NovelToon NovelToon
Aunty, Kesepian

Aunty, Kesepian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Balas Dendam
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

Kisah ini hanyalah fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama, tempat atau yang lainnya, penulis mohon maaf.

Devina pov

Devina, itu namaku. Dan dengan nama ini aku mencoba menerjang hidup bagaikan badai lautan ini. Menjadi seorang janda yang harus membesarkan seorang anak sendirian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

"Hahahaha,,, mas. Bisa aja bercanda," Balas Devina yang masih mencoba mencari titik baik dari perkataan suaminya.

"Tidak, Devina. Aku serius. Detik ini juga, aku mau kita cerai," Tutur Erpan dengan satu tarikan nafas. Kini dirinya sudah tidak takut lagi. Dia nampaknya sudah membulatkan tekadnya, yaitu berpisah dengan istrinya yang kurang lebih sudah 6 tahun bersamanya.

"Apa!!!!!" Kaget Ibu Devina mendengar penuturan suami anaknya. Entah sejak kapan dia berada di sana, tapi sepertinya dia sudah mendengar jelas ucapan lelaki itu.

"Ibu? sejak kapan ibu ada di sini?" Tanya Erpan panik. Dia tidak tahu ternyata ibu mertuanya sedang berkunjung ke rumah mereka. Takut, tapi dia sudah terlanjur. Dirinya sudah menarik pelatuk, jadi hanya tinggal menerima konsekuensinya.

"Itu tidak penting. Ulangi apa yang barusan kamu katakan," Bentak ibu Devina yang murka pada menantunya. Suasana rumah itu pun menjadi suram seketika. Suhu di sekitar mereka pun ikut mendidih karena suasana yang mendadak mencekam seperti ini.

"Ibu, tenanglah." Bujuk Devina menghampiri ibunya agar tidak membentak Erpan.

"Diam kamu, Devina. Apa kamu gak denger tadi dia ngomong apa?" Nada ibunya sudah tidak dapat di kontrol, dia terlihat marah besar.

"Iya, bu. Tapi kita bisa omongin baik-baik, bu. Mungkin mas Erpan kelelahan habis kerja." Kata Devina mencoba menyakinkan ibunya untuk tidak mengamuk. Dia melirik sekilas Erpan seperti meminta pertolongan agar ia mau menolong meredakan kemarahan ibunya.

"Maaf, Devina. Yang aku katakan barusan itu benar-benar serius. Bukan karena aku mabuk atau sedang lelah, aku seratus persen tersadar. Dan aku ingin kita bercerai." Erpan berhasil membuat. kedua wanita di depannya mengubah eksperesi mereka. Yang satu terlihat tidak bersahabat, dan yang satunya terlihat tak mampu.

Ada yang terluka tapi bukan fisik. Itulah yang dirasakan oleh Devina ketika mendengar satu kalimat Erpan itu lagi. Jantungnya seolah berhenti berdebar dalam satu detik itu. Meski ingin menolak dengan pikiran positif, hati Devina sudah terlanjur patah dengan Kalimat itu. Dia sudah tak sanggup membela Erpan lagi. Dia sangat yakin bahwa ucapan Erpan benar-benar nyata. 3 kali, sudah 3 kali ia mengulangi ucapannya. Dan itu jadi bukti nyata keseriusannya.

"Menantu si...."

"Kenapa,,,,, Kenapa mas? kenapa kamu tiba-tiba mau menceraikan aku?" Belum sempat ibunya menghardik Erpan, Devina lebih dulu melayangkan pertanyaan yang begitu menyanyat hatinya. Tanpa sadar, air mata sudah berlinang di wajah cantiknya. Ibunya yang sadar anaknya menangis segera mencoba menguatkan anakya.

"Maaf, Devina." Jawab Erpan tertunduk. Dirinya seperti tidak bisa menjawab kenapa ia memutuskan untuk cerai dari Devina.

"Maaf? Kamu bilang maaf? Hei, lelaki tidak tahu diri! Sudah serius kah kamu dalam membuat keputusan? Sampai-sampai kamu mencerikan anakku karena ingin meminta maaf? Jadilah lelaki. Jawab dengan tegas pertanyaan anakku! Kenapa kamu mau bercerai!" Bentak ibu Devina dengan emosi yang meluap-luap. Dia merasa begitu geram melihat suami anaknya yang masih menyimpan rapat mulutnya di kondisi seperti ini.

"Bukan seperti itu, bu." Erpan mencoba meluruskan kesalah pahaman ibu mertuanya dalam mengartikan ucapannya.

"Hush,,, Jangan panggil aku ibu lagi! Tak sudi aku dipanggil ibu oleh lelaki yang berani menyakiti perempuan yang tulus padanya." Balas ibu Devina dengan tatapan tak suka. Dia menatap pria di depannya dengan tatapan jijik, tak sudi ia bila harus mempunyai menantu seperti pria di depannya.

"Bu, tenanglah. Jadi mas, bisa kamu jelaskan alasan kamu mau menceraikan aku? Please, aku butuh jawaban yang pasti." Terang Devina dengan hati yang sudah hancur berkeping-keping. Dirinya merasa tak sanggup melihat ke arah pria di depannya. Tapi dengan sangat terpaksa, ia mencoba melihat lawan bicaranya. Dan air matalah yang berbicara ketika ia melihat pria itu.

"Maaf, Devina. Maafkan aku. Jujur, aku tidak mau kamu menangis seperti ini. Tapi bila hubungan kita terus berlanjut, salah satu di antara kita pasti terluka. Jadi, aku mau kita cerai. Alasannya, maaf, aku sudah tidak mencintaimu lagi." Jelas Erpan mengoyangkan iman setiap orang yang mendengarnya.

1
meris dawati Sihombing
manggil ibu, atau mama sehhh..
rina banjarmasin
Luar biasa
Diah Anggraini
ka blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka
blm di lanjut ya
Diah Anggraini
blm di lanjut ya Ka
Diah Anggraini
ka blm di lanjut juga ya
Diah Anggraini
ka lanjutin donk
Diah Anggraini
bagus
Diah Anggraini
ka saya tunggu kelanjutan nya ya..
saya berharap devina sama Daniel jadian aja
Diah Anggraini
maachi ya Ka udah di lanjutin.. saya seneng deh bacanya
Muawanah
mampir nieh
Diah Anggraini
ka.. ko blm di lanjut
Diah Anggraini
ka..
blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka lanjut donk
Diah Anggraini
ka
blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka.. blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka.. blm di lanjut ya
Bunda Anieta
kurang suka sm Devina krn sikap nya yg mudah ke hasut...tanpa pernah cari tau Raka tp dia percaya, smDaniel yg terus2n nolong dia dan anak nya sekali di bilang jelek sm Raka dia lgsg percaya dan berubah tanpa cari tau dl...harus nya di bikin pinter bukan nya kl udh gagal itu harus lebih teliti dan hati2 dlm bertindak...saran aja ya thor...aq lebih suka devina sm Daniel si udh ketauan tulus dr awal g ky Raka yg modus ngancurin dr awal
Diah Anggraini
ka blm di lanjut ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!