NovelToon NovelToon
Tentang Jenn

Tentang Jenn

Status: tamat
Genre:Romantis / Single Mom / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Fi

Jangan menilai seseorang hanya karena masa lalunya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang buruk.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, hanya letak kesalahannya saja yang berbeda, dan berbeda juga cara orang menanggapinya.

Jenny adalah seorang model cantik yang sudah go Internasional. Kehadiran nyawa baru dalam rahimnya membuat Jenny memilih mundur dari pekerjaannya saat
ini.

Hamil dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya ditambah lagi pria tersebut sangat membencinya, membuat Jenny yakin akan keputusannya untuk memulai kehidupan baru bersama calon Anaknya.


Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Jenny?

Baca kelanjutan kisahnya dengan masukan cerita ini dalam rak buku kalian atau tekan favorit. Like, komen, vote dan masukan dari kalian juga diperlukan agar kisah ini semakin menarik. Terima kasih.🙏🤗

Follow Ig: NonaFi0609

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

Kehamilan Jenny sudah memasuki usia 6 bulan. Perut Jenny yang sudah terlihat membesar pasti akan terlihat walaupun Sudah memakai pakaian longgar seperti saat ini yang dikenakan olehnya. Berita tentang kehamilan Jenny yang awalnya hanya diketahui oleh penghuni pondok, sekarang sudah menyebar luas ke warga sekitar pondok. Kehamilan Jenny menjadi perbincangan hangat para warga saat ini, tak jarang pula warga menghujat pondok pesantren pembinaan mualaf ini sebagai tempat persembunyian untuk orang-orang tidak benar. Bahkan ada yang mengatakan pesantren ini hanya kedoknya saja untuk menutupi aib-aib orang-orang seperti Jenny.

Kata-kata pedas dan semua hujatan tersebut sampai detik ini tidak pernah sampai terdengar di telinga Jenny, jadi sampai saat ini Jenny sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Semua penghuni pondok sudah sangat menyayangi sosok Jenny yang mereka anggap baik, semua orang disana berusaha melindungi Jenny.

Ustadzah Maulana terpaksa harus berpura-pura membuat aturan baru untuk para santri, padahal nyatanya semua aturan itu hanya ditujukan untuk Jenny.

Jenny yang tidak pernah mengambil pusing aturan baru pondok yang tidak memperbolehkan para santri untuk keluar dari pondok sama sekali tidak keberatan karena Jenny lebih nyaman diam di Pondok yang menurutnya sangat damai dan tenang. Namun, tidak untuk kali ini, ntah mengapa Jenny merasa sangat ingin keluar dan berjalan-jalan ke pasar pekan yang ada di seberang jalan sana.

"Ki, aku beneran bosan. Rasannya aku sangat ingin sekali keluar dan menikmati jajanan yang ada di pasar pekan sana. Temani aku untuk Izin sama ummi, ya Ki?" Pinta Jenny penuh harap kepada Kiki.

"Jen, bukannya kamu tahu peraturan baru pondok ini. Kita tidak akan mendapat izin untuk keluar dari pondok, Jen!" ucap kiki mencoba menolak dengan lembut permintaan wanita yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri itu.

Semua kami lakukan demi kebaikan mu Jen. Batin Kiki.

"Please, Jen. Emang kamu nggak kasihan kalau keponakanmu ini nantinya ileran. Ini pertama kalinya aku ingin sesuatu selama kehamilanku, Jen" ucap Jenny lemas terus berusaha membujuk Kiki.

"Baiklah, kita coba dulu izin sama Ummi. Ummi sekarang sedang ditempat Ustadzah Mariam. Ayo kita kesana," ucap Kiki akhirnya membuat Jenny tersenyum senang.

"Sayang, di luar itu cuaca sedang tidak baik. Bukannya Ummi tidak mengizinkan, hanya saja kasihan dengan calon bayimu," jawab Ummi Nurul saat Jenny meminta untuk keluar.

"Benar, Jen. Kamu mau apa? Nanti biar saya minta Yusuf yang belikan," sahut Ustadzah Mariam melirik Yusuf yang mengangguk setuju.

"Ya sudah, kalian boleh keluar tapi kali ini saja. dan hanya sebentar. Tapi, kalian harus menggunakan masker, tidak boleh membukanya saat kalian di luar walau hanya sebentar," ucap Ummi Nurul pada akhirnya mengalah, saat melihat mata Jenny yang sudah berkaca-kaca. Mungkin ini faktor kehamilannya, Ini juga keinginan pertama Jenny selama kehamilannya. pikir ummi Nurul.

"Terima kasih Ummi. Terima kasih Ustadzah. kami janji tidak akan lama," jawab Jenny cepat dengan senyum mengembang diwajahnya.

MasyaAllah. Indahnya ciptaanmu ya Allah. Senyummu saja benar-benar membuat jantungku berdebar-debar, Jen. Batin ustadz Yusuf menatap Jenny.

Dengan perasaan yang bahagia, Jenny mengandeng tangan Kiki menjelajahi pasar pekan tersebut. Membeli setiap makanan yang menarik dimatannya. Setelah lelah berkeliling dan membeli beberapa macam makanan, Jenny dan Kiki akhirnya kembali pulang menuju pesantren.

