NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Dihukum

...SELAMAT MEMBACA!...

Hari Selasa ini ada jadwal olahraga membuat siswa dan siswi kelas 12 IPA 2 berganti pakaian di kamar mandi. Mereka bergantian dengan sabar. Keyra sudah selesai, ia ikut berbaris di lapangan.

Pak guru sudah memimpin untuk melakukan pemanasan di bawah matahari yang cukup terik. Lalu, ia menyuruh para muridnya berlari mengelilingi lapangan.

Keyra ikut berlari bersama para temannya. Di sudut lapangan, Keyra melihat Bumi melambai padanya. Keyra tersenyum menjawab sapaan itu.

Penyelidikan kasus tetap berlangsung di tengah pembelajaran. Mereka masih belum menemukan titik terang.

Setelah berlari lapangan, pak guru membebaskan para muridnya untuk melakukan olahraga apa saja. Sedangkan Keyra, ia hanya mengambil skiping dan menggunakannya di tepi lapangan, sendirian. Keyra menyipitkan mata, memperhatikan Nadia yang tertawa lepas ketika bermain bersama anak laki-laki. Namun, Keyra tak menggubrisnya.

"Curang lo!" ucap Nadia, ketika seorang lelaki mengalahkannya.

"Lo aja yang gak bisa," balas anak laki-laki itu.

Keyra kembali meloncati tali panjang yang digerakkan dengan tangannya itu. "Gitu, dong, loncat-loncat biar tinggi lo," celetuk Antonio, datang dari arah belakang Keyra. "Kenapa gak sama anak lain?"

"Skipingan bisa buat orang banyak?" tanya Keyra, mengerutkan kening. Ia tidak begitu memperdulikan Antonio. "Lo juga gak sama mereka."

"Males gue." Antonio mendudukkan tubuhnya di samping Keyra. Ia meneguk sebotol air mineral dingin. "Nanti cewek-cewek pada caper ke gue," katanya, dengan sangat percaya diri.

Keyra menggelengkan kepala mendengarnya. Keringat mulai keluar dari kulitnya, tubuhnya lumayan hangat.

"Tuh, kan! Dideketin gue," celetuk Antonio, melihat seorang siswi berlari ke arahnya.

"Nio! Lo ngapain sama Keyra?"

Keyra menghentikan aktivitasnya karena yang mendekat adalah Nadia.

"Suka-suka gue," ketus Antonio.

"Ngapain sama cewek jelek? Mending sama gue," ucap Nadia, menarik sudut bibirnya. Lalu, ia menatap tajam Keyra.

Keyra menghela napas panjang, napasnya lumayan sesak dan kakinya pegal. "Gue duluan," katanya, sebelum melenggang pergi.

Nadia mengulas senyum. Sedangkan Antonio merasa geram. Lelaki itu mendongak, menatap Nadia yang berdiri di depannya. "Jangan ganggu Keyra!" peringatnya.

Nadia mengangkat kedua alisnya. "Memang kamu siapanya?"

"Temennya," jawab Antonio, sambil berdiri dari duduknya. "Dan, lo jangan sok kecakepan sama gue!" Lalu, ia melenggang melewati Nadia.

Nadia merengut kesal. Matanya menyorot tajam Keyra yang terlihat di kantin sedang membeli minuman. "Cuma Nio yang cuek sama gue," gerutunya. "Gara-gara lo, Keyra. Awas aja." Nadia tersenyum miring.

Jam olahraga sudah habis. Para murid diperintahkan untuk segera berganti seragam. Karena harus mengantri, Keyra mendapat giliran paling akhir. Ia segera melepas seragam olahraganya dan memakai baju putih. Namun, saat Keyra hendak memakainya, terdapat beberapa robekan. "Kok?"

Keyra membolak-balik baju tersebut. Tidak hanya satu bolongan kecil, tetapi terdapat dua sampai lima robekan di sana. "Kok bisa?" gumamnya.

Napasnya tiba-tiba memburu, dadanya sesak seketika, dan matanya memasang. Keyra hanya bisa menangis di dalam toilet.

Daripada memakai baju yang terdapat banyak robekan, Keyra lebih memilih tetap memakai seragam olahraga. Tentu saja, ketika guru memasuki kelas, guru tersebut segera melemparkan pertanyaan pada Keyra.

Keyra dipanggil ke depan. "Kenapa belum ganti baju?" tanyanya.

"Maaf, Bu. Tadi, baju putih saya tersangkut dan robek," jawab Keyra. Ia tidak punya pilihan lain selain berbohong. Kehra juga tidak tahu siapa yang melakukannya, entah tak sengaja atau sengaja.

