NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 ~ Minta Maaf Pada Istriku

“Mas berubah.”

Deg.

Arga langsung menggenggam lengan Ayra pelan seolah takut wanita itu semakin menjauh darinya.

“Ra… dengarkan aku.” Namun Ayra langsung menepis tangannya.

“Mas yang harusnya dengarkan aku! Kenapa akhir-akhir ini Mas selalu mengambil keputusan sendiri tanpa pernah bertanya dulu padaku?” balasnya dengan suara bergetar.

Tatapan mata Ayra dipenuhi kecewa.

“Ra…” Arga mencoba memotong. “Mama membawa kalian kemari bukan tanpa alasan. Kita cuma mau bisa menjaga Samuel sama-sama."

“Mas bilang mau menjaga Samuel?” tawanya lirih penuh luka. “Menjaga seperti apa?”

“Buktinya Samuel sampai menangis seperti tadi! Dia didorong, dimarahi, bahkan mainannya dirusak Lisa hanya karena kesalahan kecil yang tidak sengaja dia lakukan!”

Rahang Arga mengeras.

“Aku akan bicara sama Lisa soal itu,” ucapnya menahan emosi. “Aku akan jelaskan semuanya.”

Ayra tertawa kecil. Tawa yang benar-benar terdengar pahit.

“Lalu… Apa Mas juga bisa menjelaskan tentang ini?!” wanita itu mengeluarkan sesuatu dari genggamannya

Brak!

Ayra melempar bukti pembelian kalung itu tepat ke dada Arga hingga kertas tersebut jatuh kelantai.

Tatapan Arga perlahan turun menatap kertas itu. Dan dalam sepersekian detik, wajah pria tersebut berubah pucat.

Ayra menangkap perubahan itu dengan jelas. “Jawab! Kenapa diam?!” bentaknya untuk pertama kali.

“Ra… kita bicara baik-baik dulu…” suara Arga mulai terdengar lebih rendah.

Namun Ayra justru semakin emosi. “Kamu membelikan Shella kalung dengan harga fantastis seperti itu! Apa kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan?!”

“Aku mohon jangan salah paham dulu.”

“Salah paham bagaimana?!” Wanita itu menunjuk kertas tersebut dengan tangan gemetar. “Buktinya sudah ada! Kamu mau menyangkal apa lagi?!”

Hening beberapa detik.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, Ayra menatap suaminya dengan tatapan penuh kekecewaan.

“Kamu selingkuh sama dia, Mas?” bisiknya lirih namun menghantam keras. “Iya? Jawab aku!”

“RA!” bentak Arga keras. Tubuh Ayra sampai sedikit tersentak.

“Itu cuma tanda terima kasih karena Shella sudah menyelamatkan hidup Samuel malam itu! Tidak lebih.”

Ayra menatap Arga tanpa berkedip. Lalu perlahan tertawa kecil. “Tanda terima kasih?” ulangnya lirih.

“Apa semua sekretarismu yang berjasa akan kamu beri hadiah semahal itu?” tanyanya penuh luka.

Deg.

Arga langsung terdiam. Tatapannya turun sesaat, membuat dada Ayra terasa semakin sesak.

“Jawab aku, Mas…” bisik Ayra lirih penuh luka. “Apa aku masih istrimu… atau cuma wanita yang tinggal serumah denganmu sekarang?”

“Jangan bicara seperti itu,” jawab Arga cepat.

“Lalu bagaimana aku harus bicara?! Aku terus mencoba percaya sama kamu. Tapi akhir-akhir ini kamu selalu membuatku merasa seperti orang asing.”

“Ra…” Arga melangkah mendekat. “Aku memang salah karena membeli itu tanpa bilang sama kamu.”

Ayra tertawa kecil. Tangisnya terdengar pahit.

“Tanpa bilang? Masalahnya bukan sekadar bilang atau tidak… Tapi Mas memberikan sesuatu yang spesial… untuk wanita lain.”

“Aku nggak pernah punya hubungan apa pun sama Shella. Aku cuma merasa berutang budi karena dia menyelamatkan Samuel.” sangkal Arga.

“Lalu kenapa harus kalung?” tanya Ayra cepat. “Kamu masih bisa memberikan hal lain yang lebih masuk akal.”

Arga kembali diam. Dan diam itu lagi-lagi membuat hati Ayra terasa remuk.

Perlahan wanita itu memejamkan mata. Kepalanya mulai terasa berat sejak tadi. Wajahnya menjadi pucat seketika.

Arga yang melihatnya langsung berubah panik. Tubuh Ayra sedikit goyah sebelum akhirnya Arga buru-buru menahan tubuh istrinya.

“Ayra! Kamu tidak apa-apa?"

