NovelToon NovelToon
Gadis Pemalas & Sistem Gosip

Gadis Pemalas & Sistem Gosip

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Romansa Fantasi
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Lin Xiaomi bertransmigrasi ke dalam novel sebagai gadis bangsawan yang terkenal terobsesi pada Duke Jiang Xuan, pria dingin dan kejam yang ditakuti semua orang.

Demi menghindari akhir tragis, ia memutuskan menjauh dan hidup santai. Namun, sebuah Sistem Gosip membuat semua isi pikirannya dapat didengar orang-orang di sekitarnya.

Rahasia demi rahasia pun terbongkar, sementara takdir terus mempertemukannya dengan Jiang Xuan. Tanpa disadari, hubungan mereka perlahan berubah dan alur novel mulai menyimpang dari cerita aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya Terbongkar.

Lin Xiaomi mengedarkan pandangannya ke seluruh taman.

Yang mana, ya...?

Semua gadis bangsawan yang hadir tampak anggun dengan pakaian terbaik mereka. Tidak ada satu pun yang mengenakan cadar.

Bagaimana aku bisa menemukannya?

【Tuan Rumah tidak perlu terburu-buru.】

【Sebentar lagi, sistem akan menunjukkan petunjuknya.】

Lin Xiaomi mengangguk pelan.

Baiklah. Aku lihat saja nanti.

Di sisi lain, orang-orang yang dapat mendengar isi pikirannya mulai diam-diam mengamati para putri bangsawan yang berasal dari keluarga Zhou.

Masing-masing mencoba menebak siapa yang dimaksud sistem.

Tak hanya mereka.

Bahkan Jiang Xuan yang sedari tadi tampak tenang ikut menyapu pandangannya ke sekeliling taman.

Ekspresinya tetap datar, tetapi sorot matanya menjadi sedikit lebih tajam.

Sementara itu, Xu Wenhao masih melayani para tamu dengan senyum ramah, sama sekali tidak menyadari bahwa sebuah rahasia besar tentang dirinya hampir terbongkar.

【Target berhasil ditemukan.】

Suara sistem kembali terdengar.

Lin Xiaomi langsung menegakkan punggungnya.

Di mana?

【Dua belas langkah di sebelah kanan Tuan Rumah. Wanita yang mengenakan hanfu berwarna hijau muda dengan hiasan bunga prem di rambutnya.】

Lin Xiaomi segera menoleh perlahan ke arah yang dimaksud.

Seorang gadis sedang duduk dengan anggun sambil berbincang dengan beberapa nona bangsawan.

Wajahnya cantik dan lembut.

Tidak ada sedikit pun yang membuatnya terlihat mencurigakan.

Dia?

【Benar. Dialah Putri Kedua Keluarga Zhou, Zhou Qingru.】

Lin Xiaomi sedikit terkejut.

Jadi... dia benar-benar menyukai Xu Wenhao?

【Bukan hanya saling menyukai. Mereka telah lama saling mencintai.】

Lalu kenapa Xu Wenhao bertunangan dengan wanita lain?

【Karena kepala keluarga Xu dan keluarga calon tunangannya telah lama menjalin kesepakatan politik. Xu Wenhao tidak memiliki pilihan selain menerima pertunangan tersebut demi kepentingan keluarganya.】

Lin Xiaomi menghela napas pelan, Kasihan juga... ternyata jadi bangsawan tidak sebebas yang kubayangkan.

Mendengar isi pikiran itu, beberapa tamu yang dapat mendengarnya ikut terdiam.

Mereka mulai memandang Xu Wenhao dengan tatapan yang berbeda.

Di sisi lain, Zhou Qingru yang tidak mengetahui apa pun masih tersenyum lembut, sesekali mencuri pandang ke arah Xu Wenhao.

Tanpa disadarinya, tatapan kecil itu tidak luput dari pengamatan Lin Xiaomi... dan beberapa orang yang kini mulai menyusun kepingan-kepingan rahasia yang baru saja mereka dengar.

Di sisi lain, Mu Qingya, tunangan resmi Xu Wenhao, mendadak membeku di tempat duduknya.

Cangkir teh yang berada di tangannya sedikit bergetar, Wajahnya perlahan memucat.

