NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Berbeda

Jiwa Yang Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ainun Nazwa

Denisa Larasati gadis berusia sembilan belas tahun, yang selalu menjadi bahan bulyan oleh semua teman-teman sekolah bahkan teman kerjanya saat ini. Karena ia memiliki tubuh gemuk dengan berat badan tujuan puluh kilogram dan memiliki tinggi badan sekitar seratus lima puluh sentimeter serta wajahnya yang agak berjerawat. Namun itu tak membuatnya insciur sama sekali.

Ia tidak lagi memikirkan bentuk tubuh dan fisiknya karena seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya meskipun hanya sekedar mengagumi.
Berbeda halnya dengan Angela Merkel, seorang gadis cantik berusia dua puluh lima tahun.

Hidup yang sempurna dan glamor tersebut membuatnya menjadi gadis yang manja namun hatinya sangat baik terhadap sesama.

Kesempurnaan tersebut semakin lengkap dengan adanya Alexandra Darbara, kekasih dari Angela Merkel.

Singkat cerita, sebuah kejadian tragis yang melibatkan Denisa dan Angela tersebut membuat jiwa Denisa berpindah pada tubuh Angela.

Lalu bagaimana dengan Angela sendiri?

yuk kepoin!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Haknya

Episode delapan (8)

Setelah sampai di apartemen, Angela langsung mengistirahatkan tubuhnya. Tapi sebelum itu ia membersihkan diri terlebih dahulu dan melaksanakan kewajibannya.

Angela begitu kelelahan, hingga tak sadar ia sudah tertidur hingga larut malam.

Asisten rumah tangga Alex tadinya sudah mencoba membangunkannya, akan tetapi Angela tetap saja tertidur pulas dan tak bergerak sedikit pun. Sampai-sampai Alex merasa khawatir dan sempat memeriksa denyut nadi dan nafasnya. Siapa tahu Angela sudah berada di alam lain kan, pikirnya.

Angela terbangun tepat pada pukul dua belas malam. Namun ia di buat merinding karena suasana kamar tersebut nampak sepi dan terasa mencekam. Hawanya terasa dingin hingga menusuk tulang, serta angin yang berhembus kencang melalui jendela kamar yang ternyata belum di tutup. Mungkin asisten rumah tangga Alex lupa menutupnya.

Suasana tersebut semakin mendukung dikarenakan lampu kamarnya mati.

Meskipun Angela merasa sedikit takut, namun sebagai Denisa ia adalah seorang wanita kuat dan tomboy. Jadi hal seperti ini harus bisa ia hadapi sendiri.

Angela memberanikan diri untuk melangkah, meraba-raba sejengkal demi sejengkal dinding kamar untuk arah menuju saklar lampu berada. Dan usahanya tersebut tidaklah sia-sia. Angela menemukan saklar tersebut dan menghidupkannya kembali.

Jreeeeeng

Angela di buat terkejut oleh keberadaan seorang wanita cantik tepat di depannya. Mengenakan dress putih selutut dengan bandana mutiara serta rambut yang terurai indah. Tiba-tiba saja muncul tanpa tahu dari mana asalnya. Wanita itu berkacak pinggang sambil menatap tajam kearah Angela.

Namun ada sesuatu yang membuat Angela bertambah syok. Wajah wanita tersebut persis seperti dirinya saat ini. Jika dikatakan bukan sebagai kembaran, melainkan dua jiwa yang saling berhadapan.

" K-kau s s-siapa?" tanya Angela tergagap.

" Aku Angela," jawabnya dengan nada marah.

" Angela? m-maksudnya yang punya tubuh ini?"

" Iya. Kau Denisa kan?. Berani-beraninya kau mengambil tubuh cantikku dan menggantikannya dengan tubuh gendut dan jelek mu itu," ucapnya dengan angkuh.

" Tapi itu bukan kemauanku."

" Lalu aku bagaimana?" tanya jiwa Angela dengan tertunduk sedih.

" Eeeee bagaimana ya," kaya Denisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Bagaimana kau pakai dulu tubuhku, lalu setelah kau pulih, kita akan cari jalan keluar bersama, bagaimana?" usul Denisa.

" Kau menyuruhku memakai tubuhmu yang gendut itu?"

" Hanya untuk sementara Angela."

" Baiklah. Tapi kau harus berjanji akan segera mendapatkan jalan keluarnya!"

" Ya tentu saja." Denisa menjawabnya dengan setengah hati. Sebenarnya ia sudah nyaman dengan tubuh Angela, apalagi dengan tubuh tersebut, dia bisa sedekat itu dengan pujaan hatinya. Namun dia pun tidak boleh egois dengan yang bukan haknya sendiri.

Dan lagi pula ibunya saat ini pasti sangat bersedih karena raganya yang terbaring lemah tanpa tahu kapan akan pulih.

" Kenapa kau terlihat bersedih? seperti tidak rela jika tubuh kita kembali," tanya Angela.

" Hah tidak, Aku biasa saja. Siapa yang tidak senang tubuhnya kembali?" jawab Denisa dengan tertawa sumbang.

" CK. Kau tidak bisa membohongi aku. Raut wajah mu itu sudah menjawab semuanya," ucap Angela dengan tersenyum miring.

" Kau sudah nyaman dengan tubuh cantikku kan, atau kau merasa nyaman karena Alex?" Angela terkejut dan menutup mulutnya.

" Ah tidak tidak. Sungguh aku tidak seperti itu."

" Aku benar-benar tak menyangka kau menyukai Alex. Wanita seperti mu menyukainya?" ucapnya sambil tertawa miring.

