>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 8. Cantik
"Dor...dor..!"
Ampun tuan , ambil semuanya tapi tolong jangan b***h aku !"
Seorang lelaki tambun sedang berlutut dihadapan Adrian , tampak muka dingin dan kejam terlihat jelas auranya
"Dor...!"
Lelaki itu ambruk tak bergerak , ternyata Adrian sedikitpun tak memberinya kesempatan , setelah meng****si lawannya Adrian memasukkan kembali pistol nya kedalam jas
"Urus m***tnya seperti biasa !"
Mendengar perintah bosnya , beberapa bodyguard segera menyeret m***t tersebut , sedangkan Adrian diikuti beberapa bodyguard yang lain keluar menuju mobilnya
"Bos..otak dibalik pemberontakan itu , dia kabur tanpa jejak "
"Cari terus hidup atau m**i , bila perlu telusuri keluarganya , buat mereka jadi umpan agar baj****n itu keluar dari persembunyiannya , ingat jangan sampai melukai mereka !"
"Tapi bos , kalau mereka melawan bagaimana ?"
"Aku serahkan pada kalian , mengerti ..?!"
"Mengerti bos..!"
Akhirnya tak ada lagi pembicaraan selanjutnya , karena mereka sudah sampai didepan pagar yang sangat luas yang tampak dijaga oleh beberapa bodyguard
"Klik...!"
Adrian membuka pintu kamarnya , dia melangkah pelan masuk kedalam , dia meneguk ludahnya , lagi..istrinya selalu membuat badannya panas dingin
"S**l...!!"
Adrian segera berjalan menuju kamar mandi , rasanya dia harus segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin , ketika sesuatu dibawah sana mulai menegang
Sementara Davina yang sedari tadi hanya pura pura tidur ,dia tersenyum smirk
"Hi..hi...hi , emang enak aku kerjain , istri cantik dan seksi begini di cuekin , nah loh...sabun lagi kan hehe...!"
Davina terkikik geli , dia bangkit dari tempat tidurnya , matanya tertuju pada jas hitam suaminya yang barusan dia lepas , dia merabanya , perlahan dia dekatkan jas tersebut ke hidungnya
"Darah...selalu saja , dan siapa lagi yang telah bermain dengannya "
Davina bergumam sendiri , dia tahu betul sepak terjang suaminya , entah apa yang dia rasakan saat ini senang karena cinta pertamanya telah menjadi suaminya , atau sedih karena suaminya seorang mafia kejam
Disaat Davina masih asik dengan lamunannya , seseorang menabraknya dengan keras
"Bruk...!"
karena tak ada keseimbangan keduanya tersungkur bersamaan , keduanya saling tatap saling mengagumi ciptaan didepannya , tanpa sadar posisi mereka begitu intim ,Davina yang berada diatas tubuh Adrian , seketika dia memejamkan matanya ketika tangan lembutnya menyentuh benda kenyal dibawah sana
"Bang..."
Bukannya melepaskannya , Davina malah meremasnya pelan
"Shh.."
Adrian mendesis pelan , karena tak tahan Adrian membalikkan tubuh Davina untuk berada dibawahnya
"Davina..."
Davina seolah terbawa oleh permainannya sendiri , dia menikmati setiap sentuhan tangan Adrian di tubuhnya
"Akh ..bang !"
Davina menggelinjang kan tubuhnya , keduanya saling mematut bibir , dan ketika Adrian sudah diambang batasnya, tiba tiba Davina menghentikan kegiatannya , dia bangun ,dan menatap Adrian yang tampak menahan kesal
"Bang..aku kelupaan belum ambil air minum , permisi !"
"Davina...!"
Davina terus melangkah , dia tak memperdulikan Adrian yang berteriak memanggilnya
Adrian meremas rambutnya , rasanya dia ingin sekali membenamkan Davina dirawat rawa yang dalam , bagaimana tidak disaat dirinya sudah berada dipuncak bi\*\*hinya sang istri meninggalkannya tanpa dosa
"Ya Allah..apa itu tadi yang aku pegang , kok besar panjang begitu , eh ..bibirku tadi...ternyata rasanya deg deg enak !"
Davina meraba bibirnya yang tampak sedikit besar , hampir saja dia terbawa permainan tadi
Sedangkan Adrian dia harus kembali kekamar mandi untuk menuntaskan bira\*\*nya yang sudah dipuncak ubun ubun nya
"Akh ..rasanya begitu lega setelah dia bersolo ria mengeluarkan para cebongnya
Dia segera membasahi tubuhnya kembali , dirasa cukup Adrian membungkus tubuhnya dengan handuk hanya sebatas pinggang , perut kotak kotaknya begitu sangat menggoda
"kemana dia " Adrian tak menemukan keberadaan istrinya , karena tak menemukan Davina , Adrian segera mengenakan piyama tidurnya dan segera turun kelantai bawah
"Huh...tidur dia , setelah seenaknya dia membangunkan singa kecilku , dia malah pergi tak bertanggung jawab "
Adian membopong tubuh istrinya dengan hati hati , membawanya ke kamarnya dan setelah dibaringkan Adrian menatapnya dalam
"Cantik !"
Adrian membetulkan rambut Davina yang menutupi mukanya , setelah menyelimutinya dia keluar meninggalkan Davina tidur sendiri
#Bersambung...
#happy reading 🥰🙏
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