Emily tidak menyangka jika hidupnya akan berubah seratus persen ketika ia memutuskan untuk mau di nikahi seorang perjaka kaya raya bernama Kendrick Enderson.
Ia merasa bahagia bisa di terima dengan baik oleh Kendrick. Meskipun ia pernah gagal dalan membina rumah tangga sebelumnya.
Tak lama ia menikah, Emily direpotkan dengan sikap positif sang suami yang selalu cemburu buta padanya.
Apakah Emily bahagia dengan pernikahan keduanya kali ini?
Ataukah dia akan kembali gagal seperti di pernikahan pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Aku bukan Cinderella."
"Maafkan aku sayang. Kamu bener-bener membuatku gila. Maafkan aku." ucapkan Kendrick, yang kemudian ia segera membalikkan tubuhnya untuk berenang kembali dan menjauhi Emily.
Sebenarnya hal itu Kendrick lakukan untuk mengalihkan hasratnya yang saat itu sudah benar-benar membuatnya meledak. Ingin melakukan hal itu di kolam renang. Tapi karena apa yang dikatakan Emily saat masuk akal. Membuat Kendrick menyadari jika apa yang ingin ia lakukan bersama Emily di kolam renang memang tidak bisa dibenarkan.
Emily hanya diam tak bergeming saat sesaat setelah ia menolak ajakan sang suami untuk bercinta di kolam renang.
Emily menyadari dengan orientasi seksual sang suami yang begitu besar terhadap dirinya. Wajar saja, karena Kendrick baru pertama kali ini dalam sepajang ia hidup. Melakukan hubungan badan dengan lawan jenis. Dan itu dengan Emily.
Emily pun ingat dengan masa masa ia menikah dengan Ashraf. Mereka dulu juga sama sama saling berhasrat tinggi.
"Tidak mungkin, bagaimana aku bisa mengingat itu. Dan membandingkannya dengan Kendrick." Guman Emily lirih. Karena ia tadi sempat mengingat sang mantan suami Ashraf.
Keluar dari kolam renang. Emily segera mengambil jubah handuknya dan kemudian ia langsung mengenakan jubah handuk tersebut.
"Ken, apa kau masih mau berenang?" Aku mau ke kamar dan mandi." Ujar Emily.
"Kau duluan saja masuk. Nanti aku menyusul mu." sahut Kendrick, yang kemudian ia kembali menyelam kedalam air di kolam renang.
Mendapatkan izin dari sang suami untuk masuk ke dalam rumah. Emily berlangsung segera naik ke lantai dua ke kamarnya. Dan ia langsung pergi ke kamar mandi.
Kamar pribadi Kendrick di desain begitu sangat mewah dan luas. Ukuran kamar tersebut mungkin luasnya sama dengan ukuran luas ruang tamu apartemennya yang Emily miliki.
Kamar mandinya pun juga dilengkapi dengan bathtub yang mewah serta nyaman.
Terkadang Emily masih ragu dan juga malu-malu untuk menguasai kamar Kendrick. Dan ia belum terbiasa untuk melakukan berbagai macam hal di kamar suaminya tersebut. Karena ia masih dalam fase menyesuaikan diri di rumah barunya.
"Menjadi orang kaum menengah ke bawah dan tiba-tiba saja menjadi kaum atas seperti ini benar-benar membuatku bingung. Sampai sekarang bahkan aku masih tak terpercaya jika aku menikah dengan Kendrick." Guman Emily, sambil melepaskan jubah handuk dan juga bikini yang tadi ia kenakan. Kemudian ia mencoba untuk berendam di bathtub yang ada di sana. Untuk berelaksasi.
Sambil merasakan hangatnya berendam di bathtub. Pikiran Emily flashback pada masa masa saat ia baru akan di kenalkan Kendrick dengan keluarganya. Kala itu Emily begitu gugup dan juga canggung.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Flashback On
"Ken, tunggu." ucap Emily, ketika ia sudah keluar dari dalam mobil, dan di ajak masuk ke mansion mewah tempat tinggal Kendrick. Untuk di perkenalkan kepada keluarga besarnya.
"Kenapa Emily?" Kendrick nampak menautkan kedua alisnya bingung.
"Aku takut Ken." jawab Emily, dengan sedikit gemetaran karena landa gugup.
"Kenapa takut? Kamu tidak perlu takut sayang." ucap Kendrick, menenangkan perasaan Emily. Yang sejak awal memang ia merasa tidak percaya diri menjalin hubungan dengannya. Karena Emily merasa banyak perbedaan di antara mereka.
