NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Misteri / Tamat
Popularitas:228.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Hancur nya seorang Ibu

"Airin!" Hartini berjalan pelan ketika dia melihat seorang gadis duduk di tepi ranjang.

"Huhuhuuuuuu....

"Ini sungguh kamu yang datang ke rumah ini Airin?" Hartini antara senang dan juga tidak percaya.

"Sakit, Bu!" rintih gadis itu tanpa menoleh sama sekali.

"Bagian mana yang sakit sekarang? ibu akan cari obat untuk kamu ya." Hartini langsung mendekat dan dia menatap wajah gadis itu.

Namun ketika wajah gadis itu berbalik maka hati ini tegang dan tidak tahu harus berkata apalagi, seketika darah Dia seolah berdesir dengan begitu kencang sehingga membuat bibir pun untuk berkata terasa gemetar semua Karena rasa takut yang timbul di dalam hati ini.

Tadi Dia mengira bahwa itu adalah air yang sudah pulang dan memang dari belakang terlihat bahwa itu adalah sang putri, namun ketika melihat wajah depan maka Hartini tidak sanggup lagi untuk berkata-kata karena wajah gadis itu hancur lebur dengan bola mata keluar dari dalam rongga sehingga siapa saja yang melihat akan merasa ngeri.

Hartini malah membayangkan bahwa gadis ini adalah Airin itu sendiri, sebab Hartini sudah memiliki firasat bahwa sang anak menghilang akibat meninggal dunia sehingga dia tidak bisa pulang kembali ke rumah ini. jadi ketika melihat arwah gentayangan seperti ini dan langsung mendatangi dia maka firasat seorang ibu terasa begitu menguat.

Blaaaap.

Blaaappp.

Lampu dalam kamar milik orang tua ini mendadak saja hidup dan mati secara bergantian sehingga membuat Hartini tambah cemas, rasa ingin kabur dari dalam kamar namun masih ada juga rasa penasaran di dalam hati karena dia begitu ingin tahu apakah gadis yang ada di hadapan dia ini adalah Airin.

"Nak, apa itu memang dirimu?" Kartini bertanya dengan suara gemetar.

"Hiks, Hiks ini sungguh sangat menyakitkan sekali." gadis itu menangis dan tertunduk.

"Airin, Ayo katakan sekarang kepada Ibu apa yang telah terjadi kepada dirimu." Kartini berusaha untuk mendekat dan rasa takut itu mendadak saja seolah hilang dari dalam diri wanita ini.

Namun semakin dia mendekat maka bayangan itu menghilang begitu saja dari pandangan mata, Hartini kebingungan untuk mencari karena suasana di dalam kamar juga sangat gelap dan dia berusaha menggapai saklar untuk menghidupkan lampu tersebut, namun tetap saja bayangan dari gadis yang sedang menangis tadi sudah tidak ada lagi.

"AIRIN, KAMU DI MANA SEKARANG?" Hartini berteriak di dalam kamar itu.

"Nak, Ayo katakan sekarang kepada Ibu apa yang telah terjadi kepada dirimu dan siapa yang menyakiti kamu seperti ini." Hartini seolah seperti orang yang sudah tidak waras lagi.

"Airin tolong Ayo muncul kembali." pinta Hartini dan mulai menangis.

Aldo yang baru masuk ke dalam rumah tentu saja mendengar suara tangisan Bu Hartini di dalam kamar itu, semula dirinya menganggap bahwa Bu Hartini sedang bersedih saja karena Airin sampai sekarang belum ketemu dan kemungkinan hati orang tua itu begitu hancur setelah gagal menemukan anak gadis dia.

Tapi semakin lama dia mendengarkan maka Aldo semakin menyadari bahwa ini bukan hanya tangisan biasa tapi sudah disertai dengan suara menjerit juga, tanpa pikir panjang Aldo segera membuka pintu kamar walau terkesan tidak sopan namun tetap saja dia harus melihat keadaan Bu Hartini yang sendirian di dalam kamar itu.

"Ibu kenapa?" Aldo sangat panik ketika melihat Hartini menangis seperti itu.

"Airin, Do! Dia barusan ada di sini dan kakak mu itu memang sudah meninggal dunia." isak Bu Hartini.

"I..ibu melihat Kakak?" Aldo gugup juga ketika bertanya tentang hal itu.

"Ya Allah siapa yang sudah membunuh anakku dengan cara seperti itu? kenapa orang itu tega melakukan hal kejam kepada Airin!" teriak Bu Hartini.

"Bu jangan langsung seperti itu karena kita tidak tahu pasti juga apa yang telah terjadi." Aldo masih berusaha untuk menenangkan.

"Tidak, Ibu sudah yakin kalau Airin memang meninggal dunia dan dia pasti dibunuh oleh seseorang." Hartini menggeleng berulang kali karena dia sangat yakin dengan firasat ini.

