NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Jet pribadi jenis Bombardier Global 7500 itu membelah langit malam Eropa, membawa dua sosok wanita yang tidak pernah mengenal kata lelah dalam kamus hidup mereka. Di dalam kabin mewah yang dipenuhi aroma parfum diptyque dan selimut kasmir mahal, Percy duduk bersila di atas sofa kulit putih. Di hadapannya, sebuah meja mini dipenuhi dengan layar tablet, brosur resor ski eksklusif di Courchevel, dan kartu kredit hitam tanpa batas limit.

​"Percy, kau benar-benar gila," cibir Tyche sambil menyesap champagne Dom Pérignon dari gelas kristal. Ia melirik sahabatnya yang kini mengenakan hoodie kebesaran berlogo brand jalanan ternama, kontras dengan wajah cantiknya yang terpulas riasan natural. "Kita baru saja mendarat di Swiss dua hari lalu, menghabiskan setengah juta dolar untuk koleksi musim dingin, dan sekarang kau ingin kita terbang ke Pegunungan Alpen Prancis hanya karena kau melihat foto cokelat panas di Instagram?"

​Percy mendengus manja, bibir kecil ranumnya mengerucut lucu sementara lesung pipinya tenggelam dalam di kedua sisi pipinya. "Bukan hanya karena cokelat panas, Tyche! Salju di Courchevel sedang turun dengan lebat, dan aku butuh udara segar sebelum Hades menemukanku!"

​Ia mendadak bergidik ngeri, membayangkan sepasang mata kelabu milik suaminya yang tajam menusuk. Meskipun ia mencintai Hades setengah mati mengingat bagaimana pria itu adalah pusat dari seluruh semestanya sifat posesif dan overprotective sang suami adalah jenis teror tersendiri yang manis sekaligus mencekam. Bagi Percy, dunia luar adalah taman bermain, dan pelukan Hades adalah sangkar emas paling indah yang sangat ingin ia hindari untuk sementara waktu.

​"Kau pikir dia tidak tahu tempat-tempat peristirahatan elit seperti ini?" Tyche mengangkat sebelah alisnya, menatap Percy dengan tatapan tajam memperingatkan. "Hades Sterling memiliki setengah saham dari properti di sana, Percy. Kau sedang berlari langsung ke sarang singa."

​"Justru itu seninya!" tawa Percy pecah, amber matanya berbinar penuh kenekatan. "Selama singa itu masih duduk di ruang kerjanya di Manhattan dan membiarkanku bernapas, aku akan menikmati setiap detik kebebasan ini!"

​Tanpa mereka ketahui, di belahan bumi yang lain, singa yang dimaksud sama sekali tidak tinggal diam.

Di dalam sebuah ruangan kendali pribadi yang tersembunyi di bawah lantai dasar mansion Sterling di New York, layar monitor besar menampilkan pergerakan koordinat GPS dari jet pribadi yang ditumpangi oleh sang istri.

​Dionisos Volkov berdiri tegap di depan layar tersebut, sementara Hades duduk di kursi kerjanya dengan jemari mengetuk-ngetuk permukaan meja secara berirama. Suasana di dalam ruangan itu begitu dingin hingga nyaris membeku.

​"Mereka mengubah rute penerbangan ke Prancis, Tuan," lapor Dionisos dengan nada profesional yang menyembunyikan rasa was-was. "Nyonya besar tampak menikmati perjalanannya bersama Nona Vance."

​Hades mendongak. Sudut bibir pria itu tertarik ke atas membentuk senyuman tipis yang berbahaya. "Biarkan dia menikmati salju putihnya, Dionisos. Udara dingin di sana akan membuatnya merindukan kehangatan pelukanku."

​"Apakah saya perlu menyiapkan tim pengamanan tambahan di Courchevel?" tanya Dionisos.

​"Tidak perlu," jawab Hades dingin. "Cukup pastikan tidak ada pria lain dalam radius seratus meter yang berani menatapnya lebih dari tiga detik. Jika ada yang melanggar, kau tahu apa yang harus dilakukan terhadap bisnis mereka."

​"Baik, Tuan." Dionisos mengangguk paham. Di dunia bawah maupun atas, kekuasaan Hades tidak berdarah-darah secara harfiah, tetapi hancurnya sebuah perusahaan dalam semalam adalah tanda peringatan mutlak dari sang penguasa Sterling Global.

​Sementara itu, ribuan mil dari ketenangan dingin sang miliarder, dunia hiburan tengah digemparkan oleh sebuah berita utama di majalah gosip internasional.

​“Bintang Hollywood Iris Montgomery Terlihat Keluar dari Gedung Sterling Global Bersama Sang Miliarder Misterius?”

​Judul artikel tersebut terpampang besar di layar ponsel milik Iris Montgomery. Aktris berambut pirang platinum itu tersenyum puas di depan cermin ruang rias studionya. Ia sengaja mengatur agar fotografer bayaran mengambil gambar saat ia keluar dari lobi gedung perkantoran Hades meskipun pada kenyataannya, ia hanya datang untuk mengantar dokumen fiktif demi bisa masuk ke area privat tersebut, dan Hades bahkan sama sekali tidak turun tangan menemuinya.

