Erika yang merupakan gadis cantik dan baik, harus menikah kontrak dengan pria yang sudah merebut kesuciannya.
Perjanjian mereka hanya sampai Erika melahirkan seorang anak untuk Bima.
Tanpa di duga Erika melahirkan bayi kembar, tapi Erika tapi dia merahasiakan dirinya mengandung bayi kembar. Dan setelah lahir, Erika mengambil salah satu dari bayinya, dan satunya lagi di ambil oleh Bima.
Akankah Erika bisa bertemu lagi dengan bayi kembarnya yang bersama Bima, dan apakah Bima dan Erika bisa menjadi keluarga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan yang sesungguhnya
Keluarga Erika tengah bingung dan juga sedih karena Erika telah menghilang. Bu Ratih yang merupakan ibunya Erika hanya bisa berdoa agar anaknya bisa pulang dengan selamat.
Dari kemarin Bu Ratih sudah bertanya ke beberapa orang termasuk juga pada Bu Ani, tapi mereka tak melihat Erika. Bu Ani pun sama terakhir melihat Erika saat dia mengantarkan makanan ke rumahnya.
Kini Bu Ratih sedang berada di depan kampus milik putrinya, dia sekarang sedang menunggu Rasya keluar dari kampus karena mungkin hanya dia yang dapat membawa kembali Erika pulang.
...
Rasya yang baru beres kuliah, terlihat tengah berjalan menuju parkiran.
"Nak Rasya.."
Terdengar suara seseorang memanggilnya namanya, lalu Rasya langsung membalikkan badannya.
Dan rupanya ibu dari kekasihnya sedang memanggil namanya, Rasya pun berjalan mendekati Ibu Erika.
"Ibu."
Rasya langsung mencium tangan calon ibu mertuanya itu.
"Nak Rasya, ibu butuh bantuan kamu."
"Bantuan apa Bu?"
Rasya menggerutkan keningnya.
"Erika hilang nak."
"Erika hilang, kok bisa bu. Ibu udah lapor ke polisi?"
"Belum ibu belum lapor."
"Kalau gitu, kita lapor dulu Bu."
"Polisi gak bakalan bisa nak, tapi ibu tahu siapa yang udah bawa Erika pergi."
"Siapa?"
.....
Setelah mengantarkan ibu Ratih pulang, Rasya langsung bergegas menuju Villa tempat Bima berada. Mata Rasya memancarkan rasa benci, dia sangat kesal saat tahu jika yang menculik kekasihnya itu adalah Bima bagus baskara.
Kini mobil sport milik Rasya sudah berada di gerbang Villa. Dan untungnya Rasya tahu letak Villa milik Bima.
"Maaf anda siapa?"
Seorang penjaga Villa langsung menghadang Rasya.
"Saya ke sini ada urusan dengan Bima."
"Maaf anda tak di izinkan masuk jika tuan tak memberikan izin."
"Biarkan aku masuk.."
Rasya terus berusaha masuk, tanpa pikir panjang Rasya langsung menghajar penjaga itu hingga di tak sadarkan diri.
Dengan cepat Rasya langsung masuk ke dalam Villa, dan untungnya pintu masuk ke dalam tidak di kunci.
..
Terlihat seorang pria tengah duduk di sofa sambil menghisap rokok miliknya.
"Bima..."
Terdengar seseorang memanggilnya namanya, Bima lalu menoleh ke arah sumber suara itu.
"Ah, rupanya ada tikus tak di undang masuk kemari." Ejek Bima.
"Dimana Erika?"
"Erika? Ah, maksudnya si penghangat ranjang ku."
Rasya langsung membulatkan matanya saat mendengar perkataan Bima.
"Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak tahu, jika kekasih tercinta mu itu adalah penghangat ranjang ku."
Rasya yang mendengarnya lagi langsung marah, di tariknya kerah baju milik Bima. "Jaga ucapan mu itu."
Bima langsung menyingkirkan tangan Rasya yang menarik kerah bajunya.
"Bawa gadis kecilku itu ke sini."
"Baik tuan."
Kepala pelayan dan beberapa pelayan wanita langsung berjalan menuju kamar tempat Erika berada.
Rasya nampak geram dengan tingkah menjijikkan Bima, ingin rasanya dia meninju wajah b*jingan itu.
"Kak Rasya.."
Erika yang melihat Rasya langsung berlari memeluk kekasihnya itu.
"Erika.."
Prok, prok, prok...
Terdengar suara tepuk tangan dari Bima. "Aku sungguh terharu dengan reuni sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu."
