NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Ketos Galak

Kepincut Cinta Ketos Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Ketos / Teen / Komedi / Perjodohan
Popularitas:195.9k
Nilai: 5
Nama Author: liif

Bella Anastasya Wijaya. Seorang gadis yang dulunya seorang artis terkenal, namun karena sebuah masalah dia harus mundur dari dunia artis nya, dan fokus sekolah saja.

Elang Saputra, kakak kelas, sekaligus keyos yang nantinya akan menjadi pasangan hidup Bella. Namun itu semua tidak berjalan dengan semudah hayalan. Karena hanya author yang maha membolak-balik kan jalan ceritanya, hehe😁

Novel ini bukan hanya tentang percintaan, tapi juga persahabatan yang pastinya akan membuat siapapun iri membacanya (author nya aja iri, hehe)

Solidaritas tinggi dan kekonyolan yang luar biasa menjadi bumbu pelengkap persahabatan mereka. Ada yang terjebak cinta juga dalam persahabatan mereka😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adu Bacot

Mereka semua sudah selesai makan, Bella dkk serta Bima dan Yuli pamit untuk acara BBQ Party nya. Di sini lah mereka sekarang, di rooftop rumah Bella yang tidak begitu luas namun tetap nyaman.

Member cowok sedang sibuk mempersiapkan alat-nya, dan yang cewek mengambil bahan nya. Di tengah kesibukan mereka tiba-tiba datang lah Elang.

"Ngapain lo kesini?" tanya Bella ketus dengan kesibukan nya menusuk daging.

"Santai dong. Kalo bukan tante Winda yang nyuruh, gue juga ogah"

"Gak usah sok akrab lo, segala manggil tante. Sejak kapan mama gue kawin sama om lo" Bella semakin nge gas.

Nampak Yuli menengahi mereka, dengan sosis yang di pegang nya.

"Kalian ini ya, gak di sekolah gak di rumah kerjaan nya berantem mulu"

"Dia nih kak, dateng-dateng bikin rusuh"

"Ngapain ngadu-ngadu? Takut lo?" ucap Elang menantang.

Bella merasa tertantang dan meninggalkan pekerjaan nya. Dia mendekat ke arah Elang dengan tatapan tajam.

"Lo pikir gue takut?" Bella menaik kan lengan baju nya.

"Sorry gue gak ngelawan cewek, apalagi kayak lo" Elang senyum miring ke arah Bella seolah mengejek.

Bella yang mendengar nya merasa sangat emosi. Dia berniat untuk mencakar wajah songong Elang. Untung nya Bima cepat menengahi.

"Udah ah kalian ini kayak bocah, ribut mulu. Elo juga lang ketos kok kayak gini?"

"Gak usah bawa-bawa jabatan deh bim. Gue jadi ketos di sekolah aja. Di luar, gue tetap Elang" Elang yang tersulut emosi nya, mendorong bahu Bima.

Bima merasa tak terima, dan mendorong balik bahu Elang lebih keras. "Maksud lo apa ha? Ngapain lo dorong gue?"

Elang tak terima dengan bentakan Bima, dia berniat untuk menonjok wajah Bima, tapi tangan nya ditahan oleh Irfan.

"Cukup ya kak. Lo bisa semena-sema di sekolah tapi nggak dengan disini" Ucap irfan tegas.

"Stoooopppp!!!! Kok berantem beneran sih? Arang nya yang dipanasin, bukan kalian" Sinta yang humoris ternyata mampu memisahkan mereka.

"Nah gini kan enak, lagian apa yang dibuat ribut sih, mau ngerebutin daging? percuma, gak ada yang mateng. Boro-boro mateng, apinya aja belom nyala" Celetuk Diki

Bella dan Elang masih terdiam dengan tatapan sengit nya. Sementara Bima, irfan, dan Angga mulai membakar arang nya dan mulai memanggang.

Diki nampak duduk dengan gitar nya. "Guys gue nemu gitar nih" teriak nya heboh.

Bella menimpuki nya dengan kulit jagung "Eh bambang, bukan nemu. Orang papa gue yang ngasih barusan. Gue liat ya"

"Hehe, nyanyi bareng yuk, gue bisa main gitar"

"Enak ya lo duduk disitu, sementara kita sibuk manggang?" Ajeng menunjuk sofa yang diduduki Diki.

