NovelToon NovelToon
Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Spiritual / Tamat
Popularitas:214.8k
Nilai: 5
Nama Author: ♡MirDa11♡

Freya Nur Nabila Abraham, gadis yang saat ini berumur 23 tahun dan sedang menempuh pendidikan jurusan Ilmu Keperawatan disalah satu Universitas terkenal di kotanya. Dia memiliki sifat cuek, dingin dan sulit bersosialisasi. Dia gadis sederhana yang berasal dari desa dan memiliki kepribadian introvert. Dia percaya cinta sejati tapi tidak memiliki pacar, bahkan bercita-cita ingin menikah dengan orang yang baru ditemuinya.

"Aku berharap suatu saat nanti cintalah yang datang menjemputku, apakah aku egois?" pikir Freya

Suatu ketika tanpa sengaja Freya bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda tersebut jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Freya. Namun sayang Freya tidak mengingat pemuda itu. Akankah pemuda itu menjadi cinta sejatinya Freya? Apakah mereka akan bertemu lagi? Apakah Freya akan mengingat pemuda itu?

Ini adalah karya pertama saya😊
semoga kalian suka😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡MirDa11♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Alvino yang mendengarkan dengan seksama seminar yang dilakukan Freya pun akhirnya menemukan ide untuk proposal bisnisnya.

“Ah, itu dia” ucap Alvino dengan suara keras sehingga membuat Adelio kaget.

“Kau kenapa? Kau mengangetkanku!” ucap Adelio.

“Itu, aku sudah mendapat ide untuk proposal kita” ucap Alvino senang.

“Sungguh?” ucap Adelio.

“Iya, Freya baru saja memberikanku solusi” Ucap Alvino masih dengan ekspresi bahagia.

“Bagaimana bisa? Bukankah kau hanya mendengarkan seminarnya? Seminarnya pun tentang kesehatan? Bagaimana bisa itu berhubungan dengan bisnis?” Ucap Adelio

“Pokoknya yang pasti dia telah memberikanku ide” ucap Alvino sambil melanjutkan memandang laptopnya karena acar seminarnya belum selesai.

Akhirnya setengah jam kemudian seminarnya pun selesai. Alvino pun segera menutup laptopnya setelah memastikan bahwa Freya telah pergi dari tempat seminar. Dia pun segera menuangkan ide yang dia dapat kedalam proposal bisnisnya.

Disisi lain juga Hanna mendapat ide untuk propsalnya.

“Re, kau benar. Akhirnya aku akan segera bab tiga juga. Makasih yaa Re, kau sudah memberiku ide” Ucap Hanna sambil memeluk Freya dari samping.

“Iya, sama-sama. Tapi ngomong-ngomong itu usahamu sendiri. Jadi jangan berterimah kasih. Karena jika kau menolak ajakanku dan tidak mendengarkan dengan seksama pasti ide itu tidak akan muncul” Ucap Freya membalas pelukan temannya itu.

“Pokoknya Re, kau inspirasiku” ucap Hanna

“Baiklah terserah kau. Baiklah bisakah kita pulang? Inspirasimu ini belum menunaikan sholat.” Ucap Freya tertawa.

“Tentu saja, bu inspirasiku” Ucap Hanna tertawa juga.

Mereka pun segera pulang ke rumah masing-masing. Tapi sebelum itu, mereka singgah dulu di masjid menunaikan sholat.

#####

Sebulan berlalu, kini proposal Freya maupun Hanna sudah selesai dan telah di approve oleh kedua dosen pembimbing mereka. Mereka tinggal menunggu ujian proposal mereka akan dilaksanakan.

“Re, kamu sudah belajar untuk ujian proposalmu?” Tanya Hanna basa basi karena dia tahu pasti Freya sudah belajar karena dia tahu bagaimana karakter temannya itu yang gila belajar.

“Alhamdulillah Han, sudah kupelajari sedikit.”Jawab Freya

“Sedikit? Aku ragu dengan kata sedikitmu karena aku tahu kau itu si gila belajar!” ucap Hanna.

