NovelToon NovelToon
Alea & Adrian

Alea & Adrian

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Pernikahan rahasia / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

"Alea & Adrian" mengisahkan dua pewaris tunggal imperium bisnis terbesar di Kota Valerika, Alea Corisand dan Adrian Hutama. Terikat wasiat mutlak sang kakek, mereka dipaksa menikah demi penyatuan korporasi. Padahal, keduanya telah memiliki kekasih masing-masing dari kalangan elit.

Enggan mengorbankan cinta, Alea mengusulkan ide nekat: pernikahan kontrak di atas kertas selama enam bulan. Setelah meyakinkan pasangan masing-masing, mereka pindah ke sebuah penthouse mewah dan hidup dalam batasan kamar terpisah yang ketat.

Namun, sandiwara profesional ini perlahan retak. Intensitas kebersamaan memicu getaran aneh yang tak terduga di antara keduanya. Di saat garis batas hati mulai kabur, sebuah ancaman misterius dari masa lalu mengintai, memaksa mereka saling bersandar demi bertahan hidup. Siapakah yang akan bertahan hingga akhir kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Dua Patriark

Fajar mulai menyingsing di balik cakrawala Valerika.

Sinar matahari pertama menyentuh dinding kaca The Obsidian, memantulkan warna keemasan ke seluruh ruang kerja yang semalaman tidak pernah benar-benar tidur.

Di atas meja konferensi, tumpukan dokumen Aurora masih berserakan.

Cangkir kopi kosong.

Catatan yang ditulis terburu-buru.

Foto-foto lama.

Serta laptop Adrian yang masih menyala sejak tengah malam.

Baik Adrian maupun Alea terlihat kelelahan.

Namun tidak satu pun dari mereka berniat menghentikan penyelidikan.

Karena kini mereka tahu bahwa Aurora bukan sekadar proyek rahasia.

Aurora adalah bagian dari masa lalu mereka sendiri.

Dan semakin banyak petunjuk yang mereka temukan, semakin jelas bahwa seseorang telah berusaha menghapus sebagian sejarah mereka.

"Aku menemukan sesuatu."

Suara Adrian memecah keheningan pagi.

Alea yang sedang membaca ulang buku catatan George segera mengangkat kepala.

"Apa?"

Adrian menunjuk layar laptopnya.

"Ada satu file tersembunyi di dalam flash drive."

Alea langsung berdiri.

"File tersembunyi?"

Adrian mengangguk.

"Folder SUMMER_17 ternyata tidak berdiri sendiri."

Jarinya bergerak cepat di atas keyboard.

"File ini disembunyikan di balik beberapa lapisan enkripsi lama."

"Tadi malam aku tidak menemukannya karena sistemnya menggunakan algoritma yang sudah sangat usang."

"Apa isinya?"

Adrian tidak langsung menjawab.

Tatapannya tertuju pada nama file yang baru berhasil muncul di layar.

Ekspresinya berubah perlahan.

"Aku tidak yakin."

"Tapi kurasa ini yang selama ini ingin disembunyikan."

Alea menatap monitor.

Di sana tertera satu nama file.

FOUNDATION.MP4

Sebuah video.

Mereka saling berpandangan.

Jantung Alea mulai berdetak lebih cepat.

Instingnya mengatakan bahwa apa pun isi video itu akan mengubah segalanya.

Adrian mengklik file tersebut.

Layar menjadi hitam.

Beberapa detik tidak terjadi apa-apa.

Kemudian gambar mulai muncul perlahan.

Kualitas video itu buruk.

Seolah direkam lebih dari dua puluh tahun yang lalu menggunakan kamera rumahan.

Gambar bergetar.

Warna sedikit pudar.

Namun sosok yang muncul di layar sangat jelas.

George Corisand.

Dan William Hutama.

Dua pria yang telah mengubah hidup Adrian dan Alea bahkan setelah kematian mereka.

Mereka sedang duduk berdampingan di sebuah teras kayu yang menghadap danau.

Danau yang sama seperti yang muncul di foto-foto Aurora.

Tidak ada jas mahal.

Tidak ada simbol kekuasaan.

