NovelToon NovelToon
Si Jenius Pasar Saham

Si Jenius Pasar Saham

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: (Rahu)l

Theo, seorang bocah jenius dengan pemahaman luar biasa tentang pasar modal, lahir di keluarga yang serba kekurangan. Kehidupannya yang sederhana berbanding terbalik dengan kecemerlangannya dalam menganalisis grafik saham dan memprediksi tren pasar. Suatu ketika, sebuah kesempatan tak terduga datang saat ia menemukan sebuah buku tua berisi strategi investasi legendaris. Dengan modal nekat dan kecerdasannya yang tak tertandingi, Theo mulai merintis jalan dari nol. Ia bertekad membuktikan bahwa kecerdasan finansial dapat mengubah nasib, bahkan bagi anak dari keluarga miskin sekalipun, dan membawa keluarganya keluar dari jurang kemiskinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon (Rahu)l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Pertemuan Tak Terduga di Tengah Kemewahan

Di sisi lain kota, dalam sebuah rumah mewah bergaya futuristik yang mencerminkan kekayaan dan kekuasaan pemiliknya, hiduplah seorang anak perempuan bernama Cristal. Usianya mungkin sebaya dengan Theo, sekitar sepuluh tahun, namun kehidupannya sangat berbeda. Sebagai putri tunggal dari Rendra, salah satu orang terkaya di kota, Cristal terbiasa dengan segala bentuk kemewahan. Ia memiliki segalanya yang bisa dibeli dengan uang: mainan-mainan tercanggih, pakaian dari desainer ternama, dan fasilitas yang tak terbayangkan bagi anak seusianya.

Namun, di balik segala kemewahan itu, Cristal bukanlah anak manja yang hanya tahu bersenang-senang. Ia tumbuh menjadi pribadi yang baik, cerdas, dan kritis. Ayahnya, Rendra, meskipun sibuk dengan urusan bisnisnya, selalu memastikan Cristal mendapatkan pendidikan terbaik dan diajarkan nilai-nilai yang benar. Cristal memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia, sama seperti Theo, meskipun sumber pengetahuannya berasal dari lingkungan yang sangat berbeda. Ia gemar membaca, mempelajari berbagai subjek, dan seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan tajam yang membuat orang dewasa di sekitarnya terdiam.

Suatu sore yang cerah, takdir mempertemukan dua anak yang hidup di dunia yang berbeda namun memiliki kesamaan dalam jiwa mereka. Ibu Ratna mengajak Theo ke sebuah pusat perbelanjaan mewah di jantung kota, tempat yang sebelumnya tak pernah mereka kunjungi. Tujuannya adalah untuk membelikan Theo beberapa perlengkapan sekolah yang lebih baik dan mungkin beberapa buku baru.

Sementara Ibu Ratna sedang memilih buku di sebuah toko buku besar, Theo, dengan laptop barunya yang masih terasa asing namun menarik, memutuskan untuk menjelajahi bagian lain dari toko tersebut. Ia tertarik pada rak buku yang memuat ensiklopedia dan buku-buku referensi ilmiah. Saat ia sedang asyik membaca sebuah artikel tentang astrofisika, matanya menangkap sebuah buku yang sama persis dengan yang sedang ia pegang.

"Wah, buku ini bagus sekali!" seru Theo tanpa sadar,

...****************...

... "Wah, buku ini bagus sekali!" seru Theo tanpa sadar, matanya tertuju pada buku yang sama persis yang sedang ia pegang.

Tepat di sebelahnya, berdiri seorang anak perempuan dengan rambut hitam panjang tergerai dan mata yang berbinar penuh kecerdasan. Ia juga sedang memegang buku ensiklopedia yang sama. Gadis itu adalah Cristal. Di sampingnya, berdiri seorang wanita anggun dengan pakaian mahal, ibunya, Tiara. Tiara sedang asyik melihat-lihat novel terbaru, sesekali melirik putrinya dengan senyum lembut.