Apa... yang baru saja kudengar?

Tatapannya tanpa sadar beralih kepada Xu Wenhao. Selama ini, ia selalu percaya bahwa pertunangan mereka, meski berawal dari keputusan keluarga, setidaknya didasari oleh kesediaan kedua belah pihak.

Namun kini...

Ia baru mengetahui bahwa dirinya hanyalah bagian dari kesepakatan politik. Yang lebih menyakitkan, pria yang menjadi tunangannya ternyata telah lama mencintai wanita lain.

Mu Qingya mengepalkan jemarinya di balik lengan baju, berusaha menahan gejolak di dalam hati.

Perlahan, pandangannya beralih kepada Zhou Qingru, Putri Kedua Keluarga Zhou.

Jadi... orang itu?

Meski sulit mempercayainya, isi pikiran Lin Xiaomi terdengar begitu jelas di telinganya.

Untuk pertama kalinya, hati Mu Qingya dipenuhi keraguan terhadap pria yang selama ini akan menjadi pendamping hidupnya.

Mu Qingya perlahan menundukkan pandangannya, menyembunyikan gejolak di dalam hati.

Tak lama kemudian, ia memanggil salah seorang pelayannya dengan isyarat halus.

Pelayan itu segera mendekat.

Mu Qingya membisikkan sesuatu dengan suara pelan.

"Carilah kesempatan untuk menumpahkan sedikit teh dingin ke tangan Putri Kedua Keluarga Zhou. Ingat, hanya teh dingin. Jangan sampai melukainya."

"Baik, Nona."

Pelayan itu membungkuk hormat, lalu membawa sebuah cangkir berisi teh dingin dan berjalan menuju tempat Zhou Qingru berada.

Sesampainya di sana, ia berpura-pura tersandung.

"Aah!"

Cangkir di tangannya miring, membuat sedikit teh dingin tumpah mengenai tangan Zhou Qingru.

Zhou Qingru terkejut dan tanpa sadar mundur selangkah.

"Apa yang terjadi?"

Perhatian seluruh tamu seketika tertuju ke arah mereka.

Melihat kejadian itu, Xu Wenhao langsung berdiri dari tempat duduknya.

"Qingru!"

Tanpa memedulikan tatapan orang-orang, ia bergegas menghampiri Zhou Qingru.

"Apakah kau baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?"

Dengan wajah penuh kepanikan, Xu Wenhao langsung menggenggam tangan Zhou Qingru dan memeriksanya dengan saksama.

Zhou Qingru masih terdiam. Wajahnya sedikit pucat karena terkejut.

Melihat gadis itu belum juga menjawab, Xu Wenhao semakin cemas.

Ia menarik Zhou Qingru ke dalam pelukannya.

"Tenang... tidak apa-apa."

Kemudian ia mengangkat kepalanya dan berteriak,

"Pelayan! Cepat panggil tabib!"

Suasana taman mendadak sunyi.

Seluruh tamu memandang keduanya dengan ekspresi terkejut.

Tidak ada seorang pun yang menyangka Xu Wenhao akan menunjukkan kepedulian sedemikian besar kepada Zhou Qingru.

"Dasar pelayan tidak berguna!"

"Pengawal! Seret dia keluar dan hukum seratus cambukan!" Teriak Minhao.

Pelayan itu langsung gemetar ketakutan.

Di tengah keheningan itu, tiba-tiba terdengar suara tawa pelan.

"Heh..."

Semua orang menoleh.

Mu Qingya duduk dengan tenang sambil tersenyum tipis.

"Benar-benar pemandangan yang romantis," ucapnya pelan.

Tatapan seluruh tamu kini beralih kepadanya.

Xu Wenhao yang mendengar perkataan itu langsung tersadar.

Ia buru-buru melepaskan pelukannya dari Zhou Qingru.

Wajahnya berubah panik.

"Qingya... apa yang sedang kau katakan?"

Mu Qingya menatapnya dengan senyum yang sulit ditebak.

"Bukankah kalian terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat serasi?"

Nada suaranya terdengar tenang, tetapi setiap kata yang keluar membuat suasana taman menjadi semakin mencekam.

