🌺Beatrice Prior * Tobias Eaton🌺
Sebuah kutukan membuat Tris tidak bisa menua dan kematian adalah yang diinginkannya saat ini.
Hingga pertemuannya dengan Tobias membuat dirinya begitu terobsesi untuk memiliki pria itu, karena tanpa diduga saat melakukan ciuman pada pria itu rambutnya mulai memutih sehelai.
Dan sekarang misi Tris hanya satu untuk bisa memiliki Tobias tujuannya agar bisa menua dan mati. Tobias dipaksa untuk bisa menikahinya hingga malam pertama hal tak terduga terjadi ternyata Tobias mengidap impoten.
"Aku tidak akan menyerah, karena priaku itu satu-satunya jalan untuk membuatku mati!"
"Aku akan memperkosanya dan membuat miliknya bisa berdiri lagi melihat tubuhku!"
-Beatrice Prior-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batang Pisang Import
🍁🍁🍁
Ben masih tidak percaya jika Tobias sudah menikah dan sudah sembuh dari sakitnya. Tapi, mendengar istri Tobias begitu antusias mengatakan tentang hubungan badan membuatnya jadi gusar. Dan sekarang Ben penasaran seperti apa istri Tobias itu.
"Aku harus mencari tahu siapa istrinya itu," gumamnya sambil menyesap rokoknya dan menikmati pemandangan California di malam hari dibalik dinding kaca apartemen mewahnya.
Dia tidak akan membiarkan Tobias jauh lebih unggul darinya. Baginya Tobias adalah sampah yang dipungut oleh ayahnya.
Sementara di mansion Tris, saat sudah sampai disana Tobias segera membersihkan dirinya karena merasa badannya begitu letih.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, dia mengobati luka lebam yang ada di wajahnya dan mengompresnya agar bengkaknya mereda. Sejurus kemudian, dia teringat istrinya. Rasanya janggal jika Tris hanya diam saja tidak menyambutnya datang mengingat panggilan telpon sebelumnya yang dia tiba-tiba menanyakan suka gaya apa.
Tobias mendengus kesal," Sungguh merepotkan!"
Lalu dia turun ke lantai bawah menggunakan lift agar cepat sampai. Tujuannya saat ini menemui Ped untuk menanyakan keberadaan istrinya.
"Ped, dimana istriku?" tanyanya.
Ped menghentikan kegiatannya sejenak dan menatap tuan barunya.
"Nona, sedang berada di Club malam, Tuan," jawabnya.
Tobias tersentak bagaimana bisa istrinya ada di club malam, bukankah dia menunggunya dan akan makan malam bersama.
"Nona, terlalu senang karena Tuan sebelumnya menghubunginya dan... "
Ped tampak ragu melanjutkan kalimatnya yang mana membuat Tobias mengerti apa yang dimaksud Ped, pasti Tris saat ini tengah salah sangka padanya.
"Aku akan menyusulnya, katakan di club mana dia berada," ucap Tobias dengan sedikit gusar, entah kenapa dirinya tak suka jika Tris berkeliaran diluar sana. Apalagi dengan sifat liarnya, Tobias takut dia akan menggoda pria lain secara dirinya tidak bisa memberi istrinya itu kepuasan.
Tidak boleh terjadi, walaupun dia tidak mencintai Tris tapi bukankah wanita itu istrinya. Tentu dirinya merasa harga dirinya diinjak-injak jika hal itu benar terjadi.
Dengan kecepatan tinggi Tobias melajukan mobilnya menuju ke club malam yang sudah diberitahukan Ped sebelumnya, Tris selalu kesana jika suasana hatinya gembira jelas Ped sebelumnya.
Dan benar saja saat memasuki club itu, dia melihat Tris sedang menari dengan gila di lantai dansa.
Lalu Tris naik ke atas di podium DJ sambil berteriak.
"Aku akan bercinta malam ini! Jadi, ayo kita rayakan! Semua yang ada di club ini, aku yang bayar! aku kaya! aku kaya! hahahaha... "
Tobias semakin mengeratkan topi yang dia kenakan, tentu dia memakai topi agar tidak ada yang mengenalinya.
Sedetik kemudian dengan langkah sempoyongan Tris turun dari podium dan menuju dimana bartender berada, dia ingin menambah minum lagi.
"Hentikan!" bentak Tobias dengan menggenggam tangan Tris kuat yang akan memasukkan minuman di mulutnya.
Mata Tris membulat melihat Tobias di depannya.
"Suamiku!" pekiknya.
Yang mana membuat Tobias menutup mulut Tris dengan satu tangannya.
"Hmmpp!" Tris menjerit dalam bekapan tangan Tobias. Setelah itu dia kaget karena tanpa dia duga Tobias mengendongnya ala bridal dan membawanya keluar dari club itu.
"Mueheehee... Suamiku! aku begitu bahagia.. Mueheehee... "
Tris terus merancau saat sudah masuk ke dalam mobil, dirinya setengah sadar saat ini karena pengaruh alkohol yang menguasai tubuhnya.
"Kau salah paham, bodoh! aku belum sembuh," ucap Tobias yang sedang fokus menyetir.
Tapi, Tris seakan tidak mendengarnya dia malah melepas seatbelt yang ada ditubuhnya lalu mendekati Tobias dan menundukkan kepalanya dibawah.
"Apa yang kau lakukan, Hureeeemmmm!"
"Muehehehehe... Aku mau mengintip batang pisang import milikmu!"
🍁🍁🍁
ceritamu selalu luar biasa..
walopun dikemas dengan kekonyolan yg hakiki..
tapi banyak terkandung pelajaran yg dapat kita petik..
tentang true love, kebersamaan dan kekeluargaan, dan arti hidup yg sebenarnya..
keren banget pokoknya, lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
lupa abis berapa jam sampai end bacanya 😘
sukses terus untuk kak author 😘
mau otw dengan karyanya kak author lagi nih😊
secarangkir kopi untuk yg punya karya😉
sukses terus kak dengan karyanya 👍😘
dengan karya kak author Devhis😊