sakit memang ketika seseorang yang ia cintai diam - diam tak memilih dirinya untuk menjadi pendamping hidup. hatinya begitu hancur kesal, sedih, pilu itu yang dirasakannya hingga detik ini pun rasa sesak itu masih terus menggelayuti seolah enggan untuk sekedar pergi dan singgah kelain hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiejeunghara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah ini benar...?
Fatih pov
ba'da Ashar sesuai perjanjian dengan keluarga ustad Mizan aku dan keluarga datang untuk melamar syafa, suasana terlihat ramai ternyata ustadz mizan tak hanya mengundang keluarga saja dalam acara ini namun ia juga mengundang beberapa tetangga.
ku parkirkan mobil di halaman rumah bergaya minimalis itu. tak lama ku lihat ustad mizan dan istrinya datang menyambut kami sekeluarga di depan pintu aku pun turun dari mobil mengikuti abi, umi dan nadia yang telah turun lebih dulu.
Assalamualaikum....
sapaku pada ustad mizan sembari menyalaminya dan tamu lainnya, setelah berbincang sedikit lama ustad mizan pun memanggil syafa untuk bergabung bersama, ia pun duduk di sebelah umi nya ku lihat ada semburat merah dipipinya, wajahnya merunduk tak berani menatap kearahku ataupun yang lainnya. tak lama berselang acara dimulai dengan sedikit pembukaan oleh ustadz Adzam selaku Mc hingga akhirnya terdengar suara abiku bertanya pada gadis di hadapanku itu tentang maksud dan tujuan kami bertamu, pertanyaan yg diulang oleh ustad adzam selaku penengah.
Baiklah bagaimana syafa apakah dirimu menerima lamaran akhi Fatih..?
Ku lihat gadis itu masih menunduk tanpa menjawab pertanyaan ustadz Adzam selaku host acara.
Baiklah ukhti syaffa bagaimana apakah dirimu menerima lamaran akhi Aidil Fatih putra ustadz yasir....?
dag, dig, dug, jantungku mulai berpacu ada perasaan sesak menggelayut di hati ini, dan rasa penasaran akan jawaban yang akan muncul dari bibir gadis itu entah apa yang terjadi padaku, aku pun tak mengerti.
" Iya bi syaffa bersedia menerima lamaran akhi fatih"
Alhamdulillah.....!!!
terdengar suara syukur dari semua orang yg berada di ruangan itu, aku pun mengucapkan kata - kata itu karena merasa lega dengan jawaban syafa, namun tak kala usai mengucapkan kata syukur itu mataku menangkap refleksi seseorang yg hampir seminggu ini muncul disetiap mimpiku, refleksi seorang gadis dibalik tirai yang memisahkan antara ruang tamu dan ruang tengah rumah itu, gadis itu adalah "Farah Lailatul Fitriah" gadis yg telah mengambil separuh hatiku.
aku menatap gadis itu tak berkedip dan terkejut tatkala kulihat disudut matanya meneteskan air mata.
" Ya Allah...." batinku tak sampai disitu, keterkejutanku semakin bertambah saat gadis itu menundukkan wajahnya menyeka air mata yg sempat tergenang di wajahnya lalu berdiri dan beranjak pergi dari tempat ini.
"Farah" kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku, fikiranku kembali berputar seolah tak percaya dengan apa yang aku lihat tadi.
farah dia ada disini?
dia menangis?
apakah keputusanku ini salah?
semua pertanyaan - pertanyaan itu berputar di otakku bergelayut manja meminta penjelasan dan jawaban yang logis namun tak dapat satupun dari otakku yg mampu menjawab semuanya, aku terpaku semua konsentrasi ku buyar.
Astagfirullah allazhim.....
ampuni aku ya Allah......
jangan biarkan aku memikirkan hamba mu yg bukan muhrimku.....
Author pov
Alhamdulillah....!!!
kalimat syukur itu terucap dari beberapa orang yg ikut menyaksikan pinangan fatih pada Syafa, rasa syukur juga tak henti mengalir dari syafa di dalam hatinya.
acara inti selesai diganti dengan acara makan - makan untuk para tamu yg telah disediakan oleh pihak keluarga syafa, syafa beranjak dari tempatnya matanya tak henti berkeliling, mencari dua sahabatnya yg datang sejak awal acara tapi hingga ia mengelilingi rumah kedua gadis itu tak terlihat dimatanya.
kemana perginya dua gadis tengil itu sih..?
awas aja kalo mereka kabur sebelum acara bener - bener dimulai....!
Yuk liat farah sama astri gak...?
tanya syafa pada kakak perempuannya
( ayuk adalah panggilan adik pada kakak perempuan di palembang )
nah ayuk gak liat de' coba cari di belakang...!
syafa bergegas ke halaman belakang rumahnya tapi tetap saja ia tak mendapati kedua sahabatnya itu.