Xu Wenhao menggeleng pelan.

"Qingya, jangan berkata seperti itu."

Nada suaranya terdengar gugup. Ia berusaha menjaga ketenangannya, tetapi sorot matanya tidak mampu menyembunyikan kepanikan.

Mu Qingya hanya tersenyum tipis.

"Apakah aku mengatakan sesuatu yang keliru, Tuan Muda Xu?"

Xu Wenhao terdiam.

Suasana taman kembali diliputi keheningan.

Tak seorang pun berani menyela percakapan keduanya.

Sementara itu, Lin Xiaomi yang menyaksikan semuanya hanya berkedip bingung.

Lho... kok jadi begini?

Tepat pada saat itu...

【Ding!】

Suara sistem kembali bergema di dalam benaknya.

【Selamat kepada Tuan Rumah. Rahasia Xu Wenhao berhasil terbongkar dengan sendirinya tanpa campur tangan sistem.】

Lin Xiaomi sedikit tertegun.

Hah? Kok bisa?

【Karena kepanikannya sendiri, Xu Wenhao tanpa sadar memperlihatkan kepada semua orang siapa wanita yang benar-benar ia cintai.】

Lin Xiaomi melirik ke arah Xu Wenhao yang kini tampak kehilangan ketenangannya.

Wah... ini benar-benar berantakan.

【Ding!】

Suara sistem kembali bergema di benak Lin Xiaomi.

【Sistem mendeteksi bahwa tingkat kepanikan Xu Wenhao terus meningkat.】

Lalu?

【Kemungkinan besar, ia akan berusaha mencari alasan untuk menutupi tindakannya di hadapan para tamu.】

Lin Xiaomi melirik ke arah Xu Wenhao.

Ya jelas panik, orang semua sedang melihatnya.

Sementara itu, seluruh tamu masih memusatkan perhatian kepada Xu Wenhao, Zhou Qingru, dan Mu Qingya.

Tak seorang pun kembali duduk.

Xu Wenhao menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya.

"Qingya... jangan salah paham."

"Aku hanya khawatir karena pelayan itu tiba-tiba menumpahkan teh."

Mu Qingya tersenyum tipis.

"Begitukah?"

"Kalau begitu, mengapa Tuan Muda Xu begitu panik hingga memeluk Putri Kedua Keluarga Zhou di hadapan semua orang?"

Pertanyaan itu membuat Xu Wenhao membeku.

Ia tidak mampu segera menjawab.

Bisik-bisik kembali terdengar di antara para tamu.

"Benar juga..."

"Kalau hanya khawatir, mengapa reaksinya sedemikian besar?"

"Sepertinya memang ada sesuatu."

Xu Wenhao mengepalkan tangannya.

Di sisi lain, Zhou Qingru menundukkan kepala. Wajahnya memucat, tidak menyangka semuanya akan berubah menjadi seperti ini.

Sementara itu, Lin Xiaomi hanya menjadi penonton.

Astaga... ini lebih seru daripada drama.

Beberapa orang yang mendengar isi pikirannya hampir kehilangan kendali atas ekspresi mereka.

Drama?

Meski mereka tidak memahami arti kata itu, entah mengapa mereka merasa kata tersebut sangat cocok dengan keadaan di hadapan mereka sekarang.

Xu Wenhao memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya mengangkat kepalanya.

"Qingya, dengarkan penjelasanku..."

Namun, belum sempat ia melanjutkan perkataannya, Mu Qingya mengangkat tangan, menghentikannya.

"Tidak perlu."

Senyum di wajahnya masih terukir, tetapi sorot matanya telah kehilangan kehangatan.

"Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."

Xu Wenhao terdiam.

Di sisi lain, Zhou Qingru menggigit bibirnya pelan.

"Saudari Mu... maafkan aku..."

Mu Qingya menggeleng perlahan.

"Kau tidak perlu meminta maaf kepadaku."

Tatapannya kemudian beralih kepada Xu Wenhao.

"Orang yang seharusnya meminta maaf bukanlah dirimu."

Suasana taman kembali hening, Tak seorang pun berani menyela.

