NovelToon NovelToon
Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa / Chicklit
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dreamalfs

Putri Anne adalah putri yang baik hati, berbeda dengan Putri Dekieta yang angkuh dan haus kekuasaan.
Ada banyak kejadian yang membuat Putri Anne ingin mendapatkan hak nya sebagai seorang putri.
Dekieta yang tidak menyukai Anne berusaha untuk membuat Anne terluka bahkan sampai keluar dari Istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dreamalfs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

huit

Selir Hari menatap Anne dengan tatapan tajam.

"Apa pelayan mu itu tidak pernah memberikan pelajaran tentang pertemuan pagi?" Selir Hari bertanya kepada Anne.

Anne menggeleng. "Semua pelajaran tentang tata Krama di kerajaan sudah saya pelajari semua Yang Mulia." jawab Anne sambil menunduk lesu.

"Sudahlah selir hari, apakah hari mu cuman kau ngunakan untuk memarahi keluarga kerajaan? aku saja yang memiliki wewenang didalam keluarga kerajaan tidak pernah memarahi mereka, sebaiknya kamu diam saja." Ratu Rimba memperingati Selir Hari untuk berhati hati.

Selir Hari menatap tajam kearah Ratu Rimba. "Maafkan atas kelancangan saya Yang Mulia." ucap Selir Hari.

Ratu Rimba mengangguk.

"Silakan duduk Anne." ucap Ratu Rimba.

Anne mengangguk dan mematuhi apa kata dari Ratu Rimba.

Penghormatan kepada Raja pun dimulai, Anne sudah lancar walaupun tidak pernah ikut, karena Anne sudah belajar tentang penghormatan pagi.

"Akhirnya aku bisa melihat salah satu putriku." ungkap Raja Artir.

Anne tersenyum tipis kepada sang ayahanda.

"Ratu aku perintahkan kamu untuk selalu membimbing Anne." ucap Raja.

Ratu Rimba mengangguk. "Ya, Yang Mulia." jawab Ratu Rimba.

"Yang Mulia, Saya ingin berbicara tentang pernikahan kerajaan." tiba tiba Dekieta ikut pembicaraan.

Semua disana kaget karena ucapan Dekieta.

"Pernikahan kerajaan? siapa yang akan menikah disini?" Raja Artira bertanya karena bingung.

"Saya mendengar berita bahwa putra mahkota Jeha akan menikah ditahun ini, Saya ingin ikut menjadi calon istri dari Pangeran Jeha." ungkap Dekieta.

Raja Artira tampak terdiam.

Kemudian Raja Artira menggeleng. "Aku tidak mengijinkan mu mengikuti seleksi calon istri pangeran Jeha Kieta." ucap Raja Artira.

Dekieta menatap Raja Artira dengan tatapan yang tidak bisa diungkapkan.

"Yang Mulia, kenapa saya tidak bisa ikut seleksi itu?" Dekieta bertanya.

"Aku ingin mencarikan mu seorang pangeran yang bisa mewarisi tahta ku Kieta, dan juga pastinya yang banyak mencalonkan seleksi istri adalah anak para menteri." jawab Raja.

Dekieta menggeleng. "Apa Yang Mulia benar benar tidak bisa?"

Raja Artira menatap Anne.

"Aku bisa mencalonkan Anne tapi tidak dengan mu Dekieta." jawab Raja Artira.

Mata Dekieta langsung membelalak kaget, kenapa dirinya tidak bisa mengikuti seleksi calon istri Pangeran Jeha sedangkan Anne bisa?

"Tidak bisa, saya harus ikut seleksi itu Yang Mulia." Dekieta tetap kekeh untuk ikut.

"Putri sebaiknya anda segera kembali ke kediaman anda." Ratu Rimba berusaha untuk menenangkan Dekieta.

Dekieta langsung menggeleng, tidak menuruti perintah dari sang Ratu.

"Ayah, saya benar benar ingin mengikuti seleksi itu, kalau bisa saya harus bisa menjadi istri pangeran Jeha." Dekieta tidak lagi memanggil yang mulia, karena Dekieta sekarang memposisikan sebagai anak dari seorang Artira.

