NovelToon NovelToon
JURU SELAMAT

JURU SELAMAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Dan budidaya abadi / Matabatin / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:248.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hendro Palembang

JURU SELAMAT

Sirrul Asror yang di sampaikan oleh Mbah Jena membuat Asrul menghadapi sebuah dilema. Betapa tidak, Asrul telah menjalani kehidupan di dunia selama dua puluh tahun, tiba-tiba di kejutkan dengan sebuah pernyataan bahwa yang telah di lakukannya selama ini sebenarnya bukan dia yang melakukan, melainkan selain dirinya.
Kini Asrul telah menerima sebuah kitab dari Mbah Jena, yaitu kitab Al-Hikam. Ternyata Kitab ini sedang di perebutkan oleh banyak orang, terutama dari kelompok padepokan-padepokan perguruan beladiri dan tenaga dalam. Diyakini dengan memiliki kitab ini, dapat mengendalikan seluruh manusia, bahkan dapat menguasai dunia.
Asrul sedang mengemban sebuah misi dari gurunya yaitu Mbah Jena, untuk menyelamatkan Kitab Al-Hikam dari incaran para pendaki spiritual.
Bagaimana cara Asrul merahasiakan pesan dari Mbah Jena? Dapatkah Asrul menyelamatkan dunia dari tangan kotor fihak yang memusuhinya? Ikuti perjalanan Asrul bersama sang guru yang menjadi sumber inspirasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendro Palembang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Warga Padepokan

"Tempat ini bernama ruang administrasi Padepokan Kun Billah, tempat semua anggota Padepokan mengambil misi serta melakukan berbagai kegiatan administrasi." Gus Mukhlas menjelaskan.

Asrul tentu sudah mengetahuinya, dia pernah bekerja di bagian administrasi selama beberapa tahun pada kehidupan sebelumnya karena tidak ingin berlatih bela diri. Gus Mukhlas mengatakan dia ingin mendaftarkan Asrul sebagai muridnya serta memesan pakaian Padepokan untuk Asrul.

Ruang administrasi Padepokan memang menjadi salah satu tempat yang selalu ramai pengunjung di Padepokan Kun Billah. Gus Mukhlas dan Asrul cukup menarik perhatian banyak orang ketika memasuki tempat tersebut.

Semua perhatian itu wajar mengingat Gus Mukhlas merupakan Imam terbaik dalam Padepokan Kun Billah, menduduki posisi tersebut pada usia 25 tahun.

Di sebabkan seringkali menjalankan misi di luar Padepokan setelah menjadi Imam Padepokan, cukup jarang seseorang bisa melihat Gus Mukhlas.

Gus Mukhlas membawa Asrul menuju salah satu meja administrasi yang sedang kosong.

Asrul tidak menduga akan melihat wajah yang tidak asing baginya.

Di ruang administrasi, Gus Mukhlas langsung berjumpa dengan nona Wenny yang merupakan sahabat Gus Mukhlas sejak kecil. Nona Wenny sekarang menjadi ketua pengurus bagian administrasi di Padepokan Kun Billah.

Seorang gadis yang terlihat seumuran dengan Gus Mukhlas sedang sibuk menulis di meja tersebut, ketika menyadari kedatangan Gus Mukhlas, dirinya segera tersenyum hangat dan menyambut keduanya. "Imam Gus Mukhlas anda telah kembali dan sepertinya anda tidak sendirian, siapa pemuda ini?" gadis itu memandang Asrul penuh kasih.

"Saudari Wenny, mohon bantu aku membuatkan identitas untuk muridku." Gus Mukhlas berkata demikian sambil mengelus kepala Asrul.

"Oh, Imam Gus Mukhlas akhirnya mengambil murid?" Gadis tersebut terlihat sedikit terkejut sejenak sebelum mulai melakukan permintaan Gus Mukhlas.

Asrul tidak akan pernah melupakan gadis di hadapannya, gadis yang bernama Wenny. Melihat gadis tersebut membuat Asrul mengingat banyak kenangan yang terpendam lama dalam dirinya.

Wenny berasal dari generasi yang sama dengan Gus Mukhlas. Usia keduanya juga tidak berbeda jauh, Wenny lebih muda beberapa bulan dari Gus Mukhlas.

Bagi Gus Mukhlas, Wenny adalah sosok yang istimewa karena gadis ini satu-satunya yang perhatian setelah melihat sikap Imam Khairul. Sebab itulah pada kehidupan sebelumnya, ketika Asrul mengatakan ingin bekerja di bagian administrasi Padepokan Kun Billah, Ibnu menitipkannya pada Wenny.