“Aku pusing…” bisiknya lirih sambil memegang pelipis.

Tanpa banyak bicara lagi, Arga langsung mengangkat tubuh Ayra ke atas ranjang.

“Tidur dulu. kamu pasti kurang istirahat karena terlalu lelah menjaga Sam.”

Ayra ingin membantah, tapi kepalanya benar-benar terasa berdenyut. Arga menarik selimut menutupi tubuh istrinya lalu duduk disamping ranjang.

Malam itu, pria tersebut tidak pergi kemana-mana. Ia tetap duduk disana. Menemani Ayra yang akhirnya tertidur karena kelelahan.

Sesekali Arga mengusap rambut istrinya pelan. Tatapannya penuh lelah. Entah sejak kapan rumah tangga yang dulu terasa hangat mulai berubah menjadi seperti ini.

•••

Pagi datang perlahan. Sinar matahari masuk dari sela gorden kamar. Ayra membuka matanya pelan. Kepalanya sudah terasa jauh lebih ringan dibanding semalam.

Namun saat menoleh kesamping, dadanya kembali terasa sesak. Arga masih tertidur disampingnya.

Pria itu tertidur dalam posisi duduk bersandar dipinggir ranjang. Kemeja putihnya tampak kusut, lengan bajunya tergulung sampai siku, sementara dua kancing bagian atas terbuka.

Wajahnya terlihat lelah. Perlahan tangan Ayra terangkat membelai rambut Arga pelan.

Dan anehnya meski pria itu masih ada disampingnya, Ayra tetap merasa jauh.

Mungkin karena pertengkaran semalam. Atau mungkin karena semua hal yang terjadi akhir-akhir ini mulai merusak rasa percayanya sedikit demi sedikit.

“Kau sudah bangun?” Suara berat Arga membuat Ayra tersadar dari lamunannya.

Wanita itu langsung menarik tangannya pelan lalu tersenyum tipis. “Sudah lebih baik,” jawabnya lirih.

Arga mengusap wajahnya kasar sebelum berdiri perlahan. “Aku akan siapkan sarapan.”

Ayra mengangguk kecil. “Baiklah.”

Arga langsung berjalan keluar kamar meninggalkan Ayra yang masih berada di tempat tidurnya.

•••

Diruang makan, suasana pagi terlihat cukup ramai.

Samuel sedang duduk manis sambil disuapi oleh bi Imah. Sementara Nyonya Ratna dan Lisa sudah lebih dulu sarapan.

Begitu melihat Arga turun, Samuel langsung tersenyum lebar.

“Papa!”

“Pagi jagoan Papa.” Arga mengusap rambut Samuel lembut.

Samuel terkikik kecil. “Mama mana, Pa?”

“Iya, dimana istrimu itu?” sela Nyonya Ratna dingin

Arga menarik kursi pelan. “Ayra sakit. Jadi aku akan sarapan diatas bersamanya pagi ini.”

“Cih… Manja sekali.” Lisa langsung menyeringai kecil.

“Setelah bikin masalah semalam, sepertinya Mbak Ayra tidak berani turun bertemu Mama,” sindirnya lagi santai sambil menyeruput minumannya.

Rahang Arga langsung mengeras.

“Jaga ucapanmu, Lis. Aku tidak suka kamu bicara seperti itu tentang Ayra.”

Lisa tampak tidak terima. “Apa salahnya? Yang aku bilang memang benar.”

“Iya, Mama juga tidak suka sikap Ayra akhir-akhir ini.” sambung Nyonya Ratna.

Arga menghembuskan napas panjang pelan. "Apa Mama pernah suka dengan apa yang Ayra lakukan selama ini?"

"Ma.. aku sudah melakukan segala hal yang Mama inginkan. Jadi sekarang berhenti untuk menyakiti atau berbicara kasar pada Ayra."

Nyonya Ratna langsung menatap putranya tidak percaya. “Jadi sekarang kamu lebih membela istrimu?”

“Aku tidak membela siapa-siapa. Tapi kali ini Lisa memang salah.” Suara Arga tetap tenang, tapi tegas.

“Arga!” bentak Nyonya Ratna.

Namun pria itu sudah berdiri sambil mengambil nampan sarapan.

“Maaf, Ma.” Tatapannya datar. “Aku harus membawa sarapan ini untuk Ayra.”

Sebelum berbalik, tatapannya beralih pada Lisa. "Setelah sarapan, temui Ayra. Mita maaf pada istri Mas,"

1
You `ka
okey, nanti coba mampir..💪
Zhao_Xena: terimakasih 🥰
total 1 replies
You `ka
menyesal pun sudah percuma Arga. kamu sendiri yang membuat ayra kehilangan bayinya...😡😡
gina altira
nambah lagi masalah Arga ini
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!