Aku satu-satunya manusia yang paling tidak beruntung di dunia ini,Aku ingin menyalahkan dunia, Karena nya seolah menyudutkan ku pada titik di mana aku tidak punya pilihan untuk tidak bertahan.
Aku ingin menyelamatkan orang berharga dalam hidupku, Meski ku jual tubuhku untuk nyawa itu.
Perbuatanku seratus persen salah, Aku sadar Namun aku tidak punya pilihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sona_udaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Game Over
.
.
.
"Awww Awwwww.... " Dimas meringis kesakitan saat satu kapas yang sudah berbalut alkohol Lisa tempelkan di wajahnya yang terluka. Itu semata-mata Lisa lakukan karena takut wajah Dimas infeksi, Sementara Dimas terluka karena menolong dirinya.
" Tahan sedikit, Ini Hampir selesai." Kata Lisa.
Lisa tampak pokus, dirinya sedikit meniup kala Dimas kembali meringis, Mungkin niatnya bisa sedikit mengurangi rasa perihnya Dimas.
Dimas terdiam, Rindu dirinya pada sosok Lisa. Sudah lama sekali tak mengobrol lama atau berduaan seperti ini.
Ya Benar, Dimas adalah manusia egois yang selalu menginginkan Lisa, Meski Dimas sadar jika dirinya memang bersalah.
" Kamu apa kabar?" Tanya Dimas.
Tak langsung menjawab, Tangan Lisa pokus ke kotak obat dirinya merapihkannya kembali.
" Seperti yang kamu lihat, Aku baik-baik saja." Ketus Lisa.
Dimas tersenyum melihat Lisa yang menjauh darinya menyimpan kotak obat ke tempatnya.
" Ngomong-ngomong gimana keadaan bapak Lis?" Tanya Dimas.
" Tidak ada perkembangan sama sekali." Jawab Lisa lemah, Memikirkan sang ayah membuat Lisa murung kembali. Dia teringat soal dia yang sudah tidak punya pekerjaan lagi sekarang.
" Sabar ya Lis." Dimas meraih tangan Lisa dan menggenggamnya erat. Dengan cepat Lisa melepaskan genggaman Dimas, Lisa menjauh sedikit dari Dimas.
" Sudah lama sekali kita tidak bicara seperti ini Lis, Aku Rindu sama kamu." Kata Dimas.
Kata-kata Itu sudah tak membuat Lisa bahagia lagi, Baginya saat ini Dimas sedang membual, Seorang pemancing yang sedang mencari umpan.
Lisa tersenyum kecut, Ia tak menatap Dimas, Hanya menatap lurus kedepan, Merasa Lucu juga terganggu dengan pernyataan Dimas. Lisa merasa Jijik, Dan bagaimana bisa rasa nyaman yang biasa dia rasakan saat ini sudah tidak ada lagi.
" Jangan salah paham Dim, Aku membawamu ke rumah hanya untuk mengobati luka mu saja,Karena kamu terluka karena menyelamatkan ku, Itu sebabnya aku harus balas budi bukan." Kata Lisa datar.
Dimas menggeleng cepat. Sungguh ucapan itu menandakan jika di hadapannya bukan Lisa yang dulu yang mudah memaafkan, Kini Lisa telah berubah.
" Lis kenapa bicara seperti itu, Apa semudah itu kamu ragu padaku." Tanya Dimas.
" Tidak..." Lisa menggeleng kepala, Ia menatap Dimas datar.
" Selama ini aku selalu memberikan kepercayaan lebih padamu, Percaya bahwa rasa cinta mu tidak akan berpaling semudah itu. Kamu sendiri yang menghancurkan kepercayaan aku, Juga menghancurkan segala perasaan ku pada mu. Dimas, Aku sudah tidak mencintaimu." Kata Lisa. Lisa sedikit membohongi perasaannya.
Dimas menggeleng kepala cepat, Dimas berlutut di hadapan Lisa dan memegangi kedua tangan Lisa.
" Lis... jangan bicara begitu, Aku yakin kamu masih mencintaiku, Tak mungkin perasaan bisa berubah secepat itu."Kata Dimas, Harapan Dimas masih sama yaitu ingin Lisa memberinya kesempatan kedua. Karena Dimas begitu mencintai Lisa, Memikirkan kehilangan Lisa yang bertahun-tahun ini menemaninya, Sungguh sangat membuat Dimas Gila.
" Tidak Dimas, Aku sudah tidak mencintai kamu lagi." Jawab Lisa.
" Liss... Ku mohon jangan bicara begitu." Dimas terisak, Dia semakin kuat memegangi tangan Lisa.
" Tanyakan pada hati kamu, Di sana pasti ada setitik harapan dan rasa cintamu padaku. Aku yakin kamu masih mencintai aku."Dimas begitu prustasi.
" Lalu jika aku masih mencintai kamu, aku mau memberi kamu kesempatan begitu?"
Dimas mengangguk, Berkali-kali ia mengecup tangan Lisa. Dan Lisa menarik napasnya gusar, Melepaskan perlahan tangannya yang di genggam erat oleh Dimas.
" Dim, Jika pun kita kembali bersama kita tak akan bisa balik kaya dulu, hubungan kita pasti berbeda, Sebab hatiku sudah kecewa, Jadi Dim keputusan aku sudah bulat untuk berpisah darimu, aku harap kamu mengerti ya Dim." Kata Lisa.