Asrul belajar begitu banyak tentang administrasi serta pengetahuan umum tentang dunia persilatan di bawah bimbingan Wenny. Sejauh yang Asrul ketahui, ilmu bela diri Wenny juga tinggi hanya saja gadis tersebut tidak suka kekerasan sehingga memilih bekerja di bagian administrasi.

Jika Gus Mukhlas adalah sosok pengganti ayah bagi Asrul di kehidupan sebelumnya, Wenny seperti pengganti seorang Ibu baginya.

Asrul bisa mengingat saat Gus Mukhlas meninggal karena sakit, Wenny menangis selama beberapa hari tanpa henti dan tidak pernah tersenyum lagi sejak saat itu. Tubuhnya menjadi kurus sampai akhirnya meninggal akibat kelelahan tiga tahun kemudian. Wenny menaikkan alisnya ketika menyadari Asrul menatapnya dengan mata berkaca-kaca, "Ada sesuatu yang salah denganku?" tanyanya pada Asrul.

"Ah, tidak. Tante mengingatkanku pada seseorang." Asrul segera mengendalikan ekspresi wajahnya.

Wenny hanya tersenyum setelah Asrul menjawabnya demikian, Wenny kemudian mendiskusikan tentang Asrul pada Gus Mukhlas.

"Imam Gus Mukhlas, menurut peraturan, Asrul belum bisa berlatih bela diri..."

Asrul mengingat peraturan yang dimaksud oleh Wenny. Padepokan Kun Billah membagi penerimaan murid menjadi dua kategori, pertama adalah mereka yang berasal dari dalam Padepokan dan kedua adalah yang berasal dari luar Padepokan.

Perekrutan dalam dilakukan untuk mereka yang merupakan keturunan dari anggota Padepokan Kun-Billah , bagi mereka yang termasuk kategori ini boleh langsung berlatih. Dalam kasus Asrul, dia berasal dari luar Padepokan dan hanya bisa menjadi murid resmi serta memulai latihannya setelah tinggal di dalam Padepokan selama dua bulan.

Asrul tidak terlalu memahami peraturan ini tetapi yang dia ketahui ini demi kebaikan mereka yang ingin belajar bela diri. Mereka yang berasal dari keluarga Padepokan memiliki pola kehidupan dan nutrisi yang membuat tubuh mereka lebih siap untuk melakukan latihan bela diri.

Berbeda dengan Asrul yang berasal dari keluarga biasa, tubuh mereka tidak akan kuat menahan latihan keras ilmu bela diri.

"Tidak masalah, Asrul juga harus belajar kitab dan lainnya terlebih dahulu." Gus Mukhlas mengetahui Wenny mengingatkan karena dirinya tidak pernah mengambil murid sebelumnya tetapi Gus Mukhlas tidak akan melupakan peraturan tersebut.

Gus Mukhlas sendiri sebenarnya merupakan keturunan dari anggota Padepokan Kun-Billah. Jadi dia mulai berlatih sejak usia 8 tahun. Ibu Gus Mukhlas meninggal setelah melahirkannya sementara Ayahnya terbunuh saat menjalani sebuah misi ketika Gus Mukhlas berusia 15 tahun.

Asrul menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memang benar di kehidupan sebelumnya karena latar belakang keluarganya, Asrul tidak bisa membaca kitab apalagi menulis padahal keduanya sangat dibutuhkan jika ingin mempelajari bela diri berdasarkan kitab-kitab.

Keahlian dasar lain yang perlu dipelajari adalah pengetahuan umum tentang dunia seperti ekonomi, etika dan lainnya.

Masalahnya Asrul sudah menguasai itu semua dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, lagipula meskipun sekarang kembali berusia 19 tahun tetapi ingatan miliknya adalah seseorang yang berusia 120 tahun.

"Asrul, simpan baik-baik tanda pengenal ini. Mulai sekarang kau adalah bagian dari Padepokan Kun Billah." Gus Mukhlas memberikan sebuah lencana besi yang bertuliskan nama Asrul, pada sisi lain dari lencana tersebut ada lambang Kun Billah serta nama Gus Mukhlas.

Wenny mengatakan akan ada yang mengantarkan pakaian Padepokan untuk Asrul nanti di kediaman Gus Mukhlas.

"Seperti yang engkau lihat, Wenny. Inilah pemuda yang di maksudkan oleh Mbah Jena yang diserahkannya kepadaku untuk menjadi muridku." Gus Mukhlas memperkenalkan Asrul kepada Nona Wenny.

"Salam kenal Tante Wenny, perkenalkan nama saya Asrul." Asrul menyodorkan tangannya menyalami nona Wenny.