"Berita seleksi itu belum tentu benar Dekieta, Aku baru bertemu dengan Jeha, aku belum mendapatkan pernyataan Jeha tentang pernikahannya, sebaiknya kamu jangan gegabah mencalonkan diri." nasehat dari Raja Artira.

"Tapi ayah benar benar akan mencalonkan aku bukan?" Dekieta benar benar berharap bisa bersama dengan pangeran Jeha.

Raja Artira tidak menjawab ya atau tidak, Raja Artira hanya bisa berdiam diri.

"Waktu penghormatan pagi sudah selesai, sebaiknya para putri, selir segera keluar dari kediaman Raja." perintah dari Ratu Rimba.

Anne dan Selir Hari segera memberikan penghormatan dan segera keluar dari kediaman Raja. Diruangan itu tersisa Dekieta, Ratu dan Raja.

"Kenapa kamu masih disini Dekieta?" Ratu Rimba bertanya.

"Saya akan menagih janji Yang Mulia, kalau pun saya tidak bisa menjadi istri dari Pangeran Jeha, maka saya harus menjadi penerus tahta dari Yang Mulia." Dekieta benar benar berani sekali.

Raja tersenyum penuh arti.

"Sikap kamu itu menurun dari mana Dekieta?" Raja Artira bertanya dengan senyuman penuh arti.

Ratu Rimba yang mendengar pertanyaan dari Raja itu terlihat panik.

"Pelayan bawa putri Dekieta keluar dari sini sekarang!." perintah dari Ratu Rimba.

Dekieta kaget dan langsung memberontak ketika dipaksa dayang dayang untuk keluar dari kediaman ayahandanya.

"Yang Mulia tolong jangan seperti ini." Dekieta teriak teriak.

Raja Artira menatap Ratu Rimba.

"Apa kamu yang membuat pangeran Jeha dan Dekieta menjadi dekat?" Raja Artira menebak nebak.

Ratu Rimba menatap suaminya kemudian Ratu Rimba menggeleng.

"Bukan saya Yang Mulia, saya malah curiga semua itu karena Selir Hari, dari dulu bukannya Selir Hari dekat dengan ibunda dari Pangeran Jeha?"

Raja Artira tersenyum penuh arti.

"Lagi lagi kamu selalu mencurigai Selir Hari. Aku bertanya tanya jangan jangan sikap baik mu itu hanya buatan mu sendiri, didalam hati mu, kamu membenci Selir Hari." ucap Raja Artira.

Ratu Rimba segera menggeleng. "Saya bukan seperti yang mulia katakan." pembelaan dari Ratu Rimba.

"Sebaiknya kamu segera keluar dari ruangan ku Ratu, Tolong bimbing anak mu, Anne sudah menunjukan sedikit keunggulannya." ungkap Raja Artira.

Ratu Rimba menunduk kemudian langsung menatap Raja Artira.

"Ingat janji yang dulu pernah Yang Mulia ungkapkan. Anne harus segera dinikahkan dan Anne tidak boleh menerima tahta." ucap Ratu Rimba.

Raja Artira mengangguk. "Aku selalu mengingat janji janjiku. Bukan kah Anne anak mu? kenapa kamu seperti lebih mengunggulkan Dekieta?" Raja Artira bertanya.

"Saya orang yang adil Yang Mulia, saya tidak mungkin terlalu mengunggulkan salah satu dari mereka, Saya ingin menjadi Ratu yang adil bagi semuanya." ucap Ratu Rimba.

Raja Artira tertawa. "Kamu seperti bukan Rimba yang aku kenal."

Ratu Rimba menunduk.

"Hari ini sudah selesai, sebaiknya kamu keluar Ratu ku." ucap Raja Artira.

Ratu Rimba mengangguk, kemudian Ratu Rimba berdiri dan mulai memberikan penghormatan, setelah itu Ratu Rimba meninggalkan kediaman Raja .

Dekieta menghentakkan kakinya, kemudian Dekieta melepaskan tangan dari dayang yang membawanya.

"Lepas." perintah dari Dekieta.