"Ki, Kok aku ngerasa orang-orang pada ngelihat kita ya?" ucap Jenny berbisik.

"Nggak kok Jen. Perasaan kamu saja. Ayo cepat nanti keburu hujan," jawab Kiki cepat menarik tangan Jenny.

Ya Allah, Jangan sampai semua yang kami takutkan selama ini terjadi. Batin Kiki merasa cemas.

"Hei ... Kamu, Hei!" teriak seseorang menghentikan langkah Jenny.

"Sudah Jen. Ayo!" ucap Kiki berusaha mengalihkan perhatian Jenny.

"Tunggu Ki, mereka menyapa kita. Tidak baik loh, langsung pergi begitu!" ucap Jenny memutar tubuhnya ke arah orang yang menyapa mereka.

Beberapa orang ibu-ibu mulai menghampiri Jenny dan Kiki. Kiki yang sudah tahu akan apa yang terjadi menjadi sangat tidak tenang.

"Assalamualaikum, Bu!" ucap Jenny ramah, namun tak mendapat balasan dari mereka.

"Waalaikumsalam," Jenny menjawab sendiri salamnya.

"Kamu wanita hamil yang tinggal di pesantren kan?" tanya seorang wanita menatap tajam perut Jenny.

"Benar, Bu. Ada apa ya? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Jenny sopan.

"Kamu akan sangat membantu jika pergi dari desa ini," ucap wanita lainnya sangat ketus.

"Maksud Ibu?" tanya Jenny bingung.

"Sudah Jen, ayo Pulang!" Kiki coba menarik tangan Jenny, namun Jenny menepisnya.

"Tidak perlu berpura-pura bodoh, jangan bersembunyi di pesantren ini untuk menutupi aibmu itu."

"Jangan berpura-pura bertobat menjadi baik kalau aslinya kamu hanya wanita kotor yang coba bersembunyi disini, jangan mencemarkan nama baik desa dan pondok pesantren ini," ucap wanita lainnya membuat Jenny yang mendengar menjadi sangat sakit dan sesak di dadanya.

Jangan dengarkan mereka sayang. Batin Jenny mengusap perutnya.

"Keluar dari desa ini atau kami akan membawa warga untu demi agar pondok pesantren ini segera di tutup."

"Pe***** seperti dirimu tidak berhak tinggal di desa kami. Jangan membuat kotor desa ini dengan anak harammu," bentak seorang wanita lainnya merasa geram dengan Jenny dan menarik paksa jilbab Jenny hingga terlepas dari kepalanya.

Plak... Plak...

Suara tamparan yang cukup keras mendarat di kedua pipi wanita yang menarik paksa Hijab jenny. Jeny maju selangkah semakin mendekati wanita tersebut.

"Saya diam bukan berarti saya takut kepada kalian, saya hanya mencoba menghargai kalian yang lebih tua dari saya. Tapi, sepertinya saya salah. Orang-orang seperti kalian tidak pantas untuk di hargai.

Jangan menghina seseorang hanya karna satu kesalahannya. Semua orang mempunyai kesalahan, hanya bentuk dan kesalahannya saja yang berbeda-beda. Jangan menghakimi saya seolah-olah kalian semua manusia yang murni tanpa dosa. Saya merasa saya lebih baik dari kalian, saya mengakui kesalahan saya dan mencoba untuk menjadi lebih baik lagi. Dari pada manusia seperti kalian, yang bertingkah seolah manusia paling baik tapi nyatanya kelakuan kalian sama sekali tidak mencerminkan orang yang baik.

Satu lagi, tidak semua wanita yang hamil diluar nikah pantas disebut Pe***** . Jangan menilai buruk seseorang seolah-olah kalian adalah manusia yang hidup tanpa dosa!" ucap Jenny lebih ketus lagi, lalu pergi meninggalkan semua orang seraya memakai kembali hijabnya.

1
Rohabiyah Biya
Luar biasa
Rahmawati
bagus bgt
Atmita Gajiwi
/Drool//Determined//Kiss//Rose//Rose//Rose//Rose/
Nuryati Yati
ceritanya 👍👍
Nuryati Yati
Terimakasih thor karyamu👍
Nuryati Yati
kasihan Maria mungkin tdk berjodoh dgn Reyhan
Nuryati Yati
baby girl otw
Nuryati Yati
ada apa dgn Reyhan mungkinkah ortunya tdk setuju krn perbedaan agama???
Nuryati Yati
😭😭😭
Nuryati Yati
kamu wanita kuat Jen semangat demi anakmu
Nuryati Yati
cuma nebak ni thor sebenarnya Niko org pertama yg merawanin Jenny
Nuryati Yati
bhis baca Naura cus ke cerita Jenny
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
reti
yah kakeknya meninggal blm smpat melihat cucu ke 2 hadir
reti
semangat meluluhkan jeny
reti
Luar biasa
Dila Fillah
sangat bagus 👍👍👍👍
han04
kenapa Niko tidak kasih tau saja, kalo sbnrnya dia mencari jenny kemanapun, dan saat bertemu malah dikejutkan dengan kenyataan jenny kekasih Sean sahabatnya /Shame/
Rina Anggraeni
keren cerita ny nona fi.... semangat ya aq suka bgt ceritanya🥰🥰🥰
Ann,
nangis lagi kan
Novilife novi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!