NovelToon NovelToon
Hug Me, Please

Hug Me, Please

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Keluarga & Kasih Sayang / Bullying di Tempat Kerja / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:108.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Tidak mengetahui siapa orang tuanya dan ditinggalkan selamanya oleh sang kakak tercinta membuat Shanum harus hidup terlunta-lunta. Tiada belas kasihan apalagi sebuah pelukan yang mampu menguatkan hatinya yang remuk redam karena diporakporandakan oleh keadaan.

Kesedihan Shanum tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia yang dipungut, justru dipaksa menjadi pengemis. Shanum merasa lelah, tetapi ia tidak bisa pergi karena wanita licik itu memiliki ribuan cara untuk membuat Shanum tetap bertahan.

"Tuhan ... aku lelah. Beri aku satu pelukan saja agar bisa kuat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HMP-8

Sky sengaja tidak menyelimuti Shanum karena bocah itu sedang demam agar suhu tubuhnya tidak semakin tinggi. Dengan buru-buru anak itu mengambil air hangat lalu mengompres kening Shanum agar demamnya lekas turun. Sky berusaha mengingat-ingat, sepertinya ia masih menyimpan obat demam miliknya yang belum habis karena tiga minggu ia pun lalu sempat demam. 

"Ini dia!" Sky tersenyum ketika mendapatkan obat itu. Membaca aturan pakai dan dengan segera memberikan kepada Shanum agar demam bocah itu segera turun. 

Setelah hampir setengah jam lamanya, Sky pun memutuskan untuk bangkit dan kembali mengemis. Sebenarnya, Sky merasa kasihan meninggalkan Shanum sendirian. Namun, jika hanya duduk menunggu pun Sky tidak bisa melakukannya. Bisa-bisa amukan Ibu Sekar akan didapatkan lagi karena tidak memberi setoran. 

Sky pun bergegas keluar dari ruangan itu, tetapi langkahnya terhenti saat mendengar panggilan Ibu Sekar. Sky pun berbalik dan melihat Ibu Sekar yang berjalan dengan langkah lebar. Raut wajah wanita itu dipenuhi dengan amarah. Tanpa basa-basi, Ibu Sekar langsung menarik tangan Sky dan mengajak masuk ke rumah wanita itu. 

"Berani sekali kamu membawa anak itu pulang? Seharusnya kamu membiarkannya. Ini akan menjadi kesempatan untuknya mendapat lebih banyak uang!" ujar Ibu Sekar tanpa belas kasihan. 

"Kasihan, Bu. Dia demam tinggi." Sky berusaha menjawab. 

"Biarkan saja! Apa pedulimu. Dia hanyalah anak jalanan dan kamu pun sama! Jadi, tugas kalian itu bukan untuk saling mengasihi, tapi mencari uang untukku," kata Ibu Sekar penuh ketegasan. 

Sky menghela napas panjangnya. "Bu, justru karena kami sama-sama anak jalanan, kami bisa memiliki empati yang tinggi," balas Sky mulai berani. 

Hal itu pun sontak membuat Ibu Sekar meradang. Menganggap Sky sudah berani melawan dan menentangnya. Wanita paruh baya yang dipenuhi emosi tersebut pun langsung menarik tubuh Sky. Menyuruhnya berdiri di sudut ruangan, sedangkan Ibu Sekar mengambil sapu dan tanpa ampun langsung memukulkan gagang sapu tersebut di punggung Sky. 

Anak lelaki itu hanya memejamkan mata sambil meringis sakit. Sudah terbiasa mendapat pukulan seperti itu membuatnya tidak lagi menangis kesakitan.

Dua kali. Tiga kali. Bahkan, sampai tujuh kali pukulan diterima oleh Sky. Setelah mendengar suara sapu yang ditaruh secara kasar di lantai, membuat Sky mengembuskan napas lega. Sudah cukup hukuman untuknya sekarang ini. 

