NovelToon NovelToon
Romansa Anak SMA

Romansa Anak SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Romansa Anak SMA menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan yang terjalin diantara teman satu sekolah yang ada di satu lingkup sekolah yang sama.

Gio dan Alenka adalah musuh pada awalnya, setelah Alenka menyelamatkan Gio dari hipotermia parah. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh dihati Gio. Akan tetapi, Alenka sudah punya pacar waktu.

Cinta tak kemana, mereka saling jatuh cinta dan berjanji akan menikah demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Lagipula kedua orang tua mereka juga setuju dengan hubungan mereka. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka sangat tidak mudah. Demi persahabatan mereka harus menjalani putus nyambung dalam hubungan mereka.

Di selingi dengan kisah cinta beberapa temannya juga, dan kisah persahabatan yang kuat.

Kisah cinta, kisah persahabatan, kelabilan remaja terangkum dalam cerita ini.


Jangan lupa terus dukung author ya, supaya bisa selalu menghasilkan karya yang enak buat dinikmati semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

"Gio?" gumam Alenka kaget ketika melihat Gio bersama kedua orang setengah baya.

"Hmm," Gio hanya bersenandung, dia sebenarnya juga kaget melihat Alenka. Tapi kemudian dia sadar kalau ternyata, orang yang diingin ditemui kedua orang tuanya adalah orang tua Alenka.

Gio tahu dari cerita kedua orang tuanya. Kalau orang tuanya dan orang tua Alenka bersahabat sejak dari mereka masih SMA. Orang tua sering bercerita, tapi Gio tidak tahu kalau yang orang tuanya ceritain adalah orang tua Alenka.

"Kalian udah saling kenal?" tanya Elsa, mamanya Gio.

"Iya tante kita satu sekolah." Alenka berkata dengan sopan.

Alenka merasa sangat bosan dengan pertemuan keluarga itu. Sampai akhirnya dia sadar maksud dari pertemuan itu, yaitu ingin menjodohkan dia dengan Gio. Meskipun kedua orang tuanya dan orang tua Gio tidak secara langsung ngomong. Tapo Alenka tidak cukup untuk mengetahui maksud dan tujuan mereka.

Tapi Alenka dan Gio tidak berkata sepatah kata pun. Mereka lebih asyik dengan ponsel mereka sendiri, dan menikmati hidangan yang sudah disediakan.

"Nak Gio, kalau disekolah tante nitip Alenka ya! kalau dia berbuat salah, kamu tegur langsung aja dia, dan kamu nasehatin dia!" ucap Vika, mamanya Alenka.

"Iya tante." jawab Gio menganggukan kepalanya.

Dihadapan kedua orang tua mereka masing-masing, Alenka dan Gio bersikap seolah mereka tidak saling kenal. Bahkan keduanya tidak saling bertanya satu sama lain selama makan malam.

"Oh ya nak, kebetulan om sama tante ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan orang tua kamu, tante boleh ngerepotin kamu nggak?" Vika mulai mencari cara supaya anak perempuannya bisa cepet deket dengan Gio.

"Boleh tan,"

"Kamu tolong anterin Alenka pulang ya?!"

"Ma, aku bisa kok pulang sendiri, nggak usah ngerepotin orang lain." Alenka menolak ide mamanya.

"Nggak ngerepotin kok Al. Iya kan Gio?" Elsa menyahut dan membuat Gio tidak bisa menolak, Gio dipaksa menyetujui permintaan mamanya Alenka, dengan tatapan mata mamanya.

Elsa menatap Gio dengan tatapan memohon, seolah berkata 'jangan permalukan mama dan papa'. Gio yang cukup paham maksud mamanya hanya bisa menyerah, lagipula itu kesempatan pertama dia bisa semobil dengan Alenka.

"Iya, nggak ngerepotin kok." jawab Gio pasrah.

"Alenka bisa pulang sendiri kok beneran," Alenka bersikeras menolak. Tapi Gio mulai berdiri dan menarik tangan Alenka, lalu berpamitan kepada orang tuanya dan orang tua Alenka.

"Iya, hati-hati! nanti papa sama mama biar dijemput sopir." ucap Darius, papanya Gio, dengan tersenyum senang.

"Mereka cocok banget." gumam Vika tak kalah bahagia melihat anak lelaki satu-satunya berjalan bersama dengan Alenka, gadis yang dia idam-idamkan sebagai menantunya.

Sementara di dalam mobil, Alenka manyun sepanjang jalan.

"Nggak usah dimaju-majuin gitu ngapa bibirnya! tambah monyong tahu nggak." ucap Gio menyindir Alenka yang sedari tadi manyun terus.

"Rese lo!" Alenka mencubit pinggang Gio pelan, dia tahu Gio harus fokus mengemudi.

"Kenapa sih lo mau aja disuruh anterin gue?" Alenka bertanya dengan kesal. Dia tidak pernah membayangkan akan semobil dengan Gio, hanya berdua.

"Gue kan cuma nurut apa yang diperintah dari mama gue, nggak usah geer deh!" Gio memjawab dengan santai pertanyaan Alenka.

"Ish, siapa juga yang geer. Turunin gue!" seru Alenka dengan kesal.

"Ogah, ntar gue kena omel mama sama papa," Gio menolak permintaan Alenka dengan dalih dia takut dimarahin orang tuanya jika seandainya dia menurunkan Alenka dipinggir jalan.

