NovelToon NovelToon
Ladylove Lord Noble

Ladylove Lord Noble

Status: tamat
Genre:CEO / Menantu Pria/matrilokal / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Pengawal / Tamat
Popularitas:156.7k
Nilai: 5
Nama Author: sofy adisty

#2 My Daddy

Damian Xe Axelle Defron, bangsawan tampan yang mengalami kecelakaan hebat yang membuat matanya buta sebelah kanannya. sebenarnya ia bisa membuat matanya melihat kembali tapi ia harus melakukan sesuatu sebelum membuat matanya kembali normal.

Kelly De Savillion, gadis cinta pertamanya. Kini ia menemukan gadisnya di waktu yang tepat namun dengan matanya yang cacat.

"Gadis kecil, kita bertemu lagi. apa kau merindukan ku?" ujar Damian.

"Dami?"

"Yes, i am,"

Namun kali ini pertemuan mereka menghadapi situasi yang sangat sulit. seorang pria yang terobsesi dengan Kelly salah satu musuh Damian dan juga merupakan bangsawan ternama Calvin Molive Defron, memiliki marga yang sama dengan Damian karena mereka masih memiliki hubungan darah. sangat terobsesi gila dengan Kelly, gadis manis milik keluarga Xander dan Xavellion.

"Oh Damn! You touched something you shouldn't, you bastard!" Damian murka

Calvin menyeringai. "Why not? I'm crazy about that woman."

"She's mine dammit!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.

Damian menyandarkan tubuhnya di kursi dengan lelah sambil memegang dokumen dan ia menatap tumpukan dokumen di atas meja nya dengan kesal.

"Brengsek! Kenapa dokumen disini semakin banyak?" umpat Damian kesal. Ia mengacak acak rambutnya dengan frustasi.

Ia ingin melihat Kelly, rasanya ia merindukan gadis kecil nya itu. Apa yang sedang di lakukan nya sekarang? apa perhiasan yang ia beri di gunakan oleh Kelly?

Damian menghela nafas pelan, ia pun meletakkan dokumen tersebut lalu kembali menyandarkan tubuh nya di kursi sambil memejamkan matanya.

Brakk'

Damian langsung membuka matanya saat mendengar suara pintu yang terbuka dengan kuat. Ia pun menoleh dengan cepat, siapa yang berani masuk ke dalam ruangannya?

"Bocah tengil sialan!" umpat Xander.

Damian terdiam sambil mengerutkan keningnya. kenapa orang tua ini datang keruangan nya dengan marah marah?

"Ada apa?" tanya Damian dengan heran.

Xander mendengus. Ia pun memukul meja dengan kuat. "Ada apa? Kau malah bertanya ada apa? Aku yang harusnya bertanya padamu bocah!" ucapnya kesal.

Damian menatap bingung, ia tidak melakukan apapun dengan Kelly. kenapa pria itu malah datang mengamuk disini?

"Apa maksudnya?" tanya Damian lagi. Xander menggeram kesal. Ia pun menghampiri Damian.

Xander menarik jas yang di gunakan Damian membuat pria itu langsung bangun dari duduknya. "Kemari kau bocah!" ucapnya. "Apa maksud mu memberikan perhiasan kepada Kelly?" tanyanya sambil menatap tajam.

Alis Damian terangkat. "Apa masalahnya?" tanyanya. "Aku hanya memberikan barang yang aku desain sendiri," sambungnya.

"Dan harganya miliaran, kau memberikan itu kepada putriku?" tanya Xander kesal.

Damian mengangkat bahunya dengan acuh. "Tidak masalah. Anggap saja sebagai hadiah dari menantumu," ucapnya dengan santai.

Xander menatap melotot kearah Damian. "Siapa yang menganggap mu menantu sialan?!" tanyanya marah.

Damian tertawa kecil. "Kau dan tuan Xavellion," ucapnya.