Tidak ada citra konglomerat.

Mereka tampak seperti dua sahabat lama yang sedang berbicara dari hati ke hati.

George menatap kamera terlebih dahulu.

Jika kalian sedang menonton video ini...

berarti sesuatu telah berjalan tidak sesuai rencana.

Alea menahan napas.

William tersenyum kecil.

Atau mungkin justru berjalan persis seperti yang kami khawatirkan sejak awal.

George menggeleng pelan.

Kau selalu terlalu dramatis.

Karena itulah perusahaanmu sering menang dalam negosiasi.

William tertawa.

Untuk sesaat, mereka tampak seperti dua sahabat biasa.

Bukan dua tokoh besar yang memimpin imperium bisnis.

Lalu suasana berubah.

Wajah mereka menjadi serius.

George menatap kamera.

Adrian.

Alea.

Jika kalian menemukan video ini, maka kemungkinan besar kalian sudah menemukan Aurora.

Atau setidaknya sebagian dari Aurora.

Jantung Alea berdebar semakin cepat.

Ini pertama kalinya mereka mendapatkan pesan yang benar-benar ditujukan kepada mereka.

Bukan petunjuk.

Bukan dokumen.

Bukan arsip.

Melainkan pesan langsung.

William melanjutkan.

Dan jika kalian menemukan Aurora...

maka kalian juga pasti sudah menemukan bukti bahwa kalian pernah saling mengenal jauh sebelum pernikahan ini.

Alea perlahan duduk kembali.

Tangannya terasa dingin.

George mengangguk.

Ya.

Kalian memang pernah bertemu.

Kalian pernah bermain bersama.

Kalian pernah tumbuh bersama.

Dan kalian pernah menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kalian ketahui.

Ruangan menjadi sunyi.

Bahkan suara pendingin udara terdengar menghilang.

Adrian tidak bergerak.

Matanya terus tertuju pada layar.

George melanjutkan.

Namun ada satu hal yang mungkin belum kalian ketahui.

Kalian tidak pernah berdua.

Kalimat itu membuat Alea dan Adrian saling menoleh hampir bersamaan.

William menarik napas panjang.

Ada tiga anak.

Bukan dua.

Dan sejak awal Aurora dibangun untuk melindungi ketiganya.

Nama itu kembali muncul.

Subjek Ketiga.

Video berlanjut.

Namun kali ini ekspresi kedua pria tua itu berubah drastis.

Tidak ada lagi senyum.

Tidak ada lagi candaan.

Yang tersisa hanyalah kesedihan.

George memejamkan mata sejenak.

Lalu berkata pelan.

Kami gagal.

Kalimat sederhana itu terasa menghantam ruangan.

William menundukkan kepala.

Kami bersumpah untuk menjaga kalian bertiga.

Kami bersumpah bahwa tidak ada seorang pun yang akan kehilangan masa depannya.

Namun kami terlambat.

Alea merasakan tenggorokannya mengering.

Adrian mengepalkan tangannya tanpa sadar.

George menatap kamera dengan mata yang berkaca-kaca.

Dan malam itu mengubah segalanya.

Video tiba-tiba terdistorsi.

Suara berdesis memenuhi ruangan.

Gambar berguncang.

Kemudian kembali normal.

Namun beberapa detik penting tampaknya telah hilang.

Seolah seseorang sengaja menghapus bagian tersebut.

Ketika gambar kembali stabil, William sedang berbicara.

...karena itulah kami memutuskan membangun Aurora.

Bukan sebagai proyek bisnis.

Bukan sebagai yayasan.

Bukan sebagai investasi.

Melainkan sebagai perlindungan.

George mengangguk.

Aurora adalah janji.

Janji kami kepada tiga anak yang hidupnya berubah pada malam itu.

Malam itu.

Lagi-lagi istilah yang sama.

Namun mereka tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Seolah masih ada sesuatu yang belum boleh diketahui.

Video mendekati akhir.

George terlihat jauh lebih tua daripada di awal rekaman.

Mungkin bagian ini direkam beberapa tahun kemudian.

Rambutnya mulai memutih.

Wajahnya terlihat lelah.