Tidak hanya karena Kendrick seorang anak dari konglomerat. Tapi karena Kendrick sendiri juga seorang CEO yang sudah dikenal banyak kalangan pembisnis.
Nama Kendrick sendiri sudah tidak asing di telinga Emily yang sudah lama terjun di dunia kerja.
Sebagai seorang karyawan di perusahaan besar. Nama Kendrick sendiri sudah sejajar dengan nama nama bos pemilik perusahaan atau CEO yang sudah Emily dengar.
Tidak hanya seorang CEO yang sudah terkenal dan punya nama besar. Tapi latar belakang keluarga Kendrick juga tidak main main.
"Aku seperti seorang Cinderella dalam hal ini. Aku orang biasa tapi kamu,"
"Jangan mulai Emily. Aku tidak mau dengar kamu merendahkan diri mu. Aku sangat serius menjalin hubungan dengan mu. Keluargaku adalah keluarga yang sangat hangat. Kami selalu mengedepankan diskusi dalam menentukan banyak hal. Kedua orang tua ku bukan tipe orang tua yang selalu memaksakan kehendak mereka. Kami selalu diberikan keleluasaan untuk memilih yang terbaik jika itu memang pilihan terbaik menurut kami. Begitu pula soal pasangan hidup. Mereka tidak akan mengintervensi keputusan ku." jelas Kendrick, mencoba untuk menangkan kekasihnya Emily.
"Tapi Ken," Belum sampai Emily melanjutkan kata-katanya. Kendrick sudah menutup mulut Emily dengan memberikannya ciuman singkat.
"Aku yang sudah memilihmu. Aku yang menginginkan kamu. Tidak akan ada satu orang pun yang bisa menghalanginya. Dan aku yakin, keluargaku, terutama mommy ku. Pasti dia bisa menerima dirimu sebagai menantunya. Karena aku sudah berbicara kepada mereka. Dan mereka tidak berkomentar apapun. Mereka sangat penasaran dengan dirimu. Makanya hari ini, aku mempertemukan kalian."
"Tetap saja aku merasa tidak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga mu. Aku hanyalah seorang pekerja dan karyawan biasa."
"Kamu belum kenalan dengan Mommy, Daddy dan juga kakak ku. Jika kamu sudah berkenalan dengan mereka. Aku yakin, kamu akan kaget." Kendrick pun kemudian tersenyum, memberikan semangat pada Emily.
"Ayo kita masuk. Mereka sudah lama menunggu mu."
Kendrick kemudian kembali menarik tangan Emily. Menggenggam tangan kekasihnya dengan sangat erat. Kendrick tau, saat ini Emily di landa krisis percaya diri.
Sedangkan bagi Kendrick, hari itu adalah waktu yang tepat bagi dirinya untuk memperkenalkan sang calon istri pada keluarganya.
Dalam perasaan tidak percaya diri dan canggung. Akhirnya Emily mau di ajak masuk ke Mansion, dan berkenalan dengan keluarganya.
Kendrick tinggal di sebuah hunian yang sangat mewah. Sebuah Mansion dengan disain bangunan ala Eropa.
Sebelumnya, Mansion tersebut di tempati oleh kedua orang tua Kendrick. Yaitu Valerie Florencia dan juga Dave Enderson orang tua dari Kendrick.
Karena Valerie dan Dave, orang tua Kendrick kini menetap di Amerika. Maka Mansion tersebut kini ditempati oleh Kendrick.
Setelah menyerahkan urusan perusahaan yang ada di Indonesia pada Kendrick. Dave memutuskan untuk tinggal di Amerika dengan sang istri Valerie. Dan fokus mengurus perusahaan yang ada di Amerika.
br ank satu sdh mulai berubh bagaimana klu dpt ank dr suami br dan jasmine msh kekeh blm mau serumh dgn mu emely mkn lambt laun bs2 ank mu dkt lg dgn asrafh dan km nnt menyesal emely
.walaupun ken sdh anggp jasmine ank nya sndri walau bkn ayah kandung nya.skrg emely dilema antara.milh nemani ank dan nemani suami.dampak dr cerai korban ny ank..secara gk lngs jasmine blm siap menerima ayah br dln hdp nya krn dia pikr ayah nya ttp asrafh begitu jg dgn amanda dia jg gk pernh anggap klu amanda ibu smabung nya sblm asrahf dan amanda cerai..
wajar Ken seperti itu Emely dia kan baru merasaakan surga Dunia, dari itu kau harus bisa membuat suami mu benar benar butuh kamu.