Xander mendelik. "Kau bercanda? Kau mau aku pukul wajah mu?" tanyanya marah. "Jangan membuatku kesal!" sambungnya.

"Aku tidak bercanda. Anggap saja itu adalah salah satu hadiah sebelum menikah dengan ku," ucap Damian dengan santai.

"Putriku tidak akan menikah dengan mu brengsek!"

...∆∆∆...

Kelly menatap bosan kearah lukisan yang sedang ia warnai. Alex menyilangkan tangannya sambil menatap Kelly dengan heran.

"Kau bosan juga?" celetuk Kelly.

Alex menatap Kelly lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak," balasnya dengan singkat.

Kelly mendengus mendengar ucapan Alex. Lalu mencibir dengan kesal. "Apa kau tidak bosan dengan pekerjaan yang itu itu saja?" tanyanya.

Alex kembali menggeleng kan kepalanya dan kembali diam. "Ayo berbicara lebih banyak. Aku seperti berbicara dengan patung," celetuk Kelly.

Alex memutar bola matanya dengan kesal. "Terserah," balasnya malas.

Kelly meletakkan alas lukisnya. "Ayo ceritakan tentang dirimu!" ucapnya dengan semangat. "Jangan seperti patung. kau berdiri seperti itu sudah seperti patung pajangan ayahku," sambung nya.

Alex mengangkat alisnya dan menatap acuh. "Tidak ada yang bisa di ceritakan," balasnya dengan cuek. "Lebih baik diam saja,"

Kelly menatap tidak percaya. "Kau pasti punya cerita tentang dirimu sendiri. ayo! Atau ceritakan tentang adikmu," paksa nya. Ia benar benar bosan tidak ada kegiatan apapun yang ia lakukan disini. Bahkan punya teman baru pun tetap bosan baginya.

Alex membuang muka. "Sudahlah," ucapnya. "Kau sangat cerewet," cibirnya dengan kesal.

Kelly menggembung kan kedua pipinya dengan kesal. "Kau menyebalkan. Sangat kaku," balasnya.

Alex menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kelly. "Kau seperti anak kecil," celetuk Alex.

Kelly mencibir kesal. "Aku tidak peduli dengan itu. Kau menyebalkan, aku malas berbicara dengan mu!" ucapnya.

Alex menghela nafas pelan. "Kau sudah bicara dari tadi," balasnya membuat Kelly semakin kesal. "Kalau kau lupa itu," sambungnya.

"AKU AKAN MENUTUP MULUTKU!" teriak Kelly membuat Alex langsung menutupi kedua telinganya dengan cepat.

"Wow! Gelombang suara yang besar," ucap Alex dengan santai membuat Kelly menggeram kesal.

Kelly berdiri dan berjalan keluar dengan kaki yang ia hentakan dengan kesal. Alex sedikit menyunggingkan senyumnya sambil menggelengkan kepalanya.

"Gadis kecil yang cerewet," gumam Alex.

...∆∆∆...

Sebuah perkumpulan mewah para bangsawan di adakan pada malam hari ini. Di tengah meja besar dan banyak kursi terlihat ujung kanan dan kiri meja tersebut memiliki kursi besar yang berbeda menandakan jika kursi tersebut di peruntukan untuk sebuah pemimpin dan pasangannya.

Seorang pria paruh baya yang begitu gagah memasuki ruangan dengan menggandeng sang istri yang begitu cantik walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.

"Selamat datang tuan Kevan dan nyonya Casandra. Silahkan menempati kursi yang sudah di sediakan," celetuk salah satu pelayan.

Kevan mengangguk dan tersenyum tipis. Kevan Terfa Defron, salah satu pemimpin utama keluarga bangsawan Defron dan istrinya Casandra Andrea Defron. Mereka pun semua duduk setelah pemimpin mereka duduk lebih dulu.

