NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Pembalasan

"Yu, ngapain bawa gue kesini?" Tanya Gladys.

"Gak mau turun?" Bukannya menjawab, Ryuga malah balik bertanya. Ia sendiri sudah membuka pintu mobil dan siap untuk turun.

"Jawab pertanyaan gue dulu, Ryu!" Kata Gladys.

"Bukannya ada permasalahan di keluarga lo, yang harus di selesain?" Tanya Ryu.

"Bukan urusan lo!" Jawab Gladys.

"Bakal jadi urusan gue juga nantinya. Turun sekarang. Ibu lo udah buka pintu." Kata Ryu saat melihat Ibu Gladys keluar dari rumah sederhana mereka.

Dengan perasaan tak menentu, Gladys akhirnya ikut turun dari mobil. Ia berusaha mengatur ekspresi setenang mungkin, agar tak membuat Ibunya khawatir.

"Kok gak bilang kalo mau pulang, Dys?" Tanya Ibunya yang menyambut kedatangan Gladys.

"Iya, Bu. Anu, itu, mendadak soalnya." Kata Gladys yang gelagapan.

"Ini, siapa?" Tanya Ibu Gladys.

"Saya Ryuga, Bu." Ujar Ryu sambil menyalami Ibu Gladys dengan sopan.

"Ayo - ayo, masuk." Ajak Ibu Gladys.

Mereka semua masuk ke dalam rumah sederhana yang terasa hangat. Ryu di persilahkan duduk di ruang tamu, sementara Gladys mengekor ibunya menuju ke dapur untuk menyiapkan minuman.

Tak lama, Gladys dan Ibunya keluar dengan membawa minuman dan biskuit.

"Silahkan di minum, Nak Ryu. Maaf, cuma seadanya. Gladys gak bilang kalau mau pulang ngajak teman." Kata Ibu Gladys sambil tersenyum.

"Terima kasih, Bu." Jawab Ryu.

Ia sedari tadi terus memperhatikan gerak - gerik Ibu Gladys yang tampak gelisah. Seolah takut jika ada sesuatu yang akan menangkapnya.

"Bu.." Panggil Ryuga untuk mendapatkan atensi dari Ibu Gladys.

"Kedatangan saya kesini, karena saya mau mengajak Ibu dan Gladys untuk menjemput Bapak." Kata Ryu setelah mendapatkan atensi dari Ibu Gladys.

Mendengar itu, Gladys dan Ibunya benar - benar terkejut.

"Maksudnya?" Tanya Gladys.

"Ayo kita jemput Bapak. Bapak sudah bebas." Jawab Ryu.

"Gimana bisa?" Tanya Gladys yang tampak tak percaya dengan Ryuga. Mungkin jika ia lupa siapa Ryuga dan siapa yang ada di belakangnya.

"Bapak gak bersalah, kan? Bapak hanya di jadikan kambing hitam dari kasus korupsi dana Desa yang di lakukan Kepala Desa." Kata Ryuga.

"Jadi, kenapa kamu kaget kalau Bapak bisa bebas?" Tanya Ryuga.

Mendengar itu, Ibu Gladys pun menangis. Usaha mereka selama ini untuk membebaskan Bapak Gladys yang tak bersalah, selalu gagal karena di cekal oleh Kepala Desa yang merupakan pelaku utama.

Kepala Desa itu, baru mau membantu membebaskan Bapak Gladys jika Gladys menikah dengan putranya dan membayar denda kerugian.

Maka dari itu, Gladys mati - matian mengumpulkan uang untuk membayar denda, selain itu juga ia sudah setuju untuk menikah dengan anak Kepala Desa, semata - mata agar bisa membebaskan Bapaknya dari penjara.

"Terima kasih, Nak Ryu. Terima kasih banyak." Ucap Ibu Gladys sambil memeluk Ryuga.

Sementara Gladys masih membeku. Namun, kini ia sadar siapa pria di depannya ini. Dia adalah salah satu Agen Rahasia terkenal yang jadi kebanggaan Negara. Dibaliknya, ada dua sosok legendaris yang terkenal di dunia Militer dan Agen Rahasia.

"Terima kasih, Ryu." Lirih Gladys dengan netra berkaca - kaca.

Kali ini, ia sudah memiliki keputusan. Ia akan menjalankan misi yang sudah di tetapkan. Ia tak keberatan menjalani pernikahan kontrak sebagai ungkapan terima kasih karena Ryu dan 'keluarganya' sudah sangat berjasa.

"Oh, jadi gini kelakuan kamu, Dys! Kamu bilang mau menikah denganku, tapi kamu justru jalan sama laki - laki lain." Terdengar suara bariton seorang pria yang tiba - tiba masuk ke dalam rumah Gladys.

