"Mas, malam ini kamu tidur di rumah ku kan?" tanya Kania istri pertama Agam wicaksana.
"Maaf sayang, malam ini Mas harus tidur di rumah Naura," jawab Agam.
Telepon genggam Agam tiba-tiba berdering, ada panggilan dari Louisiana istri ketiga. Ia meminta Agam pulang ke rumahnya karena perutnya sakit.
Baru saja hendak melangkahkan kaki, telepon genggam Agam berdering lagi. Naura sudah tidak sabar menunggu kedatangan Agam, dan meminta untuk cepat-cepat pulang ke rumah.
***
Agam wicaksana seorang pengusaha muda, yang mempunyai tiga istri. Mereka sudah dibelikan rumah sendiri-sendiri agar adil. Namun, kenyataannya justru merepotkan dirinya harus bolak-balik ke rumah ketiga istrinya. Sebagai suami yang bertanggung jawab Agam berusaha berlaku adil, hingga suatu ketika ia memutuskan membeli rumah besar untuk ditempati bersama ketiga istrinya.
Akankah ketiga istri Agam akur? Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Mari kita simak🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kania VS Louisiana
"Hentikan, Kania!" bentak Agam baru saja selesai mandi, ia hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya.
Tubuh Agam yang kekar, dengan dada bidangnya terlihat dengan jelas. Naura menutup matanya dengan kedua tangan, sedangkan Louisiana memalingkan wajahnya. Hanya Kania yang menatap tajam ke arah suaminya itu.
"Iya, Mas. Ganti baju dulu sana," ujar Kania melepas rambut Louisiana.
Louisiana meminta bantuan Naura untuk merapikan rambutnya agar rapi kembali, dengan menggunakan sisir rambut.
Setelah menggunakan baju dan celana santai, Agam meminta ketiga istrinya untuk berkumpul di ruang keluarga.
"Aku sudah mengatakan berkali-kali, kalian bertiga tidak ada yang boleh berantem!" tegas Agam menatap tajam ketiga istrinya secara bergantian.
Mereka bertiga terdiam, tidak ada yang berani berbicara sepatah katapun.
"Kania, sebagai istri pertama dan paling tua. Perbuatan mu tadi, seperti anak kecil! Seharusnya kamu bersikap dewasa! Dan kamu Louisiana, jangan mudah menghina buatan orang. Koreksi diri!" tegas Agam.
"Naura, kamu seharusnya bisa sebagai penengah diantara mereka berdua!" serunya lagi.
Yang berulah satu orang, yang kena omelan mereka bertiga. Sikap Agam memang adil, dalam menyelesaikan masalah. Tidak ada yang dia bela, walaupun mereka ada yang benar.
"Ayo, sekarang kita sarapan!" ajak Agam.
Louisiana terlihat mengaduk-aduk buburnya, karena tidak suka dengan bubur kacang hijau. "Bisa muntah gue kalau makan," ucapnya dalam hati.
Bubur buatan Naura memang tidak pernah gagal, Agam memujinya sampai meminta untuk dibungkus kan. Ia akan membagikannya untuk karyawan di kantornya, dengan cepat Naura menyelesaikan permintaan suaminya.
"Louisiana, kenapa kamu tidak makan?" tanya Naura.
"Gue gak bisa makan bubur, maaf ya," ungkap Louisiana meletakkan sendoknya lalu pergi ke kamar.
Kania mendekati Agam, dia meminta maaf atas kesalahannya tadi. Ia mengaku kesal dengan Louisiana, yang sikapnya terlalu bar-bar menurutnya.
"Sayang, tolong jangan diulang lagi. Kalau kamu merasa bersalah, minta maaf ke Louisiana," ujar Agam mengelus puncak kepala Kania.
"Baik, Mas. Aku susul Louisiana sebentar," kata Kania lalu menyusul Louisiana ke kamarnya.
Agam kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian kerja, tadinya ia tidak akan masuk kerja. Tapi, teringat dengan Kevin yang semalam mabuk berat, ia takut Kevin tidak masuk kerja juga.
"Louisiana, maafkan aku ya," ungkap Kania dengan lembut.
"Iya, santai aja lo," ujar Louisiana.
Mereka berdua saling berpelukan, mulai saat ini mereka kembali akur.
Setelah memastikan semua istrinya dalam keadaan akur, Agam berpamitan berangkat ke kantor. Tak lupa bubur buatan Naura juga ia bawa.
Sampai di kantor Agam memanggil Kevin dan Sintia, ia memberikan bubur itu ke mereka lebih dulu.
"Bos Agam, terimakasih ya. Aku coba dulu," kata Sintia dengan genit.
Kevin menyuapkan bubur itu ke dalam mulutnya, ia justru menjadi teringat dengan mantan kekasihnya. Saat itu hujan lebat di sore hari, Kevin mengantarkan pulang kekasihnya ke rumah. Tidak mungkin juga ia nekat pulang, karena mengendarai sepeda motor.
"Mas, makan dulu. Ini buatan ku lho, buat anget-anget," ujar kekasihnya memberikan semangkuk bubur kacang hijau.
"Sepertinya enak," kata Kevin lalu memakannya.
Bubur yang rasanya tidak begitu manis, namun bertekstur lembut dan rasanya begitu enak.
"Vin, kamu kenapa?" tanya Agam memperhatikan Kevin yang nampak aneh.
"Aku ke toilet sebentar," pamit Kevin.
Di dalam toilet Kevin mencuci mukanya, ia begitu kesal selalu teringat dengan mantan kekasihnya yang sudah mematahkan hatinya.
lou 👍🌹
dan mempunyai suami yang lebih sayang sama Kania
semangat Agam