Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
#Terkadang... Rasa sulit dari sebuah luka bukan sakitnya, melainkan... Keberanian untuk melepaskan cerita yang membuat luka itu tetap ada.
#Ada jejak di setiap langkah, baik atau buruk pasti memiliki cerita yang berbeda.
Arka tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan wanita manapun, bahkan kepindahannya di perusahaan yang sekarang pun karena ingin menjauh dari makhluk yang bernama wanita.
Nadia... Mama Arka mengetahui bahwa putranya tidak nyaman dengan kehadiran Yumna, itu sebabnya dia mengijinkan Arka untuk pindah kerja keluar kota.
Walaupun Nadia adalah ibu sambung, tetapi kasih sayangnya tidak bisa di ragukan, dia akan selalu ada untuk menjadi garda depan bagi semua anaknya, baik kandung maupun sambung.
Arka bisa bangga dengan ibunya ini, ibu yang selalu mendukung langkah dan keputusan anak anaknya, ibu yang selalu memberi kepercayaan penuh pada semua anaknya, Namun tetap berani menegur kesalahan anak anaknya.
Tok tok tok
" Masuk" jawab Arka.
" Maaf Pak Arka, saya mengantarkan air putih pesanan anda. " Suara yang tidak biasanya membuat Arka menghentikan aktifitas.
"letakkan di meja" jawab Arka dengan singkat.
Ima dengan tangan gemetar meletakkan minuman Arka di meja, dan langsung berniat keluar ruangan.
"Tunggu. Dimana temanmu? Kenapa kamu yang kemari?" tanya Arka. Entah kenapa dia ingin menanyakan keberaan Asyifa.
" Asyifa bertugas di gedung sebelah pak." jawab Ima.
Arka mengerutkan kening, merasa ada yang aneh dengan bergantinya kedua CS tersebut.
Tapi meski begitu, Arka tetap Arka yang tidak peduli jika bukan urusannya. Dia kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.
Dia hanya ingin tetap memberikan amplop titipan mamanya.
Jam istirahat telah tiba, seperti biasanya... Asyifa memasuki kantin dan duduk di ujung ruangan yang menghadap taman. Di sana tempat favoritnya bersama Ima.
Hari ini Asyifa genap 1 bulan bekerja di perusahaan itu, lelah letih tak lagi dia rasakan.
" Ayo makan, kita butuh tenaga untuk menghadapi kepahitan hidup, hahahaha" kata Ima yang datang dengan membawa 2 porsi makan siang.
Asyifa tersenyum mendengar ocehan temannya. Dia tidak bisa seakrab itu bercanda dengan Ima.
Pengalaman berteman yang menyakitkan... membuat dia lumayan menjaga jarak soal pertemanan, meskipun Ima terus mendekat.
Asyifa sangat irit bicara, hanya seperlunya... Jika di tanya pun... Jika tidak penting dia hanya menjawab dengan senyuman...
Seperti biasa... Di deretan kursi lain, Arka memperhatikan setiap gerak Asyifa.
Tidak ada sekat di ruangan kantin, di jam istirahat... semua makan bersama dengan menu yang sama, tidak ada perlakuan khusus antara staff ataupun karyawan lapangan, termasuk cleaning service.
" Kamu suka sama dia?" tanya Evan, teman Arka sekaligus asistennya.
"Siapa?" jawab Raka.
"Perempuan cs itu, pakai tanya lagi. Beda kali bro cara kamu menatapnya." kata Evan.
" Biasa saja. Dia teman SMA yang memuakkan." kata Raka sambil menyendok makanan.
"Kalau kamu tidak mau, biar ku dekati ya, lumayan lah" kata Evan dengan terlihat senyum memuakkan.
" Dia gadis yatim piatu, jangan mempermainkannya" jawab Arka yang di sambut gelak tawa dari Evan.
" hahahaha kamu peduli bro" lanjut Evan.
Evan terdiam saat mendapat injakan di kakinya. Lalu mereka melanjutkan makan tanpa suara.
Bukan alasan Arka memperingati Evan, Evan adalah pemain yang suka membuang sepah.
Di ujung sana... Asyifa yang di bicarakan fokus dengan makanannya.
Setelahnya.., tanpa menunggu Ima selesai makan, Asyifa beranjak begitu saja meninggalkan temannya.
Jujur... Asyifa merasa risih dengan cara memandang Evan. Bahkan dia sempat berpikir bahwa Arka sedang membongkar keburukannya di masa lalu.
Sungguh... Seolah dia tidak memiliki muka, tetapi dia berusaha tetap bertahan bekerja di sana demi adik adiknya.
"Fa... Malam ini kamu lembur lagi ya seperti bulan lalu. Tapi malam ini kamu berdua dengan Ima. Nanti Ima bertugas membersihkan ruangan, dan kamu bagian menyiapkan makanan dan minumam." sebuah intruksi yang tidak di inginkan Asyifa kembali terdengar.
Padahal sesungguhnya... Asyifa menghindar bertatap muka dengan Arka.
" Baik bu." jawab Asyifa singkat.
Setelahnya... Asyifa menyiapkan makan dan minum di meja ruang rapat. Semua dia lakukan dengan sangat hati hati.
Tatapan peserta rapat tidak luput dari wajah manis seorang Asyifa. Bahkan... Arka merasa jengkel di hatinya.
" Dasar Penggoda!!! dari tahun ketahun tidak berubah!!! Menjijikkan!!!" Hardik Arka dalam hati.
Arka menatap tajam Asyifa yang masih menata minuman, karena menyadari tatapan tajam itu... Asyifa jadi gemetar... Dan... Byuurrrrr....
Asyifa di buat malu oleh seseorang yang terlihat sengaja membuat dia seperti wanita hina.
Asyifa.... Kembali malu... Malu oleh sesuatu yang tidak bisa dia hindari... Dan sekali lagi... Asyifa menganggap semua itu adalah karmanya... Karma dari perbuatannya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih ya guys, jangan lupa tinggalkan jejak. Semoga kalian semua sehat selalu...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