NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.8 — Kebangkitan Altar Kuno

Pagi di Lembah Iblis terasa lebih dingin dibanding biasanya. Kabut tebal menggantung di antara pepohonan kuno yang menjulang tinggi, menutupi sebagian besar pemandangan hingga hanya menyisakan siluet-siluet gelap yang tampak seperti penjaga purba dari zaman yang telah lama terlupakan. Embusan angin yang datang dari kedalaman lembah membawa hawa lembap bercampur aroma tanah dan dedaunan tua, menciptakan suasana sunyi yang membuat siapa pun merasa seolah sedang berdiri di luar dunia manusia.

Di depan gua tempat mereka tinggal selama beberapa waktu terakhir, Xiao Yun duduk di dekat api unggun kecil yang hampir padam. Cahaya jingga dari bara yang tersisa memantul di wajah mudanya, sementara tatapannya terus tertuju pada kobaran api yang sesekali berkerlip diterpa angin. Meski tubuhnya berada di sana, pikirannya masih terjebak dalam penglihatan aneh yang dialaminya malam sebelumnya.

Ia masih mengingat dengan jelas langit yang retak seperti kaca raksasa, bintang-bintang yang jatuh dari kehampaan, serta lautan api hitam yang menelan seluruh cakrawala. Yang paling membekas bukanlah kehancuran dunia dalam penglihatan itu, melainkan sosok berjubah gelap yang berdiri sendirian di tengah bencana tersebut. Sosok itu tidak melakukan apa pun. Ia hanya berdiri dan menatap langit, namun aura yang dipancarkannya begitu besar hingga membuat Xiao Yun merasa seolah sedang menyaksikan keberadaan yang melampaui pemahamannya.

Dan di atas semua itu, ada suara misterius yang terus bergema di benaknya.

Altar Pertama.

Dua kata sederhana, namun entah mengapa terasa begitu berat.

"Altar Pertama..." gumamnya pelan.

Tidak jauh dari sana, Luo Hai yang sedang bermeditasi perlahan membuka mata. Meski wajahnya tetap tenang seperti biasanya, ia sudah mengetahui bahwa muridnya kembali memikirkan hal yang sama.

"Kau masih memikirkan penglihatan itu?" tanyanya.

Xiao Yun mengangguk tanpa ragu.

"Guru, aku tidak merasa itu hanya mimpi."

Luo Hai tidak langsung menjawab. Ia membiarkan Xiao Yun melanjutkan ceritanya.

Dengan perlahan, bocah itu menceritakan kembali seluruh pengalaman yang dialaminya di dalam ruang gelap Nadi Kekosongan. Ia menjelaskan bagaimana pusaran hitam raksasa berputar di tengah kehampaan, bagaimana rantai-rantai kuno yang melingkar di pusat pusaran terus bergetar, serta bagaimana suara misterius itu memanggilnya berulang kali.

Semakin lama Luo Hai mendengarkan, semakin serius tatapannya.

Ketika cerita itu berakhir, keheningan menyelimuti mereka selama beberapa saat.

"Apa Guru pernah mendengar tentang Altar Pertama?" tanya Xiao Yun akhirnya.

Luo Hai menggeleng pelan.

"Tidak."

Jawaban itu membuat Xiao Yun sedikit kecewa. Namun sebelum ia sempat berbicara lagi, Luo Hai melanjutkan dengan suara yang jauh lebih serius.

"Meskipun aku tidak mengetahui apa itu Altar Pertama, aku yakin satu hal. Penglihatan yang kau lihat bukanlah mimpi biasa."

Mata Xiao Yun langsung terangkat.

Luo Hai berdiri perlahan lalu berjalan beberapa langkah ke depan.

"Di dunia ini terdapat banyak kekuatan yang melampaui pemahaman manusia biasa. Beberapa di antaranya mampu meninggalkan jejak kehendak yang bertahan selama ribuan bahkan puluhan ribu tahun. Jejak-jejak itu dapat diwariskan melalui darah, jiwa, atau warisan kuno yang tersegel."