" Apa kau salah satu wanita-wanita itu? ck ck, benar-benar tidak tahu diri kalian semua. Seharusnya kalian mencintai dia dalam hal sewajarnya saja, bukan berlebihan hingga berharap menjadi kekasih atau istrinya. Sungguh memalukan," cibir Angela.

Sakit?

Ya, tentu Denisa merasa perih dengan ucapan Angela. Bukan membenci atau tidak setuju dengan ucapannya tersebut, hanya saja keyakinan untuk bisa memiliki Alex seakan di hempasan dengan keras oleh kenyataan yang dikatakan Angela.

Tapi ia juga tak memungkiri bahwa ucapan Angela memang benar adanya.

Dirinya yang jelek dan hanyalah dari kalangan biasa ini memang tak pantas bila harus di sandingkan dengan Alex yang begitu sempurna dari segi manapun.

" Sudahlah, kau percaya saja padaku, bahwa aku tidak akan mencintai kak Alex seperti yang di maksudkan tadi," jawab Denisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca, namun ia berupaya agar air matanya tidak tumpah.

" Baiklah, aku pegang janjimu." Denisa mengangguk meski hatinya terasa berat.

" Baiklah, besok aku datang lagi ke sini dengan menggunakan tubuhmu. Dan kau harus mengakui aku sebagai sahabatmu yang terkena bencana dan harus tinggal disini, bagaimana?"

" Iya aku setuju. Besok aku akan mengatakan seperti apa yang kau perintahkan."

" Baguslah jika kau setuju. Aku akan pulang dulu sekarang," ucap jiwa Angela. Dan setelah mengatakan itu jiwa Angela pun menghilang, dan lampu kamar Angela pun kembali normal.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu dari luar kamar Angela, namun tak ada suara hingga Angela tak tahu siapa orang yang bertamu tengah malam begini.

" Siapa?" tanya Angela memastikan sambil berjalan menuju pintu.

" Ini aku," jawab orang tersebut. Angela langsung mengenali suara pria itu, dan ternyata adalah Alex.

Dengan segera Angela membukakan pintu, kalau-kalau ada hal penting atau Alex sedang membutuhkan bantuannya.

" Ada apa kak?." Alex tak menjawab melainkan langsung masuk kedalam kamar Angela dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dengan mata terpejam.

Dengan perasaan bingung, Angela mengikuti Alex dari belakang tanpa bertanya apapun.

" K-akak kok tidur di kamar aku?" tanya Angela dengan sedikit takut-takut.

" Hemmm ." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Alex, itupun dengan mata yang masih terpejam.

" Kalau kakak tidur di sini, terus aku tidur di mana," tanyanya.

Lagi-lagi Alex tak menjawab. Ia hanya menepuk-nepuk tempat tidur disebelahnya beberapa kali, sebagai isyarat bahwa Angela harus tidur di sebelahnya.

" M- maksudnya, aku tidur sama kakak?"

" Hemmm, cepatlah!" Alex merentangkan tangannya dan siap menyambut tubuh Angela.

Entah mengapa Angela merasa ngeri jika harus berdekatan dengan Alex. Meskipun banyak sekali wanita di luaran sana yang menginginkan bisa dekat dengan Alex, termasuk dirinya. Tapi setelah terwujud, Angela malah merasa takut.namun biar bagaimanapun dia juga tidak bisa menolak, karena takut Alex akan marah nanti.

Angela melangkah dengan ragu-ragu untuk menuju ke arah Alex yang masih setia merentangkan kedua tangannya meski dengan mata terpejam.

Angela duduk dengan perlahan di samping Alex, namun tiba-tiba Alex menarik tubuhnya hingga terjatuh tepat di dada bidang Alex yang terlapis oleh kaus putih itu. Tentu saja Angela terkejut bukan main dengan perlakuan tiba-tiba Alex. Alhasil ia hanya bisa pasrah karena ternyata tenaga Alex dua kali lipat lebih kuat dibanding tenaganya yang seorang karate itu.

" K-akak lepaskan!" ucap Angela dengan suara pelan. Namun lagi-lagi Alex tak menghiraukannya, entah karena tak mendengar atau memang sengaja tak menggubris permintaan Angela, ia malah semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Angela hingga memeluknya dengan erat.

Angela yang semakin di buat ketar-ketir, hanya bisa memejamkan matanya dengan pasrah.

1
Shizi🦁🦁
iklan mendarat
Shizi🦁🦁
ada dua setrep, gunakan yang ini - jangan ini _
Shizi🦁🦁
kata namun jangan di letakkan di tengah, bisa ganti tapi ya beb, kita sama2 belajar.
Shizi🦁🦁
usahakan dalan 1 paragraf, jangan ada dua kata yang sama, kalau gak penting.
Bulan Rindu
Terimakasih banyak say🥰.
Bulan Rindu
🤣🤣 mirip siapa hayo 😂
Lina Zascia Amandia
Wkwkkww mirip siapa ya aktor Korea yg rambutnya gondrong.... sy lupa nama tp ingat wajah.... orangnya macho...
Lina Zascia Amandia
Wahhhhh sudah bagus dr tata bahasanya sama tanda baca setelah dialog tag..... semakin terasah Kakak inj...... keren.... ceritanya juga menarik
Bulan Rindu: Terimakasih🥰🥰❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
semangat...
Shizi🦁🦁
iklan mendarat
Shizi🦁🦁
"Apa yang terjadi, Angel?"

semangat beb, sedikit masukan
Bulan Rindu: Makasih masukannya beb❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Semangat Othor... jgn kendor up date biar cpt naik lencana..
Bulan Rindu: siap🥰.
Makasih udah mampir ❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Aduhhhh bertengkar nih Ayah Bapak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!