NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejar-Kejaran di Bawah Langit Mendung

Labirin obsesi benar-benar telah merusak seluruh akal sehat yang tersisa di dalam kepala Ibu Ratna. Siang itu, berbekal informasi dari orang suruhannya, mobil mewah Ratna akhirnya berhasil melacak keberadaan rumah kontrakan kecil yang kini menjadi tempat pelarian Dimas.

Sayangnya, tepat ketika mobil Ratna baru saja berbelok memasuki area jalan kontrakan tersebut, sepasang mata Ratna langsung menangkap pemandangan yang mengejutkan.

​Dari arah pintu kontrakan, Dimas keluar dengan gestur tubuh yang teramat sangat terburu-buru, seperti orang yang sedang dikejar waktu.

​Wajahnya kusut, matanya merah, dan ia langsung melompat masuk ke dalam mobil tanpa memedulikan sekeliling. Rasa rindu yang teramat sangat gila dan membakar kewarasannya terhadap Kirana telah membuat Dimas bertindak nekat siang itu.

​"Supir! Cepat buntuti mobil Dimas! Jangan sampai kita kehilangan jejak!" perintah Ibu Ratna dengan nada suara yang melengking tinggi dipenuhi amarah.

​Sayangnya, takdir jalanan ibu kota siang itu sedang tidak berpihak pada Ratna. Baru saja melaju beberapa ratus meter, mobil mewah Ratna harus terjebak macet total akibat adanya perbaikan jalan selama kurang lebih lima menit.

​Meskipun tangannya memukul jok mobil dengan sangat frustrasi karena tertinggal jarak, hati Ratna sangat yakin akan satu hal: dengan gestur sekencang itu, Dimas pasti sedang bergerak menuju satu tempat... ruko konveksi milik Kirana!

​Sementara itu, di ruko konveksi, langit siang mendadak berubah menjadi sangat kelabu dan mendung pekat, meneteskan rintik hujan tipis yang membuat suasana sekitar pasar konveksi menjadi cukup sepi. Posisinya saat itu, Kirana dan Aisyah sedang berdiri di teras ruko, sedang merapikan beberapa gulungan kain sisa pameran agar tidak terkena cipratan air hujan.

​Tanpa ada peringatan apa pun, sebuah mobil sedan mengerem mendadak tepat di depan ruko dengan suara decitan ban yang sangat memekakkan telinga. Pintu mobil terbuka kasar, dan sosok Dimas melangkah turun dengan langkah yang teramat sangat tergesa-gesa. Kondisi fisiknya tampak seperti orang yang kehilangan kendali dan juga kehilangan akal sehat seutuhnya.

​Melihat kehadiran Dimas yang mendadak dengan aura berbahaya seperti itu, Aisyah langsung pasang badan di depan Kirana, emosinya sudah meledak duluan di dada. "Mau ngapain lagi kamu ke sini, Dimas?! Pergi kamu!"

​Dimas tidak memedulikan Aisyah. Dengan gerakan yang teramat sangat cepat dan kasar, Dimas langsung menerobos maju dan menarik paksa pergelangan tangan Kirana dengan sangat kencang.

​"Kirana! Ikut aku sekarang juga!" bentak Dimas dengan mata melotot merah seperti orang gila.

"Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Kirana! Kamu gak boleh dan gak akan pernah boleh menjadi milik orang lain! Ikut aku!"

​"Lepas, Mas Dimas! Lepasin aku! Ini sakit!" Kirana mencoba memberontak. Meskipun dia wanita anggun yang memiliki ketabahan tinggi, kekuatan fisik Dimas yang sedang kalap benar-benar berada di luar kendalinya.

​Aisyah langsung berteriak histeris, berusaha sekuat tenaga memukul dan melepaskan cengkeraman tangan Dimas dari lengan Kirana.

"Lepasin Kirana, lelaki keterlaluan! Lepas!"

​Tetapi, genggaman tangan Dimas teramat sangat kuat. Dengan kasar, Dimas menarik paksa tubuh Kirana menuju mobilnya.

​Untuk memastikan Kirana tidak memiliki celah sedikit pun untuk membuka pintu sebelah kiri dan melarikan diri, Dimas secara cerdas sekaligus kejam langsung memaksa memasukkan tubuh Kirana ke dalam mobil melalui pintu yang sama... yaitu pintu sebelah kanan bagian supir! Dimas mendorong tubuh Kirana agar bergeser ke kursi penumpang sebelah kiri, sementara dirinya sendiri langsung masuk mengambil alih kursi pengemudi.

​"TOLOOONG!!! DIA DIBAWA PAKSA!!! TOLONG!!!" Aisyah panik setengah mati, berteriak-teriak histeris di bawah guyuran hujan tipis sembari memukul-mukul kaca mobil Dimas yang langsung ditutup rapat dari dalam.

​VROOOM!!!

​Dimas langsung menginjak pedal gas sedalam-dalamnya, membuat mobil sedan itu meluncur kencang membelah jalanan ruko yang sepi.

​Namun, tepat di saat aksi pemaksaan nekat itu terjadi, sebuah takdir penyelamatan sedang bergerak dari arah berlawanan.

​Hari itu, dr. Adrian berniat membawa Ibu Sarah, ibu kandungnya, berkunjung ke ruko untuk berkenalan secara langsung dengan Kirana—sebuah langkah berani pasca mendapat wejangan jalur langit semalam. Akan tetapi, dari jarak yang belum terlalu dekat tapi cukup jelas untuk memandang lurus, sepasang mata tajam dr. Adrian menyaksikan dengan sangat jelas bagaimana Kirana dipaksa masuk ke dalam mobil secara kasar oleh Dimas.

