NovelToon NovelToon
Bidadari Untuk Pria Pendosa

Bidadari Untuk Pria Pendosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Contest / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mei_Mei

Jalan takdir seseorang tidak ada yang tau, kita selalu berdo'a meminta yang terbaik tapi takdir Allah yang menentukan.

Dua hati yang memiliki rasa namun tidak bisa bersatu. Salah satu hati selau menolak untuk membalas perasaan itu. Ada alasan dibalik penolakannya, namun ia tak mau mengatakan alasan itu dan memilih memendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa bumi sudah tua

Mobil Mercedes hitam terus melaju ditengah padatnya kendaraan. Didalam mobil tak ada percakapan hangat, saling diam dan mengunci mulut masing-masing.

Bagi Haidar, pria paruh baya itu telah lelah setiap waktu harus berdebat dengan Gibran, anak semata wayangnya.

Lamanya terdiam, namun Haidar tidak betah lagi untuk membuka mulut. Lelaki paruh baya itu harus memberi wejangan pada Gibran agar mau meminta maaf pada keluarga Aisyah.

"Gibran, sampai dirumah sakit kamu harus meminta maaf kepada Aisyah." ucap Haidar.

"Males," jawaban singkat namun mampu melukai hati Haidar.

"Nak, Aisyah anaknya teman papa, kamu udah membuatnya celaka. Pantasnya kamu mengucap maaf." Haidar berbicara dengan nada rendah. Berharap Gibran tidak memulai pertengkaran lagi.

"Ya ... "

Sampai dirumah sakit, Haidar, Gibran dan tentunya Affan, sang tangan kanan Haidar ikut masuk ke dalam ruang rawat Aisyah.

"Selamat siang, Nak Aisyah." Haidar mendekati ranjang Aisyah.

Perempuan yang masih cidera dipinggiran telapak tangan juga kakinya memberikan senyum pada Haidar. "selamat siang, Om."

"Om senang masih bisa nemuin kamu, tadi khawatir kalau kamu sudah pulang." ucap Haidar ramah. "Dimana Ayah dan Ibu mu?" tanyanya.

"Tadi masih keruangan dokter."

"Assalamu'alaikum." tepat saat itu Abi Muhsin dan Umi Siti masuk dan mengucap salam.

"Wala'ikum salam." jawab Aisyah dan Haidar bersamaan.

Gibran? menjawab salam?! tidak! lidahnya akan kebakar jika menjawab salam. Pemuda itu duduk disofa dengan pandangan angkuh dan juga cuek.

"Nak Gibran," Abi Muhsin lebih dulu menegur, pemuda itu menganggukan kepala dan tersenyum simpul.

"Gibran!" Haidar memperingati putranya agar bersikap lebih ramah dan sopan.

Gibran beranjak dan mendekati ranjang Aisyah. "Sorry," ucapnya enteng, pemuda itu pun tidak berniat memandang Aisyah.

Kaki Haidar menginjak kaki Gibran, juga melirik anaknya dengan sinis. Tersirat permohonan agar Gibran tidak membuatnya malu didepan temannya.

Abi Muhsin dan sang istri saling pandang, bingung dengan sikap Haidar dan Gibran yang seperti bukan anak dan ayah.

"Idar, ayo kita duduk dan lanjutkan mengobrol." sela Abi Muhsin untuk mencairkan suasana.

"Baiklah."

Abi Muhsin dan Haidar duduk disofa juga dengan Affan. Umi Siti berpamit untuk melaksanakan sholat dzuhur dimushola rumah sakit.

"Kaki dan tangan Lo gak begitu parah. Harusnya Lo udah pulang, kan?" ucap Gibran yang duduk di kursi dekat Aisyah.

Aisyah tidak ada niatan memandang Gibran, mendengar suaranya pun membuat malas. Mengacuhkan lelaki itu pun tidak mungkin, itu bukan sikap yang baik. "Memang harusnya udah pulang andai saja kamu nggak daftarin aku diruang VVIP."

"Memangnya kenapa?"

Aisyah menghembuskan napas, "ruangan ini terlalu mahal untuk ukuran kami. Butuh perjuangan untuk keluar dari rumah sakit." meski Abi Muhsin tidak mengatakan kepadanya tentang sulitnya melunasi biaya rumah sakit, tapi Aisyah tahu jika kedua orang tuanya sangat keberatan membayar biaya tagihan.

"Lo ternyata cuma gadis miskin? gitu belagu dan sok suci." cibir Gibran.

"Allah maha adil, menciptakan manusia baik juga manusia angkuh. Semoga cepat dapat hidayah, agar penghuni neraka berkurang." Aisyah berkata sendiri untuk menyindir Gibran. Kesabarannya harus diuji sejak kemarin bertemu dengan lelaki itu.

Beruntung deringan ponsel mengalihkan Gibran dan tidak melanjutkan makiannya untuk Aisyah.

"Hallo ... "

"Lo dimana?"

"Gue lagi ada urusan, kenapa mang nya?"

"Ada barang baru, mulus dan wow banget ini, Lo mau nggak?"

"Barang baru? masih perawan dong, ya?"

Mendengar pembicaraan Gibran lewat sambungan telpon membuat Aisyah menatap lelaki itu dengan kening mengerut.

"Harganya berapa? ntar gue cabut agak cepet, soalnya lagi gabut banget nih. Pas banget Lo nawarin ****** ke gue."

"Astagfullah haladzim," Aisyah beristigfar lirih dengan menggelengkan kepalanya. Benar-benar tidak mengerti pergaulan seperti apa yang dijalani lelaki itu sampai melampaui batas.