​Namun bagi Iris, narasi adalah segalanya. Ia tahu betul bahwa pernikahan Hades dan Percy dirahasiakan dari publik. Dengan menyebar rumor secara berkala, ia berharap bisa memancing kemarahan sang istri misterius, atau setidaknya memaksa Hades untuk memberikan pengakuan publik yang bisa ia manfaatkan untuk menghancurkan rumah tangga mereka dari dalam.

​"Nikmati permainan kecilmu sementara waktu, Nyonya Sterling," gumam Iris tajam sambil merapikan gaun sutranya. "Sebentar lagi, singgah sana mu akan runtuh."

​Di tempat terpisah, di sebuah ruang klub eksklusif berlampu temaram di London, Hefaistos Alistair menyesap wiskinya dalam-dalam. Di hadapannya, seorang informan membisikkan informasi terbaru mengenai keberadaan Persephone Sinclair di Prancis.

​Hefaistos menyeringai lebar. Ia tahu betul betapa rapuhnya batas kesabaran Hades Sterling. Setiap kali ia mendekati lingkaran Percy bahkan hanya dengan mengirimkan bunga anonim atau sekadar memantau pergerakan wanita itu ia sedang menabur garam di atas luka sang miliarder.

​"Hades selalu mendapatkan apa yang ia inginkan," bisik Hefaistos pada dirinya sendiri dengan kilat mata penuh ambisi dan kebencian yang mendalam. "Tetapi kali ini... aku ingin melihat apakah singa itu mampu melindungi ratunya ketika badai benar-benar menghantam."

​Di atas Pegunungan Alpen yang membeku, Percy tertawa lepas di atas papan seluncur saljunya, sama sekali tidak menyadari bahwa jaring laba-laba perlahan-lahan mulai menutup di sekelilingnya, dan sang suami yang paling ia takuti sekaligus cintai sedang bersiap melangkah keluar dari bayang-bayang untuk menjemputnya pulang.

Angin salju berembus kencang, menghantam kaca jendela chalet mewah berlantai tiga yang terletak di lereng pegunungan bersalju Courchevel, Prancis. Di dalam ruangan yang menghangat oleh perapian batu besar, Percy duduk berselimutkan kain kasmir tebal sambil menyeruput cokelat panas yang mengepulkan uap tipis. Lesung pipinya tampak jelas, namun bibir kecil ranumnya mengerucut kesal menatap layar ponselnya.

​"Tyche! Lihat ini!" seru Percy, melemparkan ponselnya ke atas sofa hingga mendarat tepat di pangkuan sahabatnya yang sedang sibuk mengecek daftar belanjaan daring.

​Tyche mengerjap, lalu mengambil ponsel tersebut. Layar itu menampilkan artikel gosip terbaru dengan tajuk utama yang mencatut nama aktris ambisius Iris Montgomery dan bayangan Hades Sterling di lobi gedung perkantoran utama.

​"Lagi?" Tyche menghela napas panjang, memutar bola matanya jengah. "Aktris murahan itu benar-benar tidak punya pekerjaan lain selain membuat skandal murahan setiap minggu. Apakah dia tidak tahu bahwa suamimu bahkan mungkin tidak tahu di lantai berapa wanita itu berdiri di gedung tersebut?"

​"Bukannya itu masalahnya!" Percy mendengus, matanya yang berwarna amber menyipit tajam, memancarkan api kecil kecemburuan yang sengaja ia sembunyikan di balik topeng acuh tak acuh. "Masalahnya adalah Hades tidak pernah mengeluarkan satu patah kata pun bantahan di media! Kenapa dia membiarkan wanita silikon itu berkeliaran dengan membawa nama Sterling? Kalau dia mau, dia bisa melenyapkan karier Iris dalam waktu lima detik!"

​Tyche tertawa kecil, menyandarkan punggungnya pada sofa empuk. "Kau kenal suamimu, Percy. Hades adalah tipe pria yang tidak akan menurunkan harga dirinya hanya untuk menanggapi sampah. Bagi Hades, dunia luar tidak berhak tahu apa pun tentang kehidupan pribadinya terkecuali fakta bahwa kau adalah satu-satunya kelemahannya."

​Mendengar kata 'kelemahan', Percy terdiam. Ada desir aneh di dadanya. Rasa takut yang selalu membayangi setiap kali ia kabur untuk travelling sebenarnya berpangkal dari sana ia tahu persis betapa berbahayanya cinta Hades. Pria itu tidak sekadar menyayanginya Hades memuja, mengurung, dan menuntut kepemilikan mutlak atas setiap jengkal napasnya. Dan di balik sifatnya yang cegil, hobi menghamburkan uang, dan kenekatannya melintasi berbagai benua, Percy sangat mencintai pria dingin itu hingga ia sering merasa sesak sendiri.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!