wulan
hiii thor aku mendarat di kisah Nara
tapi kisah Arend sm zico kok nggak ada thor, aku padahal sudah masuk ke branda author ya, cari judul love or game 😫😫😭😭😭😭 nggak ada thor yg ada nona dan tuan, mainan bos mafia
Evi Nuryani
cusss kita tengok...
Faiza chanz:3 :v
kasian dengan valdo..sebenarnya valdo itu orgnya baik..krn masalah dr org tuanya yg berpisah yg membuat valdo memiliki sifat yg seperti itu..
makasi thor atas novelnya..semangat untuk slalu berkarya🤗
Diankeren
boleh laaaah sisen 2'y rilis tor 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!