Hans Cristiano Adinata adalah seorang CEO Dn Corporation berumur 25 tahun, sosok lelaki yang tampan, cerdas, kaya, dingin dan tak bisa di sentuh namun digilai wanita. Tapi siapa yang menyangka bahwa dia merupakan ketua mafia The Dragon, mafia kejam yang berkuasa di negara C. Namun segalanya berubah setelah bertemu dengan Mikayla Larasati, gadis berparas cantik dengan senyumnya yang manis mampu merubah kehidupan Hans Christiano Adinata.
Mikayla Larasati adalah gadis yang cerdas dan baik hati, seorang gadis yang telah di fitnah oleh saudara tiri dan ibu tirinya dan berakhir diusir oleh ayah kandungnya.
Seperti apa kelanjutan kisah mereka?
Selamat membaca....
*ini adalah karya pertamaku, maaf jika ada kata atau penulisan yang salah 🙏🏻, maklum baru belajar 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra1809, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Dia berjalan mendekat kedua mahasiswa yang sedang duduk berdua di salah satu meja yang ada di kantin.
“Ternyata kau di sini” ucap Hans pada Mikayla.
Mikayla dan Metta menoleh pada Hans yang sudah ada di hadapan mereka.
“Tuan. Kenapa anda mencariku?” tanya Mikayla pada Hans.
“Ayo ikut aku!” ucap Hans sambil memegang tangan Mikayla.
“Lepaskan dia tuan Hans!” ucap Metta pada Hans yang sedang memegang tangan Mikayla.
“Siapa kau?” ucap Hans pada Metta.
“Aku Metta Deliana, sahabat Mikayla. Jika anda ingin bicara pada Mikayla, maka bicaralah di sini” ucap Metta pada Hans.
"Hftt... baiklah" ucap Hans yang melepaskan tangan Mikayla lalu duduk di depan Metta dan Mikayla, dan berkata “Aku tahu, kamu sedang ada masalah".
"Dari mana anda tahu, tuan? tanya Mikayla pada Hans.
"Dari manapun aku tahu, itu bukan urusanmu nona. Aku bisa membantumu tapi dengan satu syarat” ucap Hans pada Mikayla.
"Syarat apa tuan?” tanya Mikayla pada Hans.
“Kau harus berhenti bekerja di Caffe itu!” ucap Hans pada Mikayla.
“Kenapa aku harus berhenti bekerja di Caffe itu tuan?” tanya Mikayla pada Hans.
“Kau tidak harus mengetahui alasannya” ucap Hans pada Mikayla.
Mikayla berpikir sejenak lalu dia berkata “Aku…”
“Jangan Mika” ucap Vetta memotong perkataan Mikayla.
Mikayla menoleh dan menatap sahabatnya beberapa detik lalu menoleh dan menatap Hans kembali.
“Baiklah, aku menerima syaratmu tuan, tapi aku harus mengetahui bagaimana caramu membantuku” ucap Mikayla pada Hans.
“Hm.. Aku memiliki rekaman CCTV saat pelaku melakukan aksinya dan mungkin kalian tahu siapa pelaku tersebut” ucap Hans menyerakah handphonenya dan memperlihatkan rekaman CCTV pada Mikayla dan Metta.
Mikayla dan Metta menerima handphone Hans lalu mereka melihatnya namun alangkah terkejutnya waktu mereka melihat rekaman CCTV.
“Ternyata mereka yang melakukannya” ucap Mikayla setelah melihat rekaman CCTV.
"Aku nggak nyangka kalo Adelia yang melakukannya" ucap Metta setelah melihat rekaman CCTV.
“Dapat dari mana rekaman CCTV ini tuan?” tanya Mikayla pada Hans
“Itu bukan urusanmu, sekarang cepat kau perlihatkan rekaman CCTV itu! Aku akan menunggumu di sini” ucap Hans pada Mikayla.
“Baiklah tuan” ucap Mikayla pada Hans.
Mikayla dan Metta kemudian pergi menemui pak Erik dengan membawa handphone milik Hans di ruang kuliah.
Di depan ruang kuliah.
Tokk tokk tokk...
Kemudian Mikayla dan Metta masuk ruang kuliah
“Kenapa kau ke sini, Mikayla?” ucap pak Erik pada Mikayla.
“Saya sudah menemukan bukti bahwa bukan saya yang mengambil barang kak adelia, pak” ucap tegas Mikayla pada dosennya.
“Perlihatkan Mikayla!” perintah pak Erik pada Mikayla, kemudian Mikayla mendekat dan memperlihatkan rekaman CCTV itu pada pak Erik.
Beberapa saat kemudian.
"Adelia temui saya di ruang dosen sekarang!” perintah pak Erik pada Adelia.
“Baik pak” ucap Adelia dan Alex pada pak Erik.
"Dan kamu juga Mikayla, temui saya di ruang dosen!" perintah pak Erik pada Mikayla.
"Baik pak" ucap Mikayla pada pak Erik.