Aldo terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa tentang firasat yang muncul di dalam diri Bu Hartini, sebab sejujurnya saat ini dia juga mulai merasa curiga bahwa kemungkinan Airin memang sudah meninggal dunia karena dibunuh oleh seseorang di kampung ini juga.

Namun Aldo tidak tahu harus bagaimana untuk mencari tahu tentang siapa pembunuh itu, mereka sama sekali tidak memiliki bukti dan beberapa teman mengatakan dengan versi yang berbeda sehingga Aldo sendiri kebingungan untuk percaya pada versi yang mana, semua masih abu-abu dan dia harus berjuang keras untuk mengungkap ke mana Airin ini pergi.

"Pokok nya kamu harus mencari siapa orang yang sudah membunuh Kakak kamu itu!" Bu Hartini berkata dengan sangat pedih.

"Ibu yang tenang dan doakan saja karena aku pasti akan berusaha untuk mencari siapa pembunuh Kak Airin, terlebih lagi belum tentu dia sudah meninggal." Aldo tetap berusaha untuk berpikir positif.

"Tidak, tolong kamu percaya dengan ucapan Ibu bahwa Airin ini memang sudah meninggal dunia." Hartini menggeleng berulang kali.

"Iya, iya mungkin Ibu memang benar." Aldo tidak ingin berdebat lagi karena menurut dia itu adalah hal yang percuma.

Dari pada sibuk mendebat hal yang tidak berguna seperti itu maka lebih baik dia berusaha keras untuk mencari keberadaan Airin yang entah ada di mana, bahkan Aldo sendiri juga tidak bisa memastikan apakah Airin ini masih hidup di dunia ini atau dia sudah meninggal dunia karena tidak ada kabar walau hanya sedikit saja tentang Airin yang akan menikah itu.

Bahkan calon suami Airin juga sama sekali tidak mengetahui saat ini Airin ada di mana, Fitra dengan lantang mengatakan kepada semua orang bahwa dia memang tidak mengetahui tentang Airin dan bahkan dia juga menyebutkan bahwa bisa saja saat ini Airin pergi dengan orang lain karena tidak puas dengan dia yang ada di desa.

"Aku masih bisa mengungkap ini semua dengan sangat baik dan akan aku cari tahu siapa yang sudah menyakiti Airin." tekad Aldo di dalam hati.

"Huhuhuhuuuu Malang sekali nasib anakku itu." Hartini masih tetap menangis dengan rasa yang begitu dalam.

Sebagai seorang anak tentu saja Ini adalah hal yang sangat menyakitkan sekali untuk Aldo, tidak pernah terpikir dalam benak dia bahwa dirinya harus menghadapi situasi yang begitu rumit ketika melihat Bu Hartini menangis seperti ini, rasa sedih itu begitu mencuat di dalam diri sehingga siapa saja yang mendengar pasti akan merasa teriris setelah seorang ibu kehilangan Putri kesayangan.

selamat siang semuanya, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya, tolong beri semangat kepada autor yang agak down ini.

1
Dewi
brsyukur kmu airin stdknya kmu bisa jdi cntik wlau gk pnya rumh
Dewi
ngakaj bgt sm si nana msih ksel skli dia sm airin
Dewi
Knpa kmu gk tinggl di rumhmu sndri airin
Dewi
Uda tau kmu mnyesal airin stlh jdi setan glndangan hihi
Dewi
jels lah nana cntii dia kembng desa dan sudah psti mmber mba pur sudh cntik semua
Dewi
😂😂ngakak bgt sm klkuan aldo dan yoga ini
Dewi
Aldo kmu jgn bicra dlm hati bisa di jwab lgsg sm orgny😅😅😅
Dewi
ki ada" sja kmu ini kunti dsruh jdi LC
Dewi
Aldo kliatanya baik gk se angkuh airin si ya gk gtu keras kpla
Dewi
ngakak bgt saat bilng jdi gelndgan 😂😂kan bisa airin tinggl di rumhnyb😂
Dewi
smoga si airin sudh maafkn yoga kan yoga sudh bantu jg
Dewi
iya aldo boleh mnta bntuan mb pur biar airin gk ganggu yg pntg jaga desa mu aja gpp
Dewi
Yah klo sudh cinta memng susah mmbutakn akal logika
Dewi
yg pntg kmu jdi arwh yg baik airin biar gk kena hajar member mb pur
Dewi
eh trnyta gk rlus trimksih dan mnta maaf trnyta mlah mau pameh hadeh rin rin gk malu kamu airin
Dewi
Yah bgtu lah hebat ny mmber mb pur airin jgan mcem" kamu
Dewi
Airin jgan trllu smbong mknya.. kan hrusnya bisa ngomg baik2 sblum ny skrng kmu kena serng member sana sini kn
Dewi
Yah memng betul klo sja mreka mncri dkun lain psti airin gk akn bisa mlwan tuh dkun
Dewi
Akhirny para warga tahu jg plku dan korban
Dewi
Yah gimn semua org gk emosi kmu yg sbar ja bu indah dan pk bujang ya nmny org sudh brgosip sush di hentikn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!