Li Zie adalah putri dari seorang Menteri, Li Zie putri bangsawan yang menikah dengan seorang Jenderal yang sangat ia cintai.
Namun saat ia telah sampai ke kediaman Jenderal Wang sebagai pengantin, saat itulah topeng sang Jendral di buka, dan memperlihatkan taringnya.
"Aku menikahi mu hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarga ku, " Jendral Wang.
Saat itulah hidupnya berubah drastis, karena suaminya selalu menyiksanya. Namun bukan hanya Li Zie yang tersiksa, Jenderal Wang pun merasa sakit saat harus melihat Li Zie tersiksa.
Perlahan bukti terungkap. Jika menteri Li tidak terlibat dalam pembantaian itu, ia hanya di jadikan kambing hitam.
Orang yang selama ini di anggap penolong oleh Jenderal Wang , adalah pelaku yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 08
Li Zie menatap Jenderal Wang Jun, berharap ia membelanya, namun sepertinya suaminya justru tak melihat keberadaannya, entah apa kesalahan Li Zie, hingga Jenderal Wang Jun bersikap begitu dingin padanya.
"Li Zie, jangan melewati batasan, Aku menikahimu bukan karena mencintaimu, Aku hanya ingin membuat mu sengsara di kediaman ku ini, jadi jangan berharap esok aku akan menemani," ujar Jenderal Wang Jun dengan dingin, membuat Li Zie dan Ja Ang terdiam.
Li Zie merasa kecewa dengan sikap suaminya. Tapi hatinya sangat mencintai Jenderal Wang Jun, apalagi kata-kata manisnya dulu mampu meluluhkan hatinya, hingga Li Zie tak melirik pria selain Jenderal Wang Jun.
Namun meski terasa sakit, Li Zie sudah bertekad, ia tidak mau menyerah, Li Zie yakin jika Jenderal Wang Jun sangat mencintainya.
Li Zie menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya, Li Zie berjalan maju, Ja Ang yang menghalangi Li Zie, ia menatap heran Nona muda di hadapannya, yang justru berani mendekatinya, Ja Ang semakin mundur karena Li Zie semakin maju.
Li Zie tersenyum misterius, dan semakin maju, hingga Ja Ang menyingkir, takut jika bersentuhan dengan istri dari tuannya.
Li Zie tersenyum penuh kemenangan, lalu menatap Jenderal Wang Jun, "Kakak Wang, jika ingin menyakitiku maka Aku harus tinggal lebih lama di sini. Tapi jika besok Aku kembali sendiri, kemungkinan besar Aku tidak Akan kembali ke kediaman ini," ujar Li Zie mengancam Jenderal Wang Jun.
Jenderal Wang Jun, menggebrak meja hingga Li Zie terlonjak kaget, Li Zie lebih terkejut lagi, saat tangan suaminya mencengkram dagu Li Zie, hingga gadis cantik itu meringis.
"Kau berani mengancamku?! " geram Jenderal Wang, ia menatap tajam Li Zie.
Li Zie menelan saliva, antara takut dan kagum dengan ketampanan Jenderal Wang Jun.
"Semudah itu Kau menyerah?! " Jenderal Wang Jun menyeringai, menatap wajah cantik yang kini meringis karena cengkramannya terlalu kuat. Ia menatap mata indah Li Zie yang berkaca-kaca.
Jenderal Wang melepaskan cengkramannya, ia segera memunggungi Li Zie, "Pergilah! wajahmu membuat darahku mendidih," Jenderal Wang menggeram marah.
"Kakak Wang, Aku tidak mengerti, kenapa Kakak Wang seperti begitu sangat membenci ku? " ujar Li Zie dengan air mata mengalir, rasanya terlalu sakit melihat pria yang sangat di cintainya justru berubah.
"Apa aku tidak layak untuk mu? " Li Zie berusaha mengungkapkan isi hatinya, namun air matanya justru mengalir deras hingga Li Zie kesulitan bicara.
"Pergilah! Aku benci wanita yang lemah," ujar Jenderal Wang Jun, tanpa menoleh pada Li Zie.
Li Zie mengusap air matanya, ia memandangi punggung tegap Jenderal Wang Jun, "Kenapa harus memunggungiku...? apa karena sebenarnya kau sangat mencintai ku...? " lirih Li Zie, entah kenapa hatinya sangat yakin jika Jenderal Wang Jun sangat mencintainya. Tapi apa penyebab Jenderal Wang Jun membencinya, Li Zie masih tak paham.
"Kau terlalu percaya diri!" ujar Jenderal Wang Jun berbalik menatap tajam Li Zie, yang kini justru tersenyum.
"Kakak Wang, seandainya aku tahu apa kesalahan ku, Aku pasti akan memperbaikinya, karena Aku sangat yakin jika kamu sangat mencintaiku, begitu juga Aku sangat mencintai mu," ujar Li Zie dengan suara lembutnya.
Jenderal Wang Jun terdiam, ia terlihat bimbingan, sorot matanya sudah sangat jelas, jika Jenderal Wang Jun sangat mencintai Li Zie. Namun sorot mata itu juga terkadang berubah menjadi benci.
Li Zie menatap pria tampan yang sangat ia cintai, Li Zie mendekat lalu mencium pipi Jenderal Wang Jun dengan cepat, Li Zie tersenyum malu-malu, "Kita akan bertemu lagi besok," ujarnya lalu berlari keluar dari ruang kerja Jenderal Wang Jun.
.
Pagi hari
Li Zie sudah bersiap, ia berdandan sangat cantik, dan mengenakan hiasan rambut yang indah dan perhiasan lainnya yang terbuat dari emas, tentu saja hadiah dari Jenderal Wang sebelum menikah.
Saat akan keluar dari paviliun, ia teringat sesuatu, lalu ia kembali lagi dan mengambil satu kantong koin lalu segera berjalan keluar dari Paviliun, wajahnya yang cantik dan senyum yang manis terlihat begitu sangat sempurna, sangat cocok bersanding dengan Jenderal Wang Jun, kereta kediaman Wang terlihat sudah menunggu.
Li Zie berjalan menuju kereta, namun dihadang oleh nona Xi Duan dan kedua pelayannya, wanita tersebut tersenyum sinis saat melihat penampilan Li Zie yang teramat cantik itu, sungguh jauh berbeda jika di bandingkan dengan dirinya," Apa kau akan kembali ke kediaman kegadisanmu? "ujar Xi Duan ngeledek Li Zie.
Xi Duan melirik kesana kemari, " Nasibmu sungguh sangat malang, Tapi ngomong-ngomong apa Kau akan kembali lagi ke kediaman ini? "ujar Xi Duan tersenyum mengejek, karena menurutnya tidak mungkin Jenderal Wang Jun mau menemaninya.
"Tentu saja, bagai manapun Aku adalah istri sah, yang di akui negara, bagai mana mungkin tidak kembali lagi," ujar Li Zie, ia tersenyum pada Xi Duan.