NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mansion Megah dan Perasaan Cecilia

Di mansion Douglas.

Langkah kaki Cecilia menyusuri koridor megah mansion untuk kedua kalinya sejak ia diperbolehkan keluar kamar. Semakin ia melihat lebih jauh, semakin ia dibuat tercengang oleh kemegahan tempat tinggal Douglas.

​Ia benar-benar tidak menyangka pria itu memiliki kekayaan seluar biasa ini. Bangunan utama saja ukurannya sudah bagaikan istana modern, dan di bagian belakangnya masih berdiri bangunan-bangunan besar terpisah yang ternyata diformulasikan khusus sebagai tempat tinggal dan asrama para pelayan serta pengawal pribadi.

​Jumlah pelayan di mansion ini bahkan mencapai puluhan orang dengan tugas yang terbagi rapi. Suasana di tempat itu sungguh kontras, rasanya seperti terlempar ke dalam kisah negeri dongeng, namun dalam versi modern yang dingin dan penuh sangkar emas.

​Dorothy berjalan di samping Cecilia dengan setia, menjalankan tugasnya sebagai pemandu wisata pribadi. Wanita paruh baya itu menjelaskan secara detail fungsi dari setiap ruangan yang mereka lewati, lengkap dengan kisah-kisah kecil atau sejarah di balik barang-barang antik yang menghiasi sudut koridor menurut versi Dorothy.

​Hingga akhirnya, langkah kedua wanita itu terhenti di sebuah ruangan kaca besar yang transparan, yang terhubung langsung dengan area belakang mansion.

​Begitu pintu kaca dibuka, aroma harum dedaunan dan bunga langsung menyergap indra penciuman mereka. Ruangan itu adalah sebuah rumah kaca (greenhouse) atau taman indoor yang dipenuhi oleh berbagai macam jenis bunga eksotis dari berbagai penjuru dunia.

​Cecilia terpukau di tempatnya. Bahkan dari dalam ruangan transparan berpendingin udara itu, ia bisa melihat pemandangan luar berupa halaman luas yang ditumbuhi pepohonan rindang dan hamparan tanaman hijau.

​"Wah... luar biasa sekali," gumam Cecilia takjub, matanya berbinar kecil.

"Rumah ini... sebenarnya seluas apa, Bibi Dorothy?"

​Dorothy tersenyum ramah mendengar pertanyaan itu. "Luasnya hampir mencakup setengah bukit ini, Nona. Bagian belakang ini adalah area pribadi Tuan Douglas yang jarang dijamah orang luar termasuk pelayan, hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk, salah satunya saya dan Nona."

​Di tengah kekagumannya, pandangan Cecilia mendadak tertuju pada satu sudut di dekat dinding kaca. Di sana, tumbuh subur sekumpulan tanaman dengan kelopak bunga unik berwarna ungu kebiruan yang sangat memukau.

​Bunga lavender biru.

​Sebelum jiwa Cecilia merasuki tubuh ini, ia memang sangat menyukai jenis tanaman tersebut. Menurutnya, warna biru keunguan itu memancarkan pesona yang sangat cantik, menenangkan, dan elegan.

​Dorothy, yang sejak tadi mengamati setiap gerak-gerik Cecilia dengan saksama, mencatat dalam hatinya untuk melaporkan hal ini kepada sang tuan nanti malam.

​"Nona Cecilia menyukai bunga itu?" tanya Dorothy ramah sambil menunjuk rumpun lavender biru di sudut ruangan.

​Cecilia mengangguk antusias. Senyuman tipis yang sudah lama hilang dari wajahnya akhirnya terbit kembali.

"Suka sekali, Bibi. Warnanya sangat indah."

​"Nona tahu apa makna di balik bunga lavender biru itu?" pancing Dorothy lembut.

​Cecilia menoleh, lalu menjelaskan dengan nada berbinar.

