NovelToon NovelToon
Biyanca, Serahkan Cintamu!

Biyanca, Serahkan Cintamu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:89.8k
Nilai: 5
Nama Author: Titin Supriatin

Biyanca yang diadopsi oleh keluarga sederhana terpaksa harus menelan pil pahit karena dirinya akan di lelang dihadapan banyak orang kaya demi melunasi hutang ayah angkat dan keluarganya. Di hari pelelangan, seorang pria yang sedang terluka karena tertembak, datang dan nyelonong masuk ke dalam kamar Biyanca.

Tak disangka, pemenang lelang jatuh pada pria yang tadi sempat ditolong Biyanca. Pria tersebut membayar Biyanca dengan harga sangat mahal mengalahkan semua kaum borjuis yang ada di tempat pelelangan ini. Alhasil, Biyancapun harus dinikahkan dengan pria tersebut.

Siapakah Pria itu? Akankah pernikahan mereka bahagia, atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 Sebuah Foto

Biyanca semakin tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Byon padanya. Ia sangat terkejut dan tiba-tiba saja kepala Biyanca terasa sakit. Sekelebat bayangan tentang masa lalu Biyanca tiba-tiba terlintas diingatannya. Kecelakaan yang mengerikan, wajah almarhum ibu angkatnya yang tampak cemas. Kenangan akan kisah cintanya dengan seseorang yang mirip dengan Byon. Wajah wanita yang ada dalam foto, membuat Biyanca teringat akan sebuah foto yang selalu ia bawa ke mana-mana.

“Ada apa Bii? Kau sakit?” tanya Byon menyadari ada yang salah dengan istrinya.

Biyanca tidak menjawab. Sambil memegangi kepalanya yang semakin terasa pening. Ia mengeluarkan foto dari saku jaketnya yang sempat ia masukkan sebelum pergi meninggalkan rumah.

Foto itu berisi foto dirinya dan 3 wanita lainnya. Sebelah kiri foto Biyanca ada foto wanita yang tidak Biyanca ingat. Foto wanita cantik itulah yang diminta ibu angkat Biyanca untuk mencarinya sampai dapat. Itulah wasiat yang ditinggalkan ibu angkat Biyanca sebelum tiada.

Yang membuat Biyanca bingung, di belakang fotonya, berdiri seorang wanita cantik berusia hampir 50an tapi wajahnya tampak awet muda dan sangat cantik, hampir mirip dengan wajah Biyanca yang sekarang. Ibu angkat Biyanca tidak memberikan penjelasan apa-apa soal wanita itu.

Sedangkan di sebelah wanita tersebut, ada foto ibu angkat Biyanca memeluk wanita yang menjadi target pencarian Biyanca setelah ini. Dalam foto tersebut ke 4-nya sama-sama tersenyum menatap kamera jadul hitam putih yang tidak diketahui siapakah pemotretnya.

Byon terbelalak setelah ia melihat foto yang dipegang Biyanca dan langsung menyahutnya tanpa izin. “Kau dapat foto ini dari mana? Ini … foto ini …” tanya Byon terkejut sambil membolak-balikkan selembar foto tersebut.

“Kenapa dengan foto ini?”

“Foto ini … akulah yang memotretnya. Kau masih berumur 12 tahun kala itu.” Suara baritone Byon terdengar gemetar saat memandangi foto yang ada ditangannya.

“Ibu Ana yang memberikannya padaku sewaktu dia terbaring sakit. Dia memintaku mencari wanita yang ada di sebelahku. Tapi aku tidak ingat dia siapa. Ibu Ana juga tidak memberitahu apa-apa. Katanya, bila aku menemukan wanita itu, dialah yang akan menjelaskan semuanya.”

“Kau sungguh tidak kenal 2 wanita ini selain Miss Ana?” tanya Byon lagi dan Biyanca menggelengkan kepalanya meski tadi sempat terbersit bayangan mereka semua dingatan Biyanca. Hanya saja masih belum jelas.

