Rasti Aulia Putri... Cewek zaman now yang di kirim orang tuanya ke sebuah pesantren karna kenakalannya... Dia bertemu dengan seorang ustad tampan bernama Azmi Akmal Firdaus... Dia masih termasuk dari keluarga pesantren "An- nur"...
Awal pertemuan membuat Rasti jatuh hati... Tapi beda dengan ustad tampan... Dia sudah dulu jatuh hati dengan neng Nada Zakiyah putri dari Kiai Subadar...
Namun Allah berkehendak lain...Apa yang akan terjadi dengan Rasti??? Apa mungkin ustad Azmi akan berjodoh dengan Rasti atau malah dengan neng Nada???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Difa alifiandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 DPAC
Azmi yang dari tadi diam... Mencoba menenangkan fikirannya...
"Assalamualikum.. "Ucapnya lesu
"Waalaikum salam. "Ucap kami serentak
"Lho ustad... Ngapain ke sini... "Ucap Neng Nada
"Itu Neng... Saya mau jemput Rasti... Karna dia di suruh pulang sama Umi... "
"Oh ya Silahkan... "
"Ya sudah Neng saya pulang dulu... Assalamualikum "
"Waalaikum salam.. "
Aku pun pulang bersama Azmi....Selama di jalan Azmi hanya diam tanpa berbicara apapun... Aku yang kepo langsung bertanya kepadanya...
"Ustad... Kenapa ustad diam saja dari tadi?? "Ucapku
Dia tetap diam dan terus mempercepat langkah nya...
"Ustad... Apa ustad ada masalah??? "Ucapku lagi
Tapi tetap dia tak bergeming sedikitpun
Merasa di cuekin.... aku merasa kesal dan menyalip Azmi...
"Aku duluan... "Ucapku kesal...
"Rasti... "Ucapnya
Aku pura- pura tidak dengar... Aku tetap berjalan cepat di depan Azmi...
"Rasti... Tunggu... "Ucapnya lagi
Aku menghentikan langkah ku... Dan menoleh dengan kesalnya...
"Apa?? "Ucapku
"Emmmm... Tidak papa... "Ucapnya lagi..
"Huft... Dasar aneh.. "Ucapku lirih
"Apa kamu bilang Rasti... "
"Ehh enggak ustad.. Aku gak bilang apa- apa kogh... "
Sesampainya di depan rumah... Terlihat sepasang sejoli Abi dan Umi sedang duduk santai sambil nyemil pisang goreng di teras rumah...
"Assalamualikum Umi... Abi... "Ucapku sambil menyalami tangan kedua orang tua itu
"Waalaikum salam nak Rasti... Kamu kog gak pulang- pulang sih nak... Mending sekarang kamu makan malam dulu yah... Azmi kamu juga makan malam sana sama Rasti... "Ucap Umi
"Iya Umi... Umi dan Abi sudah makan??? "Ucapku
"Sudah nak... Kalian berdua yang belum... "Ucap Abi
"Ya sudah Rasti pamit ke dalam dulu Bi.. Mi... "
"Iya nak... "Ucap mereka serempak...
Aku berjalan ke kamar meletakkan mukenahku dan keluar... Aku langsung ke meja makan... Kulihat Azmi sudah duduk sambil menyendok nasi...
Aku menarik kursi dan duduk dengan santai..
"Astagfirulloh Rasti... Mana kerudung kamu... Itu aurat tau.. "Ucap Azmi menutup matanya
"Ya ampun aku lupa... Sebentar.. "
Aku berlalu mengambil kerudung dan memakai nya asal... Dan kembali lagi kemeja makan.. Sekarang dia malah menatap ku tajam..
"Kenapa ustad... Ada yang salah dengan penampilanku??? "Ucapku
"Enggak kog... "Ucapnya sambil tersenyum seperti ada yang lucu.. "
Aku yang merasa risih lebih memilih diam dan mengambil makanan dan akan pergi...
"Kamu mau makan dimana Rasti??? "Ucap nya
"Aku mau makan di depan saja.. Habisnya kamu jahil... Senyum- senyum gak jelas... "Ucapku sedikit sewot
"Jangan Rasti... Kamu makan di sini saja... Aku tadi cuma terpesona saja melihat dandanan kamu... Besok belajar berkerudung dengan benar yah .. "
"Emmmm.. "Ucapku sambil melengos...
Aku duduk kembali dan makan dengan sangat cepat agar segera selesai...
"Uhuk... Uhuk... "Aku tersedak sambal rasanya hidung dan kerongkonganku panas...
"Astagfirulloh Rasti... Ini kamu minum dulu... "Ucap Azmi mengambilkanku segelas minuman dan menyodorkannya kepada ku..
Aku pun meminum nya dengan terburu- buru juga...
"Jangan buru- buru Rasti... Nanti kamu tersedak lagi... "Ucapnya
Aku menuruti perkataan Azmi... Aku minum dengan pelan...
"Huhhh... Alhamdulillah... "Ucapku
"Sudah enakan kan Rasti.. "
"Udah ustad... "
"Ya alhamdulillah kalau gitu... Habisnya kamu makan kayak di kejar sama siapa saja cepet- cepet banget... Kalau makan itu baca doa dulu... Terus di kunyah perlahan... Jangan tergesa- gesa... "
"Maaf.. "Ucapku
"Ya sudah ayo di lanjutin... Jangan tergesa- gesa... Yang santai... "
"Hemmmm makasih.. "
"Iya.. "
Kami melanjutkan makan malam dengan saling diam dan saling menatap satu sama lain... Sebenarnya aku sedikit malu dengan kejadian ini... Tapi bagaimana lagi... Sudah terjadi...
Selesai makan aku membereskan meja di bantu Azmi... Aku juga melihat nya lihai dalam mencuci piring... Aku yang tidak pernah mencuci piring hanya bisa mempelajarinya...
supaya dia merasakn kehilangan