"Tentu saja tahu. Lavender biru melambangkan ketenangan, kemurnian, kepercayaan, dan kesetiaan yang mendalam. Bunga ini seperti sebuah bentuk perlindungan jiwa yang sunyi... indah, tapi menyimpan ketegaran."

​Dorothy terdiam sejenak, terpesona mendengar penjelasan runtut dari Cecilia. Wanita paruh baya itu tersenyum puas.

"Ah, informasi ini pasti sangat berguna. Aku harus segera melaporkan kepada Tuan Douglas kalau Nona menyukai lavender biru," batin Dorothy berencana.

​Cukup lama mereka menghabiskan waktu di taman indoor tersebut. Raut wajah Cecilia yang tadinya kusam dan tanpa rona, kini terlihat jauh lebih segar dan bersemangat. Pemandangan itu membuat Dorothy merasa sangat bersyukur. Keputusan Douglas untuk memberikan kebebasan kecil ini terbukti berhasil memancing kembali secercah cahaya kehidupan di mata Cecilia. Jika saja Tuan muda mereka melihat pemandangan ini sekarang, pria itu pasti akan ikut merasa senang.

​Namun, kebahagiaan kecil itu tidak bertahan lama.

​Seketika, bayangan-bayangan kelam masa lalu kembali berkelebat di kepala Cecilia. Senyuman di wajahnya memudar, digantikan oleh gurat kesedihan mendalam seolah ada batu besar yang kembali menghimpit dadanya.

​"Bibi Dorothy..." panggil Cecilia lirih, suaranya berubah parau.

"Bisa kita kembali ke kamar sekarang? Aku... aku merasa lelah."

​Dorothy sebenarnya sedikit enggan karena mereka baru saja menikmati udara segar, namun saat melihat raut wajah Cecilia yang kembali pucat pasi dan datar, wanita paruh baya itu hanya bisa mengangguk pasrah.

​"Baiklah, Nona. Mari kita kembali ke kamar. Hari ini cukup sampai di sini saja ya, besok kita bisa menjelajah bagian lain lagi supaya Nona tidak merasa bosan," hibur Dorothy lembut sambil menuntun Cecilia berbalik arah.

​Sesampainya di kamar tidur utama, pintu kembali ditutup rapat. Dorothy sempat menawarkan diri untuk menyiapkan camilan hangat, namun Cecilia menolaknya secara halus.

​Kini, Cecilia duduk bersandar sendirian di atas sofa sudut kamar.

​Pikiran wanita itu kembali melayang pada rentetan kalimat kejam dan tajam yang diucapkan oleh Douglas beberapa hari lalu. Kata-kata hinaan bahwa rahimnya terlalu murahan, bahwa ia tidak pantas mengandung anak sang CEO, dan bahwa satu-satunya wanita yang layak hanyalah Adara, semua itu kembali berdenging nyaring di telinganya.

​Tanpa sadar, jemari lentik Cecilia terulur, meraba pelan permukaan perut ratanya yang kini terasa kosong.

​Seketika itu juga, pertahanan hatinya runtuh. Air mata bening menetes begitu saja membasahi pipinya, mengalir tanpa suara isakan.

​Ada rasa sakit yang teramat asing dan menyesakkan menghantam rongga dadanya. Entah itu sisa memori emosional dari jiwa pemilik tubuh aslinya yang tertinggal, atau rasa kehilangan murni dari lubuk hatinya sendiri yang pasti, kenyataan bahwa ia baru saja kehilangan seorang anak di tengah situasi sekeji ini terasa begitu menyiksa dan menghancurkan dunianya berkeping-keping.

​Merasa lelah lahir dan batin, Cecilia menarik lututnya ke dada. Dengan posisi meringkuk di atas sofa yang empuk namun terasa dingin, ia membenamkan wajahnya di antara lipatan tangan, membiarkan malam larut bersama air mata yang terus menderas hingga akhirnya ia jatuh tertidur dalam dekap keheningan.

Bersambung...

Plisss... Siapapun bawa Cecilia kabur woy!😡

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!