NovelToon NovelToon
STORY OF ADITYA

STORY OF ADITYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kekayaan / Tamat
Popularitas:159.8k
Nilai: 5
Nama Author: GANTENG KALEM

Hi teman, ini adalah karya pertama aku di noveltoon.

Disini saya hanya belajar menulis, dan saya hanya ingin sedikit bercerita, tentang perjalanan kehidupan, seorang Aditya Koesdiansyah.

Seorang pemuda tampan, yang menjadi tulang punggung keluarganya, setelah Dokter memvonis Ayahnya sakit.

Bagaimana kelanjutanya, tetep mampir di karya Author yang baru ini.

Karena insya Alloh Author akan rajin Update tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GANTENG KALEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAWARAN KERJA

Sesampai di rumah, Adit dan galuh yang pulang bersama, langsung mencium punggung tangan orang tua mereka.

"Sudah pulang kamu, Dit?" tanya Mak siti pada Adit.

"Sudah, Bu." jawab Adit.

"Ayo, Bang. Galuh pengen lihat hadiahnya." Galuh yang merasa tidak sabar.

Galuh menarik tangan Adit dan mengajaknya agar langsung masuk ke dalam rumah.

Herman dan istrinya saling mengadu pandang.

"Hadiah apa Bu, yang mereka maksud?" tanya Herman.

"Ibu tidak tahu, Pak?" Mak siti menggedikan bahunya.

Mereka menyusul kedua anaknya masuk ke dalam rumah.

"Kata Non Luna, yang ini buat Kamu, Dek." Adit memberikan salah satu handphonenya pada Galuh.

Galuh tersenyum bahagia, ia langsung membuka Dus box dan melihat handphone seperti apa yang di berikan Luna padanya.

Ternyata sebuah handphone Vivo Y20, Dan itu membuat Galuh tak henti hentinya mencium handphone barunya.

"Bang, coba lihat hadiah dari kak Luna buat abang." Galuh yang kepo pada merk handphone kakanya.

Adit mengangguk dan membuka Dusboxnya.

"Wah, Handphone Samsung, Bang." Galuh yang sudah melihat isi dus box Adit.

Adit tidak pernah menyangka, bahwasanya Luna akan memberinya sebuah Handphone Samsung galaxy S21 ultra 5G.

"Apa itu bang?" Galuh yang tidak sengaja melihat sesuatu jatuh.

Adit mengikuti kemana arah mata Galuh memandang, dan memang benar, sebuah kartu kartu nama terjatuh ke lantai, dan Adit langsung mengambil dan melihatnya.

Luna. A.

Nomer hp:085xxxx

Adit memasukkan kartu nama tersebut ke dalam sakunya dengan cepat.

"Apaan itu, Bang?" Galuh kepo.

"Bukan apa apa, kok." Adit sedikit gugup.

Galuh berlalu menuju kamar membawa ponsel barunya, sedangkan Adit lebih memilih mengambil handuk dan melakukan ritual mandi dan meninggalkan ponselnya di atas meja.

"Pak, ini apa?" Mak Siti yang melihat ponsel Adit di atas meja.

"Handphone, tapi Handphone siapa, Bu?" Herman balik bertanya pada Siti.

"Kita tanya Adit saja, nanti." ucap Herman. Seraya berlalu masuk ke dalam kamarnya.

Tak berselang lama Adit kini telah selesai dengan ritual mandi dan ganti bajunya, ia kembali ke ruang tamu, mengambil ponsel dan kembali masuk ke dalam kamarnya.

Di dalam kamar Aditya terlihat berkutat dengan ponsel baru hadiah pemberian dari Luna. Ia tersenyum senyum sendiri sambil membalas chat dari Luna.

Tok...Tok..Tok...

Suara ketukan pintu terdengar di telinga Adit, dia menyimpan ponsel dan turun dari tempat tidur untuk membukakan pintu.

"Bapak," Adit yang baru saja tahu bahwa Hermanlah yang mengetuk pintunya.

"I ya, Dit. Boleh Bapak masuk?" tanya Herman.

"Tentu saja boleh, Pak." Adit tertawa merasa lucu.

Herman duduk di tepian Ranjang Adit, dengan wajah yang terlihat sedikit gusar.

"Bapak kenapa?, tumben." Adit mengawali percakapanya.

"Begini, Dit. Bapak hanya ingin menanyakan tentang kejadian dulu di rumah sakit, sepulang kamu menemui bagian administrasi, Bapak melihat kamu cemas, sebenarnya ada apa Dit?" tanya Herman dengan momok serius.

"Tidak ada apa apa kok, Pak." Adit mencoba menutupinya.

"Jangan bohong, Dit. Pasti ini ada sangkut pautnya dengan Tuan Baron Alfonso, kan?" Herman kembali menelisik Adit.

Adit mengangguk dan mengiyakan apa yang telah di katakan Ayahnya.

"Bapak, harus janji dulu sama Adit. Bapak tidak boleh menceritakan ini pada siapapun, terutama pada Ibu, Adit tidak mau membuat Ibu jadi bersedih." ucap Adit.

"I ya, Bapak Janji, Dit. Bapak tidak akan menceritakan tentang semua ini pada Siapa pun." Herman meyakinkan Aditya.

Adit menghela nafas dan membuangnya secara kasar, ia bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskan pada Ayahnya.

"Ceritakan, Dit. Bapak siap mendengarnya." Herman menatap serius pada Adit.