​DEG...

​Jantung dr. Adrian seperti berhenti berdetak seketika, darahnya berdesir hebat dipenuhi rasa panik dan amarah yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Tepat di saat mobil Dimas meluncur pergi dengan kecepatan tinggi, mobil dr. Adrian langsung mengerem mendadak di depan teras ruko. Adrian tidak sempat turun, dia hanya menurunkan kaca mobilnya dengan cepat menatap Aisyah yang sedang menangis histeris.

​Aisyah yang melihat kedatangan dr. Adrian seperti melihat malaikat penolong, langsung berlari mendekat dan berteriak dengan nada suara yang teramat sangat panik bercampur tangis.

"Dokter!!! Cepat tolong kejar mobil Dimas, Dok! Dia udah gila! Dia kaya orang yang kehilangan kendali dan maksa bawa pergi Kirana! Cepat, Dok! Saya sangat khawatir sama keselamatan Kirana!"

​Mendengar konfirmasi yang teramat sangat mengerikan itu, dr. Adrian tidak membuang waktu satu detik pun. Wajah tampannya seketika berubah menjadi sangat tegang dan dingin.

​CIIIIAAAATT--- VROOOOM!!!

​Dr. Adrian langsung memindahkan gigi mobil dan menginjak gas sedalam mungkin, membuat mobil sedannya melesat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya, melakukan aksi kejar-kejaran mobil yang teramat sangat berbahaya di bawah guyuran hujan. Kecepatan mobil yang mendadak sangat tinggi itu membuat Ibu Sarah yang duduk di kursi sebelah pengemudi terkejut luar biasa hingga kedua tangannya harus memegangi erat-erat pegangan di atas pintu mobil.

​Dr. Adrian menengok sekilas ke arah ibunya dengan raut wajah penuh rasa bersalah tapi dipenuhi ketegasan mutlak. "Maaf, Ibu... nanti Rian jelasin semuanya. Ibu pegangan yang erat ya!"

​Ibu Sarah tidak memprotes atau memarahi anaknya. Meski dadanya berdebar-debar dengan sangat kencang karena laju mobil yang sangat ngebut, wanita paruh baya itu hanya mengangguk-angguk cepat, memberikan kepercayaan penuh pada putranya yang sedang berjuang menyelamatkan wanita pilihan hatinya.

​Sementara itu, di depan ruko konveksi, Aisyah terus berjalan mondar-mandir dengan tubuh yang gemetar hebat di bawah kanopi teras. Kedua tangannya saling meremas jarinya sendiri dengan sangat erat, air matanya menetes jatuh sembari mulutnya tidak putus-putus merapalkan doa kepada Sang Pemilik Takdir, memohon agar Kirana dalam kondisi baik-baik saja dan dr. Adrian berhasil menyelamatkan sahabatnya dari kegilaan Dimas.

​Tepat di tengah kepanikan Aisyah, sebuah mobil mewah berwarna hitam tiba di depan ruko setelah berhasil lolos dari kemacetan lima menit tadi. Pintu mobil terbuka, dan Ibu Ratna melangkah turun dengan wajah yang dipenuhi oleh kobaran amarah yang teramat sangat menyala-nyala.

​Ratna langsung berjalan cepat menghampiri Aisyah, menunjuk wajah Aisyah dengan jari telunjuknya yang gemetar penuh kesombongan kasta. "Heehh!!! Mana teman kamu yang perempuan gatel itu?! Jawab jujur! Dia bawa ke mana suami saya, hah?! Kenapa mobil suami saya tidak ada di sini?!"

​Mendengar tuduhan yang teramat sangat tidak tahu diri dan memutarbalikkan fakta itu, seluruh kesabaran Aisyah langsung habis terbakar seketika. Aisyah melangkah maju, menatap lurus ke arah wajah Ratna dengan tatapan mata yang berapi-api tanpa ada rasa takut sedikit pun.

​"Heh, nenek peyot!!! Kalau ngomong itu dipikir dulu pakai otak, jangan pakai emosi!" bentak Aisyah dengan suara menggelegar, sukses membuat Ibu Ratna tersentak kaget karena tidak menyangka akan dilawan dengan se kasar itu.

​"Suami nenek itu yang gatal tahu gak?! Suami nenek yang sudah tergila-gila sama teman saya yang jauh lebih muda dan cantik itu! Saking gilanya suami nenek, dia tadi datang kayak orang kehilangan kendali dan bawa paksa Kirana masuk ke dalam mobil! Kirana itu dibawa paksa! Pokoknya... kalau sampai terjadi apa-apa dengan keselamatan Kirana di luar sana, kalian semua satu keluarga harus bertanggung jawab di hadapan hukum!"

​Setelah selesai menumpahkan kalimat mematikan yang meruntuhkan harga diri Ratna itu, Aisyah langsung membalikkan badannya dengan kasar, berjalan masuk ke dalam ruko dan membanting pintu, meninggalkan Ibu Ratna begitu saja di atas teras ruko yang dingin.

​Mendengar kenyataan yang sesungguhnya bahwa Dimas telah nekat membawa pergi Kirana, wajah Ibu Ratna seketika berubah menjadi pucat pasi bercampur emosi yang kian memuncak ke ubun-ubun. Dia tidak boleh membiarkan Dimas merusak segalanya!

​Dengan langkah yang terburu-buru, Ratna kembali masuk ke dalam mobil mewahnya dan berteriak histeris kepada supirnya. "Supir! Cepat jalan! Cari mobil Dimas sampai ketemu sekarang juga! Jangan sampai mereka lolos!"

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!