Erik Wira Pranata adalah seorang CEO berusia 27 tahun dengan satu anak. Anehnya ia memiliki anak dengan statusnya yang masih perjaka alias belum pernah menikah.
Kemudian, sang anak meminta sosok Ibu kepada Daddy nya. Erik pun bingung harus bagaimana, di satu sisi ia begitu trauma akan penghianatan di masa lalunya.
Bagaimanakah kelanjutannya ?
Mari baca kisahnya di sini.. :)
Jangan lupa follow IG : maeputrisarmi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Weekend-2
"Kirain apaan.." Gumam Erik melihat apa yang di tunjuk oleh anaknya.
Erik mengajak putranya mendekat ke arah yang di tunjuk oleh putranya.
"Mau yang mana ?" Tanya Erik.
"Mau yang warna merah.." Jawab Cio antusias.
Kemudian Erik membayar ikan cup*ng yang di tunjuk oleh Cio.
Keduanya melanjutkan perjalanannya menuju parkiran untuk mengambil mobil dan berkunjung ke lain tempat.
.
.
Di dalam mobil, Erik menikmati lagu santai yang ia putar sembari menikmati kemacetan lalu lintas di hari weekend.
"Boy.." Panggil Erik tanpa menoleh ke arah Cio.
"Cio.." Panggil nya lagi dan masih tanpa jawaban.
Erik menengok ke arah putranya yang ternyata sedang asyik menatap bungkusan plastik berisi ikan tadi sambil tertawa-tawa sendiri.
"Hei.. Kamu kenapa ?" Cio tersentak mendengar suara Erik.
"Ha ? Daddy ?" Cio kelimpungan.
"Dari tadi Daddy panggil, kamu diam saja.." Ujar Erik mengalihkan pandangan dari anaknya.
"Ikannya lucu, Dad.." Ucap Cio.
"Iya, sampe Daddy nya di cuekin.." Ucap Erik datar.
"Kamu enggak tanya kita mau kemana ?" Lanjutnya.
"Nanti kalo sampe, pasti Cio akan tau.." Jawab Cio enteng yang masih menatap Ikan dalam plastik itu.
"Lihat Ikan saja bisa gitu sikapnya, gimana kalo lihat cewek cantik ? Bisa kosong bumi ini bagi dia.." Gerutu Erik pelan.
Beberapa menit kemudian, keduanya telah memasuki area Mall. Timezone, itulah tujuannya. Keduanya menghabiskan waktu di sana hingga Dzuhur tiba dan keduanya memutuskan untuk mencari musholla di yang di sediakan oleh pihak Mall. Setelah shalat, mereka berdua mencari restoran di dalam Mall itu untuk makan siang.
Matahari semakin berlalu dan telah melewati dari puncak tingginya, tepatnya agak bergeser ke barat.
Erik kembali mengendarai mobil untuk menuju ke taman memenuhi keinginan utama sang putra.
Pukul 14.05 Erik menggandeng anaknya memasuki area taman kota. Mereka di suguhkan oleh pemandangan lalu lalang orang dewasa dan anak kecil. Satu yang membuat Cio ingin segera berlari, yaitu kerumunan orang banyak yang mengitari pertunjukan badut, namun Erik mencekal tangan putranya saat mengetahui sang putra hendak berlari.
"Iiiihhh.. Daddy.." Keluh Cio saat Erik mencekal pergelangan tangannya.
"Ngapain lari-lari ?" Tanya Erik heran.
"Itu udah mulai pertunjukan badut nya, Daddy.. Cio bisa kalah tempat kalo terlambat. Kalo di belakang nanti Cio gak bisa lihat, terhalang yang depan.." Keluh Cio dengan wajah yang sudah khawatir.
Tanpa menjawab, Erik langsung menggendong anaknya, mengahadapkannya kedepan dengan salah satu tangan Erik yang melingkar di perut Cio dan tangan lainnya menyangga pantat anaknya.
Erik mendekati kerumunan itu.
"Tuh, kelihatan kan.." Erik menunjukkan padangan luas kepada anaknya
"Iya Daddy.." Jawab Cio gembira.