Aaah kemana perginya sih Farah dan Astri....?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=☆●●☆\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Farah pov
terkejut, kecewa, tak percaya itulah yg aku rasakan saat ini.
benarkah yang ku lihat tadi ya Allah?
laki - laki itu adalah fatih?
yg mengkhitbah syafa adalah fatih?
Aidil Fatih seorang pemuda yang berhasil membuat jiwa ku tentram hanya dengan mendengar suara lantunan ayat - ayat suci yang dibacanya?
Aidil Fatih pemuda yg lembut suaranya mampu membuat diri ini meneteskan air mata ketika ia membaca Alquran....?
Aidil Fatih pemuda yang sudah berhasil menerobos masuk dan mengisi seluruh isi hati dan perasaan ini...?
diakah pemuda itu ya Allah......?
benarkah semua yang baru saja ku saksikan..?
ataukah semua hanya mimpi...?
pertanyaan - pertanyaan yang sama berputar - putar di otakku masih merasa tak percaya dengan semua yang sudah kulihat.
aku terus berlari entah seberapa jauh sudah, aku tak begitu memperdulikan nya yg ku ingin kan sekarang hanyalah ketenangan, aku butuh ketenangan untuk bisa menerima semua kenyataan yang baru saja ku alami.
*Farah...!!!
Farah tunggu*.....!!
tak ku hiraukan Astri yang berulang kali memanggilku dan mengejarku lari terengah - engah dengan rok sempitnya itu, fikiranku masih kalut hingga Astri berhasil mengejarku meraih tanganku dan membawaku kedalam pelukannya.
menangislah far, aku mengerti perasaanmu
astri menenggelamkan ku dalam peluknya, menepuk pelan pundakku mencoba memberi semangat dan ketenangan untukku.
" Menangislah Far, sebanyak yg kamu mau, aku ada disini bersamamu "
ujar gadis berhijab dihadapanku ini, aku merasa begitu beruntung mempunyai sahabat seperti Astri, ia selalu menjagaku dan menenangkan ku disaat - saat aku terpuruk seperti ini. tak heran jika sahabat ku itu mengetahui perasaanku.
sangatlah wajar jika mengingat ia adalah gadis yang selalu ingin tau, lebih tepatnya lagi jika ia dikatakan "kepoo" bukan hanya itu saja astri adalah gadis yg periang dan pengertian dia bisa membaca perasaan dan isi hati seseorang hanya dengan melihat ekspresi wajahnya saja. wajar jika ia tau ada perasan lain yg kurasakan pada pemuda berlesung pipi itu.
yang sabar Farah...
aku tau kamu kecewa....
ikhlaskan dia sayang....
mungkin bukan dirimu yg terbuat dari tulang rusuknya, tapi syafa sahabat kita.
aku melepas pelukanku mendengar ucapan terakhir Astri, timbul perasaan lega dihatiku tak kala mengingat sahabatku syafa lah yg akan mendampingi hidup akhi fatih bukan orang lain.
ada nada syukur dalam hati ini mengingat hal itu. aku menyeka air mataku, mengangguk setuju pada ucapan Astri.
*kau benar Ast, tak seharusnya aku menangisi kehendak Allah.
aku yakin Syafa lebih pantas mendampinginya dari pada aku*.
Astri menggenggam erat kedua tanganku dan membawaku duduk di bangku yg tak jauh dari tempat kami berdiri.
percayalah sayang kau akan mendapatkan yang seperti dia bahkan lebih baik.
lagi - lagi aku mengangguk membenarkan perkataan Astri , gadis itu tersenyum menggenggam erat tanganku dan kami pun memutuskan pulang, melupakan rasa sakit yang masih merasuk dalam hati. dan memupuk rasa ikhlas yang begitu enggan untuk tumbuh juga berharap Allah memberikan pengganti yang lebih baik darinya.
to be continue
*** La Tahla Jangan Mengeluh ***
***Manusia tak bisa melawan takdir, tidak juga bisa menyesalinya. yang bisa kita lakukan hanyalah menerima apa yang telah menjadi ketetapan Allah.
aku menyadari jika tak semua keinginanku bisa terrealisasi karena Allah lebih tau mana yang baik untukku dan mana yang buruk untukku.
ku ikhlaskan dirinya untuknya, walau sulit mungkin untuk melupakan apa yang sudah tertanam dalam hati ini. tapi akan ku coba untuk menghapusnya perlahan meskipun itu sulit namun harus ku lakukan.
Allah bantu aku untuk bisa berlapang dada dan menghapus jejaknya dari hati dan fikiranku***.
btw fatih ngucap ijab kabulyaaa biasa ...🤭🤭
kyy nnti yg di pilih jd istri oleh AF ADALAH syifatul deh😭😭😭😭
semoga nggak ada kenyataan yang seperti itu... jhan suakiiiiiiit rasanya...
terus merasakan cinta dlm diam
bikin nyesek pakek banget...
Farah menyembuhkan lukanya dengan melukai
mbok Ndang di satukan Fara sama Fatih...
auto nyesek Lo panggah nggak jodo.
ok