"Lanjutkan kegiatan membaca kalian, saya mau keluar sebentar!" perintah pak Erik pada para mahasiswa.
Kemudian pak Erik, Alex, Adelia dan Mikayla keluar dari ruang kelas lalu menuju ruang dosen.
Di ruang dosen.
“Saya benar-benar kecewa padamu, Adelia” ucap pak Erik marah pada Adelia.
"Memangnya saya kenapa pak?” tanya Adelia pada pak Erik.
“Kamu telah membohongi saya dan membuat saya menuduh Mikayla melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan” ucap pak Erik pada Adelia.
"Tunggu pak, Bapak menuduh saya memfitnah Mikayla, bukankah bapak sudah lihat sendiri kalung saya ada di dalam tasnya Mikayla” ucap Adelia membela pada pak Erik.
“Lihat rekaman CCTV ini!” perintah pak Erik pada Adelia sambil menyerahkan sebuah handphone pada Adelia.
Setelah melihat rekaman CCTV Adelia mulai panik.
“Ini bukan saya pak” ucap Alex pada pak Erik.
“Bukankah kamu sudah melihat buktinya” ucap pak Erik pada Adelia.
“Bisa saja kan pak, ada orang yang mengedit rekaman CCTV ini” ucap Adelia pada pak Erik.
“Saya percaya pada bukti nyata, mulai minggu depan kamu tidak diperkenankan mengikuti jam kuliah saya!” ucap pak Erik pada Adelia.
Adelia pergi meninggalkan ruang dosen.
”Mikayla, saya minta maaf karena sudah mempercayai Adelia dan kamu bisa kembali mengikuti jam kuliah saya” ucap pak Erik pada Mikayla.
“Terima kasih pak, permisi pak” ucap Mikayla dengan perasaan lega pada pak Erik.
Mikayla pergi meninggalkan ruang dosen dan menuju tempat dimana Metta berada.
ADELIA PROV.
Setelah meninggalkan ruanh dosen.
“Kenapa dia bisa mendapatkan rekaman CCTV itu?" ucap kesal Adelia.
SKIP
MIKAYLA PROV.
Di tempat Metta.
"Bagaimana hasilnya, Mika?" tanya Metta pada sahabatnya.
"Pak Erik percaya sama bukti rekaman CCTV itu" ucap lega Mikayla pada Metta.
"Selamat ya.. aku turut senang, akhirnya pak Erik percaya dan kamu sudah bisa kembali mengikuti mata kuliahnya lagi" ucap Metta yang ikut senang.
"Ohya ayo temenin aku bertemu tuan Hans di kantin" ucap Mikayla pada Metta.
"Okayy" ucap Metta pada Mikayla.
Setelah itu mereka pergi menuju ke kantin untuk bertemu Hans.
Setelah sampai di kantin.
Mikayla dan Metta berjalan mendekati Hans yang masih menduduki tempatnya.
Hans yang mengetahui ada yang mendekatinya itupun menoleh dan dia melihat Mikayla dan sahabatnya.
Mikayla dan Metta kembali duduk menghadap Hans.
"Ini tuan.." ucap Mikayla mengembalikan handphone Hans.
"Hm.." ucap Hans seraya menerima handphonenya dari tangan Mikayla.
“Terima kasih tuan” ucap Mikayla pada Hans.
“Hm.. kau jangan lupa dengan syaratnya” ucap Hans pada Mikayla.
“Baik tuan, aku akan mengundurkan diri dari caffe itu” ucap Mikayla pada Hans.
“Hm… “ ucap Hans kemudian pergi meninggalkan mereka.
“Kenapa kau menerima syaratnya? Bukankah kau sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk menunjang kehidupanmu” tanya Metta pada Mikayla.
“Aku harus melakukannya, Metta. Lagi pula setelah aku mengundurkan diri dari caffe, aku akan mencari pekerjaan baru” ucap Mikayla pada Metta.
“Baiklah, terserah kau saja. Tapi jika kau butuh bantuanku, aku pasti akan membantumu” ucap Metta pada Mikayla.
“Iya” ucap Mikayla pada Metta.
Setelah meninggalkan Mikayla dan sahabatnya, Hans berjalan menuju mobilnya yang terparkir.
Saat Hans sampai di tempat parkir, dia kemudian memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan area kampus menuju Dn Corporation sambil menghubungi Johan.
"Apa meetingnya sudah selesai?" ucap Hans.
"........." ucap sang penerima telpon.
"Tunggu aku di ruanganku, 10 menit lagi aku akan tiba di kantor, dan jelaskan mengenai meetingnya tadi" ucap Hans kemudian memutus sambungan teleponnya.
30 menit kemudian.
Dn Corporation.
Hans memasuki ruangannya dan di sambut oleh Johan yang sudah menunggunya.
“Bagaimana dengan meetingnya?” tanya Hans pada Johan.
Bersambung...
ayahnya mikayla sm bininya kapan sih dapat karma kan mereka yg mengusir mikayla