Guru itu mendengus kesal. "Untung tinggal satu pelajaran saja," ujar guru tersebut.

"Maaf, Bu." Keyra menunduk, tidak berani menatap.

"Ya sudah. Kembali duduk!"

Menatap sepasang kaki yang ditutupi sepatu, Keyra merasa hidupnya sial sekali. Perasaannya jadi sangat tidak karuan dan ruangan terasa seperti engap.

Hari ini, sepertinya Keyra akan pulang terlambat lagi. Ia disuruh membersihkan perpustakaan karena telah meninggalkan buku tugasnya. Mungkin, kerena tadi pagi Keyra hampir terlambat dan tidak sengaja meninggalkan tugas yang harus dikumpulkan hari ini. Padahal, Keyra semalaman mengerjakannya.

Tidak sendirian, Antonio yang langganan tidak mengerjakan tugas pun dihukum. Ada juga anak laki-laki, ikut serta dalam membersihkan perpustakaan.

Keyra menyapu lantai, setelah para anak laki-laki yang lebih tinggi, selesai membersihkan debu di rak buku. Perpustakaan tidak terlalu besar dan perlu diketahui, Keyra belum pernah meminjam buku di sana karena seluruh buku sudah pernah dibacanya di perpustakaan kota. Keyra harap, pihak sekolah akan menambah beberapa buku baru.

Ponsel Keyra yang tergeletak di atas meja bergetar. Antonio yang duduk di meja sana, mengintip ponsel Keyra. "Pacar lo, nih," celetuknya.

Keyra segera bergegas mengambil ponsel itu dan melirik sinis Antonio yang menertawainya.

"Lo di mana, sialan!"

Baru saja mengangkatnya, suara dari dalam ponsel itu langsung membuat telinga Keyra bergetar.

"Gue udah nunggu lama, Keyra sialan!"

Keyra berdecak sambil menjauh dari Antonio karena Antonio menguping. "Pulang aja, deh, gue lagi dihukum," ucap Keyra.

"Dihukum kenapa lo, Murid Teladan?" Aprilio sedikit terkejut mendengar gadis rajin itu berbicara sedang dihukum.

"Lo pulang aja! Gue bisa pulang sendiri, kok."

"Biar sama gue aja, Lio! Nanti gue anterin pulang cewek lo," pekik Antonio.

"Sama Nio?" tanya Aprilio.

"Iya," jawab Keyra.

"Gue tunggu, aja," kata Aprilio, kemudian menutup panggilan secara sepihak yang membuat Keyra bingung.

"Dia gak akan biarin lo pulang bareng gue," celetuk Antonio.

"Buset! Si Keyra punya pacar?" tanya anak laki-laki lain, bernama Neo itu, yang ikut berkumpul.

"Iya," jawab Antonio.

"Gak!" bantah Keyra, kemudian melenggang pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.

Keyra jadi tidak fokus menyapu karena perkataan Antonio.

Mereka sudah selesai membersihkan perpustakaan dan bergegas pulang.

"Ra! Gue duluan, ya" ujar Antonio.

"Iya," jawab Keyra.

Antonio pun melajukan motornya menjauhi Keyra.

Berjalan sendirian, di bawah langit dengan matahari yang mulai condong. Baru pukul dua siang. Ia pulang tidak terlalu sore karena tak ada kelas khusus.

Keyra berjalan perlahan menuju toko kue di seberang jalan. Namun, ketika sudah berada di depan sana, Keyra tidak menemukan Aprilio. "Katanya nunggu, kok gak ada?" ucapnya. Keyra membuka ponselnya, terdapat pesan dari Aprilio di ponselnya. "Oh, mau beli rokok dulu."

"Gue disuruh nungguin." Lalu, Keyra memutuskan untuk duduk di kursi kayu yang terdapat di pojok toko. Ia akan menunggu Aprilio.

"Keyra," sapa seseorang dari samping Keyra, membuat gadis itu menoleh cepat. "Gimana, bajunya?" Ia tersenyum miring, duduk di samping Keyra.

"Kamu yang buat baju aku jadi sobek?"

"Lo tanya?" Keyra tertawa ringan. "Lagian, jangan sok kecantikan lo!" serunya.

"Lo pikir hebat karena Nio bersikap kayak gitu ke lo?" Tangan Nadia melayang, mendaratkan pukulan di kepala Keyra membuat gadis itu meringis kesakitan. "Gak akan gue biarin lo," peringatnya, kemudian berdiri dari sana dan beranjak pergi.

Keyra menekan kepalanya yang terasa sakit. Ia menghela napas panjang.

"Key!" panggil Aprilio, dari sana membuat Keyra mendongak dan segera menghampiri.

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!