Pukul 15.30, Pertunjukan telah usai.
Erik mengajak Cio untuk duduk di salah satu bangku taman yang kosong.
"Daddy capek, Boy.." Ujar Erik sambil membuka-tutup kerahnya untuk mengusir hawa panas ditubuhnya.
"Cio haus, Dad.." Ucap Cio.
"Kamu tunggu disini, jangan kemana-mana. Daddy beli minum sebentar ya.." Peringat Erik pada Cio.
Cio hanya menganggukan kepalanya tanpa ada kalimat yang keluar dari lisannya.
Beberapa menit kemudian, Erik kembali untuk menghampiri sang anak. Namun, dari kejauhan ia melihat sang anak yang sedang bercengkrama dengan seorang wanita dewasa dan seorang gadis kecil. Erik buru-buru menghampiri anaknya, khawatir terjadi apa-apa pada Cio.
"Lo !" Erik terkejut saat melihat wanita yang sedang bercengkrama dengan putranya.
"Anda !" Wanita itu pun tak kalah terkejut melihat Erik yang berada di dasana menghampiri mereka, lebih tepatnya mengampiri Cio.
"Ada apa Anda kemari ?" Lanjutnya.
"Seharusnya saya yang tanya, kenapa Nona menghampiri putra saya ?" Tanya Erik yang seketika membuat wanita itu tercengang sekaligus malu menatap Erik.
"Mana minumnya, Daddy ?" Tanya Cio yang sudah tak kuasa menahan rasa haus.
Erik membukakan penutup botolnya lalu menyerahkannya pada Cio.
"Ha ?! Putra ? Daddy ?" Wanita itu semakin tercengang.
"Iya, Dia putra saya. Kenapa ? Ada apa Nona menghampiri putra saya ?" Tanya Erik datar namun dengan sorot mata yang tajam.
"Ini Aunty Tisha dan Mika, Dad.." Cio memperkenalkan keduanya kepada Erik.
"Oh, jadi Nona yang telah membuat anak saya demam ?" Erik menghardik Tisha dengan pertanyaannya.
"Apa maksud Anda, Tuan ?" Tanya Tisha heran.
"Apakah Nona pernah berpikir bahwa memakan Ice Cream berlebihan itu dapat mengancam kesehatan seseorang ?" Sentak Erik.
Mika dan Cio hanya bisa melihat perdebatan keduanya.
"Dia hanya memakan dua bungkus ice cream, apa itu bisa menyebabkannya demam ?" Tanya Tisha yang mulai merasa bersalah.
"Kekebalan imunitas setiap individu itu berbeda-beda. Lain kali hati-hati kalo ngasih jajan ke anak kecil, terlebih lagi keponakan Nona juga masih kecil, bisa-bisa Nona habis oleh orang tuanya kalo tau Auntynya tidak bisa merawat dia dengan baik." Tegas Erik memperingatkan Tisha.
"Saya minta maaf, Tuan" Ucap Tisha tertunduk.
Tanpa menjawab, Erik langsung menggendong Cio untuk pergi dari sana.
"Bye Mika, Aunty Tisha.." Pamit Cio melambaikan tangan pada keduanya yang di balas lambaian tangan pula oleh keduanya.
"Dasar.. Manusia angkuh !" Gerutu Tisha mengumpati Erik dengan lirih.
Kemudian mereka sama-sama meninggalkan taman untuk menuju ke rumah masing-masing.
Bersambung..
Jangan lupa dukungannya berupa rate, vote, like, komentar, dan bagikan linknya ya agar author semakin semangat, terimakasih 🙏♥️
katanya bahagia dg suami y??
nanti sakit sendiri.
menghapus kontak seseorang di hp suami percuma saja klo akhirnya terus berhubungan.
blokir aja sekalian kontak gak penting tuh
klo lg penat krn problem,obatnya adalah yang enak2 wkwk...
dasar bucin akut
jebol euy,gara2 cemburu wkwk
tisha ngasih no hp suaminya???