"Ya kalo mau disini, elo pegang gitar lah"

"Gue aja dik." Sinta tiba-tiba menghampiri Diki.

"Emang lo bisa? Gak yakin gue"

"Pegang doang mah gue bisa. hehe"

"Yee,, si markonah. Jadi siapa yang mau nyanyi nih?"

"Gue gue" Bella mengangkat tangan nya.

Elang melirik nya "Kayak bisa aja lu"

"Paling ntar lagi juga lu insecure dengar suara gue"

"Gue? Insecure sama lo? Malu lah sama kegantengan gue"

"Elo ganteng dari mana nya sih. Mau tanya sama nenek buta juga pasti jawaban nya sama kayak gue, lo gak ganteng"

"Gini nih kalo hobby nyemilin micin di dapur. Ogep akut. Mana bisa nenek buta ngelihat ketampanan gue oneng?"

"Eh paijo, enak banget lu ngatain gue oneng seenak jidat. Lu ya dari kemarin hobby banget ngatain gue. Ya.."

Ucapan Bella terpotong oleh Yuli. "Tolong dong jangan debat mulu, sakit nih kuping gue"

Sinta yang asik mengipas dengan yang lain juga ikut menjawab "Tauk nih debat mulu. Kalo mau debat mah sono noh bantuin kakak mahasiswa yang debat sama DPR"

"Uhuy, mateng nih guys" Angga heboh sendiri.

"Mana liat, oh iya"

"Ambil satu-satu gih, terus kita nyanyi bareng, pasti seru" Irfan mengambil duluan lalu duduk menatap ke arah langit yang sedang bertabur banyak bintang. Lalu yang lain ikut duduk di samping Irfan, melakukan hal yang sama ,menatap ke arah langit.

"Request lagu yang sesuai dengan isi hati gue dong Dik" kata Sinta

"Eh marfu'ah gue bisa nya main gitar, bukan baca pikiran orang, mana gue tau isi hati lo" Diki menjitak jidat Sinta.

"Mainin yang lo bisa aja Dik." ucap Ajeng.

"Lagu apa aja gue bisa mah. Gue udah pro banget nih. Kalian tinggal request mau lagu apa" Diki berbangga diri.

"Dari pada ribut, mending lagu nya leeto aja-sebelum cahaya. Tuh lagu bikin baper banget tauk, setuju nggak?" tanya Bella

"SET..."

Elang memotong ucapan yang akan dikatakan Bima dan Yuli "Apaan masak lagu nya melow sih, nggak ah"

"Napa takut nangis lu?" Ejek Bella

"Gue? Nangis? Ada juga elo kalik"

"Terus ngapa lo ngelarang-larang gue?"

"Bukan ngelarang gue cuma gak suka aja lagu melow. 2021 kok masih galau, malu sama umur coy"

"Ha.."

Belum sempat Bella melanjutkan kata-katanya, Yuli sudah melerai nya.

"Mau BBQ party apa mau adu bacot?" perkataan Yuli membuat Bella dan Elang kicep

"Tenang gini kan enak, mulai Dik"

"Lagu yang tadi nih?" Mereka semua mengangguk, pun dengan Elang yang juga mengangguk pasrah.

Diki mulai memetik gitar nya dan yang lain mulai menyanyi. Suasana malam ini sangat indah, mereka menikmati setiap bait lagu nya.

...letto - sebelum cahaya...

Ku teringat hati yang bertabur mimpi

Ke mana kau pergi, cinta?

Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri

Kuatkanlah hati, cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja?

Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra?

Yang 'kan membelaimu, cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji

Genggamlah tanganku, cinta

'Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri

Temani hatimu, cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja?

Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra?

Yang 'kan membelaimu, cinta

'Ku teringat hati yang bertabur mimpi

Ke mana kau pergi, cinta?

Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri

Kuatkanlah hati, cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja?

Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra?

Yang 'kan membelaimu, cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja?

Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra?

Yang 'kan membelaimu, cinta

'Kan membelaimu, cinta

"Anj*r baper gue, Lagu nya dalem banget" Sinta mengusap air mata di pipi nya.

"Sedalam cintaku padamu" gombal Diki, membuat Sinta blushing.

"Mbak Sinta galau guys,tapi ada mas Diki yang siap menampung, cwit cwit" Bella menggoda kedua nya, membuat pipi Sinta semakin merah.