"Lagian gue bukan seorang pengecut, meski gue males berduaan sama lo kayak gini, tapi gue nggak bakal turunin lo dipinggir jalan apalagi malam-malam gini." jujur saja Alenka tidak menyangka kalau ternyata Gio adalah seorang lelaki yang bertanggung jawab. Tapi setelah mengingat lagi perkataan Gio yang bilang katanya males berduaan dengan dia. Membuat Alenka kembali mencak-mencak.

"Yaudah kalau males, turunin gue sekarang! gue bisa minta cowok gue buat jemput gue!" seru Alenka sedikit memekakan telinga Gio.

"Ish berisik amat sih." Gio mengusap-usap telinganya dengan satu tangan yang bebas.

Begitu mobil Gio berhenti di depan rumah Alenka. Kembali Alenka merasa kaget. Darimana Gio tahu alamat rumahnya, pikirnya.

"Lo tahu alamat rumah gue?" tanyanya masih sedikit tak percaya.

"Buruan turun!" usir Gio membuat Alenka tak bisa menahan amarahnya lagi.

"Lo ngusir gue?" tanyanya dengan marah dan berkacak pinggang.

"Katanya tadi mau turun? gimana sih nih anak," Alenka lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Gio dengan kesal.

Tapi sesaat kemudian, Alenka menunduk dan menatap Gio yang akan menjalankan mobilnya. "Darimana lo tahu alamat rumah gue?" tanya Alenka lagi. Dia masih penasaran bagaimana Gio tahu alamat rumahnya, seingatnya dia tidak kasih tahu alamat rumahnya ke cowok, kecuali Kiano.

"Gue tahu semua tentang lo." ucap Gio semakin membuat Alenka terkejut.

Deg deg deg

Alenka bahkan tak mampu berkata-kata setelah jawaban Gio barusan. Saat dia kembali tersadar, mobil Gio sudah menjauh darinya.

"Maksudnya apaan sih?" gumam Alenka teringat ucapan Gio.

Alenka melangkahkan kakinya memasuki rumah dan berjalan menuju kamarnya. Ryan tidak ada dirumah, Alenka yakin kakaknya pasti juga belum pulang.

Setelah berganti pakaian dengan baju tidur, Alenka mulai melempar tubuhnya pelan ke atas kasur. Sesaat dia kembali teringat ucapan Gio.

"Gue tahu semua tentang lo."

Ucapan yang ambigu itu membuat Alenka bahkan tidak fokus saat membalas chat dari Ellena. Bahkan berkali-kali dia harus mencuci wajahnya agar tidak lagi mengingat ucapan ambigu itu.

Alenka kemudian melihat ponselnya tapi tidak melihat ada chat atau panggilan dari Kiano sama sekali. Alenka berusaha untuk tetap positif tinking.

"Paling juga lagi main sama temen-temennya." gumam Alenka. Sebenarnya, Alenka merasa bersalah karena malam minggu pertama setelah mereka jadian, malah mereka tidak bisa keluar

bersama.

Setelah pulang dari mengantar Alenka, Gio langsung pulang ke rumah. Ternyata rumah Gio masih satu kawasan dengan rumah Alenka, hanya beda blok saja.

Di kamar, Gio juga tersenyum sendirian ketika teringat Alenka yang baru datang tadi. Alenka memakai dress pendek yang begitu menawan, ditambah dengan riasan yang membuat dia semakin cantik.

"Dia juga bisa feminim juga." gumam Gio tersenyum senang.

"Ah, nggak, nggak, nggak, gue nggak boleh mikirin dia terus, dia udah punya cowok Gio, sadar!" Gio menepuk-nepuk pipinya sendiri, setelah kemudian dia mengacak-acak rambutnya.

"Tapi gue nggak bisa bohongin perasaan gue," ucapnya lemas lalu mendorong tubuhnya ke belakang dan jatuh di atas kasur.

Semakin dia memikirkan Alenka, semakin dia yakin bahwa perasaannya ke Alenka itu adalah perasaan suka. Bukan perasaan hutang budi seperti yang dia pikirkan di awal.

1
0606
aku pernah baca terusan nya.. tp lupa judul nya kak, bisa bantu kasih tau judul lanjutan nya kak.. /Pray/
Ezra Sumadi
Biasa
Ezra Sumadi
Buruk
Jazy jazys
buagus foll
Jazy jazys
ikut seneng yaa..
Jazy jazys
cieeee....ulu ulu uluy
Jazy jazys
sumpaaah..tak kirain mereka ngelakuin itu..
Jazy jazys
ih rama serem banget.
aku klo ada cwok kyk gitu, chat, ato nyamperin bakal aku tolak, terus pergi.
najiiss...
Jazy jazys
duhh..iri ak
Jazy jazys
wkwkwk..gio km jangan mikirin enaknya tok klo nikah, ak tiap hr sebagai ank hmpr tiap hr denger pertengkaran ortuku..blm lg km sm alenka emosinya msh susah terkontrol
Jazy jazys
naaaahh...gitu doongg....jadi ikut bahagia aku...hiks
Jazy jazys
cieee...ayou bersatuuu...nti tinggal dilamar
Jazy jazys
MANTAAPPP...RASAIN TUH SIL KERBAUSISIL
Jazy jazys
banjiiirr....aku gk bisa nahann...hiks/Sob/
Jazy jazys
ak gk kebayang diposisi alenka, baca aja rasanya kyk dicekik
Jazy jazys
GBLK ANJR LU SIL, TEGA LO
Jazy jazys
gue baca ini sampe nangis tau gak
Jazy jazys
ya ammpuun...hiks...dasar Rosita cewek brengseek...
Jazy jazys
Romantis amat siiii...baper aku
Jazy jazys
indahnya kedua pasangan iniii..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!