Tatapan Luo Hai menjadi tajam.

"Penglihatan yang kau lihat kemungkinan besar adalah salah satu jejak tersebut."

Xiao Yun menelan ludah.

"Jadi seseorang mengirimkannya kepadaku?"

"Mungkin."

Luo Hai menatap ke arah dada muridnya.

"Atau mungkin sesuatu yang berada di dalam tubuhmu sedang berusaha membimbing mu menuju tujuan tertentu."

Mendengar itu, Xiao Yun refleks menunduk.

Pikirannya langsung tertuju pada Nadi Kekosongan.

Semakin banyak yang ia ketahui, semakin besar pula misteri yang menyelimutinya.

Tepat ketika ia hendak bertanya lebih lanjut, rasa panas tiba-tiba muncul di lehernya.

Bzzzz...

Xiao Yun terkejut dan segera memegang bagian lehernya.

"Guru!"

Luo Hai langsung menoleh.

Simbol pusaran hitam yang selama ini hanya muncul sesaat kini perlahan terlihat jelas di permukaan kulit Xiao Yun. Cahaya gelap berdenyut pelan seperti jantung yang baru terbangun dari tidur panjang.

"Apa yang terjadi?" tanya Luo Hai.

"Aku tidak tahu!"

Cahaya itu semakin terang. Kemudian, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya muncul di udara.

Dari simbol tersebut memanjang sebuah garis cahaya hitam tipis yang melayang seperti benang energi. Garis itu tidak bergerak sembarangan. Ia menunjuk lurus ke satu arah.

Bagian terdalam Lembah Iblis.

Xiao Yun dan Luo Hai saling berpandangan.

Tidak ada satu pun dari mereka yang perlu menjelaskan apa arti fenomena tersebut.

Nadi Kekosongan sedang menunjukkan jalan.

Luo Hai menyipitkan mata sebelum akhirnya berkata, "Sepertinya kita harus pergi ke sana."

Perjalanan pun segera dimulai.

Untuk pertama kalinya sejak terjatuh ke Lembah Iblis, Xiao Yun meninggalkan wilayah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama Luo Hai. Semakin jauh mereka bergerak, semakin asing pula pemandangan yang muncul di hadapan mereka.

Pepohonan kuno tumbuh menjulang hingga puluhan meter ke langit. Akar-akarnya yang besar mencuat dari tanah seperti tubuh naga yang membatu. Di beberapa tempat bahkan terdapat kerangka makhluk raksasa yang ukurannya jauh melampaui binatang iblis biasa.

Tulang-tulang putih itu telah berubah menjadi batu akibat usia yang tak terhitung lamanya, namun masih memancarkan tekanan samar yang membuat Xiao Yun merasa kecil di hadapannya.

Selain itu, mereka juga menemukan reruntuhan bangunan kuno yang sebagian besar telah terkubur tanah dan lumut. Pilar-pilar batu yang patah berdiri miring di antara pepohonan, seolah menjadi saksi bisu peradaban yang telah lenyap dari dunia.

"Guru," panggil Xiao Yun.

"Hm?"

"Apa dulu ada orang yang tinggal di tempat seperti ini?"

Luo Hai memandangi reruntuhan tersebut beberapa saat.

"Mungkin."

Jawaban itu terdengar biasa.

Namun kalimat berikutnya membuat Xiao Yun merinding.

"Atau mungkin sesuatu yang lebih tua daripada manusia."

Mereka terus melanjutkan perjalanan.

Beberapa jam kemudian, suasana mulai berubah. Cahaya matahari yang sebelumnya masih mampu menembus celah pepohonan perlahan menghilang. Kabut hitam tipis mulai muncul di antara batang-batang pohon tua.

Udara menjadi lebih berat.

Lingkungan terasa semakin sunyi.

Lalu terdengar suara gesekan dari balik semak.

