NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa

Perjalanan Menjadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:248.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mager nulis nama

Terlahir di dataran es membuat Hao Chen harus menjalani pelatihan ekstra dari sekte kecil tempatnya tinggal.

Namun tidak di sangka, Hao Chen yang polos dan baik hati ternyata dulunya adalah dewa kematian yang begitu di takuti oleh dewa lain hanya dengan mendengar namanya.

Huhuhuhu.... 😭 Sangking bersalahnya author pengen ngubah judulnya jadi perjalanan penembusan dosa author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mager nulis nama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9.KONDISI LING AN

Ketika Hao Chen kembali memenangkan pertandingan, semua penonton bahkan pendekar yang melihat segera bertepuk tangan seraya menyoraki nama Hao Chen dengan semangat.

Hao Chen segera merasa apa yang dilakukan Ryu Jin kepada kakaknya telah setimpal dengan hal ini. Iapun berjalan turun dari arena dan segera dihampiri oleh seorang pemuda tampan berpakaian putih dari sekte pedang iblis.

"Adik kamu sangat hebat, semua serangan yang kau lakukan adalah milik sekte lain dan itulah yang membuat ku tertarik kepadamu. Apakah kamu mau bergabung ke sekte pedang tengkorak ?

"Apakah ini semua karena kakek itu ?

Hao Chen melirik pria sepuh di podium khusus, pria itu hanya tersenyum karena sepertinya niat nya untuk merekrut Hao Chen telah diketahui olehnya.

Hao Chen menatap pemuda di hadapannya."Ajakan anda sangat menggiurkan senior, namun tidak mungkin bagi ku berpaling dari sekte lotus keabadian,"

Pemuda tampan itu tersenyum masam."Sepertinya aku mengerti, kakek tua itu memang egois. Ah, aku hampir lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku Wang Yihan, dan wanita muda yang terus melihat mu itu adalah adik ku."

Hao Chen melirik kebelakang pemuda itu, disana terlihat seorang gadis seusianya sedang menatapnya. Merasa kalau adik Wang Yihan adalah seseorang yang pemalu, Hao Chen kembali menatap Wang Yihan di hadapannya.

"Namaku Hao Chen, salam kenal senior. Aku harus pergi mencari kakak ku,"

"Aku akan mengantarmu,"

Langkah Hao Chen terhenti, lalu menoleh ke belakang."Apakah aku tidak merepotkan senior ?"

Wang Yihan sedikit tertawa, lalu berjalan menghampiri Hao Chen dan menepuk pundaknya.

"Tentu saja tidak merepotkan, dan lagi kamu tidak tau dimana kakak mu kan ?"

Hao Chen sedikit mengagguk karena malu mengakuinya, membuat Wang Yihan tersenyum melihatnya.

"Ternyata kamu masih tetap seperti bocah kecil, sangat polos. Mari aku antar."

Kemudian Hao Chen diantar

oleh Wang Yihan dan adiknya ke tempat Ling An berada. Wang Yihan membawa Hao Chen keluar dari area turnamen, karena setelah terluka Ling An dibawa ke sebuah penginapan dekat dengan tempat turnamen.

Sesampainya di penginapan yang dimaksud. Hao Chen tidak terkejut karena sudah mengira kalau penginapan itu adalah tempat yang sama dimana tuan Shin meletakan kereta kudanya.

"Sepertinya aku hanya bisa mengantar mu sampai disini. Setelah beberapa menit melihat, sebaiknya kamu kembali ke tempat turnamen,"Wang Yihan juga mengingatkan kepada Hao Chen kalau pertandingan Ling An harus ada yang mewakilinya, agar Ling An tidak didiskualifikasi.

"Terimakasih karena sudah mengantar ku dan mengingatkan ku senior, aku tidak tau harus membalas dengan apa,"

Wang Yihan tersenyum,"Jangan sungkan, aku akan ada jika kamu memerlukan sesuatu. Untuk sekarang sepertinya kita harus berpisah."

Wang Yihan dan adiknya pergi meninggalkan Hao Chen karena ada pertandingan yang harus mereka berdua lakukan.

