Bercerita tentang seorang pengangguran berumur 35 tahun yang tanpa sengaja berpindah kedunia lain pada saat dia terbangun dari tidurnya,
Di dunia itu dia terbangun dan menjadi raja iblis dengan kekuatan super over power karena kesalahan dari tutorial sistem yang membangunkannya,
Bagaimana kisah dari sang naga yang mencari harem di dunia barunya?
PERHATIAN : INI HANYA KHAYALAN AUTHOR, CERITA DI DALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch - 8. Kerajaan Monuls
°Pelabuhan Kerajaan Monuls
Shin, Silvy, dan Lyfa pun sampai di pelabuhan kerajaan Monuls,
Kerajaan Monuls adalah kerajaan yang terletak di sebelah timur, kerjaan Destteny, meskipun kerajaan Monuls adalah kerajaan yang kecil namun di kerajaan ini sangat padat penduduk dari dalam dan luar kerajaan, di karenakan berada didekat laut kerajaan monuls dijadikan sebagai pusat perdagangan antar benua,
"Bukankah, Pulau iblis ada di sebelah utara? kenapa kita sekarang ada di bagian timur benua? " kata shin mendengar penjelasan dari silvy
'Kau yang salah arah, kenapa bertanya padaku', pikir silvy
'Apa tuan akan marah jika aku memberi tahu bahwa tuan salah arah terbang' pikir lyfa
"Tuan kita disini melihat dunia, apa salahnya jika mampir kesini" kata lyfa
'Apa kamu ibunya,' pikir silvy
"Salah siapa, yang terbang tak menentu hingga sampai ke perairan timur" kata silvy
"Eh, benarkah? apa aku salah arah" kata shins
"Hama bisakah kau diam?" kata lyfa
"Apa kau mau terus menutupi kesalahannya, dasar wanita jal^ng" kata silvy
Mereka saling menatap dengan amarah satu sama lain, itu membuat shin kebingungan harus memihak pada siapa,
"Berhentilah, apa kalian tak bosan melakukan itu setiap ada perdebatan, lyfa jika aku salah, sebagai pelayan harusnya kau membenarkan kesalahanku, dan silvy kalau aku salah jalan kenapa kau tak memberitahuku? kau belum mendapat hukuman sebelumnya apa kau mau menambah lagi" kata shins
Silvy dan lyfa pun diam hanya mendengar kata shins, seperti yang silvy pikirkan, dia sama sekali tak bisa melawan kehendak yang shins lakukan, seolah silvy menjadi orang lain saat shins mulai bicara serius,
'Aku jadi seperti kelinci di hadapan harimau ketika dia mulai angkat bicara, sebenarnya ini rasa kagum atau takut?' pikir silvy
"Nona pahlawan" kata seorang prajurit
"Saya dari kerajaan destteny, Kapten bilang nona akan muncul disini, jadi saya ditugaskan untuk berjaga disini" kata seorang prajurit itu
[Ian]
Age : 25 Tahun
Level : 121
Class : Knight
Ras : Human
"Kamu?" kata silvy
"Nama saya Ian nona pahlawan" kata ian sambil memperkenalkan diri
"Lalu mereka ini?" kata ian yang melihat lyfa dan shin di samping silvy
"Ah~ Ini Pemil.... maksudku temanku, dan ini pelayannya lyfa" kata silvy
'Apa dia mau bilang pemilik' pikir shin yang mendengarkan pembicaraan silvy dan ian
'pftt, dia ingin bilang tuan sebagai pemiliknya, apa dia sudah menganggap dirinya milik tuan' pikir lyfa sambil tertawa dalam pikirannya,
"Ah begitu, baiklah" kata ian yang kebingungan sambil menggaruk kepala kini hanya bisa menerima alasan yang diberikan silvy,
'hampir saja aku berkata dia adalah tuanku, uh~ sepertinya aku harus lebih berhati hati, sial ini karena pikiranku hanya tertuju padanya' pikir silvy,
Tak lama setelah silvy bertanya pada ian bagaimana keadaan teman teman pahlawannya, ian mengantarkan shin lyfa dan silvy kesebuah penginapan di dalam kota kerajaan monuls,
Di dalam perjalanan ian melaporkan bahwa ke 6 teman pahlawan yang bersama silvy kembali ke kerajaan masing masing setelah langit hitam menghilang dari langit,