Dayang dayang itu segera melepaskan tangan mereka dari tubuh Dekieta.

Dekieta segera melangkah menjauh dari para dayang dayang itu, dayang milik Dekieta langsung mengikuti tuan mereka.

Dekieta menghentikan langkahnya. "Aku membenci semua yang ada diistana ini, lihat saja setelah semua akan menjadi milik ku, semuanya akan menunduk kepada ku." ucap Dekieta.

"Kamu percaya bukan?" Dekieta bertanya kepada Parti pelayannya.

"Saya percaya kepada Nona." jawab Parti.

"Yah kamu harus percaya kepada ku." sombong Dekieta.

Dekieta kembali melanjutkan langkahnya.

~Anne sedang menyulam, datanglah pelayannya Tuv.

Anne menatap Tuv dengan tatapan penuh tanya.

"Kamu dari mana Tuv? tidak biasanya kamu meninggalkan ku." ucap Anne sambil terus menyulam.

Tuv menatap Nonanya mudanya, kemudian Tuv tersenyum.

Anne menatap Tuv, "kamu tidak menjawab pertanyaan ku Tuv? kamu dari mana saja?" Anne bertanya.

Tuv kelihatan gugup. "Nona, apakah penghormatan dan pertemuan pagi berjalan lancar?" Tuv berusaha mengganti topik pembicaraan.

Anne tersenyum kemudian mengangguk.

1
Coco
maafken kemarin ga up, kemarin author sibuk banget, ada kerjaan terus harus kondangan dulu. Mungkin bakal ga rajin up kayak kemarin kemarin.
Tenang saja hari ini up kok, ditunggu saja yah bab terbarunya
Coco
halo author udah up, maaf yah kemarin author libur up karena keadaan author yang lagi galau tidak memungkinkan untuk up
Coco
Cepet juga uploadnya, ga ada sejam wkwkwk 😍😍 selamat membaca readers tercinta, jangan lupa komen dan likenya yah
Coco
Selamat membaca yah, tumben ini lolosnya cepet banget, bab 254 💪, semangatin author dong
Coco
ya ampun kayaknya novel ini babnya bakal mendekati 500 deh, semangat yah yang baca
Coco
hei, author comeback, kyknya tahun depan udah selesai nih karya author yang ini, doain bisa tamat dengan benar yah.
Coco
yuhu author selalu comeback, jangan lupa dibaca yah, untuk novel ini babnya agak panjang yah, semoga author bisa menamatkan cerita ini
Coco
Author udah update hari ini, author udah mulai rajin up tiap hari ini walaupun author super sibuk, jangan lupa yah ikut komen dilapak author, thank y😍u semua
Coco
Author sudah up bab 204 ditunggu yah readers tercinta. Dan jangan lupa doain author biar bisa bertahan yah💪
Coco
Author up bab baru nihh, cuss langsung kepoin
happy 200 bab 😍
Coco
selamat malam semua
author hari ini comeback lagi
doakan author baik baik saja yah untuk kedepannya 😍
Coco
Hola semuanya
selamat malam
hari ini author up, ini mumpung lagi rajin up yah bisa up tiap hari.
yuk jangan lupa tinggalin komentar disini dan gift mawarnya 🤭
Fadila1973 Akbar
aamiin🤗🤲
Coco: terima kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Coco
author lagi galau, karena orang yang author suka kayaknya lagi menjauh dari author
Coco
Kali ini author sudah comeback, untuk bulan okt ini author udah up 2 bab, mau lagi ga nih?? tapi kayaknya untuk bulan besok author sibuk nih, jangan lupa lovenya yah 😍
Fadila1973 Akbar
di tunggu selalu thor🤗
Coco
hai author comeback, di bulan ini sudah 4 bab yang author up, mohon doanya semoga novel ini bisa selesai yah. Tolong tunggu author
Fadila1973 Akbar
di tunggu slalu bab selanjutnya🥰
Coco
author upload kembali yah, terima kasih telah menunggu
Coco
author comeback lagi setelah berperang dengan UAS dari dosen, mungkin kedepannya bakal sering upload
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!