"Maaf, Pak. Tuan Alfonso memberikan pinjamanya sebesar 300 juta, untuk pengobatan Bapak ketika Bapak di rawat. Dan Adit harus mengembalikanya dalam kurun waktu 1 tahun sebanyak 600 juta." Adit menunduk takut dan sedih di depan Herman.

Sedangkan Herman, hanya bisa menangis sambil memegang pundak Adit.

"Maafkan Bapak, Dit. Bapak selalu menyusahkanmu," Herman kembali menangis.

"Apakah Bapak tahu, jika dalam kurun waktu 1 tahun Adit tidak bisa mengembalikanya?, Tuan Alfonso akan mengambil Adit sebagai budaknya." jelas Adit pada Herman.

Herman tak kuasa menahan rasa sedih di hatinya, dia tak menyangka bahwa Baron Alfonso, yang ia kenal sebagai majikan baik, ternyata bisa berlaku tega padanya.

"Bapak jangan bersedih lagi, Bapak harus percaya pada Adit, Adit Janji suatu saat Adit akan sukses dan menyelesaikan itu semua." Aditya tersenyum menutupi kesedihanya.

Ke esokan harinya, seperti biasa. Adit terlihat bersiap berangkat menjemput rezekinya. Adit tak pernah ambil pusing masalah kehidupan yang melanda dirinya. Di hati Adit hanya berdoa, berikhtiar dan menerima hasilnya.

Seperti biasa, pagi di pasar, dan siang di terminal. Dan ketika itu, Adit kebetulan lagi mangkal di terminal.

Terlihat Adit, sedang memakan makanan yang ia bawa dari rumah. Walaupun seadanya, tapi itu terasa nikmat dan mengeyangkan.

Setelah selesai Adit, membuang bungkus dan mencuci tanganya.

Sambil menunggu pembeli, Adit menghitung uang hasil penjualan gorengan Ibunya. Adit selalu senang karena Gorengan yang ia bawa selalu habis terjual.

Saking fokusnya menghitung uang, Adit tidak menyadari bahwasanya Luna sudah duduk di bangku panjang di belakang dirinya.

"Kang, pesan Jusnya 1." ucap Luna pada Adit.

"Jus mah gak ada, Neng." jawab Adit.

Adit terdiam sesaat setelah menyadari suara yang tidak asing di telinganya. Dia berbalik untuk memastikan siapa yang memesan Jus padanya.

"Non, Luna." Adit tersenyum tampan menatap Luna.

"I ya," Luna melepas kaca mata hitamnya.

Adit menghampiri dan kini duduk di sebelah Luna.

"Dari tadi, disini?" tanya Adit yang selalu tersenyum.

"I ya, baru saja." Luna mengangguk.

"Non Luna gak kuliah?" tanya lagi Adit.

"Gak, lagi malas Dit." jawabnya.

"Kok malas sih, Non?" tanya lagi Adit.

"Dosen killer, Dit. Temenin aku yuk, sebentar. Bisa gak?" pinta Luna.

"Kemana, Non?, Adit kan sedang jualan." ucap Adit yang membuat Luna sedikit kecewa.

"Ya sudah, kalau tidak bisa." Luna sedikit kecewa.

Luna bangun dari duduk ia bersiap melangkah, namun Adit langsung memegang tanganya.

"Tunggu, tunggu sebentar, ya." Adit berlalu membawa sepeda dan menitipkanya pada salah satu teman terminalnya.

"Ayo, non." ajak Adi pada Luna.

Adit melangkah di samping Luna mengikutinya menuju mobil.

"Dit, kamu bisa nyetir?" tanya Luna sebelum masuk ke dalam mobilnya.

"Bisa, bisa non. Adit bisa menyetir." jawab Adit yang sedikit gugup.

"Ambil ini," Luna memberi kunci mobilnya pada adit.

Adit mengangguk, ia langsung melangkah menuju kursi kemudi. Sedang Luna memilih duduk di belakang.

"Dit, kamu mau gak jadi supir aku?" tanya Luna di sela sela perjalananya.

"Mau.. mau, Adit mau, Non." jawab Adit penuh semangat.

1
simon soemimprang
lanjut
Aguskasnawi Awilea
mampir dulu thor
Beby AMy
Sdah selesai ceritanya
Anonim
kok burung kenari 😂😂😂
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
baru mulai baca .. lanjut
muhammad edy purnomo
finish??
CebReT SeMeDi
done
⃟Ꮓus_ℛιηι🌿
semangat akak
🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ
dah ninggalin jejak ya thor... lanjut
LINA
30 like and gift sudah mendarat, semangat up kk 🙂
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
done
🦁R14n@
Emang ga dilanjut lg cerita ini thor sdh lama ga up, ttp semangat👍👍👍
ciby😘
astaga typo si adit
ciby😘
uhhuuukkk si adik blom up ternyata
Beby AMy
Visual nya aldoz n galuh dong thor
muhammad edy purnomo
?????....masih lama thor...update nya?
kai
galuh yg kuatt...😔😔😔
🦁R14n@
yg ditgu sdh up tp pendek ceritanya thor, walau gt aku maklum author msh masa pemulihan, ttp sehat dan sll istrahat tpt wkt. sukses buatmu👍🙏
R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊
next
ciby😘
uhhhuuukkk luna ngasih kode dit🤭

semanhat bang😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!