William juga demikian.

Namun ada satu hal yang berbeda.

Mereka tampak takut.

Benar-benar takut.

George menatap kamera dengan sangat serius.

Jika kalian sudah sampai pada tahap ini...

maka dengarkan baik-baik.

Ada orang-orang yang tidak ingin Aurora ditemukan.

Ada orang-orang yang percaya bahwa kebenaran harus tetap terkubur.

William melanjutkan.

Dan ada seseorang...

yang mungkin lebih mengetahui Aurora daripada kami sendiri.

Alea menahan napas.

Seseorang?

George mengangguk.

Jika dia masih hidup...

maka cepat atau lambat kalian akan menemukannya.

Atau dia akan menemukan kalian lebih dulu.

Ruangan terasa semakin dingin.

Karena kalimat itu terdengar sangat mirip dengan situasi mereka sekarang.

Penyusup Arsip 17.

Berkas yang dicuri.

Subjek Ketiga.

Semuanya seolah mengarah pada orang yang sama.

Lalu George mengucapkan kalimat terakhir.

Jika suatu hari kalian menemukan Nathan...

jangan membuat kesalahan yang sama seperti kami.

Alea membelalak.

Nathan.

Nama itu akhirnya disebut secara langsung.

Namun sebelum mereka sempat mendengar penjelasan lebih lanjut—

Layar mendadak berkedip.

Video berhenti.

File berakhir.

Begitu saja.

Tanpa penjelasan.

Tanpa jawaban.

Tanpa identitas lengkap.

Ruangan kembali sunyi.

Sangat sunyi.

Beberapa menit berlalu.

Tak satu pun dari mereka berbicara.

Mereka masih berusaha mencerna semua yang baru saja mereka lihat.

Akhirnya Alea memecah keheningan.

"Nathan."

Adrian mengangguk pelan.

"Pria dalam foto."

"Subjek Ketiga."

"Atau seseorang yang berhubungan langsung dengan Subjek Ketiga."

Alea berdiri dan berjalan menuju jendela.

Pemandangan kota Valerika mulai dipenuhi aktivitas pagi.

Orang-orang berangkat bekerja.

Lalu lintas mulai bergerak.

Kehidupan berjalan seperti biasa.

Sementara dunia mereka baru saja berubah total.

"Kita akhirnya punya nama."

katanya.

"Tapi tetap tidak punya jawaban."

Adrian menutup laptop perlahan.

"Tidak."

Tatapannya mengeras.

"Tapi sekarang kita punya arah."

Alea menoleh.

Adrian berdiri.

Mengambil foto lama yang memperlihatkan tiga anak kecil di tepi danau.

Kemudian ia meletakkannya di tengah meja.

"Semua petunjuk mengarah pada satu orang."

Matanya bertemu dengan mata Alea.

"Nathan."

Di saat yang sama, jauh di suatu tempat yang tidak mereka ketahui, seorang pria sedang menonton rekaman kamera dari dalam The Obsidian.

Pria itu menyaksikan video yang sama.

Mendengar namanya disebut.

Dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun...

senyum tipis muncul di wajahnya.

"Mereka akhirnya sampai di bagian itu."

gumamnya pelan.

Tatapannya jatuh pada foto tiga anak kecil yang terletak di meja Adrian.

Lalu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit.

Kerinduan.

Penyesalan.

Dan luka lama yang belum sembuh.

"Sudah waktunya."

bisiknya.

Karena permainan Aurora telah memasuki babak baru.

Babak di mana nama yang selama puluhan tahun dihapus dari sejarah akhirnya mulai kembali ke permukaan.

Dan ketika Nathan muncul, tidak ada satu pun kehidupan yang akan tetap sama seperti sebelumnya.

1
Vanni Sr
bnr² woyyyy di bab ini blg lg wallianm ayah adrian , gmn sih nulis ny
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Vanni Sr
g nyambungggg, george itu kakek apa ayah alea?? clarissa itu apa bianca ganti² , ngaco sih ini
typ
apa part 40 dan 41 terbalik?
Althea Shalmaira: benar, terima kasih mengingatkan,, akan saya coba althe perbaiki yah🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!