Seperti yang Hao Chen pikir, Wang Yihan memang anak yang baik tidak ada maksud tersembunyi dari tatapan matanya. Setelah cukup lama melihat Wang Yihan pergi, Hao Chen segera memasuki penginapan.

Di lantai dasar penginapan terlihat cukup ramai oleh pengunjung. Mungkin mereka sedang menunggu teman atau kerabat yang sedang terluka sama seperti maksud kedatangan Hao Chen.

Sesampainya di dalam Hao Chen langsung dihampiri oleh tuan Shin yang baru saja turun dari lantai atas. Pria itu terlihat sangat senang melihat Hao Chen meski dirinya sama-sekali tidak mengenal siapa Hao Chen.

"Nak, apakah kami berhasil ?"Tuan Shin tersenyum lebar, nampak mengharapkan sesuatu yang besar.

Hao Chen sedikit mengagguk membuat senyuman pria dihadapannya semakin lebar. Kenapa tidak, ini adalah kali pertamanya sekte lotus keabadian dapat dikatakan telah memenangkan turnamen. Jadi tidak heran mengapa tuan Shin begitu senang.

"Bagus !! Sudah kuduga hari ini akan datang, bagus nak, bagus sekali. Aku bangga dengan mu."Tuan Shin tersenyum bahagia.

"Paman, dimana kakak ku ?"

"Maksudmu nona An ? Mari ku antar ke kamarnya."

Hao Chen hanya mengangguk, kemudian berjalan di sebelah tuan Shin yang membawanya ke lantai atas.

"Saat nona An datang dengan tubuh penuh luka, aku benar-benar sangat panik sampai tidak tau apa yang harus dikatakan untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada ayahnya. Beruntungnya saat sedang mengobati luka nona An, aku mendapatkan sebuah kiriman dari seseorang berupa obat mujarab untuk menyembuhkan luka dalam maupun luar. Obat itu terbukti manjur karena dalam beberapa menit saja kondisi nona An sudah kembali membaik,"

Hao Chen sedikit termenung dan memikirkan siapa orang yang dimaksud tuan Shin."Siapa orang yang memberikan mu obat itu tuan Shin ?"

Tuan Shin mengelus dagu, seakan sedang mengingat sesuatu."Mmm, tidak tau. Yang memberikan obat itu adalah pelayan penginapan, dari cerita pelayan itu,

dia diperintahkan oleh seorang pria sepuh untuk memberikan obat itu kepadaku."

Ketika mendengar kata pria sepuh,

Hao Chen segera terbayang dengan wajah pria sepuh dari sekte pedang iblis.

'Sebelum ini pria sepuh itu sudah menyuruh muridnya untuk mengajak ku bergabung ke sektenya, dia juga memberikan obat kepada kakak. Dari semua itu, sebenarnya apa yang diinginkannya dari ku.'Hao Chen juga yakin kalau bantuan ini ada maksud tertentu, ia juga berencana secara langsung menemui pria sepuh itu untuk menanyakan kemauannya.

Setelah sampai di lantai tiga, Hao Chen di pinta oleh tuan Shin untuk berjalan lurus saja dan belok ke kanan ketika menemukan perempatan, di sana adalah kamar sementara Ling An.

"Paman ada urusan penting di bawah berkaitan dengan kemenangan kalian, hohoho ! Mungkin sekte kita akan terkenal mulai sekarang."Setelah mengatakan hal itu, segera tuan Shin berjalan turun melewati tangga untuk menemui beberapa orang yang hendak mewawancarainya.

Hao Chen hanya menggeleng karena mengerti kalau tuan Shin adalah tipikal orang yang suka kalau pamornya naik. Kemudian iapun berjalan pergi menuju kamar Ling An seperti petunjuk yang dikatakan tuan Shin.

Sesampainya di depan pintu kamar,

Hao Chen segera membukanya dan berjalan masuk. Didalam terlihat Ling An sedang terbaring di atas kasur.

"Kenapa hanya ada ruangan kamar di penginapan ini ? Kemana ruangan lainnya pergi ??"Gumam Hao Chen penuh tanda tanya.