“Aku tidak tahu, tapi mereka sempat ada diingatanku. Semakin aku memaksakan diri mengingatnya, kepalaku terasa sakit.” Biyanca mulai merasakan matanya berkunang-kunang.

“Ini tidak mungkin, sangat tidak mungkin. Mereka berdua bertukar posisi.” Air mata Byon tiba-tiba saja mengalir memikirkan hal yang sama sekali tidak dimengerti oleh Biyanca.

“Ada apa ini? Apa yang terjadi? Siapa mereka? Dan kenapa kau seolah sedih melihat mereka? Apa hubunganmu dengan mereka?” ganti Biyanca yang bertanya.

“Bii … wanita yang ada disebelahmu, dia adalah Camelia. Tunangan adikku, Leonard. Dia juga hilang dihari saat kau mengilang. Leon sudah menduga dia pasti bersamamu. Dan wanita yang ada dibelakangmu, dia … ibu kandungmu.”

“Apa? Kau bilang apa barusan?” pekik Biyanca langsung keget lagi dan buru-buru merebut foto dari tangan Byon untuk melihat wajah wanita yang Byon bilang sebagai ibunya.

“Maafkan aku Bi, harusnya aku menyadari dari awal. Ibumu dan Miss Ana, mereka bertukar posisi menjagamu. Aku pikir wanita yang meninggal bersama ayahku adalah Miss Ana, tapi ternyata … dia ibumu … ibumu meninggal bersama ayahku dalam kebakaran saat musuh menyerang keluargaku. Sebelum tragedi itu terjadi, ibumu dan miss Ana, mereka bertukar pakaian sehingga dokter salah menyatakan siapakah wanita terakhir yang bersama ayahku kala itu. Kini aku tahu … wanita itu … adalah ibumu. Artinya, Bibi Rose, sudah tiada bersama ayahku 12 tahun lalu.” Byon menunduk untuk menyembunyikan air matanya. Mungkin kenangan itu adalah kenangan paling menyedihkan bagi keluarga Byon.

Bagai tersambar petir disiang bolong, Biyanca shock berat mendengar penjelasan Byon tentang fakta siapakah dia dan semua wanita yang ada difotonya. Baru saja ia bahagia karena akhirnya tahu wajah ibu kandungnya, tapi tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan kabar kematiannya dan itupun sudah lama.

Tak bisa dibendung lagi bagaimana perasaan Biyanca saat ini. Meskipun ia masih belum ingat tentang kisahnya dimasa lalu tetap saja hatinya serasa perih. Tubuh Biyanca merosot jatuh dan terduduk di tanah tepat dibawah kaki Byon yang juga sama shocknya dengan Biyanca. gadis itu menangis sejadi-jadinya dan karena ia terlalu shock, Biyanca akhirnya pingsan.

“Bii … sadarlah!” seru Byon langsung mengangkat tubuh Biyanca dalam pelukannya. “Bii … kau dengar aku?” Byon menepuk-nepuk pelan pipi Biyanca tapi istrinya masih belum sadarkan diri juga.

Karena tak kunjung membuka mata, Byon jadi khawatir dan akhirnya ia terpaksa menggendong Biyanca berjalan cepat menuju mobilnya lalu pergi ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, istri Byon itu langsung mendapat perawatan intensif. Byon dan para pengawalnya sengaja menunggu diluar sampai dokter keluar.

“Bagaimana keadaan istri saya, Dok?” tanya Byon setelah melihat dokter yang memeriksa kondisi Biyanca keluar ruangan.

“Mari ikut ke ruangan saya Tuan. Akan saya jelaskan di sana.”

Dokter itupun pergi dan Byon mengikut dibelakangnya. Pria bule itu memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Biyanca dengan baik.

***

“Kondisi istri Anda sedang tidak baik-baik saja.” sang dokter mulai menjelaskan keadaan Biyanca, “dia menderita amnesia traumatis yang diakibatkan oleh sebuah kecelakaan, benturan, pukulam atau jatuh dari ketinggaian sehingga menyebabkan kerusakan pada otaknya. Mungkin istri Anda pernah mengalami salah satu dari kejadian itu. Kerusakan otaknya akan semakin [arah jika ia dipaksa mengingat semua kenangan masa lalunya dan resiko terbesarnya adalah, ingatannya akan hilang secara permanen. Saran saya, biarkan dia menjalani kehidupannya yang sekarang, sampai ingatannya kembali dengan sendirinya tanpa perlu dipaksakan.”