^^^TL : Langit hitam itu maksudnya awan yang menutupi langit berwarna biru, awan itu akan terus ada jika raja iblis masih hidup atau berkuasa, karena shin sudah lepas dari tahta awan itu menghilang, raja iblis goblin yang sekarang itu belum resmi menjadi raja iblis, karena itu awan hitam belum muncul kembali,^^^
Ian juga berkata bahwa dia akan mengurus ijin untuk keluar kerjaan, karena itu silvy, shin, dan lyfa harus menetap beberapa hari di kerajaan monuls sebelum surat ijinnya dikeluarkan,
"Baiklah, saya akan pergi meminta surat ijin keluar kerajaan" kata ian yang telah mengantar mereka ke sebuah penginapan,
"Terimakasih" kata shins
"Tak masalah, anda teman nona jadi anda tidak perlu sopan pada saya yang cuma prajurit rendahan" kata ian sambil berlalu pergi meninggalkan mereka didepan penginapan
Setelah ian pergi shin silvy dan lyfa pun memasuki penginapan tersebut
"Maafkan saya tuan" kata lyfa
"Kenapa,?" kata shins
"Harusnya saya yang berterima kasih pada manusia itu, mulai sekarang saya akan belajar lebih baik" kata lyfa dengan rasa bersalah
'Itu hanya ucapan, apa itu melukai harga dirinya sebagai pelayan' pikir shins
"Lakukan sesukamu saja" kata shins
Setelah mendengar itu lyfa pun menuju ke meja resepsionis untuk memesan kamar untuk mereka, meninggalkan shin dan silvy yang kini berjalan dan di duduk di meja yang kosong di dalam ruangan tersebut,
"Bukankah kau terlalu keras?" kata silvy
'Apa pertengkaran mereka membuat lebih dekat, apa seharusnya aku biarkan saja mereka bertengkar?' pikir shin
"Kau khawatir padanya? apa sekarang kau berteman baik dengannya" kata shins
"Hm~ siapa yang teman, aku hanya kecewa musuhku kalah darimu hanya dengan beberapa kata" kata silvy yang duduk berhadapan dengan shin
'Sebenarnya sifat dia itu yang mana? pemberani? ceroboh? baik hati? bodoh? kasar? malu malu' pikir shin yang melihat sifat silvy yang selalu berubah ubah sejak pertama kali bertemu 2 hari (5000 tahun 2 hari) yang lalu
"Krincing" suara kunci yang ditaruh dimeja
"H^ma berikan uangmu, untuk membayar sewa" kata lyfa
"L^cur biasakah kau minta baik baik" kata silvy
"Maafkan saya tuan, bisakah anda memberi tahu apa yang dikatakan h^ma ini?" kata lyfa yang tersenyum sambil melihat silvy yang sedang kesal,
"Silvy, bisa kau pinjami uang dulu?" kata shins yang melihat pertengkaran lyfa dan silvy
"Tuan, anda tidak perlu melakukan itu" kata lyfa yang melihat shin meminta pada silvy,
"Tidak," kata silvy yang senang melihat lyfa merasa kalah,
Shin meminta pada silvy karena bersalah pada lyfa, karena sebelum pergi shin juga lupa menyuruh lyfa untuk membawa sejumlah koin dari gudang harta raja iblis,
"Yah lyfa, kembalikan kuncinya, kita akan tidur di hutan saja nanti, mari kita keluar" kata shins
"Ah~ baiklah aku bayar, aku bayar" kata silvy yang menyerah melihat shins ingin beranjak pergi,
Shin dan lyfa hanya tersenyum melihat respon yang silvy keluarkan, mereka pun duduk bersama di kursi didekat meja lingkar yang kecil,
Setelah itu mereka juga memesan makanan dengan uang milik silvy,
'Yah dimana mana uang memang diperlukan, sepertinya aku butuh pekerjaan' pikir shins
'Uangku, padahal itu tabungan untuk membeli hadiah untuk ulang tahun adik adikku' pikir silvy
"Aku berjanji akan menggantinya," kata shin yang melihat silvy memasang wajah lesu
"Ehm~" silvy hanya mengangguk mendengarkan kata shins
"Hanya sejumlah uang kecil, kenapa harus sesedih itu" kata lyfa
"Kau diam lah" kata silvy dengan kesal
Lyfa hanya tersenyum melihat silvy yang merasa kesal, dia ingin terus mengolok silvy namun di hentikan oleh shins sebelum pertengkaran kecil mereka menjadi pertikaian besar.
••••••••••••
Alurnya buntu, author bingung, skip dulu dah,