Dimas tertunduk, sepatal itu memang kesalahannya, Tapi Mau bagaimana lagi Lisa begitu sangat berarti dalam hidupnya, Dimas memang bersalah, tapi kenyataan berpisah dari Lisa tak pernah Dimas bayangkan. Andai waktu bisa terulang, Andai dirinya tak bermain dengan Mentari, Menikmati kenikmatan dunia yang sesaat dan Kehilangan hal paling berharga sesungguhnya.
" Pulang lah Dim, Aku akan ke rumah sakit setelah ini. Omong-omong terimakasih telah menyelamatkanku tadi."Ujar Lisa sambil tersenyum simpul.
Dimas beranjak, Dia menatap Lisa nanar. Hatinya sakit, Hubungan lama nya telah hancur karena nya sendiri. Bodoh Dimas hanya bisa merutuki ulahnya sendiri.
Sedikit demi sedikit Dimas mendekati Lisa.
" Boleh aku memelukmu untuk yang terakhirnya Lisa, Sebagai ucapan terimakasih banyak karena telah bertahan selama ini denganku." Ucap Dimas Lemah.
Lisa mengangguk, Dia merentakan kedua tangannya memperbolehkan Dimas memeluknya. Begitu pun Dimas, Dia menghempaskan tubunya pada tubuh Lisa, memeluk perempuan itu erat serta mengelus Rambutnya.
" Aku memcintai kamu Lisa... Aku mencintai kamu..." Dimas terisak, Sesal yang percuma, Permainan ini telah selesai. Ulahnya sendiri yang menikmati kesalahan dan akhirnya Mengorbankan cinta setulus Lisa mencintainya.
"Aku tahu..." Ucap Lisa lemah, Lisa tersenyum dia menepuk-nepuk punggung Dimas menggunakan tangannya.
" Semua ini kesalahanku, Andai aku sedikit menyisihkan waktu untukmu Dimas, Andai aku memperhatikanmu. Pasti kamu kesepian selama ini." Lisa ikut meneteskan air matanya.
Dimas semakin terisak, Dia makin mengeratkan pelukannya. Ucapan Lisa semakin membuatnya merasa bersalah, Dimas menggeleng kepalanya cepat.
"Selamat tinggal Dimas, Semoga keputusan aku ini yang terbaik. Kejarlah kebahagiaan kamu Dimas, Kejarlah sesuatu yang tak pernah kau dapat kan dari ku."
"Aku juga menyangimu, ku doakan selalu kebahagiaanmu."Kata Lisa, Berbarengan dengan Lisa melepaskan tubuhnya dari Dimas.
"Pulanglah.." Pinta Lisa.
Dimas beranjak, dia berjalan tertatih menahan tumpuan perih dalam hatinya, saat sampai di pintu keluar, Dimas kembali memutar tubuhnya.
" Tunggulah Lis, Akan ku buktikan jika aku akan berubah.Saat itu terjadi aku akan membuatmu menjadi milikku lagi. Aku tak mau kehilangan kamu Lis, Tak akan ku biarkan kamu di miliki orang lain."
Setelah berucap seperti itu, Dimas melenggangkan tubuhnya keluar dari kediaman Lisa.
Lisa tersenyum getir, Hatinya juga perih, Perasaannya pada Dimas memang ia akui masih ada meski terhalang rasa benci dan Jijik.
"Tidak akan Dimas, Meski kau berubah ku pastikan aku tak akan pernah menjadi milikmu lagi. Terimakasih untuk delapan tahun ini. Semua begitu terasa indah untukku. Semoga kau bahagia Dimas."Lirih Lisa dalam genangan air mata.
Siapa yang tak sakit, Berpisah dengan manusia yang masih begitu di cintai. Semua sudah berakhir, Permainan ini sudah berakhir. Lisa tak menyatakan jika Mentari adalah pemenangnya, Dia lah pemenangnya sesungguhnya.
Lisa menarik napasnya dalam, dia melenggang untuk ke kamar mandi, Hendak bersiap akan pergi ke rumah sakit. Lisa ingin berbagi kesedihan dengan ayahnya, Lisa ingin mengaduh bercerita pada sang ayah, Meski pun beliau tidak sadar, Tetapi Lisa tetap selalu bercerita pada pak Sutomo.
.
.
.
next thor semangat
ahayy... Arjuna.... nasib kita sama, wkwkwk 🤣
berrrrgh... sebel banget liatnya pen nabok 🤭
ya Tuhan.....
speechless aku....
kau terlalu banyak mengupas bawang thor
huwaaa.... huhuhu 😭😭😭😭😭
sudah luka, disiram lagi dengan air garam
hiks... hiks... hiks...
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
waktu akan membalas ucapan mu Mahesa
sekarang menghina, besok lusa memuja
jangan gegabah dengan ucapan dan sikap mu, Ok
baguslah kalau ada celah yang bisa membuka mata Mahesa, bahwa Celine tidak sebaik dan sesempurna yang ia duga selama ini
komen dong komen... diam-diam bae 😀🤭
bagus ceritanya thor,
😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
sebetulnya kedua pihak adalah orang yang sama sama dalam keadaan rumit ya🤔🤔🤔
kalo pun balikan, pasti mentari tidak akan menerima begitu saja. sll akan menjadi duri nanti nya.
preett.... kalo cinta kenapa selingkuh, muak dengar nya.
bagus Lisa, wanita yang tangguh. benar kata mu, saat mencintaimu saja, dia sudah selingkuh apalagi jika suatu saat kadar cintanya berkurang. hufft 😤😤😤
tetap semangat ya Lisa, jangan putus asa