"Pergilah mengemis lagi. Kalau kamu tidak mendapatkan uang maka pukulan tadi masih akan terus berlanjut!" hardik Ibu Sekar. Berjalan pergi meninggalkan Sky begitu saja. 

Setelah bayangan Ibu Sekar tidak lagi terlihat, Sky pun segera mengusap kedua sudut matanya saat merasakan hangat di sana. Ada bulir-bulir bening yang memaksa keluar meski Sky sudah berusaha kuat menahan. 

"Aku anak kuat, anak lelaki yang tidak boleh menangis." Sky mengusap seluruh wajahnya lalu bergegas pergi sebelum mendapat amukan lagi dari Ibu Sekar. 

***

"Kak Diandra ... Kak Diandra." 

Sky terbangun tengah malam ketika mendengar Shanum mengigau. Dengan gegas, ia bangkit dan mendekati Shanum. Ketika menyentuh kening bocah itu, seketika hati Sky merasa cemas. Shanum kembali demam tinggi. 

"Tolong jaga dia, biar aku temui Ibu Sekar." Sky memerintah salah seorang anak yang kebetulan ikut terbangun karena mendengar Igauan Shanum. 

Ketika sudah sampai di depan rumah Ibu Sekar, Sky mengetuk dengan keras sambil memanggil-manggil nama wanita tersebut. Hal itu pun sontak membuat Ibu Sekar menjadi sangat geram. 

"Kenapa? Tidakkah kamu tahu kalau ini sangat mengganggu!" bentaknya keras. 

"Bu, saya mohon. Tolong saya bawa Shanum ke klinik. Tubuhnya demam tinggi dan terus mengigau." Sky menangkup kedua tangan di depan dada. Bahkan, sorot matanya terlihat penuh luka saking khawatirnya dengan keadaan Shanum.

"Tidak akan. Itu hanya akan membuang-buang uang saja. Nanti juga akan sembuh! Lebih baik kamu kembali ke sana," perintah Ibu Sekar. 

"Saya mohon, Bu." 

"Sekali aku bilang tidak maka tidak! Bahkan, jika dia mati pun, aku tidak peduli!" 

Ibu Sekar hendak masuk kembali, tetapi langkahnya tertahan ketika Sky sudah bersimpuh dan memegang kaki wanita itu. 

"Bu, saya  mohon. Tolong kami. Bawa Shanum ke klinik, terserah apa pun yang akan Ibu lakukan pada saya setelah ini. Ibu boleh memukul saya puluhan kali atau bahkan memcambuk setiap hari asal Shanum di bawa ke klinik. Saya mohon, Bu. Saya benar-benar memohon, Bu." 

***

#Day12

#Team1

#Absen66

1
Rita Juwita
/Good/
Kustri
kirain pergi ke rmh haris
Kustri
kabur kabur kabur ajaa
Kustri
setelah sembuh jgn kembali ke sekar
Kustri
smoga ada orang baik menukan mrk ber2
Kustri
nama'a cakep walo gelandangan
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Ran Aulia
Luar biasa, terimakasih Kak, ceritanya bagus 👍👍👍 ,
Sani Srimulyani
syukurlah kebahagiaan akhirnya menghampiri mereka.
Sani Srimulyani
semoga setelah ini shanum bisa ketemu dengan sky.
Sani Srimulyani
syukurlah shanum bisa kabut.
Sani Srimulyani
😭😭😭😭😭😭
Sani Srimulyani
ternyata nenek lasmi sudah punya firasat.
Sani Srimulyani
alhamdulillah ketemu orang baik.
Sani Srimulyani
semoga sky tidak dihukum.
Sani Srimulyani
kalian memang harus saling menguatkan.
Sani Srimulyani
semoga ini bisa membuat mereka terbebas dri sekar.
Sani Srimulyani
kapan nih nenek lampir kena karma nya ya....
Sani Srimulyani
ya ampun sky.....hatimu baik sekali.
Sani Srimulyani
😭😭😭😭😭 rasanya ga kuat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!