"Kamu mau main - main sama aku? Apa kamu udah gak sayang lagi sama keluarga kamu, hah?" Imbuh pria itu dengan nada yang mengancam.

Gladys kembali membeku. Ia hanya bisa terdiam karena tak bisa menyangkal ucapan dari Putra, anak Kepala Desa. Selain itu, Putra yang memang tergila - gila pada Gladys itu juga mengancam akan mencelakai keluarga Gladys jika ia menolak menikah dengannya.

"Wey... Wey... Santai, Tuan." Kata Ryu yang langsung berdiri dari tempatnya. Ia tentu tau siapa pria yang baru datang ini dan pria ini yang memang sudah ia tunggu - tunggu.

"Jangan ikut campur! Berani - beraninya kamu mendekati calon istriku." Kata Putra.

"Calon istri atas dasar paksaan?" Tanya Ryu dengan senyum smirk.

"Jangan sok tau! Aku dan Gladys saling mencintai." Sergah Putra.

"Saling mencintai? Sudah jelas saya dengar anda mengancam Gladys kalau dia tidak mau menikah dengan anda." Kata Ryu.

Mendengar ucapannya selalu di patahkan, tentu membuat Putra mulai emosi. Ia mengepalkan tangannya dengan erat hingga buku - buku jarinya memutih.

"Sayang..." Panggil Ryu sambil menatap ke arah Gladys yang kini memeluk ibunya.

Gladys yang tiba - tiba di panggil seperti itu pun, terkejut bukan main. Dunianya hari ini terasa jungkir balik tak karuan.

"Kamu mau menikah denganku, atau dia?" Tanya Ryu sambil menunjuk ke arah Putra yang ada di sampingnya.

Gladys masih bungkam, ia tampak kebingungan. Ia masih terus berfikir, apakah ini semua adalah bagian dari kelancaran misi?

Ia benar - benar kagum dengan akting Ryu yang bisa menjadi orang berbeda seratus delapan puluh derajat hanya dalam hitungan menit.

"Jawab, Dys!" Bentak Putra yang membuat Gladys dan Ibunya terperanjat.

"Jangan pernah bentak Gladys!" Kata Ryuga sambil menatap nyalang Putra.

Ryuga merasa tak terima jika pria bajingan di sampingnya itu membentak Gladys yang sudah pria itu sudutkan habis - habisan hingga tak berdaya.

"Aku mau menikah dengan Ryu! Aku hanya terpaksa mau menikah sama kamu karena kamu terus mengancamku." Kata Gladys yang akhirnya buka suara.

"Berani - beraninya kamu mempermainkan aku!" Kata Putra yang tak terima.

Ia hendak menghampiri dan menyeret Gladys, namun, langkahnya di halangi oleh Ryuga yang langsung berdiri tegap di depan Gladys dan Ibunya.

"Hadapi saya dulu kalau anda mau menyentuh calon istri saya." Kata Ryuga.

Suaranya terdengar dingin dan penuh penekanan. Tatapannya begitu tajam dan mengintimidasi, seolah hendak meremukkan lawan di depannya.

"Sialan!" Seru Putra yang langsung mengarahkan bogem mentah ke wajah Ryu. Namun, dengan mudah Ryuga menahannya dan menyeretnya keluar.

Melihat Ryu menyeret Putra keluar dari rumah, Gladys dan Ibunya buru - buru menyusul. Tentu saja Gladys berusaha menghentikan pertarungan Ryu dan Putra, meski tak berhasil.

Adu otot pun tak bisa di elakkan. Ryu meladeni setiap serangan dari Putra yang justru membuat Putra babak belur terkena hantaman dari Ryu.

Buggh!

"Ini untuk anda yang sudah mengancam Gladys."

Buughh!

"Ini untuk anda yang sudah mempermainkan Gladys dan keluarganya."

Bouughh!

"Ini karna anda menyulitkan Bapak Gladys yang tidak bersalah."

Ryu terus menghantamkan bogem mentah sembari mengungkap kekejian Putra pada keluarga Gladys.

Kejadian itu, tentu memicu keramaian. Tetangga tetangga Gladys keluar untuk melihat keributan yang terjadi di depan rumah Gladys.

"Ryu... Udah, Ryu..." Gladys berusaha menghentikan Ryu, namun pria itu terlanjur terbawa emosi dan menarik tangannya untuk kembali menghajar Putra.

"Sayang, cukup!" Teriak Gladys sambil memegangi tangan Ryu yang kini mengambang di udara. Sementara, Putra sudah dalam kondisi babak belur.

Hatinya merasa puas saat melihat Ryu menghajar Putra habis - habisan. Namun, ia harus menghentikan itu, agar tak membuat Ryu mendapat masalah.

1
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!