“Gak, ini beneran Han, karena aku kan harus mempelajari materi seminarku untuk besok. Jadi aku sibuk dengan hal itu” jawab Freya.

“Oh, iya ya. Kau kan akan mengisi seminar bisnis kali ini” ucap Hanna.

“Iya Han, makanya dari itu aku harus menguasai materi ini karena ini akan membuktikan diriku, tapi Han sebenarnya aku takut salah karena selain aku ada juga pembicara yang memang dalam bidang bisnis” Ucap Freya khawatir.

“Aku yakin kau bisa Re. Kau itu temanku yang hebat” Ucap Hanna.

“Kau terlalu memuji” jawab Freya.

“Tapi ngomong-ngomong soal takut, sejak kapan temanku ini menjadi penakut?” Ucap Hanna.

“Hanna aku itu juga manusia punya rasa takut” Ucap Freya sambil menyentil dahi Hanna.

“Re, kebiasaan deh.” Ucap Hanna mengeluh tapi Freya menanggapinya dengan cuek.

“Ohiya, Re. Kok kamu bisa jadi pembicara dalam seminar bisnis ini. Maaf yaa Re, bukan aku meragukan kemampuanmu tapi kan kamu selama ini hanya menjadi pembicara seminar kesehatan” ucap Hanna serius karena ini pertama kalinya temannya itu mengisi seminar bisnis dan Freya belum mengatakan apapun tentang bagaimana dia menjadi pembicara seminar bisnis ini.

“Oh, itu. Aku juga kurang tahu tapi tiba-tiba ada yang memintaku menjadi pembicara seminar ini dan katanya lagi akan ada pembicara lain selain aku. Aku sih sempat menolak karena ini bukan bidangku tapi mereka tetap memaksa kata mereka, mereka sudah melihat semua seminar yang aku ikuti dan juga tahu akan bisnis fotokopiku. Mereka juga mengatakan aku hanya diperintahkan untuk sharing saja bagaimana aku membangun bisnis fotokopiku.” Jawab Freya menjelaskan.

“Kok, kaya ada yang mengganjal”Ucap Hanna

“Iya, aku pun merasa seperti itu tapi setelah aku konfirmasi ke kantor mereka beberapa hari lalu aku jadi yakin mereka tidak menipuku” Ucap Freya.

“Kapan kau mengeceknya? Kok aku gak tahu?” Tanya Hanna.

Flashback On

Saat ini Freya berada pada sebuah gedung yang sangat megah untuk mengonfirmasi tentang seminarnya. Dia yang tidak percaya ini adalah gedungnya pun mengecek kembali alamat yang diberikan padanya. Setelah memastikan bahwa alamatnya benar dia pun segera menghampiri satpam yang menjaga.

“Selamat pagi, pak” sapa Freya

“Selamat pagi, Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?” Jawab satpam itu ramah.

“Maaf pak, Apa benar disini ada yang namanya bapak F dari bagian redaksi? (maaf author kehabisan nama)” Tanya Freya.

“Iya benar nona. Apa anda Nona Freya Nur Nabila Abraham?” Tanya satpam itu sambil melihat kartu identitas ditangannya.

“Iya, benar pak. Saya Freya.” Jawab Freya terkejut karena satpam itu mengenal nama lengkapnya.

“Ohh,, kalau begitu silahkan nona masuk saja. Nanti akan ada yang memberi tahu nona ruangan redaksi” Ucap satpam itu karena mereka sudah mendapat perintah dari asisten tuan muda mereka jika ada gadis yang bernama Freya maka diperintahkan untuk segera ke ruangan redaksi.

“Baik. Terimah kasih banyak pak.” Jawab Freya membungkuk hormat. Dia pun segera berlalu masuk gedung itu.

Saat dia sampai di depan recepsionis dia pun kembali bertanya.

“Maaf mbak. Apa saya bisa bertanya?” Tanya Freya kepada seorang perempuan cantik yang saat ini sedang bertugas.

“Iya, silahkan Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya resepsionis itu.

“Eee.. apa anda nona Freya Nur Nabila Abraham?” Tanya resepsionis itu setelah mengenali wajah Freya.