Xiao Yun langsung waspada.

Dari balik kabut muncul seekor ular hitam raksasa dengan panjang hampir tiga meter. Sisiknya berkilau seperti logam gelap, sementara sepasang mata merahnya memancarkan aura ganas yang membuat bulu kuduk meremang.

"Ular Kabut Hitam," gumam Luo Hai.

Xiao Yun segera menoleh.

"Guru."

"Hm?"

"Bunuh dia."

Luo Hai menggeleng santai.

"Tidak."

Xiao Yun berkedip.

"Tidak?"

"Kau yang melawannya."

Wajah Xiao Yun langsung berubah.

Namun sebelum sempat protes, ular itu sudah menyerang.

Tubuh panjangnya melesat seperti anak panah, sementara mulutnya terbuka lebar memperlihatkan taring-taring beracun.

Xiao Yun nyaris menjerit.

Namun latihan yang selama ini dijalaninya akhirnya menunjukkan hasil.

Tubuhnya bergerak lebih cepat daripada pikirannya.

Ia menghindar ke samping tepat sebelum taring ular menyambar tempat ia berdiri.

Pertarungan yang terjadi setelahnya berlangsung sengit. Dengan memanfaatkan batu-batu besar di sekitar dan kekuatan fisik yang telah ditempa oleh Kolam Penempaan Tulang, Xiao Yun perlahan mulai mengimbangi lawannya.

Serangan demi serangan ia lancarkan.

Tubuhnya dipenuhi luka kecil.

Pakaiannya robek di beberapa bagian.

Namun semangatnya tidak surut.

Hingga akhirnya, setelah pertarungan yang menguras tenaga, pukulan terakhir menghantam kepala ular dengan keras.

Tubuh makhluk itu kejang sesaat sebelum akhirnya terdiam.

Xiao Yun berdiri terengah-engah sambil menatap lawannya yang telah mati.

Perasaan bangga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya perlahan memenuhi dadanya.

Ini bukan keberuntungan.

Bukan bantuan orang lain.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia mengalahkan seekor binatang iblis dengan kekuatannya sendiri.

Menjelang senja, mereka akhirnya tiba di tujuan.

Di hadapan mereka berdiri sebuah gerbang batu raksasa yang tingginya mencapai lebih dari dua puluh meter. Permukaannya dipenuhi lumut, akar pohon tua, serta ukiran simbol-simbol kuno yang sebagian besar telah terkikis waktu.

Namun di bagian tengah gerbang terdapat sebuah simbol yang membuat napas Xiao Yun tertahan.

Sebuah pusaran.

Persis seperti simbol yang ada di lehernya.

Jantungnya berdebar keras.

Ketika ia melangkah mendekat, simbol di lehernya kembali menyala.

Pada saat yang sama, simbol di gerbang batu juga memancarkan cahaya yang sama.

Seluruh tanah langsung bergetar.

Debu dan batu-batu kecil berjatuhan dari atas.

Akar-akar tua yang membelit gerbang mulai patah satu demi satu.

Suara gemuruh berat bergema ke seluruh penjuru hutan.

Perlahan.

Sangat perlahan.

Gerbang kuno yang telah tertutup selama ribuan tahun mulai bergerak.

Celah sempit muncul di antara kedua daun pintunya.

Lalu semakin lebar.

Semakin besar.

Hingga akhirnya membuka jalan menuju kegelapan yang tersembunyi di baliknya.

Udara kuno yang berat mengalir keluar dari dalam.

Udara yang membawa aroma waktu, rahasia, dan sejarah yang telah lama terlupakan.

Xiao Yun menatap lorong gelap di balik gerbang dengan jantung berdebar.

Entah mengapa, ia merasa bahwa langkah yang akan diambilnya setelah ini akan mengubah seluruh hidupnya.

Karena jauh di balik kegelapan tersebut tersembunyi rahasia pertama Nadi Kekosongan.

Altar Pertama.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!