Ejek Bima dengan seringaian menghiasi wajah tampannya, Erika menatap takut Bima. Dia memeluk erat tubuh Rasya.
"Kemari lah, gadis kecilku.."
Erika langsung bersembunyi di balik tubuh Rasya.
"Lepaskan Erika, kau telah melanggar hukum karena menculik Erika."
Bima tertawa saat mendengar kata hukum dari mulut Rasya.
"Hukum yang kau bicarakan itu tak akan mempan untuk ku."
Rasya langsung menatap sinis ke arah Bima, memang benar apa di katakan oleh Bima. Dia adalah orang yang mampu membayar aparat dengan uang yang dia miliki.
"Kemari lah Erika, aku sudah tak sabar ingin merasakan kembali goyangan pinggul milik mu itu."
Rasya yang mendengar hal itu langsung geram, sementara Erika hanya bisa bersembunyi di balik tubuh Rasya.
"Kenapa Rasya? Kau tak percaya. Tanya saja pada kekasih kecil mu itu."
Lalu Rasya langsung melihat ke arah Erika, di pegang nya kedua pundak Erika.
"Erika, katakan jika yang di ucapkan nya itu tak benar Erika. Katakan.."
"Kak Rasya dengarkan penjelasan ku.. Karin, Karin telah menyuruh kakaknya untuk menculik ku. Lalu dia menodai ku.. Hiks, hiks, hiks.."
Erika langsung menangis saat mengatakan hal itu, sementara Rasya langsung terdiam wanita yang selama ini dia jaga telah di rusak oleh pria b*jingan seperti Bima.
"Kau memang keparat..." Maki Rasya.
Saat Rasya hendak menghajar Bima, kedua tangannya langsung di pegangi oleh pengawal Bima.
"Kau lihat ini Rasya.."
Rasya menatap murka ke arah Bima, Bima langsung menarik Erika menuju sofa. Dan Erika terus berteriak sambil menangis, di depan Rasya. Bima menciumi dan meremas semua bagian tubuh Erika.
"Kak Rasya, tolong......"
Terdengar suara teriakan minta tolong Erika, "Erika..."
Rasya hanya bisa berteriak sambil berusaha melepaskan diri dari pengawal Bima, teriakan minta tolong Erika terdengar seperti sebuah siksaan untuk Rasya.
"Hentikan Bima..."
Rasya meneteskan air mata, dia tak kuasa melihat wanita yang dia cintai di perlakukan layaknya seorang pelacur.
Lalu Bima pun mulai bangkit dari sofa, sementara Erika hanya bisa menutupi tubuh setengah t*lanjangnya dengan tangan dan juga pakaian miliknya yang sudah robek.
"Apa sekarang kau sudah puas melihat pertunjukan kekasih mu itu."
Rasya menatap geram ke arah Bima, "Dasar kau k*parat. Kau telah merusak seorang wanita suci, ku harap tuhan menghukum mu dengan hukuman yang setara atas perbuatan mu."
Bima tertawa saat mendengar Rasya mendoakan hal buruk kepadanya, "Berdoalah kepada Tuhan mu itu. Dan semoga doamu terkabul."
Lalu Bima memberikan isyarat kepada pelayan nya untuk membawa Erika masuk ke dalam kamar.
"Lepaskan, aku tak mau..."
Tapi Erika menolak dan berusaha berlari menghampiri Rasya, tapi Bima langsung menarik tangannya dan menampar pipi Erika dengan sangat keras.
Plak...
Erika langsung tersungkur ke lantai, dengan air mata yang mengalir. Tangannya memegangi pipinya yang sangat sakit dan juga perih akibat tamparan Bima.
Rasya yang melihat Erika di tampar berusaha melepaskan diri, tapi dia tak bisa tenaga kedua pengawal Bima terlalu kuat untuk nya.
Dengan pasrah Erika berjalan mengikuti pelayan tersebut, tapi sebelum itu dia melihat ke arah Rasya sambil tersenyum kepadanya.
Bagi Rasya senyuman Erika adalah sebuah senyuman perpisahan untuk mereka berdua.
"Erika...."
Rasya terus diam mematung, bahkan saat dirinya di bawa keluar dari Villa tersebut. Matanya tak menoleh ke manapun selain pada Erika sampai sebuah pintu menghalangi pandangannya.
kedua pengawal Bima langsung melempar tubuh Rasya ke luar gerbang Villa, Rasya hanya bisa menatap sedih dan juga kesal Villa yang kini menjadi penjara bagi Erika.
"Aku berjanji akan membebaskan mu dari sini, Erika. Aku berjanji..."