Bahkan Putra Mahkota Xuanyuan Chen hanya mengamati dengan tenang dari kursinya.

Sementara Jiang Xuan tetap memegang cangkir tehnya, memperhatikan perkembangan keadaan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Lin Xiaomi yang melihat semua itu hanya menghela napas dalam hati.

Andai dari awal mereka jujur, mungkin semuanya tidak akan serumit ini.

【Tuan Rumah benar.】

Suara sistem kembali terdengar.

【Namun, dalam keluarga bangsawan, perasaan sering kali dikalahkan oleh kepentingan keluarga dan kekuasaan.】

Lin Xiaomi kembali menatap ketiga orang itu.

Xu Wenhao berdiri terpaku di tempatnya.

Mu Qingya tersenyum tenang, meski semua orang dapat merasakan kekecewaan yang disembunyikannya.

Sedangkan Zhou Qingru hanya menundukkan kepala, tidak sanggup menatap siapa pun.

Perjamuan yang semula dipenuhi tawa kini berubah menjadi sunyi.

Tak seorang pun menyangka bahwa sebuah rahasia yang telah lama disembunyikan akhirnya terbongkar di hadapan seluruh tamu.

1
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪💪 dlm upnya
Aylnn_: baik kak
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat tangkap dan bongkar anggota Teratai hitam bikin lin xiaomi naik lagi jabatan
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
ayaa
ceritanya mirip bgt sama sebelah yg judulnya melintasi waktu dengan sistem gosip
Aylnn_: Sama persis kah kak?
total 1 replies
ayaa
ceritanya hampir sama kayak yg udah aku baca
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Fajar Fathur rizky
cepat tangkap ketua organisasi itu bikin mcnya naik jabatan
Erma Erpiyana
ini mah bukan sistem gosip, tapi sistem jebakan, kan emang sistem nya bodoh dan penipu.
Erma Erpiyana
waduh ternyata sistemnya bodoh, seharusnya sistem itu bisa tahu segala hal, atau gosip yang dapat terdeteksi dari dekat, ini sudah dekat dengan target tapi sistem nya diam saja berarti sistem ya gak berguna, seperti polisi Indonesia, dan pejabat politik Indonesia.
Erma Erpiyana
aneh katanya semua pikiran si merek hp ini dapat di dengar, kok jadi gak tahu apa apa, ?, pasti niatnya ngikutin novel mandarin yang pikiran dapat terbaca tapi kenyataannya ngaco, terus juga menolong sendiri itu kan seharusnya pakek tanda sebelum kalimatnya, ini malah seperti penjelasan keadaan, dan narasi,
Wahyuningsih
thor terlalu bertele tele gk langsung sat set sat set udah gtu lin xiomi malas bingit gk seru sma skli lelet abiz aturan yg badaz thor biar mkin seru trs terang thor q jdi malas nerusin bacanya gk banget
Ona Sukatendel
athor klo bikin sistim gosip berbelit2, kg langsung ke inti pemasalahannya
Aylnn_: Baik, akan saya perbaiki lagi.
total 1 replies
Wahyuningsih
merangkai kta2 itu susah jdi tolong hargai
🙏🙏 klau gk ska gk usah d baca gitu aja repot jgn ska mengritik orang gimna klau posisi itu berbalik kepda anda
Wahyuningsih
y gk apa2 lah wong yg renkarnasi dri msa dpn jdi dinikmati aja yg author kasih y gk gaes 🤣🤣🤣
Aylnn_: iyaa kak, makasih sudah ngertiin.. ini aku baru mulia nulis kalo ada kesalahan di maafin yahh☺🙏
total 1 replies
Wega Luna
Xiaomi kurang waspada, seharusnya dia kalo sudah jadi pejabat belajar bela diri😌,
Aylnn_: Harus di ajarin dulu itu sama jiang Xuan😄
total 1 replies
Wega Luna
pemeran utamanya adalah merk smartphone Xiaomi,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aylnn_: Yaa ampunn bisa²nya kepikiran ke situ🤣Tapi iyaa juga sihh😫
total 1 replies
paijo londo
aduuuh Lin suara hatimu terdengar konyol🤦🤦 sungguh kamu ingin hidup malas dan santai🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!