Mendengar seruan Theo, Cristal menoleh. Matanya bertemu dengan mata Theo. Ada sedikit keterkejutan di sana, tetapi lebih dari itu, ada rasa ingin tahu yang sama yang terpancar dari keduanya.

"Kamu suka buku ini juga?" tanya Cristal, suaranya terdengar jelas dan percaya diri.

Theo sedikit terkejut karena ada anak lain yang tertarik pada buku yang sama. Ia mengangguk antusias. "Iya! Aku baru saja membaca tentang lubang hitam. Sangat menarik, kan?"

Cristal tersenyum lebar. "Oh, aku juga! Aku suka sekali bagaimana buku ini menjelaskan teori relativitas Einstein dengan cara yang mudah dipahami. Namaku Cristal," katanya sambil mengulurkan tangan.

Theo membalas uluran tangan Cristal. "Aku Theo. Senang bertemu denganmu, Cristal."

Pertukaran sapaan itu terasa begitu alami, tanpa rasa canggung sedikitpun. Keduanya larut dalam percakapan tentang buku yang mereka pegang, lalu merembet ke topik lain. Mereka membahas tentang planet-planet di tata surya, tentang penemuan-penemuan ilmiah terbaru, dan tentang berbagai macam pertanyaan yang selama ini menggelitik pikiran mereka. Ibu Ratna yang baru saja selesai memilih buku, menghampiri Theo dan melihat putranya sedang asyik berbicara dengan seorang anak perempuan yang tampak berasal dari kalangan berbeda. Ia sedikit terkejut, tetapi melihat betapa senangnya Theo, ia hanya tersenyum.

...****************...

... Tiara, ibu Cristal, juga menyadari interaksi antara anak-anak mereka. Ia tersenyum melihat putrinya begitu bersemangat berbicara dengan seorang anak laki-laki yang tampak asing baginya. Ia menghampiri Cristal dan Theo, sementara Ibu Ratna juga mendekat.

"Cristal, siapa teman barumu?" tanya Tiara dengan ramah, suaranya terdengar lembut dan hangat. Ia memperhatikan Theo dengan tatapan penuh perhatian, melihat kesederhanaan pakaiannya namun memancarkan kecerdasan yang tak terbantahkan.

"Ibu, ini Theo! Dia juga suka buku ini!" seru Cristal dengan antusias, matanya berbinar. "Dia tahu banyak tentang luar angkasa!"

Ibu Ratna tersenyum melihat interaksi putranya. "Halo, Nak. Saya Ratna, ibu Theo," sapanya kepada Cristal, suaranya sedikit ragu namun tetap sopan. Ia merasa sedikit tidak nyaman berada di tengah kemewahan ini, tetapi melihat senyum tulus Cristal, rasa canggungnya perlahan menghilang.

"Halo, Ibu Ratna. Saya Tiara, ibu Cristal," jawab Tiara, senyumnya semakin lebar. Ia tidak menunjukkan sedikitpun rasa superioritas, malah terlihat tulus ingin mengenal Ibu Ratna dan Theo. "Sepertinya anak-anak kita punya banyak kesamaan."

Theo dan Cristal, yang tadinya asyik berdiskusi, kini menoleh ke arah ibu mereka masing-masing. Mereka saling pandang, lalu kembali menatap ibu mereka dengan senyum.

"Iya, Bu," kata Theo, "Theo tahu banyak tentang bintang-bintang!"

"Dan Cristal tahu tentang planet!" sahut Cristal tak mau kalah.

Kedua ibu itu tertawa kecil melihat semangat anak-anak mereka.

"Sepertinya kita harus sering-sering bertemu di sini," ujar Tiara sambil melirik Ibu Ratna. "Anak-anak kita tampaknya akan menjadi teman baik."

Ibu Ratna mengangguk setuju, hatinya dipenuhi kehangatan. Ia melihat bahwa di balik perbedaan

1
Tosari Agung
hati hati Rendra Theo dan anakmu yang belum tentu di pihakmu akan membuat serangan saham yang menukik 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!