"Selamat datang Asrul. Gus Mukhlas, apakah Mbah Jena bertemu langsung denganmu dan menyerahkan Asrul kepadamu?"

"Iya nona, tetapi kami tidak banyak bercerita karena pertemuan kami begitu singkat. Sepertinya Mbah Jena langsung membawa cucunya ke tempat yang menjadi tujuan kita semua."

Nona Wenny mengerutkan keningnya, dia tidak mengetahui dengan jelas apa maksud yang di katakan Gus Mukhlas. "Apakah maksudmu Mbah Jena membawa Siti Adawiyah ke kota Batavia?"

"Itulah yang telah dikatakan oleh Mbah Jena. Sebenarnya aku hendak menanyakan hal ini kepada Mbah Jena, tetapi aku khawatir nanti Mbah Jena kembali menghukum ku seperti kejadian sebelumnya."

"Oalah Gus, jangan kau hubungkan peristiwa itu dengan kepergian Mbah Jena dan Siti Adawiyah. Yang kau lakukan dahulu memang murni kesalahanmu. Kau telah membuat Mbah Jena murka."

Setelah selesai mendaftarkan Asrul, Gus Mukhlas kemudian melaporkan misi yang telah dia selesaikan.

1
Was pray
jurus andalan asrul adalah melarikan diri, dari dulu sampai sekarang tetap jadi sosok yg selalu dikalahkan oleh musuh2nya
edy Sagai
masih banyak paragraf episude pengulangan
Was pray
menyedihkan
Was pray
semakin lama asrul. semakin goblok bin tolol, gak ada efeknya peningkatan kekuatan asrul kalau tetap goblok jalan pikirannya
Waspray Aja
asrul memang hebat.. pengembangan jurus langkah seribunya bertambah kuat.. 😄😄🤣🤣🤣
Waspray Aja
zaid hidup lagi? kemarin-kemarin zaid matinya mimpi,
Waspray Aja
jalan ceritanya kok ruwet sih thor? kemarin keluarga pedang tunggak berterimakasih kpd asrul, karena diberi sumber daya dan kekayaan keluarga santang tapi sekarang akan membunuh asrul, ini yg bingung itu pembaca atau author sih sebenarnya?
Waspray Aja: coba dicek di episode sebelumnya thor, waktu asrul membunuh daren dan ke keluarga pedang tunggal , waktu itu Zaid bersujud didepan asrul meminta maaf krn pernah punya niat i gin membunuh asrul, dan berjanji setia pada asrul, tapi tiba-tiba di episode selanjutnya zaid ingin membunuh asrul, jalan ceritanya maju mundur thor.. ke bolak balik bikin pusing yg baca thor
total 3 replies
Waspray Aja
nah begitu srul.. naik derajat gak cuma honda grand terus..
Waspray Aja
di mana mana asrul punya musuh,.. kapan mau hidup tenang.. kekuatannya segitu-gitu saja kekuatan honda grand kapan mau sampai tiger atau megapro.... /Smile//Smile//Smile//Joyful//Joyful//Joyful/
Hendro Widodo
di zaman imajinasi tanpa batas
Hendro Widodo
hahahaha kamu tinggal di jalan M Isa ya?
Putra_Andalas
pemirsa mulai bertanya-tanya :
ini cerita berada di Jaman Modern apa masa lampau ?
Putra_Andalas
Pasti deket lapangan Golf..😁
Putra_Andalas
alurnya spt cerita si Chen Long dgn Kitab Pusaka Dewa nya nih..
Arsenio Cadas Hady: emng😁🤭
total 1 replies
Waspray Aja
makanya asrul kalau mau bertindak mikir dengan kepala jangan pakai dengkul apalagi pakai bokong jadi nggak bodoh-bodoh amat
Waspray Aja
yang berkembang dari diri asrul hanya sifat sombong dan kurang perhitungan, dan jurus andalan yg dikembangkan jurus langkah seribu alias ngacir dari medan pertempuran,
Waspray Aja
kapan asrul menjadi kuat? memiliki lukisan, menara penekan iblis tapi tetap lemah
Waspray Aja
kalau kemampuan santung lebih tinggi kenapa dulu melarikan diri waktu bertarung di pulau naga thor? makin lama jalan ceritanya jadi gak konsisten, peringkat dulu raja sama suci lebih tinggi suci, tapi berbalik lebih kuat raja, lama-lama aneh alur ceritanya thor..
Waspray Aja
asrull sekarang kok jadi terlalu banyak omong besar tapi tetap masih kalah , seperti tong kosong nyaring bunyinya
Hendro Widodo
lebih tinggi ranah pendekar suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!