Aisha Satiya Hasan dan Slaven Adeva Rafandi atau lebih dikenal dengan panggilan Aisha dan Deva, saling mengikat janji pada saat keduanya masih kecil untuk bersatu kelak jika mereka sudah dewasa.
Akan tetapi sebuah kecelakaan menimpa Aisha, sehingga Aisha kehilangan ingatannya dan tak mengenali Deva. Sampai pada suatu kesempatan mereka dipertemukan dan Deva berusaha mengembalikan ingatan Aisha.
Akankah ingatan Aisha kembali? Akankah mereka bisa melewati setiap rintangan dalam cinta mereka?
Semoga menghibur !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aisha Menyetujui Penawaran Deva
Dari semalam deva tidak bisa tidur karena menunggu telepon dari aisha tentang penawarannya. Sesungguhnya dari hati yg paling dalam deva berharap aisha akan setuju,bukan karena ibunya saja tapi deva ingin bisa mengembalikan ingatan aisha agar mengingatnya dan semua kenangan mereka di masa kecil sampai aisha yg pergi ikut ayahnya ke Jakarta untuk urusan perusahaan dan ternyata aisha sudah kembali ke bandung namun tidak mengingat deva.
Tiba-tiba ponsel deva berdering dan membuatnya kaget sehingga hampir saja ponselnya terjatuh ke lantai kamarnya. Deva tersenyum girang dan berharap bahwa itu adalah aisha tapi ternyata ia kecewa karena yg meneleponnya adalah ibu ratih yaitu ibu kandungnya sendiri.
"Hallo sayang,apa kabarmu disana? apa kamu tidak merindukan mama disini? Kapan kau akan kembali? kau tau bukan 5 hari lagi susan adikmu akan menikah!" seru ibunya pada deva
"Ya mam kabarku baik disini? tentu saja aku rindu padamu. secepatnya. iya aku tau. sudah ya mam aku ada pekerjaan penting saat ini.!" jawab deva dengan malas karena setiap kali ibunya menelepon pasti ujungnya akan menyangkut dengan menjodoh-jodohkan deva dengan anak dari teman-temannya di selandia baru. "Deva!! aku ini orang tuamu knp kau tidak sopan? mama belum selesai berbicara!" sentak mami dalam telepon
"Maaf ma,tapi deva bosan mama selalu membahas tentang pernikahan susan lalu mama selalu memperpanjang bahasan itu dengan perjodohanku. aku tidak ingin menikah saat ini. dan jika aku menikah aku akan menentukan pilihanku sendiri. mama jangan khawatir aku pasti akan menikah dengan wanita yg aku inginkan. Tenanglah mam,berhentilah menjodohkanku! saat ini aku sedang berusaha membawa calon istriku kepada mama." jelas deva berusaha menenangkan ibunya di seberang sana.
"Baiklah mama hanya akan memberimu waktu 2 bulan jika kau tidak membawa wanita pilihanmu. maka kau harus setuju menikah dengan Vania." ancam ratih.
"Baik mam. kalau begitu sudah dulu. sampai nanti mam" tut tut tut. Deva memutus telponnya lalu duduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Tiba-tiba ponselnya kembali berdering deva melihatnya dan terkejut lalu tersenyum ketika tahu bahwa aisha yg meneleponnya.
"Hallo,baiklah aku akan menjemputmu sekarang juga" ucapnya sambil bergegas mengganti pakaian dengan pakaian formal seperti sehari-harinya dan turun kebawah lalu pergi ke garasi mengambil mobilnya. Tak butuh waktu lama deva segera sampai di depan gerbang rumah Aisha lalu menelepon aisha. tapi sebelum telepon tersambung aisha sudah keluar dari gerbang rumahnya.
Deva turun dari mobil lalu membukakan pintu di sebelahnya untuk aisha dan mempersilakan aisha masuk. Aisha pun masuk lalu duduk di kursi penumpang sebelah deva. Deva terpana melihat penampilan aisha yg begitu cantik walaupun hanya memakai celana jeans hitam panjang dan kaos biru yg sangat sederhana sampai tanpa sadar dia tersenyum dan hal itu membuat aisha kebingungan.
"knp kau tersenyum sendiri" tanya aisha bingung.
deva pun menjadi gelagapan karena tertangkap basah sedang memandang kecantikan aisha"eh,oh tidak,tapi kau cantik sekali dengan pakaian seperti itu"puji deva pada aisha .