Damian menatap datar saat melihat kakek nya Kevan duduk dekat dirinya. Ia malas menghadiri pertemuan yang memuakan ini. Apalagi dirinya bertemu dengan si brengsek Calvin, pria yang berani menyentuh gadis kecilnya. Lihat tampang pria itu sekarang seperti tidak ada rasa bersalah bahkan menatap dengan tatapan menantang kearahnya.

"Ada apa Damian?" celetuk Kevan saat melihat tatapan Damian yang tajam.

Damian menoleh. "Nothing. Hanya ada serangga yang ingin aku bunuh saja," balasnya sambil menatap Calvin dengan tatapan membunuh.

Harusnya ia sekarang pergi menemui gadis kecil nya yang manis itu tapi malah bertemu dengan keluarga yang memuakkan penuh dengan drama.

Kevan menghela nafas, Damian tetap saja seperti itu. Tidak ada yang berubah dengan cucunya.

"Tuan Kevan," seorang wanita tua menunjuk tangannya. "Bolehkah aku berbicara?" tanyanya.

Kevan menganggukkan kepalanya. "Silahkan. Kau ingin berbicara tentang apa?" tanyanya dengan penasaran.

"Perkenalkan aku Marcia istri dari Oliver Sykes Jevelen, keluarga Jevelen," ucap Marcia dengan sopan, ia pun melirik menatap Damian yang menatap acuh dengan pembicaraan ini.

"Aku ingin mengajukan pertunangan putriku Fanny Cleva Jevelen dengan cucumu Damian Xavellion Defron," ucap Marcia sambil memegang pundak putrinya yang duduk di sampingnya sambil tersenyum. "Untuk menjalin hubungan erat antara keluarga Jevelen dan Defron," sambungnya.

Damian langsung menatap tajam kearah keluarga Jevelen, ia menatap dengan tatapan membunuh. Damian menatap sinis namun Fanny menatap Damian dengan perasaan suka nya.

Kevan menatap terkejut, ia pun menoleh kearah Damian. "Ini--"

"Sejak kapan pernikahan ku bisa menjadi ajang hubungan erat antara keluarga kalian sialan?!"

...∆∆∆...

...TBC...

1
Susi Andriani
dan cinta juga bisa membunuhku😍😍😍
Aghitsna Agis
tjor gimana kelanjutan dami sm kellyna
yesi suhendri
buat season 2 nya kak
Mimi rachmah
seandainya karakter Kelly seorang yg mandiri dan pinter bela diri pasti tambah seru... disini Kelly terkesan lemah...
Tira Aneri
suuukaaa
Rahmayani kautshar
lha si kakak ditungguin dari kemaren belom muncul juga ini....🙏🙏
Atik Marwati
keren abis bikin penasaran
Atik Marwati
deg degan
Herni Marianty
sangat bagus
Rahmat
extra part siiiap qu tggu jangan lama thor baru up
Yuli Yanti
eh thor tega bener sekali nya up lngsung tamat ja,oke lah tak tunggu ekstra part nya
evita19
aku baru selesai baca Kelly kecil lanjut kesini kirain udah tamat gak sabar pengen baca kelanjutannya, ternyata masih on going, nabung chapter dulu biar puas baca, semangat kk 💪
apiii
Selamatkan dami thor🥲
Githa Anggraeni
dan papa ter posesif jatuh pada Xander🤣🤣
Githa Anggraeni
lucu bgt dami
❥␠⃝ ͭ🍁by-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
kapan konflik nya🤔🤔🤔🤔
masa Damian hanya tau bucin doank
qu pikir bakal langsung perang saudara gitu
Uri
menegangkan
Uri
duh semangkin menengangkan
Randa kencana
Ceritanya sangat menarik
Yuli Yanti
thor kmu kmna ja sih ko bru up? udh ini jangan ilang lgi ya thor,soal nya cerita bgs
sofy: iya hehe aku gak ilang lagi kok maaf ya buat nunggu🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!