“Iya benar.”Jawab Freya kembali terkejut karena resepsionis itu kembali menyebutkan nama lengkapnya.

“Baiklah nona, kalau seperti itu saya akan segera menelpon asisten bos saya dulu. Mohon nona bisa menunggu sebentar” ucap resepsionis itu ramah dan langsung menelpon asisten bosnya. Freya pun menunggu.

“Maaf pak, ini ada nona Freya sudah tiba” Ucap resepsionis.

“Baiklah, saya akan menyampaikan ini kepada tuan muda” Ucap Adelio sambil berjalan masuk ruangan bosnya itu.

“Dia sudah tiba?” Tanya Alvino setelah melihat asistennya masuk.

“Iya, dia sudah menunggu di bawah” Jawab Adelio yang sudah tahu pasti tuan mudanya itu sudah mengetahui kedatangan calon nona mudanya.

“Kalau seperti itu antarkan dia ke ruangan redaksi. Jangan biarkan dia menunggu. Aku akan segera menemuinya” ucap Alvino beranjak dari tempat duduknya.

“Baiklah” ucap Adelio dan segera memberitahukan hal itu kepada resepsionis.

“Apa kau yakin akan menemuinya? Bukankah selama ini kau hanya mengamatinya dari jauh?” Tanya Adelio penasaran apakah bosnya itu akan menemui Freya.

“Tentu saja tidak.” Jawab Alvino cuek sambil melirik asistennya itu. Sekarang mereka sudah berada di lift menuju ruangan redaksi

“Lalu siapa yang akan menemuinya?” Tanya Adelio

“Tentu saja kepala redaksi.” Jawab Alvino.

“Lalu kenapa kita harus turun jika kepala redaksi yang akan menemuinya?” Tanya Adelio yang tidak mengerti jalan pikiran bosnya.

“Kau akan tahu nanti!” jawab Alvino tersenyum misterius

Happy Reading readers😊

Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏

Maaf jika banyak typo guys🙃

1
Mmh Andri Alif
cerita nya berbtele2 gaseru
kisagaaa
perasaan td diawal cerita manggilnya Ayah,,koq sekarang jd papi 🤔
kisagaaa: iya kak,,semangat ya kak 🙂
total 2 replies
Intan Sari
yach tamat dah
lanjut cerita anak mereka thor☺
LangitSenja__: Msih kumpulin ide yaa kak
total 1 replies
Intan Sari
cepat sadar freya.... kasihan suami sm anak anak😢
Intan Sari
jngan sampe ninggal ya thor
koma gk papa asal selamat aj dan nnt sgr sadar
LangitSenja__: hmm gak tega juga sih😁
total 1 replies
Intan Sari
mudahan selamat sampe lahiran🥰
Intan Sari
klo sdh hamil pasti trima lah
tambah 1 princes
smg almt sampai lahiran
semangat freya
Intan Sari
semoga hamil lg dan cewe anaknya
banyak anak banyak rezeki 😊
Intan Sari
kayaknya seru nich crita anak anak mereka 😁
LangitSenja__: Hehehe😁
total 1 replies
Intan Sari
lanjuuuut
Intan Sari
lanjut
Intan Sari
semangat Thor
smg lncar ujiannya dan bisa lngsung lanjut😁
Intan Sari
berat anak jg suami pilihan yg sulit😊
LangitSenja__: Mksih selalu mendukung kak🥰
total 1 replies
Intan Sari
heboh si mami😅
Intan Sari
wah bakal punya dedek lg kah😁
Intan Sari
lanjut
Intan Sari
akhirnya...... 😍
LangitSenja__: Kakak, mksih slalu setia komen🥰
total 1 replies
Intan Sari
baca part ini bikin senyum senyum sendiri 😄
LangitSenja__: Kakak, maksih slalu baca🥰
total 1 replies
Intan Sari
lanjuuuuuuuuuuuuut🥰
Intan Sari
lanjuuuuuuuuuuuuut.... 🥰
LangitSenja__: iya kakak, sebenarnya dua episode yg di up tapi entah knpa smpai skrang blum llus review padahal tidak mengandung adegan dwasa sma skli.😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!