"Terima kasih pak deva tapi apakah saat kita bertemu kemarin-kemarin aku tidak cantik?" tanya aisha dengan nada bergurau
"oh bukan seperti itu maksudku" serunya"kau memang cantik tapi hari ini kau terlihat lebih cantik daripada biasanya" puji deva lagi kepada aisha. sontak pujian itu membuat wajah aisha merona merah.
setelah itu sepanjang perjalanan menjadi hening tiba-tiba deva memutar sebuah musik yg sangat romantis dan seketika aisha merasa sangat tenang dengan musik itu. Entah knp aisha merasa pernah mendengar musik itu dan merasa nyaman saat mendengarkannya bersama deva.
Aisha pun mulai membuka suara," kita akan kemana?" tanyanya sambil melihat pada deva.
"Ke rumahku saja"jawab deva
"baiklah... boleh aku bertanya sesuatu?" ucap aisha
"ya silahkan saja" angguk deva.
"apa kita pernah bertemu?" tanya aisha berharap jawaban dari deva
"pernah,minggu lalu,kemarin,dan hari ini" jawabnya dengan senyum jahil.
"hei" bentak aisha sambil mencubit tangan deva yg sedang menyetir" kau malah bercanda! maksudku sebelum minggu kemarin apa kita sudah pernah bertemu dan saling mengenal?" tanya aisha kembali.
'ya aisha kita selalu bertemu dulu sebelum kau pergi ke jakarta kita selalu bertemu' batin deva pada aisha
"Menurutmu?" tanya balik deva pada aisha
"Ya. aku merasa sudah sangat lama mengenalmu" jawab aisha dengan penuh keyakinan"maaf jika kita saling mengenal tapi aku tidak bisa mengenalimu"sambungnya lalu menunduk.
"hmmm" deva hanya berdehem lalu menghentikan mobilnya dan kembali berbicara pada aisha"kita sudah sampai,ayo turun" lanjutnya.
Aisha pun turun dari mobil lalu tercengang melihat rumah deva yg sangat mewah dan besar.
Deva pun tersenyum melihat aisha yg asyik memandangi rumahnya. Lalu menarik tangan aisha dan membawanya masuk kedalam rumahnya.
"Duduklah!" perintah deva pada aisha" bagaimana? apa kau sudah memutuskannya?" Tanya deva tanpa basa basi.
Aisha menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu berkata"ya aku setuju dengan penawaranmu itu".
"Kalau begitu bersiap-siaplah 5 hari lagi adalah pernikahan adikku di london kau harus ikut bersamaku. Aku akan nemperkenalkanmu pada ibuku! besok aku akan mengurus perjanjian kita selama kau berpura-pura menjadi kekasihku dan pengacaraku akan membuat surat perjanjian dan aturan itu" seru deva dengan nada semangat.
Melihat deva bersemangat dan bersikap lembut seperti itu membuat hati aisha menghangat dan tanpa ia sadari dalam hati kecilnya sudah muncul sedikit demi sedikit perasaan entah perasaan apa itu untuk deva.
"sudah selesai kan? kalau begitu antarkan aku pulang" pinta aisha pada deva.
"baiklah tapi diperjalanan kita makan dulu aku sudah merasa lapar!" sahut deva
"eh apa kau belum makan? knp kau tidak makan di rumah saja ?" tanya aisha
"Oh tidak pelayan yg biasa memasak di rumahku sedang sakit jadi lebih baik kita makan di luar" ajak deva
"kalau begitu bolehkah aku yg memasak untukmu?" tanya aisha lagi pada deva.
"ya silahkan. dapurnya disana kau boleh bertanya letak bahan makanan pada mereka" ucap deva
aisha pun pergi ke dapur lalu memasak di bantu beberapa pelayan rumah untuk mengambil bahan makanannya. tak lama makanan pun sudah selesai dimasak. Aisha pun menyerahkannya pada deva.
"silahkan dimakan. maaf kalau tidak enak". ucap aisha
deva pun memakan makanan yg dimasak aisha dengan lahap lalu menyantap semua sampai tak tersisa.
"terima kasih! masakanmu sangat enak,aku sudah selesai makan kalau begitu aku akan mengantarmu pulang" sahut deva .
mereka pun segera bergegas untuk pulang dalam perjalanan keduanya tidak berbicara karena aisha tertidur dalam mobil. setelah sampai di depan gerbang rumah aisha deva pun membangunkan aisha.
"bangunlah kita sudah sampai" ucapnya
Aisha pun terbangun"maaf aku tertidur,terima kasih telah mengantarku pulang" ucapnya
"Terima kasih kembali untuk makanannya. aku pulang dulu" ucap deva
"sama-sama. Hati-hati dijalan" ucap aisha lalu deva pun segera melajukan mobil nya dan aisha melambai-lambaikan tangannya hingga mobil itu menghilang di tikungan dan bergegas masuk ke rumahnya.
Segini dulu ya nanti di lanjut lagi insya Allah sering² up.. jangan lupa votenya ya😊😊😊
.btw aku mampir dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏☺️
btw aku mampir dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