"Halah lagu lu, belagak ngeledekin orang dirinya hampir nangis" Celetuk Elang

"Jangan ngawur lo" Bella menepuk bahu Elang.

"Gak ngawur, orang gue liat sendiri kok"

"Lo ngapain ngeluarin gue?"

"Orang gue punya mata"

"Kan bisa liat nya ke arah lain"

"Suka-suka mata gue dong"

"Bi.."

Bima memotong perdebatan unfaedah mereka. "Entah ke berapa kali nya ini, kalian debat mulu, sama-sana keras banget kepala nya"

"Nama nya kepala ya keras lah kak, yang lunak itu puding jagung" celetukan nyeleneh Sinta mendapat toyoran dari Ajeng.

"Bukan kepalanya yang keras bambang, tapi keras kepala, kepala batu,bandel, gak bisa diomongin, egois" Jelas Ajeng pada Sinta, yang diberi penjalasan hanya ber oh ria.

"Puding jagung minum nya susu enak tuh sin" Diki menghidupkan kembali masalah puding jagung tadi.

"Apalagi di makan pas keluar dari kulkas, di tuang susu kental manis, enak tuh" Membayangkan nya saja sudah membuat Sinta kepengen sampe ngiler.

"Idih, lo ngiler sin? jijay gue" Bella memasang wajah ingin muntah.

Yuli melihat ke arah BBQ nya yang masih banyak.

"BBQ nya masih banyak nih guys, nyanyi lagi yuk"

"Tapi kali ini lagunya jangan melow lagi guys." Irfan yang sedari tadi diam ikut memberi ide nya.

"Bener guys, gak mau mewek lagi gue" Sinta mengingat saat dia menangis tadi.

"Lagu teh dangdut gimana?" ucap Bella

Diki nampak berpikir "Lagu apaan tuh"

"Receh banget sih mbak, kopi dangdut kalik" Ajeng mulai sadar maksud Bella.

Elang tertawa "pfffttt temen lo aja ngatain lo receh"

"Ga usah ketawa lo"

"Serah gue lah, Orang ini mulut gue, ada masalah buat lo?"

"Ya masalah lah, orang ini kuping punya gue. Kuping gue gedek nge denger celo..."

Lagi-lagi ada yang memotong perdebatan unfaedah Bella dan Elang. Kali ini Irfan.

"Udah, mulai aja dik"

Diki memetik gitar nya, yang lain menyanyi heboh. Mereka nampak berjoget- joget kecil.

...kopi dangdut...

Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana

Sayup kudengar melodi cinta yang menggema

Terasa kembali gelora jiwa mudaku

Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut

Api asmara yang dahulu pernah membara

Semakin hangat bagai ciuman yang pertama

Detak jantungku seakan ikut irama

Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

Irama kopi dangdut yang ceria

Menyengat hati menjadi gairah

Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu

Api asmara yang dahulu pernah membara

Semakin hangat bagai ciuman yang pertama

Detak jantungku seakan ikut irama

Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

"Tarik mang" Heboh Sinta.

Bella kelelahan dan duduk sambil ngos-ngosan. "Udah guys, capek gue"

"Gitu aja capek, dasar lemah" Ucapan Elang barusan membuat Bella berdiri dan menatap tajam ke arah nya.

"LE MAH" Elang sengaja memberi penekatanan di perkataan nya.

"Tambah songong lu ya? Ayok duel. Gue gak takut sama lo" Bella menjambak rambut Elang.

Yang lain berusaha melerai mereka.

"Udah sadar, istighfar bel" Sinta ditoyor Diki karena ucapan nya barusan.

"lu pikir Bella kesurupan"

"Iya kesurupan dia. Makanya bar-bar banget" Elang masih sempat menyaut.

"Elang stop. Mana Elang yang gue kenal. Elang yang berjiwa pemimpin. Elang yang disegani banyak orang. Elang yang paling cuek dengan masalah sepele"

Perkataan Yuli barusan sukses membuat Elang diam membisu. Melihat situasi yang mulai kondusif, Bima angkat bicara.

"Sekarang kalian saling maaf memaafkan ya"

"OGAH" Bella dan Elang membantah dengan kompak.

"Lo bisa nyuruh gue buat diem bang. Tapi untuk maaf memaafkan, sorry gue gak mau" tambah Bella lagi.