"Ngapa Lo ngeliatin gue kayak gitu?"

"Manusia seperti mu gak perlu di hisab, mungkin malaikat akan langsung menceburkan ke neraka." ucap Aisyah memandang Gibran dengan raut kekesalan.

"Ya, Lo benar. Gue juga orang pertama yang akan masuk ke neraka jaham. Puas Lo!" balas Gibran.

"Apa bumi ini memang udah tua, sampai ada manusia seperti kamu yang tidak menghargai wanita. Bahkan ibu mu seorang wanita, harusnya kamu bisa menghargai keberadaan kaum hawa."

"Kalau ceramah dimasjid, jangan disini. Gak akan mempan Lo ceramahin gue." ujar Gibran santai.

"Gibran,"

Pemuda itu menoleh pada Haidar.

"Temen papa ini seorang ustad, kamu bisa belajar ilmu agama dirumah beliau." Haidar berbicara dari tempatnya duduk.

"Apa Pa? Papa gak salah nyuruh Gibran belajar ilmu agama?" Gibran terkejut melihat ke arah Haidar. "Malaikat pasti pada bengong kalau tau Gibran belajar ilmu begituan." imbuhnya.

"Nak, Papa udah tua, gak ada keinginan lain selain melihatmu bersujud pada Sang Pencipta dan bisa mendo'akan papa ketika papa udah di alam keabadian." ucap Haidar dengan wajah tuanya yang sedih dan penuh permohonan.

Gibran memutar bola matanya, kesal, mengapa harus bertemu dengan keluarga Aisyah yang sok alim. Walau dia berandalan brengsek, setiap kali melihat wajah Haidar bersedih, ia pun tidak tega. "Nanti Gibran coba,"

"Alhamdulillah ... Papa yakin kamu tidak akan mengecewakan Papa."

_______________________

Aisyah sudah pulang kerumah berkat bantuan Haidar yang melunasi semua biaya rumah sakit. Awalnya Abi Muhsin menolak, tapi Haidar memaksa dan mengatakan itu sebagai bentuk pertanggung jawaban Gibran yang membuat Aisyah cidera.

Diruang depan, Aisyah sedang menemui Faris juga Della yang datang untuk menjenguk. Della adalah perempuan seumuran dengan Aisyah, juga teman mengajar anak-anak mengaji di masjid dekat rumahnya.

"Tangan dan kaki mu cidera lumayan parah, butuh waktu lama untuk sembuh. Lalu bagaimana dengan anak-anak dirumah sakit?" tanya Faris.

"Kemarin aku udah ijin sama mereka. Sebelum benar-benar sembuh belum bisa datang ke rumah sakit lagi."

"Semoga cepet sembuh ya Aish, kita pamit dulu, siap-siapa mau ngajar ngaji." sela Della berpamitan.

"Makasih ya, Mbak Della, Mas Faris, kalian udah luangin waktu buat jenguk Aish." perempuan itu tersenyum. Membuat Faris terpaku akan wajah meneduhkan didepannya.

Della dan Faris berteman dekat, sama halnya dengan Aisyah. Namun Faris lebih care kepada Aisyah dibanding dengan Della.

Setelah kepergian mereka berdua, Aisyah mengambil tongkat penyangga dan akan masuk ke kamar. Tapi suara seseorang menghentikan gadis itu.

"Hallo, benar ini rumahnya Abi Muhsin?" terdengar suara pemuda yang sering membuat Aisyah kesal. Baru turun dari mobil sudah berteriak.

Aisyah berjalan pelan menggunakan tongkat penyangga. Berdiri didepan pintu.

"Heh, ada cewek sok suci, berati bener ini rumah temennya papa." Gibran menutup pintu mobil dan berjalan mendekati Aisyah.

"Kalau datang ke rumah orang, wajib ngucapin salam dulu."

"Ck. Baru dateng udah mau ceramah lagi Lo! gue ogah dateng ke rumah Lo kalau nggak dipaksa sama bokap gue! jadi, jangan bikin mood gue tambah ancur. Ngerti."

1
Laila Purnama sari
baru juga mau di mulai konflik ny mlh gantung
Laila Purnama sari
kakak ihh lanjut dong cerita nyyaaaa penasaran tauuu ihhh
mastura librae
bagus cerita nya
Lintang Salsa
bagus bnyak pesan moralnya...👍
Aliya Jazila
cerita nya udah tamat
AR Althafunisa
tapi udah end koq ceritanya tak berujung 😂😂😂
Akak Mei: Iya, ceritanya gantung. Jadi belum nemuin ujung.🤭
total 1 replies
sakinah febriani
is thebest👍
Agus Susanto
😍😍😍
Tutik Yunia
status sudah tamat tapi gantung.
Sumi Sumi
akak certa ini d lanjut dong penasaran ama kisahny Aisyah
Sumi Sumi
lanjut
Sumi Sumi
penasan sama ais
Sumi Sumi
lanjut akak mei
Sumi Sumi
lanjut
Sumi Sumi
ga aneh aneh umi cuma lancang
Sumi Sumi
ya ampun gibran lancang banget kamu
Sumi Sumi
maksudnya apa tuh ngomong asal nyablak ,,
Sumi Sumi
ayo lo abang Gibran nanti keduluan sama abang faris nyesel lo
Sumi Sumi
awas lo nanti bucin
Sumi Sumi
mantan itu sesuatu yg udah d lepeh jangn d jilat lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!