Segera Hao Chen berjalan menghampiri kasur, iapun duduk di kursi di samping kasur itu sambil menatap ke arah Ling An yang masih belum membuka mata.

Hao Chen yang tau kalau Ling An hanya berpura-pura tidur segera menutup hidung gadis cantik itu, seketika Ling An tersedak nafas dan mengubah posisinya menjadi duduk.

"Uhuk Uhuk ! Apakah kau sudah kehilangan akal ?! Aku bisa mati jika adik melakukannya lagi,"

Hao Chen tersenyum,"Bagai mana keadaan mu kak ? Apakah kau merasa ada yang tidak nyaman ??"

Ling An menggeleng,"Aku baik-baik saja sekarang,"Lalu menekuk kedua tangannya untuk memperlihatkan ototnya yang tidak seberapa.

"Lihat. Aku yakin, aku sudah tidak apa-apa."Ling An tersenyum penuh semangat, sedangkan Hao Chen yang melihatnya sedikit menggeleng dan menghela.

Hao Chen meraih sebelah tangan Ling An dan pelan-pelan membuka perban di sana.

"Untuk kedepannya kakak tidak perlu bertarung, aku yang akan menggantikan mu melakukannya,"Ucap Hao Chen sambil mengobati pergelangan tangan Ling An dengan salep yang didapatkan nya dari atas meja.

"Kenapa ? Kakak sudah bisa bertarung, kamu tidak boleh menyulitkan diri sendiri,"Ling An nampak tidak terima dengan perkataan Hao Chen, seakan dirinya tidak mampu untuk melanjutkan pertarungannya.

Hao Chen kembali menghela."Kakak sudah berusaha keras untuk bisa menang, ini semua demi aku kan ? Sekarang beristirahatlah dulu, tidak ada yang perlu kakak tunjukan lagi."

Setelah selesai dengan tangan kanan, Hao Chen meraih tangan kiri Ling An dan segera mengobatinya.

"Tapi, lawan yang dihadapi akan semakin tangguh. Bagaimana jika kamu kalah ?"

Hao Chen tersenyum."Tidak apa walaupun kalah, karena kita masih muda dan memliki banyak waktu untuk mengikuti turnamen lain. Aku tidak mau membahayakan kakak demi hadiah turnamen."

Ling An tidak berkata lagi, entah mengapa terkadang Hao Chen bersikap seperti seorang pria dewasa, namun Ling An tidak tau apa yang dirasakan Hao Chen kepada dirinya, ataukah hanya sebatas sepupu angkat atau lebih.

"Tangan kakak sudah ku obati, sekarang kembalilah beristirahat. Ada yang harus kutemui diluar sana."

Ling An menahan tangan Hao Chen dan menatapnya dengan manja."Adik, bisakah kau menemaniku sampai aku tertidur ?"

Hao Chen menoleh ke jendela sebentar lalu menghela,"Sepertinya masih ada cukup waktu sampai ronde selanjutnya dimulai. Sebelum itu aku akan menemani kakak sampai tertidur."

Ling An merasa sangat senang lalu segera memperbaiki posisinya. Sedangkan Hao Chen membantunya dengan menutupi tubuh Ling An dengan selimut.

1
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
🤩😎 muantaaab👍
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap extra semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
sungguh prolog yg bgs
🤩😎
minak jinggo
pihak admin mana nieh.. author kyak gini d lolosin.. apa kepepet gk punya author yg kompeten d APK ini
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Eren Yeager
maaf maaf, khilaf sampe lupa pernah bikin novel gw njirrr
Lucas Immanuella: emng BABI kau nii Thor🗿
total 1 replies
Erlangga Wahyudi
udh hampir 4 thn ga up...udh hbs brp galon kopi thor nunggunya
إندر فرتما: aku kira udah meninggal author nya
total 1 replies
Christian Matthew Pratama
copypaste
Bonar Afrianto
Luar biasa
Alex Kawun
luar biasa kau hao chen
sayang nya pembaca tdk pernah tahu bgmana HC bisa menguasai kepandaian yg di miliki nya itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!