Byon terdiam menyimak penjelasan sang dokter. Dia tidak menyangka istrinya mengalami kejadian luar biasa. Begitu keluar, pria bule tampan itu memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu kejadian yang terjadi pada Biyanca 12 tahun silam.

“Segera selidiki semuanya dan laporkan padaku apa yang terjadi pada Bii-ku. Ingat jangan sampai ada yang tahu,” ujar Byon pada pengawal kepercayaannya.

“Siap Tuan.”

“Bagaimana kabar Leonard dan Baida. Apa salah satu dari mereka ada yang menghubungimu?” tanya Byon lagi.

“Kami masih mencari keberadaan mereka semua Tuan. Kami kehilangan kontak dengan Baida. Sementara tuan muda Leonard ada di Makasaar, tapi kemungkinan beliau sudah pindah tempat lagi. Kami amsih belum mendapat kabar.

“Kita ke Bogor dulu begitu Biyanca membaik. Kalian jangan menyinggung masa lalunya saat ada didekatnya. Siapkan semua hal yang diperlukanm dan kita susul Leonard di sana. Dia perlu tahu bahwa tunangannya ada di negara ini. Hanya saja tidak diketahui di mana keberadaannya.”

“Apa perlu kami mencarinya juga Tuan.”

“Tentu saja, firasatku mengatakan kalau kita akan berkumpul entah itu kapan. Ini mungkin sudah takdir. Aku menemukan Bii secara kebetulan, semoga Leonard menemukan Camelia lebih dulu dari kita. Aku juga berharap, Baida dan Eshild baik-baik saja dimanapun mereka berada.” Byon mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat seolah ia memendam amarah yang begitu besar.

BERSAMBUNG

***

1
Abinaya Albab
bapaknya Leo /Silent/
Abinaya Albab
aku udh baca anak²nya emak bapaknya baru skg /Silent/
Rabiatul Wulan
dan ternyata perpisahan ini sangat panjang ya thor, 🤭🙏🙏 kapan up lg thor sudah kangen sama novel2mu. semoga saja dalam keadaan sehat ya thor supaya bisa terus berkarya 🙏🙏🤗🤗💪💪
Sabrina Azzahra
terharu 😭😭
Rika Joj
cinta kasihmu tdk sama ibu rose bion gk sama seperti ayahnya yg gk kokoh & berjuang demi cinta....
Rika Joj
jangan di pisahin dong bianca+ bionx🥹
Rika Joj
jadi wanita itu yg nolong leon terluka yg digigit beruang
Rika Joj
napa gk baida aja ya gati'in posisi bion secara kan mereka kembar🤣🤭
Rika Joj
jangan2 wanita yg di jodohin itu wanita yg bertudung merah...
Rika Joj
curiga liem pyordorva + adelerich musuh bebuyutan...
Rika Joj
karena itu mungkin kecelakaan makax gk inget...
Rika Joj
nama anakx. bion+bianca sama dgn anclex Leonardo pyardova ya kak Titin...
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: iyap betul kak
total 1 replies
Rika Joj
benar'an bi ngapain bion harus bohong...
Rika Joj
cinta yg rumit hanya karena strata
Rika Joj
napa mereka gk bisa bersatu apa mereka terhalang restu ya...
Rika Joj
makax jangan kabur untung bion selamatin kamu...
Anonim
Kn
Rika Joj
makax jangan kabur lagi keras kepala amat sih dibilangin gk percaya amat bion itu sayang banget bianca...
Elok embem
maaf thorrr di sini di tulis byon kembaran baida tapi kenapa baida hanya jadi bawahan 🤔🤔🤔
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
waaah ucapan adalah doa
harapan dan keinginan di masa sudah tercapai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!