Sekilas hampir mirip dengan cerita yang sempat viral beberapa waktu lalu. Tetapi ini murni karya Author, hanya ada sedikit kemiripan alur saja.
Menceritakan tentang seorang gadis bernama Zahwa Qarira Nazhira yang mencintai pengawal pribadinya yang bernama Liam Martin Robinson. Akan tetapi, Liam justru berbuat jahat ke Zahwa hingga suatu ketika Zahwa bertemu dengan seorang pria yang ternyata mengagumi dirinya sejak dulu.
Akankah Zahwa memaaafkan Liam dan kembali mencintai Liam?
Simak ceritanya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya Wardu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Theo Bertemu Zahwa
Teriakan Rocky membuat Theo heran sekaligus kesal, kenapa dia berteriak memanggil dirinya. Apa tidak bisa dia mengatasi hal kecil semacam itu.
Meski kesal Theo keluar dan menghampiri Rocky.
"Ada apa -- "ucapan Theo terhenti karena melihat wanita yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
"Astaga..!! "Pekik Theo yang saat melihat wanita yang tergeletak itu
"Zahwa..!! "Pekiknya lalu menghampiri Zahwa
Betapa terkejutnya Theo melihat keadaan Zahwa saat ini. Dia memang ingin bertemu Zahwa tapi kenapa dengan keadaan seperti ini?
"Zahwa bangun Zahwa.. "ucapnya sembari memeluk Zahwa yang pingsan
Dan tanpa terasa dia meneteskan air matanya melihat kondisi Zahwa yang mengenaskan. Bergegas dia menggendong Zahwa ala bridal style masuk ke mobil untuk menuju Mansion nya.
"Apa yang terjadi padamu Zahwa.. "lirihnya yang melihat kondisi Zahwa yang sangat mengenaskan.
Saat ini Theo sedang memangku Zahwa di dalam mobil yang dikendarai Erwin dan ditemani oleh Rocky. Sepanjang perjalanan Theo terus mencoba membangunkan Zahwa, namun Zahwa tetap memejamkan matanya hingga tiba di Mansion Theo.
Bergegas Rocky turun membuka pintu belakang mobil. Niat hati ingin membantu menggendong Zahwa, namun segera ditepis oleh Theo. Akhirnya Zahwa tetap digendong oleh Theo sampai di kamarnya.
Dengan lembut Theo merebahkan Zahwa di ranjang king size nya. Dia masih mengenggam kedua tangan Zahwa.
"Kenapa jadi seperti ini? Siapa yang melakukan ini padamu? "Gumam Theo berkaca-kaca melihat luka dan memar di wajah dan tangan Zahwa
Theo menggertakan rahangnya, dia akan membalas siapapun yang sudah berani melakukan hal keji ini ke Zahwa.
Tok
Tok
Tok
"Permisi Tuan.. Dokter Alia sudah datang.. "ucap Erwin yang mengantarkan Dokter Alia ke kamar Theo
Theo mengangguk lalu menyuruh Dokter Alia untuk memeriksa Zahwa.
Betapa terkejutnya Dokter Anita ketika melihat siapa yang terbaring di ranjang king size Theo.
"Dokter Zahwa..! "Pekiknya lalu beralih menatap tajam ke arah Theo
BUGH
"Aduh.. "ringis Theo yang dipukul bahu nya oleh Dokter Alia
"Kamu apain Dokter Zahwa sampai dia begitu? Hah? "Ucap Dokter Alia ke Theo dengan nada sedikit tinggi.
"Kamu kenal Zahwa? "
Bukan menjawab pertanyaan sepupunya --- Dokter Alia, akan tetapi justru Theo balik bertanya ke Dokter Alia.
Dokter Alia menjelaskan mengenal Zahwa, karena dia dan Dokter Zahwa pernah menjadi rekan kerja di salah satu rumah sakit di Ibukota. Akan tetapi, satu tahun yang lalu Dokter Zahwa mengundurkan diri dari profesi sebagai Dokter dikarenakan disuruh Papa nya menghandel perusahaan keluarga nya. Dia menjelaskan Dokter Zahwa adalah dokter yang baik hati, pintar dan cekatan.
"Aku mau cek dan obati dulu luka Dokter Zahwa, nanti aku ceritakan lagi tentang Dokter Zahwa.. "ucap Dokter Alia ketika Theo ingin mendengarkan
Menuruti apa yang diucapkan oleh Dokter Alia, Theo berlalu meninggalkan Zahwa yang masih terbaring di kamarnya.
Beberapa Menit Kemudian...
"Theo.. "panggil Dokter Alia setelah memeriksa Zahwa di dalam kamar Theo
Theo yang menunggu di luar kamar dengan tubuh bersandar di dinding dan melipat kedua tangan di dadanya seketika menoleh ke arah yang memanggilnya.
"Bagaimana keadaan Zahwa? "Tanya Theo dengan nada panik ke Dokter Alia
Bukan menjawab pertanyaan dari Theo, Dokter Alia justru memukul Theo.
"Aduh, apaan sih? "Ringis Theo yang dipukul perutnya oleh Dokter Alia
"Kamu apakan Dokter Zahwa? Hah?! Aku tau kamu suka bermain perempuan tapi kenapa harus Dokter Zahwa?! "Ucap Dokter Alia dengan nada tinggi
Theo merasa bingung apa maksud ucapan dari sepupunya itu? Mereka saja baru bertemu lagi setelah satu tahun yang lalu. Kenapa juga membawa-bawa dia suka bermain perempuan? Dia nggak tau apa,kalau Theo sudah tobat nggak pernah main perempuan lagi. Semua karena satu tahun yang lalu dia bertemu Zahwa. Bukan tobat tepatnya Paus Okra Theo yang sekarang nggak bisa berdiri lagi. Entah karena apa Theo sendiri juga heran.
"Aduh.. "Ringis Theo kembali yang dipukul Dokter Alia.
"Kenapa bengong? Kamu apain Dokter Zahwa? Hah?! "Tanya Dokter Alia kembali
"Aku ngapa-apain Zahwa, aku aja baru bertemu dia lagi setelah satu tahun yang lalu dia menolong aku karena tertembak musuh.. "Jawab Theo sungguh-sungguh
Akan tetapi, sepupunya itu tidak begitu saja percaya. Dia memicingkan mata nya ke arah Theo, karena dia tahu Theo yang seorang cassanova.
Dengan menghela nafas kasarnya Theo kembali berucap "Beneran aku nggak bohong, kalau kamu nggak percaya kamu tanya Erwin atau Rocky.. "
Merasa sepupunya berucap jujur Dokter Alia pun ikut menghela nafas. Theo yang melihat gelagat tidak biasa sepupunya itu merasa curiga.
"Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi pada Zahwa? "Tanya Theo yang melihat gelagat aneh sepupunya
"Hm, Theo tadi pada saat aku membersihkan dan mengobati luka Dokter Zahwa aku juga melihat ----- "
Dokter Alia menjelaskan tentang keadaan Zahwa yang sangat memprihatinkan hingga membuat Theo mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Makanya tadi aku mengira kamu lah yang melakukannya, karena yang aku tahu kamu suka begitu.. Theo, aku minta kamu --- "ucapan Dokter Alia terjeda karena sebuah suara teriakan
"Tidak..!! "
"Jangan..!!! "
"Jangan..!!!"
zahwa diperlukan kurang baik, jgn kelihatan lemah zahwa tunjukan kpd kedua orgtua sangat kuat dan tanggung....