"Menurut lo? Gue mau gitu maafan sama lo? Gue juga ogah kalik"

"Kan berantem lagi?" Irfan menepuk jidat nya. Bella dan Elang saling buang muka.

"Ga papa lah mereka sekarang gak bisa saling memaafkan, mungkin selanjutnya. Jangan terlalu memaksa guys "

"Gue setuju nih sama Ajeng, mending kita balik tidur yuk, udah malem nih" Ajak Irfan

"Tunggu deh guys, gimana kalo kita tidur disini, sambil liat bintang, indah banget tauk" Angga masih setia menatap bintang.

Yang lain juga ikut melihat arah bintang. "Boleh juga ide lo ga. Gak salah gue milih lo jadi ketua kelas, bermanfaat juga otak lo" ucapan Sinta.

"Yaudah yuk kita ambil perlengkapan tidur kita" Ajak Bima.

"Gak usah bang, biar pembantu gue yang ambilin" Bella memegang tangan Bima

"Ya gini kalo anak manja. Apa-apa minta disiapin, gak mikir kalo pembantu juga manusia"

"Gue tau kalik, pembantu gue emang manusia bukan dugong'

"Bukan itu masalah nya" Menjitak jidat Bella. "Pembantu lo pasti capek sekarang, dia pasti lagi istirahat. Dan lo jangan ganggu waktu istirahat nya, lo mandiri dong lo. Sekali-kali kerjain sendiri kek, ga usah ngandelin orang mulu"

"Hilih bicit li" Bella malah mencibir Elang.

"Tapi kali ini kak Elang bener bel. Gue setuju sama dia" Ajeng ikut membenarkan nasihat Elang, yang membuat Bella mendengus kesal.

"Yaudah ambil perlengkapan tidur yuk guys" Ajak Bima lalu disusul berdiri oleh yang lain.

"Yang cowok, sekalian ambilin kerpet nya ya, di gudang, noh gudang nya" Bella menunjuk arah gudang.

"Berarti yang cewek ngambil bantal, guling, sama selimut nya. Come on guys" Ajak Yuli semangat.

"Gue ke atas dulu ya, nih tumpukan bantal udah tinggi banget, nutupin muka gue" Bantal yang Sinta bawa memang banyak hingga menutup wajah nya.

Saat sedang berjalan akan menaiki tangga, kaki Sinta tersandung dan mengakibatkan kan nya ter jatuh, dengan ditutupi bantal. Diki yang baru turun dari tangga setelah menaruh karpet pun melihat nya.

brukkkk (Sinta terjatuh)

"Lo ngapain tiduran disana sin?" tanya Diki sambil tertawa.

"Bambang, gue bukan tiduran kali"

"Terus?"

"Berenang" ketus Sinta sambil memegang bokong nya. Diki tertawa lebih keras mendengar nya.

"Ketawa mulu lo. Kena azab, gak bisa mingkem, tau rasa lu.'

"Iya sini gue bantuin" Sinta mengulurkan tangan nya, lalu ditarik oleh Diki.

"Nih bawain juga?" Sinta membagi dua bantal nya.

"Ye elo udah dibantuin bangun juga. Ini mah namanya udah dikasih hati minta paru-paru"

"Salah ogeb, yang bener dikasih hati minta usus"

Diki menjitak jidat Sinta."Lo juga salah oneng" Diki menaiki tangga meninggalkan Sinta dibawah.

Mereka semua sudah berkumpul bersama di atas deng posisi rebahan, bersiap untuk tidur, sambil menikmati indahnya bintang malam.

"Kalo dipikir-pikir kita kaya ikan pepes ya" Bella bangun dari tiduran, lalu melirik arah teman-teman nya sambil crkikikan.

"Bukan pepes bel, tapi kayak orang yang lagi ngungsi" Sinta menimpali ekngan semangat

"Udah diem lo pada. Tidur yuk. Besok sekolah. Kalian mau telat apa?" Elang mengingatkan saat melihat jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 23.50

"Kalo kita telat lo juga telat lah paijo, orang lo juga ada disini. Gimana sih lo?" ucap akuBella ngegas.

