dan kini tuhan balas semua doa dan rasa sakit ku,, kini aku bisa bahagian dengan putra putri ku yang semua bergelar dan memiliki pangkat tinggi serta di pandang baik di lingkungan,, terimakasih tuhan setidaknya setelah badai menghantam kau berikan aku pelangi..
kulupakan semua rasa sakit yang ada dan kujalani hidup bahagia ku di masa tua bersama anak anakku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja di ufuk barat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masa lalu
Seandainya aku memiliki mesin waktu,, Rasanya ingin sekali aku kembali ke masa lalu,,
Masa di mana aku dan suami ku menjadi kekasih,, bukan suami istri seperti sekarang..
kelembutan dan kasih sayang nya membuat ku begitu percaya dan mau hidup bersamanya hingga tua,,
Tetapi belum sempat kami menua bersama cobaan demi cobaan ujian demi ujian selalu menghantam rumah tangga kami..
Ah seandainya dulu kami tidak menikah muda mungkin semua kejadiannya tak kan seperti ini,,
Dia yang dulu begitu peduli padaku yang tak mau melihat aku marah sedikit pun rela mengalah demi menyenangkan hatiku
Pernah sekali waktu itu aku sempat merajuk dengan nya karena telat menjemput ku
Aku begitu marah dan kesal padanya pasal nya waktu itu aku sedang piket kelas tapi ia malah terlambat dalam menjemput ku
Yah mungkin ia kesiangan atau entah lah,,
yang jelas ia begitu sabar membujuk ku agar tak marah lagi,,
Aku yang pada waktu itu sudah sangat marah tak menghiraukan permohonan maaf nya
Entah sudah berapa panggilan dari nya di ponsel ku yang tak ku hiraukan
Sepulang sekolah seperti biasa aku yang berboncengan dengan nya pasti akan pulang dengannya,, pasalnya aku tak memiliki kendaraan sendiri waktu itu.
Bukannya membawaku langsung pulang ia malah mengajak ku ketaman tak jauh dari sekolahan kami.
Sambil menyodorkan es krim
"jangan marah lagi ya sayang,, plis aku mohon aku minta maaf deh aku janji gak bakal ulangin lagi"
Sambil mengeluarkan sebuah bingkisan kado yang mungkin sudah iya siapkan masa di rumah tadi
"tadi aku mampir ke toko aksesoris dulu,, beli kado buat kamu,, ini kan hari ulang tahun mu"
Ah mengapa dengan ku ini,, mengapa hanya di puji dan di bujuk nya saja aku sudah luluh lagi,, apa aku tadi sudah keterlaluan dengannya
(Tersenyum sambil mengambil hadiah)
" kamu inget hari ulang tahun ku yang,, aku aja lupa Lo kalau ini ulang tahun ku,, makasih ya" sambil ku peluk tubuhnya
"udah ya jangan marah lagi,, aku janji apapun yang kamu minta selagi aku bisa usahakan pasti akan ku kabulkan asalkan kamu bahagia "
Itu adalah janji nya yang sampai saat ini masih terngiang di telinga ku,,
Janji yang semua hanya tinggal janji,, janji yang hanya di mulut saja
Ah mengapa ini mengapa aku jadi mengingat semua kenangan manis bersama nya,,
-----
Sore nya setelah Diki pulang kerja tak lupa ku sampaikan pesan orang tua ku yang mengatakan akan mengadakan aqiqah anakku di rumah ibuku
"oh ya mas,, tadi mama ku bilang gimana aqiqah nya Arkan di adakan di rumah mama saja"
" udah lah ngapain harus di aqikahin kan yang penting udah di among-amongin (syukuran kecil kecilan dengan mengantarkan nasi yang di bungkus lengkap dengan lauk pauk nya yang sudah di doakan di rumah sendiri)"
"ya lain dong mas among-among kan itu syukuran atas kelahiran nya Arkan dengan selamat tan mudah,, sementara Arkan belum di rebana kan(cukur rambut saat pemberian nama),, lagian mama yang biayain kita nambah sedikit lah seadanya uang kita"
"Ya udah deh terserah kamu aja,, aku ngikut"
Ya dia memang selalu begitu di saat aku meminta izin kepadanya,, Tapi di saat nanti uang sudah kupakai dan ia menanyakan nya,, pasti akan jadi perdebatan dan keributan baru..
gampang memang kelihatannya meminta izin kepadanya,, tapi ya ujung ujungnya begini,, akan ada ungkitan ungkitan baru,, akan ada perdebatan baru..
Dan kesalahannya setiap kami berdebat,, selalu ada ibu mertua ku yang membela suamiku
ah rasanya aku seperti hidup Tampa pegangan di rumah ini sebab tak ada satu pun yang mau membela ku