"Gue sih tetep bangun nya jam 5, maelarut apa tidur gue, bangun jam 5 itu sudah pasti. Gue sih ogah bangunin kalian besok"

"Songong ya lo. Lo pikir cuma lo doang yang bisa bangun pagi? Gue juga bisa kalik"

"Oke lo harus buktiin ucapan lo besok. Jangan sampek lo malu karena gak bisa nepatin omong lo sendiri" Elang menantang nya dengan antusias, saking antusias nya Elang sampai bangun dati duduk nya. Kini hanya Bella dan Elang yang duduk, lain nya rebahan.

"Seorang Bella gak bisa nepatin omongan nya ? Salah orang mas"

"Jangan sombong dulu lo, kita liat aja besok."

"Tapi tunggu deh, kok gak ada yang ngelerai kita ya. Biasanya setiap kita adu bacot selalu ada yang ngelerai" Sontak Bella dan Elang melirik ke arah teman-teman nya yang sudah hanyut dalam mimpi.

"Ya elah ternyata mereka udah molor. Gue tidur juga dah, serem berduaan sama ketos galak, canda galak"

Bella bersiap untuk tidur, pun dengan Elang. Tak butuh waktu lama, mereka semua sudah hanyut dalam mimpi masing-masing dengan ditemani angin malam yang cukup dingin.

wow kisah Bella dan Elang sudah mulai terlihat nih. Penasaran kan seperti apa kelanjutan nya, simak terus ya

***Jangan lupa untuk like, dan vote nys guys. Serta komentar dari kalian, karena aku butuh masukan nih🤗 Terimakasih..***

1
Angel Baga
semoga gk ada yang berusaha misahin mereka lagi
Nurlela AfifHafiz
lama bgt baru buka noveltoon lagi. langsung nyari El Bella.
lanjutin dong Thor kok lama bener sihhhh
Nilam Aulia Shatykha
thor bikin bella sma elang nikah
Adel Oktavia
Thor lanjutin dong,,🤧
liif 2
selamat malam semua🤗
Terimakasih utk support kalian selama ini🤗
mohon maaf ya, karena suatu kendala author tdk bisa melanjutkan novel ini. Hp author ke restart, dan aku gk inget kata sandi email buat login di akun ini😭

Jadikan aku buat akun baru😉 Dimohon utk support di karyaku di akun yg baru ya, Terimakasih 😘
zulfa99
,ayooo thor lanjutkan,, seruuu nihhhh
liif: siap. ditunggu ya kak😘
total 1 replies
Juni Delya
lama gak up kak
Juni Delya
itu ulah jingga apa wildan yaa
liif: hayo ulah siapa😁
total 1 replies
Nurlela AfifHafiz
hahahhaa parah si bella
Nurlela AfifHafiz
aduhh gila aku sampe ketawa terpingkal pingkal bacanay smpe kluar air mata jg bacanya. pipiku jdi kaku. perutku sakit
liif: lah😂
se lucu itu kah😁
btw, trims kak sudah menjadi pembaca setia🤗
total 1 replies
Nurlela AfifHafiz
ahhh. love U more elang n bella
liif: love you too😁
total 1 replies
Nurlela AfifHafiz
yeeeee akhirnya up lagi ka Thor. n makin senang krna elang dgn Bella udah baikan
liif: maafkeun diriku ini yg update nya sering lama🙏
total 1 replies
Revina Willy
Permisi thor..

"Aku Hamil Anak Pacarku."

Mampir yuk ke ceritaku. Dijamin seru👌
Menceritakan kisah gadis SMA berprestasi yang hidupnya hancur karena mengandung anak pacarnya.
Dewi Larasati
kok akuvagak males ya ma karakter nya elang kok sok berkuasa banget
liif: yuk baca sampe akhir, biar tau kebucinan Elang😁
total 1 replies
Dewi Larasati
bagus
MySweetLlaa(◕ᴗ◕✿)
Thor cepet Up nyaaa hee
liif: siap kakak,😁
total 1 replies
Ladydiana Diana
bikin wildan ngaku klo dia yg bocorin rhsiaby bella
liif: tunggu ya, pasti tarungkap kok😁
total 1 replies
liif
lamis/lemes sama aja kak. hehe😁
Ladydiana Diana
mulut lamis apaan dah thor? lemes X y maksudny? hehehe
Capricorn girl💫
mantapka cerita nya bagus bgt ska aku,,
wih jejak ku disetiap bab ada,bakal ada yg protes ga sie,soalnya dinopel sebelah ada yg ngegas gara2 jejak aku berserakan disetiap bab,,🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!